Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
311 = KALAH BERSAING


__ADS_3

\=Chapter 311. KALAH BERSAING\=


\=


\=


Li Yian dan Baba Yaga kembali lagi ke kota Wuhan, mereka berdua muncul di taman belakang pelelangan anggrek putih! Meskipun mereka berdua bukan berangkat dari sana, namun Li Yian sudah menandai beberapa tempat untuk dirinya kembali, sehingga Li Yian lebih memilih kembali ke pelelangan anggrek putih.


Karena letak pelelangan anggrek putih juga cukup dekat dengan sekte Wuhan, hanya saja gedung pelelangan anggrek putih berada di jalan utama sedang sekte Wuhan lebih ke dalam lagi, yang dekat dengan daerah perbukitan.


Setelah Li Yian muncul di halaman belakang, langsung di kejutkan oleh Xu Wuzao yang memang sedang berada di sana dengan Xu Zao Yi.


"Nak Li Yian, akhirnya kau kembali! Sedang melakukan apa seharian ini tidur terlihat?" ucap Xu Wuzao pada Li Yian.


Dia sudah tidak lagi terkejut meskipun Li Yian keluar dari manapun dengan menggunakan teknik teleportasi, karena Xu Wuzao dan Xu Zao Yi sudah terbiasa melihatnya.


"Kami berdua berlatih kepala sekte Xu!" ucap Baba Yaga yang lebih dahulu berbicara dengan sopan.


Dia khawatir jika Li Yian berbicara dengan jujur bahwa mereka berdua habis membantai binatang roh dan binatang siluman, Baba Yaga tidak ingin banyak pertanyaan lagi sehingga dia yang menjawab itu.


"Haahh, iya benar kita habis berlatih!" Li Yian ikut menimpali.


"Bagus lah, jika kalian tetap berlatih! Itu lebih baik dari pada malas-malasan." jawab Xu Wuzao.


"Li Yian, dua hari lagi akan di adakan acara lelang hari kedua! Karena banyak permintaan dari sekte-sekte besar untuk di percepat pelelangan berikutnya, mereka ingin sesuatu yang lebih baik dari hari pelelangan pertama! Apa kau punya saran barang apa yang akan di lelang?" Xu Zao Yi akhirnya memberitahukan Li Yian tentang ini.


Dia juga menemui Xu Wuzao di halaman belakang karena ingin membicarakan masalah ini terhadap Xu Wuzao, namun setelah di telisik ulang bahwa yang menyiapkan barang untuk di lelang di hari pertama adalah Li Yian, akhirnya Xu Zao Yi lebih utama menyampaikan terhadap Li Yian terlebih dahulu.


Xu Wuzao langsung menengok ke arah Xu Zao Yi, dia langsung menyela ucapan Xu Zao Yi.


"Zao Yi, kita membuat pelelangan bukan untuk di atur mereka dalam melelang sesuatu dan waktunya! Bagiamana kau bisa semudah itu menyetujui permintaan mereka?" ucap Xu Wuzao cukup marah.


Dia adalah tipe orang yang tidak ingin di atur oleh orang lain, jika bersedia ikuti aturan dirinya! Tapi jika tidak suka maka boleh tidak mengikuti. Itulah prinsip Xu Wuzao.


"Tapi kepala sekte Xu....." ucap Xu Zao Yi berhenti.


Karena Xu Wuzao langsung mengangkat tangannya ke arah Xu Zao Yi untuk menghentikan ucapannya itu.


"Tidak ada tapi, kita tetap mengikuti jadwal pelelangan yang sudah di tentukan sebelum pelelangan ini buka." ucap Xu Wuzao tegas.


"Aku ikut apa kata pak tua!" jawab Li Yian singkat untuk memastikan bahwa dia ada di pihak mana.

__ADS_1


"Baiklah, maafkan aku kepala sekte Xu!" ucap Xu Zao Yi sambil menunduk.


Sebenarnya Xu Zao Yi sangat terkejut dengan penghasilan dari pelelangan di hari pertama, di tambah dia juga sangat terkejut dengan hasil penjualan dari toko pil dan herbal anggrek putih, sehingga Xu Zao Yi berpikir.


Semakin rutin mereka melakukan pelelangan maka semakin kaya lah sekte anggrek putih kedepannya, itulah pemikiran Xu Zao Yi.


"Untuk pelelangan berikutnya, semua barang sudah ada di tangan kepala sekte Xu, tetua agung! Maka dari itu jika ada perubahan rencana, rundingkanlah dengan kepala sekte Xu!" ucap Li Yian.


Xu Zao Yi melirik ke arah Xu Wuzao dengan wajah sedikit masam, karena jika semua sudah ada di dalam rencana kepala sekte Xu makan sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi.


"Kepala sekte Xu, tetua agung! Kami permisi dulu untuk istirahat." lanjut Li Yian.


Baba Yaga yang sedari tadi diam saja juga mengucapkan kata yang sama seperti Li Yian, karena dia ingin segera menyerap inti kristal siluman.


