Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
124 = PENGINAPAN TARING MACAN PUTIH


__ADS_3

\=Chapter 124. PENGINAPAN TARING MACAN PUTIH\=


\=


\=


Pusat kota Jian Jiie sangat ramai, setelah malam tiba keramaian di sana kini berlipat ganda! Padahal matahari belum lama meninggalkan peraduannya.


Cukup banyak toko-toko yang buka, lampu-lampu pertokoan langsung menyala. Lampion di tiang-tiang sepanjang jalan utama sudah menyala semuanya.


Kini kota Jian Jiie di terangi oleh waran merah dari lampion yang berderet di tiang jalan, di tambah lampion yang ada di depan pertokoan yang ada di sana. Membuat suasana lebih terang lagi.


Lalu lalang orang yang sedang menikmati kota di malam yang indah, membuat kota semakin hidup. Orang yang ada di toko, rumah makan, penginapan saling mengobrol bersama orang terdekat mereka masing-masing.


Apa lagi berita tentang terbantainya kelompok singa padang savana, membuat mereka yang sering berpergian antar Kekaisaran sangat senang! Hingga menggelar pesta kecil.


Ada dua orang yang berdiri di pinggir jalan tidak memperdulikan keramaian itu, mereka menghadap ke penginapan yang paling besar dan mewah, yaitu Penginapan Taring Macan Putih.


Dua orang itu adalah Li Yian dan Baba Yaga, mereka berdua masih menatap tajam ke arah penginapan itu!.


"Saudara Li Yian, apa benar kita akan merusak malam yang indah ini?" ucap Baba Yaga.


Dia yang awalnya tertarik dengan ide dari Li Yian untuk mengacau di penginapan taring macan putih, langsung ragu karena di sana banyak sekali pelayan yang cantik-cantik.


"Apa maksudmu teman?" tanya Li Yian.


"Emm, itu! Tidak ada saudara Li. Aku hanya." Baba Yaga akhirnya tidak bisa menjawab pertanyaan Li Yian.


"Hei, aku tahu apa yang kau pikirkan! Kau boleh menggoda semua wanita di sana, asal jangan berlebihan. Kita ke sini untuk mengacau dan mencari petunjuk tentang keluarga Bao!"


Li Yian langsung paham maksud dari Baba Yaga itu, sehingga dia langsung memberikan penjelasan agar temannya mau menjalankan rencana yang sudah di susun berdua sebelumnya.


"Baiklah, kau memang saudara ku yang paling mengerti! He-he-he." Baba Yaga langsung senang dan tertawa gembira.


"Ayo masuk!" ucap Li Yian.


Kemudian mereka berdua langsung masuk, setelah masuk mereka langsung menghampiri pelayan yang menerima tamu!.


"Selamat datang tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan cantik itu.


"Nona, aku ingin memesan dua kamar paling mewah di penginapan ini!" ucap Li Yian dengan sangat arogan.


"Dua kamar mewah, maaf tuan kamar mewah sudah penuh oleh pelanggan!" ucap pelayan wanita cantik itu sambil sedikit membungkuk meminta maaf.

__ADS_1


"Hei, penginapan macam apa ini? Orang-orang bilang penginapan ini yang terbaik, namun tidak memiliki kamar mewah sama sekali!" jawab Li Yian.


"Hei, nona cantik! Kau tidak tahu siapa kami yah?" tanya Baba Yaga sambil menoel dagu pelayan cantik di depannya.


Baba Yaga langsung mengambil kesempatan di sana, kini jantungnya langsung berdetak kencang! Dia sangat senang, ternyata rencana Li Yian tidak buruk juga, menurutnya.


"Maaf, tuan! Tapi kamar paling mewah sudah di tempati oleh keluarga Bao, keluarga yang memiliki penginapan ini!" jawab pelayan itu.


Saat mendengar ini, Li Yian sangat senang karena tidak di duga keluarga Bao sedang ada di penginapan ini. Membuat keinginan dirinya menimbulkan masalah semakin tinggi.


Braaakk..!


Li Yian langsung membanting tangannya di atas meja resepsionis penginapan itu hingga hancur, Baba Yaga melihat itu hanya bisa melongo! Karena Li Yian sudah memperingatkan jangan berlebihan malah dirinya yang berlebihan seperti itu.


Baba Yaga melirik ke arah Li Yian dan pelayan cantik yang sudah mulai ketakutan, dia langsung mendekat ke pelayan itu lalu membisikkan sesuatu.


