Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
111 = SINGA PADANG SAVANA


__ADS_3

\=Chapter 111. SINGA PADANG SAVANA\=


\=


\=


Li Yian masih memandangi kedua orang itu bergantian, namun Baba Yaga tidak peduli! Asalkan bersama Li Yian, itu sudah cukup tidak perlu alasan kuat lagi.


Melihat Li Yian yang seperti itu, pria paruh baya langsung menegurnya.


"Ahh, maaf pendekar muda! Teman kami ini tidak bermaksud lain! Permisi sebentar pendekar muda!" ucapnya terbata-bata.


Pria paruh baya langsung menyeret temannya itu yang berada di kelompok inti menjauh dari Li Yian dan Baba Yaga.


"Teman, kau ini jangan asal bicara! Pendekar muda itu sama seperti kita akan menyebrang ke Kekaisaran Tang! Karena satu tujuan aku mengajaknya bergabung, jadi perlakuan mereka seperti tamu yang baik!" ucap kepala rombongan itu sangat lirih.


Meskipun sangat lirih Li Yian bisa mendengar itu semua dengan jelas, dia hanya pura-pura tidak mendengar saja.


"Apa, jadi dia bukan pendekar sewaan untuk menjaga khafilah kita? Apa boleh buat, kali ini kita harus mengandalkan kekuatan sendiri!" keluh temannya.


"Sudahlah, ini resiko kita sebagai kelompok pedagang yang kecil dan minim modal!" jawab kepala rombongan itu.


"Tapi Singa Padang Savana sangat meresahkan baru-baru ini saudara!" teman seperjalanan itu masih ragu.


"Sudahlah, kita jalan saja, semoga kita tidak menemui mereka di perjalanan kali ini!" jawab kepala rombongan itu dengan optimis.


Lalu kedua berjalan ke arah Li Yian dan Baba Yaga kembali dengan wajah canggung keduanya.


"Maaf pendekar muda! Kami kir..!" sebelum ucapan itu selesai, Li Yian langsung berucap.


"Tidak mengapa, kami tahu perasaan kalian semua! Jika ada hal-hal yang membahayakan kami siap membantu!" Li Yian melambaikan tangannya untuk memotong ucapan orang itu sebelum berkata.


"Terimakasih tuan pendekar muda!" ucap pemimpin rombongan dan temannya itu berbarengan.


"Tidak-tidak itu belum terjadi, aku hanya ingin memastikan saja keberadaan kami menumpang pada kalian berguna!" ucap Li Yian.


"Kami akan membayar semampu kami tuan pendekar muda!" ucap pemimpin kelompok rombongan itu.

__ADS_1


"Tidak perlu, itu tidak perlu kalian lakukan!" Li Yian langsung menolak itu dengan cepat.


"Sial saudara Li Yian ini bodoh, kan lumayan mendapatkan koin emas! Seharusnya terima saja!" keluh Baba Yaga di benaknya.


Untung Baba Yaga berbicara di benaknya, jika saja bergumam sudah pasti Li Yian jitak lagi kepalanya.


Akhirnya Li Yian dan Baba Yaga di ajak masuk ke dalam kereta kuda besar yang di tarik oleh empat kuda sekaligus, kereta ini bukan berisi barang melainkan pemimpin kelompok pedagang itu dan beberapa anggota inti, karena ada Li Yian dan Baba Yaga terpaksa dua dari mereka pindah ke bagian depan dan belakang iring-iring rombongan khafilah itu.


*


*


*


Padang Savana adalah padang rumput yang sangat luas, untuk menembus Padang rumput ini saja perlu dua hari perjalanan normal menggunakan kereta kuda.


Padang Savana ini sengaja di biarkan oleh Kekaisaran Tang, karena letaknya yang sangat bagus! Itu di sebagai sebuah benteng alami bagi Kekaisaran Tang dari ancaman Kekaisaran Ming.


Namun di balik itu semua memang sangat bagus untuk pertahanan pemerintah Kekaisaran Tang, tapi sangat membahayakan bagi masyarakat yang lewat pada padang rumput itu, karena tempat ini di jadikan tempat merampok para saudagar dan para pedagang yang hendak melintas, dari Kekaisaran Ming maupun sebaliknya.


