Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
321 = MEREBUT AURA


__ADS_3

\=Chapter 321. MEREBUT AURA\=


\=


\=


Beberapa jam telah berlalu, Xu Wuzao telah mencari Li Yian ke segala ruangan yang ada di rumah pelelangan anggrek putih dan menanyakan ke setiap orang yang ada di sana, namun tidak ada satu orangpun tahu keberadaan Li Yian.


"Sebenarnya kau ada di mana nak Li Yian!" ucap Xu Wuzao.


Dia kini berada di halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih, karena menurut manager Hau Lin. Li Yian terakhir kali dia lihat ada di halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih, sehingga Xu Wuzao mencarinya ke sana.


Xu Wuzao di halaman belakang akhirnya hanya bisa memikirkan Li Yian dan juga sekaligus merenungkan tentang undangan dari Kekaisaran Ming yang di tunjukkan untuk dirinya.


Xu Wuzao membaca surat undangan dengan paham, namun tidak begitu mengerti apa tujuan pasti dari Kaisar Ming.


"Setelah pelelangan ini berakhir aku harus ke Kekaisaran Ming! Apakah itu harus?" gumam Xu Wuzao.


Dia seperti banyak sekali yang di pikirkan, apa lagi mengenai kemajuan kekuatan dari para tetua di sekte anggrek putih, Xu Wuzao ingin itu secepatnya! Namun Xu Wuzao sadar bahwa kemampuan mereka terbatas dengan pemahaman yang kurang mendalam.


Apa lagi, Xu Zao Yi! Xu Wuzao tidak begitu mengerti kenapa dia tidak bisa percaya penuh terhadap Li Yian.


Xu Wuzao sebenarnya sadar bahwa keponakan dirinya itu selalu ingin unggul di hadapan Li Yian! Namun Xu Wuzao tidak begitu enak hati, untuk menegur langsung Xu Zao Yi karena dia adalah anak yang keras kepala.


Banyak sekali yang di pikirkan Xu Wuzao, akhirnya dia lebih memilih mencari Li Yian dengan merasakan aura milik Li Yian.


Xu Wuzao bermeditasi mencoba mencari keberadaan Li Yian, meskipun dia tidak begitu yakin dengan cara ini dapat menemukan bocah itu.


*


Di sekte Wuhan.


Li Yian akhirnya membuka matanya, dia senang karena hanya membutuhkan waktu sebentar untuk menyembuhkan luka dalam akibat pertempuran melawan Baba Yaga.


Dia keluar dari ruang pribadi itu, lalu dengan segera menuju ke ruang perawatan Baba Yaga.


Setelah sampai di ruangan itu, Baba Yaga masih saja tidur dengan dengkuran yang keras! Melihat kelakuan Baba Yaga yang masih saja belum berubah Li Yian sangat tidak sabar lagi.


"Orang ini! Apa hanya itu ambisi untuk menjadi kuat?" ucap Li Yian dengan gigi yang di tautkan.


Saking memuncaknya amarah Li Yian kali ini, dia bergegas ke kasur tempat Baba Yaga berbaring.


Baaammm..!


Braaakk..!


Li Yian langsung menendang tubuh Baba Yaga dari atas ke bawah, hingga ranjang kayu yang di gunakan untuk baba Yaga tidur langsung ambruk.

__ADS_1


Meskipun Li Yian hanya menggunakan sedikit tenaga fisiknya saja, namun fisik Li Yian sangat kuat sehingga tendang itu cukup bisa menghancurkan bongkahan batu yang keras sebesar ukuran kereta kuda pada umumnya.


"Aaakkkhh..!" keluh Baba Yaga.


Dia di tendang tepat pada perutnya, hingga dia berguling-guling di atas lantai ruangan pengobatan karena kesaktian.


"Apa yang kau lakukan saudara Li! Kenapa menendang ku tanpa alasan, apa kau ingin membunuh ku?" ucap Baba Yaga setelah bangkit lalu duduk di lantai ruangan, dengan masih memegangi perutnya.


"Apa yang aku lakukan? Apa kau akan tidur terus sepanjang waktu dan memimpikan sesuatu yang tidak berguna?" ucap Li Yian dengan tegas sambil menunjuk pada Baba Yaga.


Li Yian tidak merasa bersalah sedikitpun telah melukai Baba Yaga seperti itu, karena Li Yian yakin Baba Yaga tidak akan kenapa-kenapa dengan serangan seperti itu.


"Baiklah aku mengerti, mari kita berlatih!" ucap Baba Yaga, mengaku sedikit salah.


Dia tahu bahwa dirinya telah di selamatkan oleh Li Yian, makasih dia terjebak di dimensi jiwanya sendiri kala itu, namun Baba Yaga dapat merasakan dan melihat dengan sekilas bahwa dirinya di tolong oleh Li Yian.


"Ikut aku..!" ucap Li Yian.


