
\=Chapter 169. SANGAT LEMAH\=
\=
\=
Li Yian memandang pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal dengan sangat marah, entah kenapa setelah melihat dia begitu brutal terhadap anak buahnya sendiri, amarah Li Yian langsung meningkat pesat.
"Akan ku hancurkan kau sampai tubuh kau tanpa tersisa!" ucap Li Yian dengan sangat geram.
Yang tadinya ingin memberikan pelajaran terlebih dulu kini dia langsung ingin memusnahkan dengan cepat, apa lagi Li Yian melihat orang-orang yang lainya diam saja saat rekannya di bunuh di depan matanya.
Bahkan tanpa membela sedikit pun, itu membuat Li Yian tidak bisa memaafkan mereka semuanya.
"Bicara apa kau bocah ingusan? Ingin memusnahkan aku hingga tanpa tersisa sedikitpun, kau berbicara terlalu ngaco!" ucap pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.
"Lihat saja ini!" jawab Li Yian.
Dia langsung menyalurkan Energi Qi dan elemen api miliknya ke dalam pedang yang di gunakan saat ini.
Pedang itu langsung terselimuti oleh api hitam, dengan aura angker di sekitarnya. Li Yian langsung tersenyum.
"Tebasan bayangan kegelapan!" ucap Li Yian.
Dia langsung menebas ke arah samping kanan dirinya, seketika bayangan pedang yang di selimuti api hitam langsung memanjang dan menebas hingga jauh ke arah samping kanan.
Wuutt..!
Slaazz..!
"Aaakkkhh..!" jerit orang-orang yang terkena tebasan bayangan Li Yian.
Mereka tertebas menjadi dua bagian, bahkan langsung terkapar dan terbakar hingga menjadi abu.
Orang-orang di sana langsung tercengang melihat itu, bahkan pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal juga langsung tercengang, mereka tidak tahu jurus apa yang di gunakan Li Yian.
Mereka yang tidak terjangkau oleh serengan Li Yian, langsung menghindar begitu jauh! Sedangkan yang di bagian kiri dan depan Li Yian saat ini mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak.
Hanya pemimpin kelompok Sabit Tunggal yang masih berdiri tegak di tempatnya.
"Itulah contoh kecil yang akan aku lakukan pada kau orang tua!" lanjut Li Yian sambil menudingnya pedang yang di selimuti oleh kobaran api hitam di badan pedangnya.
"Pantesan saja, beberapa orang tidak bisa melawan bocah terkutuk ini. Ternyata dia cukup hebat!" ucap pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal di benaknya.
Dia enggan untuk mengakui Li Yian hebat, karena menganggap dia masihlah bocah ingusan.
"Hanya kemampuan hitam yang seperti itu kau ingin menakuti ku bocah bedebah?" bentakan pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal dengan sangat arogan.
Karena dia merasa di remehkan dan di ancam oleh bocah yang entah datang dari mana.
__ADS_1
"Lih ini bocah!" lanjut dia, lalu memegang senjata sabit kematian miliknya menggunakan dua tangan.
"Tebasan sabit kematian meminta nyawa!" gumam pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.
Wooss..!
Gerakan dia sangat cepat menurut anak buahnya, namun di mata Li Yian itu hanya seperti anak kecil yang sedang main petak umpet.
Pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal bergerak zig-zag untuk mengecoh pandangan Li Yian, lalu seketika muncul di belakang Li Yian.
"Mati kau bocah ingusan!" ucapnya sangat percaya diri.
Trinng..!
Reeett.. Traaak..!
Baammm..!
Li Yian langsung menangkis menggunakan pedangnya, lalu mendorong dengan kuat hingga sabit kematian langsung patah di bagian ujungnya yang sangat runcing.
Setelah itu Li Yian langsung menendang dengan sangat kuat, hingga pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal langsung terpental jauh dan menghantam tanah dan pohon besar.
"Sangat lemah!" ucap Li Yian mengejek kekuatan pemimpin kelompok Sabit Tunggal.
"Apa, pemimpin pertama di permainkan seperti bocah ingusan?" ucap salah satu anggota kelompok Sabit Tunggal, bahkan yang lainya juga setuju atas ucapan itu.
Dia tidak percaya sama sekali dengan penglihatan dirinya saat ini, karena menurutnya pemimpin pertama adalah orang yang paling kuat dan dia hormati sampai kapanpun.
