Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
158 = PETUNJUK KECIL


__ADS_3

\=Chapter 158. PETUNJUK KECIL\=


\=


\=


Di kedalaman hutan yang mulai gelap sedang berlari dua kuda yang sangat kencang, kuda itu sangat besar dan berwarna hitam kecoklatan! Di atas kuda itu dua pemuda sedang memacunya, setiap kali lari kuda hendak melambat mereka berdua langsung menggoyangkan tali kekang kudanya di tambah pukulan kecil di bagian perutnya. Sehingga kuda itu kembali berlari kencang.


"Saudara Li, apa kau merasakan hal yang aneh?" ucap Baba Yaga.


"Ya, aku merasakan itu sedari tadi!" jawab Li Yian.


Mereka adalah Li Yian dan Baba Yaga yang sedang menuju ke wilayah Kekaisaran Tang bagian utara, meskipun hari sudah menjelang malam mereka terus saja bergegas! Karena merasakan perasaan yang tidak enak.


"Perasaan apa ini, jangan-jangan!" ucapan Baba Yaga langsung terhenti, lalu dia merenung mengingat cerita nenek moyang dirinya. "Jangan- Jangan. Tiga pintu gerbang alam akan terbuka?"


Baba Yaga memandang ke arah Li Yian yang sedang menaiki kuda di samping dirinya saat ini, dia langsung teringat tentang cerita nenek moyang dirinya kala itu.


Gelegar...!


Gelegar..!


Gelegar..!


Li Yian dan Baba Yaga langsung melihat ke atas, petir merah sangat besar muncul tiba-tiba di langit yang sudah menggelap berwarna hitam.


Angin besar langsung berhembus di seluruh daratan, Li Yian dan Baba Yaga langsung merasakan tidak enak! Karena badai besar akan segera turun.


Braaak..!


Braaak..!


Dua kuda yang di tunggangi Li Yian dan Baba Yaga tiba-tiba ambruk ke tanah, Li Yian dan Baba Yaga langsung berjungkir balik dan mendarat ke tanah dengan dua kaki.


Namun mereka berdua langsung limbung dan hendak jatuh, dengan cepat keduanya langsung berjongkok dan memegang tanah.


"Daratan ini mengalami guncangan besar?" ucap Li Yian yang sudah tahu kenapa kuda mereka langsung jatuh saat sedang berlari.


Baba Yaga langsung membulatkan matanya setelah mengingat sesuatu, dia bergetar hebat di tubuhnya! Tatapan matanya seakan kosong.


"Hey, teman kenapa kau bengong? Apa kau gentar dengan tiga petir yang menyambar guntur yang bergemuruh bersama, badai yang datang dan getaran daratan ini?" ucap Li Yian mencoba menyadarkan Baba Yaga yang mulai Ling-lung.


Saat dirinya menyebutkan itu dia juga langsung mengingat sesuatu!.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, tiga petir menyambar bersama! Badai yang tiba-tiba datang dan getaran besar di daratan?"


"Itu dia petunjuk kecil sudah ku temukan!" ucap Li Yian sangat senang, dia mengingat petunjuk itu tertulis di kitab teknik pernafasan matahari.


"Hai, Baba Yaga cepat sadar kita harus bergegas pergi dari sini, kita cari tempat yang memiliki aura yang kuat!" ucap Li Yian pada Baba Yaga.


Tubuh Baba Yaga di guncang sampai kuat, tapi Baba Yaga terlihat sangat lemas.


"Saudara Li, kita hidup di alam ini pada era yang berbahaya!" keluh Baba Yaga pada Li Yian.


"Bagaimana kau bilang ini berbahaya? Ini adalah kesempatan ku untuk melakukan tujuan besar aku hidup di alam ini!" ucap Li Yian.


"Kau bodoh, bagaimana tidak berbahaya setelah kejadian ini tidak akan ada kehidupan damai setelahnya! Tidak ada makan enak di hari yang cerah, tidak ada tidur dengan nyenyak di kelilingi wanita! Itu yang namanya hidup berbahaya." ucap Baba Yaga membentak Li Yian dengan keras.


"Apa maksudmu?" tanya Li Yian masih belum mengerti.


"Kau tidak tahu seberapa berbahaya kejadian ini, di alam Tanasilam juga sama akan mengalami seperti ini!" ucap Baba Yaga masih ingin menjelaskan.


"Cukup bicaranya, cepat ikuti aku pergi dari sini secepatnya!" Li Yian langsung memotong ucapan Baba Yaga.