"Baiklah, istirahatlah kalian! Karena sudah berlatih dengan giat!" jawab Xu Wuzao.


Sedangkan Xu Zao Yi hanya menganggukkan kepalanya, dia sedang berpikir bagaimana caranya agar dia bisa memberikan perkataan yang bisa membuat kepala sekte Xu merubah pikirannya.


Akhirnya Li Yian dan Baba Yaga pergi dengan cepat dari halaman belakang gedung pelelangan anggrek putih, dia berpamitan menuju ke kamar pribadi miliknya yang ada di sana, namun nyatanya dia malah menuju ke gudang penyimpanan barang.


*


*


*


"Teman, kau dulu yang mengeluarkan inti kristal siluman! Sepertinya jika kita keluarkan bersama tepat ini tidak akan muat." ucap Li Yian pada Baba Yaga.


"Baiklah, kau jangan sampai terkejut saudara Li Yian dengan pencapaian ku dalam mengumpulkan inti kristal siluman!" ucap Baba Yaga dengan sangat bangga.


Li Yian hanya tersenyum kecil, karena dia sering melihat kesombongan Baba Yaga seperti itu namun dia tetap memaklumi sifat Baba Yaga yang seperti itu.


"Iya, kau tenang saja!" jawab Li Yian singkat.


Baba Yaga mengeluarkan semua inti kristal siluman yang di dapat! Seketika inti kristal siluman berbagai warna dan ukuran keluar dari ruang penyimpanan milik Baba Yaga, jumlahnya di perkirakan ribuan banyaknya.


"Hemmm, sangat banyak ternyata!" ucap Li Yian.


"Ha-ha-ha, sudah ku bilang jangan terkejut! Kau tetap saja masih terkejut." ejek Baba Yaga pada Li Yian.


"Cepat gitulah, sebelum ada orang yang tahu!" Li Yian langsung mengingatkan, jika tidak Baba Yaga akan memamerkan itu hingga dua bulan ke depan.

__ADS_1


"Baiklah..!" ucap Baba Yaga sedikit kesal.


Baba Yaga langsung menghitung sambil memasukkan kembali ke dalam ruang penyimpanan miliknya, sedang Li Yian menyaksikan itu.


Akhirnya kedua selesai menghitung milik Baba Yaga yang hasilnya 1.459 buah inti kristal siluman.


Lalu Li Yian tanpa aba-aba langsung mengeluarkan inti kristal siluman dari cincin samudra miliknya, Li Yian menahan lima inti kristal yang paling besar, itu di dapat dari raja siluman banteng dan empat bawahan setianya.


"Wah kau juga sangat banyak saudara Li Yian! Tapi aku yakin aku tidak akan kalah, lalu apa ini kenapa semua berwarna merah?" ucap Baba Yaga keharaman.


"Sudah tidak perlu kau pikirkan warna, yang penting ini inti kristal siluman!" jawab Li Yian.


Akhirnya Baba Yaga menghitung semua inti kristal siluman yang di dapatkan Li Yian, seperti biasa Baba Yaga yang menghitung dan Li Yian yang menyaksikan, sambil Baba Yaga memasukkan ke dalam ruang penyimpanan miliknya.


Setelah melewati jumlah milik Baba Yang sebelumnya, Li Yian sudah mulai tersenyum! Sedang Baba Yaga terlihat murung.


Li Yian mendapatkan 1.550, sudah memenangkan taruhan kali ini, Baba Yaga yang merasa kalah bersaing hanya bisa pasrah dan lesu.


"Hai kenapa kau terlihat murung? Aku belum menunjukkan semuanya, lihat ini!" ucap Li Yian.


Dia mengeluarkan lima inti kristal yang besar, hingga Baba Yaga terkejut bukan main! Dia yang awalnya sombong agar Li Yian jangan terkejut malahan dirinya yang sekarang terkejut.


"Bagaimana kau mendapatkan inti kristal siluman yang begitu sempurna saudara Li Yian?" ucap Baba Yaga cukup keras karena terkejut.


"Ha-ha-ha, kau yang bilang jangan terkejut padaku! Malah kau sendiri yang terkejut teman!" ucap Li Yian.


Dia tidak bermaksud menyindir, namun Baba Yaga sendiri yang merasa tersindir oleh Li Yian.


"Ya baiklah kau menang!" jawab Baba Yaga makin lesu.


"Inti kristal siluman ini dapat sekor berapa yah?" tanah Li Yian yang membuat Baba Yaga semakin kesal.


"Tidak perlu di perjelas, meskipun tidak ada lima inti kristal itu aku juga tetap kalah!" bentak Baba Yaga mengingatkan Li Yian.


"Ha-ha-ha-ha-ha, baiklah-baiklah!" ucap Li Yian sambil tertawa dan menyapu punggung Baba Yaga cukup keras.


Akhirnya mereka berdua tertawa di sana bersama-sama, setelah itu Baba Yaga memasukkan semua inti kristal siluman ke dalam penyimpanan miliknya dan mereka berdua pergi dari gudang penyimpanan untuk menuju ke kamar yang sudah di sediakan.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2