Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
167 = API HITAM


__ADS_3

\=Chapter 167. API HITAM\=


\=


\=


Li Yian masih memandangi pedang yang dirinya pegang saat ini, dia masih melihat aura hitam yang menyelimuti pedang hitam yang di pegang.


"Apa ini api hitam?" gumam Li Yian di benaknya, dia belum terlalu yakin.


Karena dia penasaran akhirnya Li Yian langsung mengarahkan tebasan itu ke arah pohon besar yang ada di sampingnya kanannya.


Wuutt..!


Slaazz..!


Pedang itu seperti memotong batang pohon yang kecil, Li Yian tidak merasakan hambatan sama sekali.


Suara bergemuruh tercipta akibat tumbangnya pohon besar itu, seketika api hitam langsung membakar hangus pohon besar itu menjadi arang.


Li Yian yang melihat itu hanya bisa melongo dan tersenyum setelahnya, karena dugaan dirinya benar! Bahwa yang tercipta di pedangnya adalah api hitam, api yang paling panas no 1 di urutan api di semua alam.


"Benar-benar pedang yang luar biasa?" Li Yian langsung bergumam, dan melihat pedang hitam itu.


Di tambah lagi, meskipun sudah di gunakan, api hitam di pedangnya tidaklah padam! Melainkan tetap berkobar.


Li Yian merasakan bahwa api hitam itu seperti menyatu dengan pedang itu dan dirinya saat ini, akibat kelakuan dari Li Yian itu. Di tenda utama dan orang-orang yang berkumpul di sekitarnya langsung tahu bahwa di sebelah sana juga ada penyerang.


*


*


*


Salah seorang anggota kelompok Sabit Tunggal langsung lari ke dalam tenda paling besar, dia terlihat sangat tergesa-gesa.


Setelah sampai dia tidak lagi meminta izin untuk masuk seperti biasanya, melainkan langsung menerobos ke dalam.


"Pemimpin, ini sangat gawat. Dua penyerang di arah berbeda sangat ganas, menurut laporan mereka adalah monster hutan!" ucap orang itu.


"Katakan dengan pelan, aku sedang pusing!" ucap pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.


Dia masih sangat pusing akibat terlalu banyak meminum arak, beberapa hari ini.

__ADS_1


Karena ucapan pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal, orang yang datang melapor langsung memberitahukan dengan perlahan, hingga akhirnya pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal mengerti.


"Cepat, bentuk kelompok menjadi dua bagian! Kau pimpinan salah satunya, kirim ke bagian manapun sedangkan yang lain aku sendiri yang memimpin!" ucap pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.


"Baik..!" jawab orang kepercayaan pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal, dia langsung keluar untuk segera menjalankan tugas yang di berikan kepadanya.


Sedangkan pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal, langsung berjalan menuju ke peti penyimpanan senjata.


Setelah sampai di depan peti besar dia langsung membukanya, dia mengambil senjata yang sudah lama dirinya simpan. Dia menyimpan senjata itu karena tidak ada lawan yang sepadan untuk menerima serangan dari senjata itu, bahkan selama dia malang melintang selama ini.


"Sudah sangat lama aku tidak menggunakan kau, sekarang saatnya akan aku gunakan lagi!" gumam pemimpin kelompok Sabit Tunggal.


Dia memegang senjata sabit besar, dengan culah tunggal dan menggunakan pegangan yang sangat panjang, bahkan panjang pegangan sabit besar itu hampir menyamai tinggi tubuh dari pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.


Dia langsung mengeluarkan tenaga dalamnya dan menyalurkan ke dalam sabit besar itu, seketika sabit itu seperti memunculkan kilatan angker.


Pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal langsung keluar dari tenda besar, setelah dia keluar sejumlah besar pasukan sudah berkumpul di sana.


Dia memandang tajam ke pada anggota kelompok Sabit Tunggal yang sudah berkumpul di luar tenda besar.


"Apa yang lain sudah mulai bergerak sesuai perintah ku?" ucap pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.


