Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
093 = KELUAR BAO DAN KELOMPOK SABIT TUNGGAL BERGERAK


__ADS_3

\=Chapter 093. KELUARGA BAO DAN KELOMPOK SABIT TUNGGAL BERGERAK\=


\=


\=


Dua hari telah berlalu setelah kompetisi generasi muda usai.


Li Yian dan yang lainya masih tinggal di kota Kekaisaran Ming, karena Li Yian saat ini sedang mencari Baba Yaga yang menghilang dua hari ini.


Karena Li Yian terakhir melihat Baba Yaga saat penyerahan mendali oleh Kaisar Ming.


Kini Li Yian sedang berjalan di jalan utama kota Kekaisaran Ming, dia sedang mencari Baba Yaga kembali, kemarin pencarian dirinya nihil.


"Sial sangat merepotkan jika mencari seseorang tanpa merasakan aura miliknya!" keluh Li Yian.


Akhirnya dia langsung mengalirkan tenaga dalam miliknya untuk merasakan keberadaan Baba Yaga, setelah Li Yian merasakan seluas mungkin dia langsung mengetahui Baba Yaga berada di mana.


"Ternyata dia tinggal di penginapan yang sangat jauh dan tersembunyi!" gumam Li Yian.


Akhirnya Li Yian langsung bergegas untuk menjemput Baba Yaga, karena akan segera kembali ke sekte anggrek putih dengan segera.


Setelah sampai di tempat yang di tuju, Li Yian cukup tertegun! Karena dia tidak menyangka sedikit pun. Bahwa yang di tinggali Baba Yaga bukan sebuah penginapan.


Setelah masuk dan di sambut oleh pelayan yang cantik-cantik, Li Yian hanya mengucapkan kata maaf! Karena dia tidak berniat memesan sesuatu.


"Maaf nona mohon bantuannya, tolong panggilkan orang yang ada di ruangan bunga no 1! Bilang saja padanya bahwa Li Yian mencarinya!" ucap Li Yian pada pelayan cantik kedai minum.


Pelayan cantik itu cukup kaget, karena tidak ada orang luar yang tahu bahwa ruangan bunga no 1, memiliki pelanggan yang sedang berada di sana.


"Sebentar tuan, kami akan memberitahukan kepada pemilik kedai minum!" ucap pelayan wanita itu, dia langsung bergegas pergi.


Li Yian tidak peduli lagi, akhirnya lebih memilih duduk di salah satu kursi yang mengelilingi meja bundar yang sangat besar.


Cukup lama Li Yian menunggu, akhirnya Baba Yaga keluar dari dalam sana dengan jalan yang tidak memiliki gairah.


"Saudara Li Yian, kau mencari ku?" ucap Baba Yaga sambil berjalan perlahan.


"Apa yang kau lakukan di sini teman?" ucap Li Yian cukup kaget, karena Baba Yaga keluar dalam keadaan mengenaskan.

__ADS_1


"Apa yang aku lakukan, tentu saja melakukan pesta kemenangan! Apa kau mau ikut?" jawab Baba Yaga.


"Tidak tertarik, ayo ikut aku! Kita akan kembali ke sekte anggrek putih siang nanti!" ucap Li Yian memberitahukan.


"Apa secepat itu, kita baru beberapa hari di kota Kekaisaran Ming kau hendak pergi kembali?" Baba Yaga cukup kaget, karena tidak rela meninggalkan kedai minum sebelum uang miliknya habis.


Karena berkat kedai minum inilah, dia merasa menjadi manusia laki-laki yang sesungguhnya! Sehingga dia cukup kaget setelah di ajak kembali oleh Li Yian.


"Terserah kau, jika ingin tetap tinggal di sini lakukan lah! Tidak akan ada yang menahan mu." jawab Li Yian dengan santainya.


Lalu dia langsung melangkah untuk segera keluar, karena Li Yian seperti bersungguh-sungguh Baba Yaga langsung berucap.


"Baiklah, tunggu sebentar aku ikut kau pergi!" Baba Yaga akhirnya memilih untuk pergi dengan Li Yian.


Karena menurutnya tidak ada manusia yang dapat di percaya sepenuhnya selain Li Yian, sehingga dirinya enggan untuk berpisah sekarang.


Baba Yaga kembali ke ruangan bunga no 1, dia mengambil pakaian lengkap dirinya! Sambil berpamitan untuk meninggalkan kota Kekaisaran Ming, terhadap gadis-gadis cantiknya.