"Apa kau tahu, tuan muda itu orangnya sangat pemarah! Jika keinginan dirinya tidak terpenuhi, maka penginapan ini akan langsung rata dengan tanah." mulut Baba Yaga saking dekatnya dengan pipi dan telinga pelayan cantik itu.


Wajah Baba Yaga langsung bersemu merah, dia langsung melayang ke alam bawah sadarnya.


"Sangat wangi, aku mabuk di buatnya!" ucap Baba Yaga di benaknya.


Sedangkan pelayan cantik itu sudah menegang karena saking takutnya, karena ada ribut-ribut dan terdengar ada benda yang hancur. Keamanan penginapan langsung bergegas maju.


Dia datang dengan tiga temannya, semuanya membawa tombak yang panjang sebagai senjata masing-masing.


Baba Yaga langsung menengok ke sumber suara, dia langsung menghampiri empat keamanan penginapan.


"Apa apa ini? Kami datang jauh-jauh, hanya untuk menginap di penginapan ini! Namun kamar terbaik di sini sudah tidak ada, menurut mu siapa yang salah?" tanya Baba Yaga dengan tatapan sok bengisnya.


"Beraninya, kalian berdua membuat rusuh di penginapan milik keluarga Bao! Cari mampus yah. Serang mereka!" bentak keamanan yang tadi bertanya pertama.


Orang-orang yang ada di sana langsung melihat keributan itu dari jarak jauh, mereka tidak ingin terlibat dengan kekacauan semacam itu.


Wooss..!


Empat orang maju sekaligus, dengan tombak yang di hunuskan pada Baba Yaga! Melihat ini Baba Yaga tidak tinggal diam.


Braaakk..!!


Empat tombak langsung berpatahan dan terlempar ke segala arah, karena Baba Yaga langsung menghantamkan tombak besi yang di bungkus oleh kain, yang sejak tadi ada di punggungnya.


Termasuk empat orang keamanan itu juga ikut terpental jauh, mereka langsung mengeluh sakit karena tangan mereka yang seperti patah.

__ADS_1


Jeritan dari pelayan wanita, dari pelanggan wanita, membuat suasana malam yang tadinya damai kini menjadi mencekam.


Dari dalam muncul seseorang dengan pedang di pinggangnya dengan tenang, dia adalah penanggung jawab dari penginapan itu.


"Ada apa ini, siapa kalian berdua?" bentak dia dengan suara keras.


Semua pelayan, empat keamanan yang sudah tumbang dan orang-orang yang mengenal dia langsung diam.


Li Yian melihat orang itu langsung maju, dia dengan tenang malah balik bertanya.


"Kau sendiri siapa?" ucap Li Yian sambil menunjuk orang yang baru datang.


"Orang itu sangat berani, siapa mereka sebenarnya? Kenapa tidak tahu penanggung jawab penginapan ini, yang di juluki pendekar pedang pemilik tebasan tanpa suara!" ucap salah satu dari pengunjung penginapan itu.


"Apa kau tidak mengenal aku?" dia sangat kaget, karena dia pikir namanya telah terkenal di beberapa kota di Kekaisaran Tang. Termasuk kota Jian Jiie.


"Apa kau orang yang harus ku kenal?" tanya Li Yian.


"Cari mati..!" ucapnya lirih, karena marah.


Trinng..!


"Apa? Dia menangkis tebasan ku!" ucapnya tidak percaya.


Dia sudah berada di depan Li Yian, dengan memegang pedangnya yang sudah berada di depan leher Li Yian.


Li Yian menangkis tebasan itu, dengan pedang yang baru terbuka setengah dari sarungnya! Karena jika menunggu menarik seluruh pedangnya. Maka Li Yian akan tertebas terlebih dahulu.


Gelombang angin langsung terhembus di seantero ruangan paling depan penginapan itu, karena tanaga dalam mereka saling berbenturan.


Braaakk..!!


"Uhukk..!"


Penanggung jawab penginapan itu langsung tumbang dan memuntahkan darah dari mulutnya, sampai tak sadarkan diri.


"Kau langsung menyerang ku tanpa tahu masalahnya, kau pantas menerima itu!" ucap Li Yian.


Li Yian menendang dengan sangat kuat tanpa suara, ke arah leher penanggung jawab penginapan itu hingga tumbang.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2