
\=Chapter 083. BAO HUO SAMPAI DI ARENA PERTARUNGAN\=
\=
\=
Xu Wuzao masih terus memandangi Li Yian dan beberapa peserta di sana, sedangkan sorak gembira dari beberapa orang yang menang taruhan semakin membahana di tempat penonton.
Mereka langsung berdiskusi setelah pembawa acara kompetisi generasi muda itu mengumumkan siapa yang selanjutnya maju untuk bertarung.
"Menurutmu di pertarungan kali ini siapa yang bakal menang?" ucap salah satu penonton.
"Entahlah, Sekte elang putih meskipun sekte yang reputasi di bawah tiga sekte besar, namun sekte itu tidak bisa di pandang sebelah mata!" jawab salah satu dari mereka.
"Apa lagi, sekarang lawan mereka dari sekte pedang api lagi! Mereka setara karena jenius mereka sudah di kalahkan di awal!" lanjut penonton tadi.
"Entahlah, masalahnya generasi muda sekarang susah untuk di tebak! Mereka terlalu melampaui kekuatan jenius terdahulunya!"
Karena sudah di panggil oleh pembawa acara, peserta dari sekte pedang emas dan sekte elang putih masuk ke arena! Keduanya kini berhadapan satu sama lain.
Pertarungan keduanya cukup singkat, di menangkan oleh sekte pedang emas! Kini dua perwakilan dari sekte pedang emas yang masuk ke babak selanjutnya.
Pertarungan terus berlanjut, semua penonton dan para pendamping peserta cukup antusias dengan pertarungan mereka, karena pertarungan ini di lakukan oleh para jenius dari sekte besar mengakibatkan durasi pertarungan lebih lama, hingga kini tersisa pertarungan Li Yian dengan sekte menengah.
Seperti biasa, pembaca acara langsung mengumumkan siapa yang akan bertarung selanjutnya.
"Pertarungan selanjutnya, Li Yian dari sekte anggrek putih melawan Mo Lean dari sekte giok hijau!"
Naiknya mereka ke dalam arena pertarungan tidak di sambut meriah oleh penonton, seperti mereka menyambut para jenius dari sekte besar.
Li Yian naik ke dalam arena, setelah itu di susul oleh Mo Lean dari belakang! Mereka kini berhadapan di tengah-tengah arena.
Li Yian memandang ke arah Mo Lean, namun setelah itu dia langsung merasakan tatapan yang selalu mengarah dirinya! Seketika Li Yian langsung menengok ke arah kiri.
Li Yian memandang di mana itu adalah tempat duduk paling belakang dekat dengan pintu masuk, setelah melihat orang itu Li Yian merasakan aura milik orang itu pernah bertemu.
"Di mana, apa aku pernah melihat orang itu?" gumam Li Yian lalu memalingkan kembali wajahnya ke arah Mo Lean.
Li Yian melihat orang itu hanya sekilas, bahkan Li Yian seperti menengok sembarangan saja.
*
*
*
__ADS_1
Saat pertarungan berlangsung sebelum Li Yian.
Bao Huo sampai di arena pertarungan, dia masuk dengan tenang setelah di izinkan masuk oleh penjaga pintu masuk arena.
Karena sudah sangat ramai, Bao Huo dan rekannya duduk di bangku paling belakang karena hanya itu yang tersisa di sana.
Setelah pengumuman bahwa pertarungan selanjutnya adalah Li Yian, Bao Huo langsung semangat.
"Akhirnya aku tidak terlambat melihat dia bertarung!" ucap Bao Huo pada diri sendiri.
Namun dua rekannya mendengar itu.
"Sepertinya keberuntungan kita memang cukup besar tuan Bao!" ucap rekannya dengan senyuman di wajahnya.
"Mungkin yang kau katakan benar, tapi entahlah!" jawab Bao Huo asal saja.
Lalu Bao Huo melihat Li Yian masuk ke arena pertarungan, dia sedikit menyadari bahwa Li Yian seperti menengok padanya namun tidak mengerti maksudnya.
"Apa anak itu melihat ke arah ku barusan?" gumam Bao Huo dengan keheranan.
Karena saking banyak orang di sana, sehingga Bao Huo tidak begitu percaya diri! Namun sebenarnya perasaan dirinya begitu tepat, karena Li Yian melihat ke arah dirinya.
Sedangkan dua rekannya, tidak menyadari bahwa mereka bertiga sudah di lihat mencurigakan oleh Li Yian.
"Sial jika sejauh ini, aku tidak bisa merasakan aura miliknya!" keluh Bao Huo.