Setelah mereka hendak keluar, petugas dari balai kesehatan datang ke ruang perawatan Baba Yaga! Dia mendengar ada keributan di sana sehingga langsung memeriksa keadaan.


Baba Yaga yang hendak menjawab ajakan Li Yian akhirnya hanya terdiam sementara karena petugas itu langsung bertanya kepada mereka.


"Tuan ada apa barusan?" ucap petugas itu sedikit kebingungan.


"Tidak ada apa-apa, maaf kami merusak peralatan di ruang perawatan ini!" ucap Li Yian kepada petugas itu.


"Ahh, tidak apa-apa tuan! Akan saya urus ini!" ucap petugas itu.


"Baiklah terimakasih..!" jawab Li Yian, sambil menyerat Baba Yaga untuk mengikutinya.


Petugas itu cukup heran, apakah Baba Yaga sudah benar-benar sembuh! Karena pertama kali dia melihatnya Baba Yaga terlihat begitu parah.


"Ahh, itu urusan mereka!" gumam petugas itu, akhirnya dia hanya bisa membereskan puing-puing yang hancur di ruangan kesehatan itu, sambil banyak pertanyaan yang entah siapa yang bisa jawab.


*


*


*


Li Yian kembali ke ruangan pribadi milik tetua ketiga sebelumnya, dengan di ikuti Baba Yaga dengan patuh di belakangnya.


Setelah sampai di ruangan itu Baba Yaga langsung bertanya.


"Saudara Li Yian, mau latihan apa kita kali ini?" ucap Baba Yaga.


Dia cukup penasaran karena Li Yian kali ini terlihat sangat serius tidak seperti biasanya!.

__ADS_1


"Kau sudah kalah taruhan dengan ku, seharusnya tahu kan apa tujuan ku sebelumnya?" tanya Li Yian.


"Ya, aku tahu! Kau ingin pergi ke alam Tanasilam." jawab Baba Yaga.


"Nah maka dari itu! Sebaiknya kita sibuk berlatih, aku yakin di alam itu banyak sekali orang-orang kuat!"


Li Yian berkata demikian karena dia merasa kekuatan hitam yang ada di dalam tubuh Baba Yaga sebelumnya adalah kekuatan orang dari alam Tanasilam terdahulu.


Sehingga dia ingin lebih kuat, apa lagi Baba Yaga harus lebih kuat dari sekarang! Li Yian tidak ingin dirinya di bebani oleh Baba Yaga yang hanya memiliki kemampuan rendah.


"Iya aku tahu, tapi latihan metode apa yang akan kita lakukan?" ucap Baba Yaga kembali.


"Kita berlatih agar kau bisa menguasai kekuatan gelap yang ada di tubuh kau seperti beberapa waktu lalu, teman!" jawab Li Yian.


Degg..!


Baba Yaga kaget, karena dia hampir mati karena makhluk hitam itu! Namun Li Yian dengan seenaknya menyuruh berhadapan lagi dengannya.


Li Yian ingin bahwa Baba Yaga merebut dan menyerap aura milik Long Chu, karena hanya dengan itu kekuatan Baba Yaga akan meningkat pesat dari sebelumnya.


"Saudara Li, apa kau benar-benar yakin? Aku hampir mati waktu itu! Kenapa kau berucap bahwa itu hanya hal mudah?" ucap Baba Yaga tidak begitu yakin dengan Li Yian.


"Hei, apa kau tidak percaya dengan kekuatan ku? Bahkan kekuatan yang kau miliki?" Li Yian langsung bertanya ke intinya.


"Tapi..?" ucap Baba Yaga terpotong.


"Tidak ada tapi...! Kau sudah kalah taruhan, sebaiknya ikut aturan yang sudah kita sepakati." ucap Li Yian memotong ucapan Baba Yaga.


"Ya baiklah, tapi aku mengikuti cara yang kau punya!" ucap Baba Yaga pasrah.


"Bagus kalau gitu!" jawab Li Yian cukup senang.


Akhirnya mereka berdua setuju UN latihan bersama lagi, namun kali ini bertujuan agar Baba Yaga kuat dengan cepat. Meskipun harus menghadapi resiko yang tinggi.


Mereka berdua akhirnya duduk bersila di batu lantai yang ada di sana, Li Yian duduk berhadap-hadapan dengan Baba Yaga. Setelah itu Li Yian mengeluarkan pedang bayangan dari cincin samudra.


Di letakkan di antara mereka berdua, Baba Yaga melihat Li Yian mengeluarkan pedang bayangan miliknya cukup heran.


'Sebenarnya apa yang akan di lakukan saudara Li Yian, kenapa dia mengeluarkan senjata miliknya?' ucap Baba Yaga di benaknya.


Dia tidak tahu, bahwa pedang itu yang telah menyelamatkan nyawanya dari serangan aura hitam yang muncul tiba-tiba.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2