Dia bertanya demikian karena yang berkumpul di sana sekitar 50 orang, berarti setengah dari mereka sudah di pimpin oleh orang kepercayaan dirinya.


"Baiklah, mari kita pergi ke arah timur! Karena di sana sudah ada beberapa keributan kecil!" perintah pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.


Setelah di perintahkan demikian, orang-orang yang berkumpul itu langsung berlari bergerak cepat ke arah timur.


Mereka semua tidak menunda lagi apa yang di ucapkan pemimpin mereka, semangat mereka berapi-api! Apa lagi pemimpin pertama mereka ikut serta dalam rombongan itu.


Karena mereka sangat percaya, jika mereka berkumpul saja sudah sangat kuat di tambah di rombongan itu ada pemimpin pertama, dengan membawa sabit besar senjata tingkat tinggi miliknya! Sehingga kepercayaan diri mereka meroket tajam.


*


*


*


Baba Yaga dengan bentuk dan tubuh silumannya sangat mengerikan, di tengkuk dirinya bulu merah kekuningan seperti api yang berkobar muncul seketika.


Air liur Baba Yaga meleleh kemerahan, dia langsung membuka mulutnya lebar-lebar.


"Haaahhh..!"

__ADS_1


Nafas api tercipta cukup besar, semburan itu membakar apa saja yang di lalui oleh api itu.


"Jangan dekati siluman itu dari depan, serang dia dari belakang!" ucap orang kepercayaan pemimpin pertama.


Dia sudah sampai di sana saat banyak tenda sudah di bakar habis oleh Baba Yaga, kini temat itu kacau balau.


Baba Yaga sukses berat membuat keributan di wilayah perkemahan bagian barat, karena dia ingin terlihat menonjol di sini dari pada Li Yian.


Banyak orang yang menyerang dari arah samping kiri dan kanan Baba Yaga! Tapi mereka di sambar habis oleh api milik Baba Yaga.


Sedangkan yang datang dari belakang, Baba Yaga serang habis dengan garukan dan tangan kosong.


Sudah banyak yang mati akibat serangan Baba Yaga.


"Saudara Li Yian, kau lihat nanti setelah pertempuran ini selesai! Aku akan tunjukkan betapa mengerikannya aku, he-he-he..!" ucap Baba Yaga di benaknya dengan sangat bangga.


Dia berniat pamer, dengan kekuatan sejati miliknya yang sebagi ras siluman! Manusia tidak ada apa-apanya jika Baba Yaga berubah menggunakan tubuh itu.


Baba Yaga berniat sombong, dirinya layak di pandang tinggi oleh Li Yian karena perbedaan mereka akan sangat jauh berbeda nantinya.


*


Sedangkan, orang kepercayaan pemimpin pertama sangat tertekan! Dia langsung mematung karena pasukan dirinya sudah banyak yang mati.


"Sial, aku salah mengambil arah! Harusnya aku mengambil arah sebelah timur, karena di sana sedikit tentang!" keluh orang kepercayaan pemimpin pertama.


Sabit miliknya hampir lepas dari genggaman tangannya, karena tangan itu sudah sangat berkeringat akibat takut yang berlebih-lebihan.


Kaki dirinya bergetar hebat, namun untuk kabur dia tidak ingin karena akan di pandang rendah oleh pasukan dirinya maupun pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.


Sedangkan untuk menyerang monster di depan dirinya dia juga tidak mempunyai keberanian, karena Baba Yaga saat ini sangat ganas dan terlihat mengerikan.


"Pemimpin, bantu kami!" jerit salah satu anggota kelompok Sabit Tunggal.


Dia sudah terbakar oleh semburan api dari nafas Baba Yaga dan sedang kalang kabut kesakitan.


Karena orang kepercayaan pemimpin pertama yang sedang memimpin kelompok itu, dia langsung maju.


Slaazz..!


"Aku sudah membatu kau, jangan salahkan aku untuk ini! Jika lebih lama lagi kau hanya akan tersiksa lebih lama." ucapnya lirih setelah menebas leher anggota yang terbakar itu.


*

__ADS_1


...


__ADS_2