*


*


*


Di kota provinsi Cao bagian paling timur, sekelompok orang sedang menunggang kuda dengan kecepatan tinggi, jumlah mereka cukup banyak mereka menuju ke sekte anggrek putih.


Mereka ada Keluarga Bao dan Kelompok Sabit Tunggal, yang sedang menjalankan misi dari petinggi Keluarga Bao di kota provinsi Cao! Pergerakan ini di perintahkan oleh Bao Huo.


"Apa yang di inginkan oleh ketua Huo? Dia ingin kita menyerang sekte kecil! Aku tidak mengerti jalan pikirannya?" ucap salah seorang yang sedang menunggu kuda dalam kelompok itu.


"Sudahlah, jangan banyak mengeluh! Kita jalani saja, toh kita hanya butuh beberapa sandra." jawab seseorang yang di tunjuk sebagai pemimpin.


"Aku tahu, kakak Mu! Tapi ini seperti penghinaan untuk kelompok kau!" ucap dia kembali.


"Tidak, ini adalah tugas! Kita harus menjalankan sebaik mungkin, jadi jangan kecewakan ketua Huo!" ucap Bao Mu.


Bao Mu adalah orang kepercayaan Bao Huo untuk memperluas pengaruh keluarga Bao di Kekaisaran Ming, sehingga dia di tugaskan untuk melakukan penyerangan ke sekte anggrek putih.


Setelah Bao Mu berucap demikian mereka akhirnya tetap menurut menjalankan tugas kali ini, meskipun yang akan mereka serang adalah sekte kecil atau pun rakyat jelata.

__ADS_1


*


Sedangkan di tempat lain, di jalan utama menuju ke kota Kekaisaran Ming.


Bao Huo dan pasukan yang lebih besar sedang berjaga di sana.


Bao Huo dan kelompok lainnya sedang menunggu kepulangan Xu Wuzao, untuk di cegat di jalan.


Kini mereka sudah menunggu seharian penuh, mereka menunggu di hutan kecil! Jalan satu-satunya untuk rombongan Xu Wuzao pulang ke sekte anggrek putih.


Kelompok Bao Huo, terdiri dari 15 orang termasuk Bao Huo yang bertindak langsung sebagai pemimpin.


Di tambah 10 orang dari kelompok Sabit Tunggal! Sehingga orang yang berkumpul 25 orang.


Saat Bao Bao sedang mengadakan rapat dadakan dengan pemimpin dari kelompok Sabit Tunggal, dari luar di kejutkan oleh teriakan dari anak buah Bao Huo.


"Pemimpin, pemimpin! Kereta kuda rombongan Xu Wuzao sudah tiba!" ucap anak buah itu dari luar tenda.


Anak buah itu langsung masuk dan memberikan hormat pada Bao Huo, dan pemimpin dari kelompok Sabit Tunggal.


"Pemimpin, kereta kuda rombongan Xu Wuzao sudah tiba di area hutan ini! Apa kita langsung mencegatnya sekarang?" ucap anak buah itu dengan sedikit gugup.


"Tunggu dulu, kumpulan semua orang-orang kita! Dan orang-orang kelompok Sabit Tunggal! Kita akan mencegat mereka bersama, jangan remehkan mereka!" ucap Bao Huo.


Bao Huo adalah orang yang sangat hati-hati, sehingga dia tidak ingin rencana ini gagal! Karena ini adalah kunci untuk memperkuat keluarga Bao.


"Baik pemimpin Huo!" ucap orang itu lalu segera pergi dengan cepat.


"Apa kau sangat takut dengan Xu Wuzao? Yang hanya kepala sekte kecil?" ucap pemimpin dari kelompok Sabit Tunggal.


Dia berbicara seakan sedang meremehkan Xu Wuzao maupun Bao Huo.


"Tidak perlu di bahas, lihat saja nanti kekuatan mereka! Aku berikan kau kesempatan untuk melawan mereka terlebih dahulu!" ucap Bao Huo tetap tenang.


"Kau meremehkan ku, lihat saja hanya beberapa orang di kelompok mereka! Akan ku buat luluh lantak mereka semua dalam sekejap." jawabannya dengan mantap.


Lalu mereka berdua segera keluar karena akan bersiap-siap menyerang rombongan Xu Wuzao yang sudah masuk dalam area pengintaian mereka!.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2