
\=Chapter 149. TUAN MUDA YIN ZANG\=
\=
\=
Li Yian kini sedang berkeliling di pusat toko senjata perkasa, di kota pusat Kekaisaran Tang! Akan tetapi kota ini berada langsung berbatasan dengan kota bagian utara dan kota bagaimana timur.
Sehingga persaingan ketat antara dua keluarga bangsawan cukup kuat, yang paling sering bersaing di kota ini adalah keluarga bangsawan Yin dan keluarga bangsawan Bao.
Sehingga toko-toko besar di sini milik keluarga Bao dan keluarga Yin kebanyakan.
Termasuk toko senjata perkasa ini adalah milik keluarga Yin, karena keluarga Yin lebih menonjol terhadap kerajinan penempaan senjata.
Li Yian dan Baba Yaga masih terus berkeliling di sana, mereka melihat-lihat berbagai senjata di toko senjata perkasa tanpa ada pendamping dari pegawai toko itu, karena mereka semua sedang sibuk melayani pembeli lain.
Saat Li Yian sedang memegang sebuah pisau kecil yang kualitasnya cukup baik menurutnya, lalu dari dalam ruangan lain ada pemuda tampan datang dengan cukup arogan.
Dia menghampiri Li Yian dan Baba Yaga, lalu memandang pakaian yang di kenakan Li Yian, dia langsung mengenali bahwa pakaian itu adalah pakaian khas masyarakat kecil dari Kekaisaran Ming. Membuat di tahu bahwa dua anak muda ini adalah pendekar pengembara buangan.
Karena masih begitu muda menjadi pendekar pengembara berarti sampah yang tidak di terima oleh sekte manapun, jadi dia langsung berucap dengan begitu arogan.
"Kalian para pendekar pengelana rendahan, tidak cocok masuk ke dalam toko ini!" ucap pemuda itu, yang terlihat seumuran dengan Baba Yaga. Karena menganggap mereka tidak memiliki uang yang cukup.
Li Yian langsung memandang ke arah pemuda yang datang itu, lalu dia kembali memandang ke arah senjata pisau kecil yang di pegang, masih terus mengeceknya apakah akan di beli atau tidak! Sedangkan Baba Yaga tidak peduli sama sekali dengan orang yang baru datang itu.
"Hai, kalian berani sekali mengabaikan tuan muda Yin Zang ini di toko senjata perkasa!" bentak pemuda itu.
Pemuda itu adalah tuan muda dari keluarga bangsawan Yin, keluarga ini adalah pemilik toko senjata perkasa, sehingga di abaikan di daerah kekuasaan sendiri seperti itu membuat urat di dahinya langsung bergerak-gerak.
"Jika tidak ingin di abaikan, maka jangan merendahkan orang lain!" ucap Li Yian dengan tenang.
Tuan muda Yin Zang langsung tertegun, dia tidak menyangka bahwa anak di depannya sangat berani. "Jangan merendahkan orang lain, kau memang rendahan!" ucapnya semakin jengkel.
Setelah keributan kecil itu, orang yang ada di sana langsung berkerumun! Mereka sudah mengenal siapa itu tuan muda Yin Zang, sehingga setelah melihat keributan itu orang-orang langsung membicarakan bahwa Li Yian dan Baba Yaga sedang terkena sial.
__ADS_1
Karena Yin Zang sangat berkuasa sebagai tuan muda, dirinya juga termasuk orang jenius muda di keluarga Yin. Sehingga memiliki kesombongan tinggi itu cukup wajar, bagi orang-orang di kota Kekaisaran Tang.
"Hei, saudara Li Yian hanya ingin membeli senjata di sini! Dan kenapa kau asal bicara bahwa kita ini rendahan, memang siapa tuan muda Ying Zang itu?" Baba Yaga langsung maju dan menunjuk tepat di muka Yun Zang.
Melihat ini Ying Zang tidak bisa menerima lagi, dia dengan arogan langsung memegang jari tangan Baba Yaga dan berniat mematahkan itu di depan umum.
Namun sudah berusaha dengan kuat, lengan dan jari Baba Yaga masih tetap utuh di tempatnya.
Dia tidak menyerah sama sekali, langsung kembali berusaha mematahkan jari Baba Yaga yang di genggam dirinya.
"Kraakk..!"
"Aaahhhkk..!" Jerit tertahan dari Yin Zang, karena dia tidak ingin malu di depan umum.