Meskipun Kekaisaran Tang sudah banyak memberantas, namun tetap saja banyak kelompok baru yang muncul lagi! Lalu baru-baru ini ada kelompok rampok yang sedang gencar mereka bernama Singa Padang Savana.


Kini rombongan khafilah yang di tumpangi Li Yian sudah berjalan masuk ke kawasan padang savana, tempat itu begitu subur banyak sekali tumbuh-tumbuhan rumput maupun pohon yang tumbuh saling berjauhan tempatnya.


Banyak bunga yang bermekaran, tapi di sini tidak memiliki herbal yang langka! Hanya tumbuh herbal biasa yang mudah di tanam.


"Paman, apa rombongan pedagang seperti ini sering melintas antar Kekaisaran?" ucap Li Yian sambil memandang ke arah padang rumput di luar jendela.


"Tuan pendekar muda, kami hanya pedagang kecil! Barang yang kami bawa adalah barang yang harganya di Kekaisaran Ming sudah turun drastis karena di sana setok begitu melimpah! namun di Kekaisaran Tang masih lumayan tinggi, jadi kami sedikit hendak mengadu nasib di sana!" ucap pria paruh baya itu.


"Sedangkan untuk keluar Kekaisaran Ming sangat jarang, kami hanya melakukan jika harga benar-benar anjlok seperti sekarang!" lanjut pria paruh baya itu bercerita.


"Paman tidak perlu memanggil kami tuan!" ucap Li Yian menanggapi, karena cukup risih dengan sebutan tuan.


"Baiklah pendekar muda, maaf sebelumnya!" ucap pria paruh baya itu dengan cepat meralat.


"Memangnya barang apa yang paman bawa sekarang?" tanya Li Yian cukup penasaran.

__ADS_1


"Sebenarnya, kami membawa bahan obat herbal produksi rumahan, tapi karena berniat menyebrang antar Kekaisaran. Kami membawa cukup banyak barang yang lainya! Seperti kain bahan makanan poko yang di Kekaisaran Tang tidak memilikinya!" pria paruh baya menerangkan yang sebenarnya.


Mereka sedang asyik mengobrol dengan hal yang di ketahui oleh rombongan pedagang itu di Kekaisaran Tang kepada Li Yian.


Sedangkan Baba Yaga sudah tertidur karena kereta itu cukup nyaman di naiki.


Selagi asik mengobrol, dari arah depan sudah banyak orang sekitar 30 orang dengan berbagai macam senjata mereka pegang, sudah memblokir jalan.


Seketika kereta barang paling depan langsung berhenti, membuat kereta lainnya ikut berhenti bergerak! Sampai pada kereta yang di naiki oleh Li Yian.


"Kenapa kita berhenti, padahal kan masih sore?" ucap pemimpin rombongan pedagang itu.


"Kita di hadang oleh banyak orang di depan paman!" ucap Li Yian.


"Apa di hadang banyak orang?" ucap pria paruh baya itu cukup kaget.


Orang-orang kelompok inti yang masih ada di kereta itu juga ikut kaget, setelah mereka sadar dari depan rekan mereka sampai di kereta yang Li Yian tumpangi.


"pemimpin, di depan perampok singa padang savana menghadang!" ucapnya orang yang baru datang dengan wajah pucat.


'Cepat kita turun lindungi yang lain, kumpulan semua kru kita yang kuat!" perintah dari pimpinan itu dengan cepat.


Seketika orang-orang langsung sibuk ke sana kemari, mereka mengamankan anggota yang lemah! Sedangkan yang sekiranya kuat langsung berlari ke depan kereta barang mereka.


Li Yian sebelum turun langsung menganalisa dengan mengalirkan tenaga dalam pada panca inderanya, dia langsung merasakan.


"Hemm, yang di depan hanya untuk pancingan saja! Sedangkan di kiri dan kanan masih banyak yang bersembunyi di balik rumput yang tebal dan tinggi itu!" gumam Baba Yaga.


Peletak..!


"Kawan, bangun! Saatnya kita bersenang-senang di padang savana ini!" ucap Li Yian setelah menjitak kepala Baba Yaga.


"Aduh...!" Keluh Baba Yaga lalu bangun dari tidurnya.


"Aku tahu kita sudah di intai, jangan asal jitak saja! Sakit." keluh Baba Yaga.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2