Salah satu rekannya mendengar keluhan dari Bao Huo, dia langsung memberikan tanggapan.
"Tenanglah tuan Bao, dia akan segera bertarung pasti mengeluarkan tenaga dalam yang besar! Pada saat itu anda bisa merasakan aura miliknya dengan mudah!"
Setelah mendengar pendapat dari rekannya Bao Huo cukup tenang, lalu dia duduk dengan fokus dan siap merasakan aura milik Li Yian untuk membenarkan apakah Li Yian yang ini sama dengan Li Yian yang di temui di rumah pelelangan kota provinsi Cao kala itu.
Kembali ke arena pertarungan, Li Yian dan Mo Lean yang berdiri berhadap-hadapan sudah siap untuk bertarung! Mereka menunggu aba-aba dari wasit pertandingan.
"Pertarungan di mulai!" ucap wasit pertandingan.
Dia langsung menjaga jarak dengan mereka berdua, lalu berdiri sedikit ke belakang di pinggir arena.
Mo Lean langsung mengangkat tombak miliknya dengan ujung pedang pendek mengarah ke arah Li Yian! Sedangkan Li Yian hanya menggunakan pedang pendek.
Li Yian menggunakan senjata, karena dia ingin terlihat setara dengan musuhnya saat ini! Sehingga dia menggunakan pedang pendek yang ada balik bajunya.
Di tambah dia tidak ingin terlihat menonjol, itu di karenakan kejadian hari pertama! Dirinya menjadi perbincangan orang banyak.
"Haat..!" bentak Mo Lean dengan sangat keras.
__ADS_1
"Tring.!"
Mo Lean langsung bergerak dengan cepat dan menghunuskan tombak dengan gaya menusuk, Li Yian hanya menghindari sedikit lalu menangkis ujung tombak itu dengan pedang pendek miliknya.
Tiga jurus dari Mo Lean berlalu dengan cepat, Li Yian hanya menghindari sesekali dan sisanya menangkis dengan pedangnya.
"Sial, apa jaraknya terlalu jauh!" keluh Bao Huo.
Dia tidak bisa merasakan aura yang keluar dari tubuh Li Yian meskipun dia sedang bertarung.
"Ini aneh, seharusnya dalam pertarungan ini kami bisa merasakan auranya!" ucap salah satu dari rekannya
Mereka bertiga bisa merasakan aura milik Li Yian! Akan tetapi kenyataannya mereka bertiga tidak mengetahui bahwa Li Yian hanya menggunakan kekuatan fisiknya saja, padahal aura milik Mo Lean bisa mereka rasakan.
"Benar, apa anak itu hanya memiliki sedikit sekali tenaga dalam?" ucap rekan lainnya.
"Seharusnya, meskipun sedikit kita bisa merasakan aura itu!" ucap Bao Huo yang mulai pusing.
Dia mengusap wajahnya beberapa kali, karena jika ini gagal! Perjalanan dia yang jauh dan merepotkan akan sia-sia, karena tetap dia tidak akan mengetahui itu.
Padahal dirinya mencari Li Yian sudah beberapa bulan lamanya, namun tetap gagal.
Li Yian sudah menangkis puluhan dari serangan Mo Lean, sampai para penonton mulai mengeluh karena Li Yian terus di pojokan dan tidak bisa melawan balik.
Berbanding terbalik dengan Mo Lean, penonton menilai bawah dirinya di atas angin! Akan tetapi Mo Lean sangat tertekan.
"Sial, dia sangat kuat! Apa dia tidak bisa aku tumbangkan?" ucap Mo Lean di benaknya.
Keringat dingin sudah muncul di dahinya, di tambah nafasnya mulai sedikit tidak teratur! Gerakan dirinya juga mulai melemah karena terlalu banyak menggunakan tenaga dalam yang tinggi.
"Aku tidak akan menyerah! Aku masih keturunan bangsawan, apa harus kalah di babak ini?" ucap Mo Lean dalam benaknya.
Setelah menangkis serangan dari Mo Lean, Li Yian bergerak dengan cepat ke arah Mo Lean! Dia menebas ke arah perutnya.
"Buukk!"
Sura seperti benda tumpul yang di pukulkan ke perut seseorang.
"Uhukk..!" Mo Lean langsung tersedak dan terjatuh berlutut lalu terkapar tidak sadarkan diri.
Li Yian menebas Mo Lean dengan punggung pedang pendek yang tidak tajam.
\=
\=
__ADS_1
...