Karena sudah muak dengan itu, Baba Yaga melepaskan dengan cepat tangan yang di genggam oleng Yin Zang dan kembali menyerang dengan meremukkan tulang genggaman Yin Zang.
Yin Zang memegangi kepalan tangan kanannya, dia langsung mundur beberapa langkah menjauh dari Baba Yaga.
"Seharusnya kau sudah mati, berani meremehkan orang! Tapi kami ke sini hanya ingin membeli senjata jadi lupakan saja lah!" jawab Li Yian.
Orang-orang di sana sangat heran bagaimana tuan muda Yin Zang begitu mudah di pecundangi begitu saja.
"Mana aku tahu siapa mereka, tapi dari pakaian yang di kenakan! Mereka adalah rakyat biasa dari Kekaisaran Ming, karena menggunakan pakaian khas masyarakat kecil dari Kekaisaran Ming!" jawab temennya sesuai yang dia tahu.
Memang benar, saat ini Li Yian dan Baba Yaga menggunakan pakaian khas rakyat kecil dari Kekaisaran Ming, karena dia membeli pakaian itu saat dirinya berada di kota provinsi Cao.
Sedangkan setatus bangsawan di Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Tang hampir sama, mereka memberikan tingkatan. Ada keluarga bangsawan tinggi dan rendah, ada pula rakyat kecil biasa! Dan mereka mempunyai pakaian khas sendiri-sendiri.
Sehingga Yin Zang melihat Li Yian, menggunakan itu langsung merendahkan karena tahu setatus mereka terlampau jauh, Namum karena Li Yian dan Baba Yaga tidak tahu akan hal itu mereka bersikap bodo amat.
"Akan ku ingat kau Li Yian, lihat saja kedepannya!" ucap Yin Zang.
Dia dengan segera mundur dan keluar dari toko senjata perkasa, karena akan kembali ke pada keluarga Yin di kota Kekaisaran Tang bagian timur.
Meskipun toko senjata perkasa milik keluarga Yin, namun di sana tidak ada kekuatan khusus! Jika pun ada hanya penjaga biasa, yang kekuatannya di bawah Yin Zang.
__ADS_1
*
*
*
Li Yian dan Baba Yaga tidak memperdulikan ancaman dari Yin Zang, dia terus saja berdiri di sana.
Melihat kejadian ini orang-orang yang berkerumun langsung membubarkan diri, mereka segera mengerjakan pekerjaan masing-masing. Ada yang langsung pergi karena takut jika akan ada keributan nantinya.
"Maaf tu-tuan, ada yang bisa saya bantu?" ucap pelayan laki-laki yang bekerja sebagai pemandu untuk pembeli di toko itu.
Dia merasa takut dengan Li Yian dan Baba Yaga, karena tuan muda Yin Zang saja berani di lawan apalagi orang lain seperti dirinya.
"Ahh, kau pegawai di sini yah?" tanya Li Yian.
"Ya, benar tuan! Ada yang bisa saya bantu?" Pelayan itu mencoba tegar, namun kakinya tetap saja gemetar.
"Aku ingin pisau yang seperti ini, apa masih ada persediaan banyak?" Li Yian menujukan pisau kecil dengan dua mata pisau yang sama-sama tajam.
"Pisau seperti itu yah, tunggu sebentar tuan! Aku pernah melihatnya dan cukup banyak." jawab pelayan laki-laki itu.
Lalu dia segera pergi dengan cepat, untuk mencari pisau yang di inginkan Li Yian.
"Saudara Li Yian, kenapa kau akhir-akhir ini suka sekali membeli pisau dan barang yang tajam seperti itu?" Baba Yaga penasaran.
"Ini sangat mudah untuk membunuh tikus dari jarak jauh!" jawab Li Yian sambil tersenyum, mereka menunggu dengan tenang di sana sambil melihat-lihat lainnya.
Meskipun banyak yang memperhatikan Li Yian dan Baba Yaga, mereka tak ambil pusing selagi mereka tidak menggangu sama sekali.
Tak lama kemudian, pegawai pria yang tadi keluar dari gudang dengan membawa peti yang cukup besar, bahkan dia cukup kesulitan membawa peti itu karena saking beratnya.
Dia akhirnya sampai di hadapan Li Yian dan Baba Yaga. "Tuan pisau yang tuan butuhkan cukup banyak, dan ini barang lama!" ucap pelayan laki-laki itu lalu membuka peti yang di bawahnya dari dalam gudang.
\=
__ADS_1
\=
...