Li Yian menggunakan Energi Qi sehingga lawannya terlihat sangat lemah, jika Li Yian menggunakan tenaga dalam saja pasti pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal akan mudah di kalahkan.
"Uhukk..!" pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal langsung batuk dan memuntahkan darah segar.
"Sial dia menggunakan energi apa, ini bukan energi hitam yang seperti banyak pendekar benua Daren Timur pelajar diam-diam!" gumam pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.
Di tambah dia sangat kaget karena sabit kematian yang sangat dia banggakan bisa di patahkan dengan mudah, oleh pedang lawan.
Dia langsung berpikir bahwa pedang Li Yian adalah senjata pusaka dunia, yang selama ini banyak pendekar mencarinya.
"Apa gara-gara pedang itu yang memberikan bocah itu kekuatan hebat? Akan ku rebut pusaka itu dari tangannya!" gumam pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal, setelah pikiran dirinya yang paling logis.
Lalu dia bangkit dan meludah ke tanah, karena mulutnya di penuhi oleh darah yang keluar.
*
*
*
Setelah Li Yian menendang pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal, dia langsung bergerak cepat menebas menggunakan teknik tebasan bayangan kegelapan kepada anggota kelompok Sabit Tunggal yang masih hidup.
__ADS_1
Sekali tebas puluhan orang langsung mati, namun hanya dua kali tebasan saja dia langsung di hadang kembali oleh pemimpin kelompok Sabit Tunggal.
"Kau haru mati di sini bocah!" bentak pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.
Dia langsung menyongsong ke arah depan Li Yian menggunakan sabit kematian miliknya yang bagian runcingnya sudah hilang.
Li Yian langsung menghindar, meskipun sabit itu sudah buntung tapi Li Yian dapat merasakan bahwa senjata itu masih cukup berbahaya.
"Ahh, kau bangkit sangat cepat! Cukup hebat ternyata." ucap Li Yian.
Dia menendang cukup kaut, namun pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal langsung bangkit begitu saja, memang pendekar suci itu tidak bisa di remehkan! Meskipun baru di tahap awal.
"Kau akan mati bocah, tapi jika kau mau menyerahkan pedang kau itu secara suka rela, maka kau akan aku ampuni!" ucap pemimpin pertama itu.
Dia tidak menganggap serius ucap Li Yian barusan, dia masih sangat fokus memandangi pedang yang di pegang Li Yian yang masih di selimuti api hitam.
"Ehh, setelah sabit kematian yang kau miliki sudah patah ternyata kau butuh senjata lain ya? Tapi maaf senjata ini tidak aku jual!" ejek Li Yian pada dia.
"Bedebah, di berikan ampunan memilih mati!" bentak pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.
Dia langsung bergerak dengan cepat ke arah Li Yian, kali ini dia tidak bergerak zig-zag karena bertujuan membunuh Li Yian dengan cepat.
Wuutt..!
Trinng..!
"Apa..?" ucap pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal sampai matanya melotot tajam.
Dia sangat kaget dengan reflek dan penglihatan Li Yian, seharusnya gerakan dirinya tidak terlihat oleh pendekar di bawah pendekar suci, tapi masih bisa di tangkis serangannya.
"Saatnya kau menuju ke alam kematian!" ucap Li Yian terhadap pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal.
Karena dia sangat kaget dengan kekuatan dan kemampuan Li Yian yang sebenarnya, dia sampai lengah.
Kaki Li Yian sudah berada beberapa inci dari kepalanya, sehingga dia tidak bisa menghindar maupun menangkis.
Baammm..!
Kraakk..!
Tendangan melingkar Li Yian mengenai dengan telak, hingga tubuh pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal langsung tertanam sangat dalam ke tanah hutan belantara itu.
Bahkan sampai tulang leher dan punggung dan dadanya remuk seketika, setelah Li Yian mencabut kakinya yang tertanam cukup dalam darah segar langsung menetas dari kaki itu.
Pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal mati dengan cara di kubur secara instan.
"Sial, ucapan ku tidak menjadi kenyataan, aku berucap ingin menghanguskan tanpa sisa malah menguburnya, ternyata aku memang orang baik!" gumam Li Yian.
\=
__ADS_1
\=
...