Lalu Li Yian langsung menarik Baba Yaga dengan cepat dan bergerak menuju ke utara dengan menggunakan lari angin miliknya.


*


*


*


Semua orang merasa getaran dan gelombang angin yang sangat besar berhembus, tiga petir merah menyambar bersamaan di langit, ini membuat cuaca sangat buruk.


Orang-orang banyak yang berani keluar untuk menyaksikan fenomena alam yang baru mereka lihat selama hidupnya, sehingga mereka cukup berani untuk keluar rumah.


"Hei, fenomena alam apa ini? Ini sangat mengerikan!" ucap salah seorang pedagang di jalan utama kota Kekaisaran Ming.


"Entahlah, tapi aku baru melihatnya ada sebuh petir yang berwarna merah seperti itu! Tapi anehnya petir itu tidak mengarah ke daratan, dia menyambar di langit saja." jawab orang yang ada di dekatnya.


Di seluruh Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Tang heboh akan fenomena alam seperti ini, karena mereka semua baru melihatnya selama mereka hidup.


Buka hanya di daratan matahari terbit saja, sesuatu hal seperti ini di alami daratan lain juga, sehingga sangat heboh.


*


*

__ADS_1


*


Di sekte anggrek putih.


Xu Wuzao sedang melakukan meditasi, dia merasakan hal seperti itu sehingga langsung terganggu dan membuka matanya.


Xu Wuzao sedang bermeditasi di atas salah satu bukit yang ada di sekeliling sekte anggrek putih.


Setelah dia membuka matanya, dia memandang ke atas dia melihat tiga petir yang sangat besar menyambar bersama, lalu cuaca berubah buruk seketika dan getaran hebat di tanah.


"Sepertinya cerita legenda itu benar-benar ada! Sayang sekali dulu aku menganggap cerita seperti ini hanya lelucon dongeng anak-anak! Tapi tidak menyangka aku bisa melihatnya dan merasakan sendiri." ucap Xu Wuzao.


Xu Wuzao masih terus memandang ke atas langit, dia pernah ingat di buku itu bahwa dalam 600 ribu tahun sekali akan tiba tahun pembersihan.


Tahun itu di tandai dengan gelegar guntur di langit dengan kilat berwarna merah, suasana seperti badai besar akan datang setelahnya, lalu di akhiri dengan guncangan keras di semua daratan, bahkan hingga sampai ke dalam alam siluman.


"Sial, aku tidak bisa bersantai di sini untuk meningkatkan pelatihan yang entah kapan naiknya, sebaiknya aku cepat kembali ke sekte anggrek putih sebelum di sana kacau!" gumam Xu Wuzao.


Lalu dia langsung bangkit dari duduknya, dia memandang ke depan dan mulai berlari meskipun sangat sulit karena sedikit sempoyongan akibat getaran pada daratannya, meskipun sekarang sudah mulai mengecil getaran itu.


Setelah sedikit terbiasa, Xu Wuzao langsung melesat dengan lari angin miliknya dengan kecepatan tinggi.


Xu Wuzao menuruni bukit itu dengan cepat dan mudah, tak butuh waktu lama dia sudah sampai di halaman belakang dari sekte anggrek putih.


Karena bukit yang di gunakan Xu Wuzao bermeditasi tidak jauh dari sekte anggrek putih berdiri.


Setelah masuk ke dalam halaman tengah, Xu Wuzao melihat hampir semua penduduk dari sekte anggrek putih sudah keluar.


"Kepala sekte Xu, apa yang terjadi barusan?" ucap salah satu tetua di sana.


Xu Wuzao maju ke tengah-tengah kerumunan dan berbicara kepada mereka semua dengan di salurkan tenaga dalam, agar mudah di dengar dalam cuaca buruk.


"Jangan panik, fenomena ini akan segera berakhir! Ini hanya peringatan dari alam saja." jawab Xu Wuzao.


Dia sengaja berbohong kepada semua tetua dan anak murid sekte anggrek putih, karena Xu Wuzao tidak ingin mereka terlalu takut nantinya dan terlalu memikirkan.


Sehingga Xu Wuzao lebih memilih untuk mengalihkan sebagai peringatan bencana alam.


"Haahh, jadi seperti itu bikin takut saja!" ucap salah satu murid senior di sekte anggrek putih.


Setelah Xu Wuzao menjelaskan kepada mereka tentang yang logis, akhirnya mereka semua karena itu ucapan dari kepala sekte anggrek putih yang mereka percayai dengan penuh.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2