Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
239 = KOTA RAMPOK


__ADS_3

\=Chapter 239. KOTA RAMPOK\=


\=


\=


Brake..!


Suara pintu dan dinding kamar penginapan yang di sewa Xu Wuzao di jebol dengan kuat dari luar, hingga tembok dan pintu kamar itu ambruk dan berhamburan ke dalam kamar penginapan.


Xu Wuzao langsung bangun dan mengindari serangan mendadak itu! Mereka menjebol menggunakan tombak panjang khas pasukan dari Kekaisaran Ming.


"Siapa kalian?" ucap Xu Wuzao.


Padahal dia ingin istirahat dengan tenang, karena sudah melakukan pertarungan besar yang cukup menguras tenaga, namun saat istirahat seperti ini malah di serang oleh orang yang tidak di kenal.


Meskipun Xu Wuzao sudah cukup untuk istirahat hari ini, namun dia berharap di kota kecil seperti ini akan cukup aman! Karena pemeriksaan di gerbang utama saja sangat ketat, hingga di geledah kekayaannya mereka.


"Jangan banyak bicara, serahkan semua barang yang kau miliki!" bentak salah satu dari mereka.


Mereka tahu bahwa Xu Wuzao membawa cukup banyak koin emas, bahkan Xu Wuzao membawa token penyimpanan koin! Mereka dapat informasi itu, dari penjaga gerbang utama kota ini.


Karena kota kecil ini sebenarnya adalah kota rampok, kota yang di dominasi oleh rampok yang berbaur dengan masyarakat sehingga tidak di ketahui oleh pedagang dan saudara yang singgah di kota ini.


Kota ini di dirikan oleh kawanan rampok yang sudah mendarah daging di daerah ini, dulunya sarang mereka di hutan yang tidak jauh dari kota kecil ini! Karena adanya pejabat pemerintah Kekaisaran Ming yang korup dan bekerja sama dengan kota ini, maka kota rampok ini sangat sulit untuk di lacak oleh pemerintah Kekaisaran Ming.


"Barang apa itu?" ucap Xu Wuzao dengan tenang.


Xu Wuzao yakin, bahwa mereka adalah pendekar kelas keroco! Karena saat masuk ke kota ini Xu Wuzao menggunakan identitas pengelana dari timur, lalu mereka tidak sadar.


Sehingga mereka tidak begitu waspada terhadap Xu Wuzao, apa lagi Xu Wuzao terlihat sudah tua dan tidak banyak memiliki tenaga! Sehingga cukup tiga orang yang merampoknya maka sudah pasti Xu Wuzao takut.


"Kurang ajar, masih banyak bicara?" bentak salah satu dari mereka.


Wuutt..!


Tombak panjang yang memiliki ujung pedang yang lancip dan tajam langsung menderu ke arah leher Xu Wuzao.


Dia bersikap seperti itu karena tidak suka jika korban yang mereka rampok, banyak bertanya tidak jelas seperti Xu Wuzao saat ini! Sehingga memutuskan untuk segera membunuh Xu Wuzao saja.


Taaap..!


Xu Wuzao langsung menangkap tombak panjang itu, menggunakan tangan kirinya! Karena tombak itu datang dari arah kiri Xu Wuzao.


"Apa, bagaimana mungkin?" ucap beberapa dari mereka terkaget-kaget.


Mereka terkaget karena serangan mematikan dari pendekar tingkat menengah tahap awal, di hentikan begitu saja menggunakan tangan kosong.

__ADS_1


Xu Wuzao tersenyum melihat ketiganya terkaget, sebenarnya dia ingin segera membunuh mereka namun melihat kemampuan pelatihan mereka yang sangat rendah Xu Wuzao mengurungkan niatnya.


Karena kemampuan mereka seperti murid luar dari sekte anggrek putih, murid yang berumur 17 tahun ke bawah.


Saat tombak itu ingin di cabut dari lengan Xu Wuzao, tombak itu seperti terhimpit batu yang sangat besar. Sangat berat untuk di angkat.


"Gawat, dia adalah pendekar suci!" ucap orang yang mengarahkan tombaknya ke Xu Wuzao, setelah berbenturan sedikit tenaga dalam dia langsung bisa merasakan tenaga dalam Xu Wuzao sangat luas dan dalam dirinya tidak bisa menjangkau dan mengukurnya.


Sangat berat dia rasakan, sehingga langsung berteriak dengan ketakutan bahwa Xu Wuzao adalah pendekar tingkat cuci.


Wooooosss..!


Baammm.. Baammm..Baammm..!


Xu Wuzao langsung bergerak maju dengan cepat, saat mereka sedang kaget bukan main, sehingga mereka tidak sadar apa yang di lakukan Xu Wuzao.


Xu Wuzao langsung membuat pingsan tiga orang itu, menggunakan tusukan dan pukulan di bagian belakang leher mereka.


Seketika ketiganya langsung terjatuh di lantai kamar itu, menghasilkan bunyi yang keras karena tubuh mereka seperti terbanting ke lantai ruangan.


Setelah memukul ketiganya, Xu Wuzao membuang nafas panjang.


"Huuufff..!"


"Sebenarnya apa yang terjadi di kota ini, bagaimana daerah selatan ini begitu tidak beraturan?" ucap Xu Wuzao.


Benar saja tebakan Xu Wuzao mereka adalah orang-orang yang masih sangat muda, bahkan umurnya kisaran 20 tahun ke bawah.


Akhiri Xu Wuzao memilih untuk keluar, karena hari hampir menjelang pagi Xu Wuzao tidak berminat untuk istirahat kembali.


*


*


*


Xu Wuzao keluar dengan cepat dari kamar yang di huni dirinya, dia mencari penjaga penginapan namun tidak menemukan sama sekali.


Xu Wuzao memusatkan pikiran dirinya, dia mencoba merasakan aura orang yang semalam menerima dirinya! Namun Xu Wuzao tidak bisa merasakan sama sekali aura wanita paruh baya di sekitar penginapan.


"Sebenarnya apa yang salah dengan penginapan ini, bagaimana bisa sangat sepi? Bahkan pengakuan dari penjaga penginapan bahwa aku adalah pelanggan pertama setelah seminggu yang lalau!" gumam Xu Wuzao.


*


Di luar penginapan yang cukup jauh, dua orang sedang mengawasi tiga rekannya yang sedang menyerang Xu Wuzao.


"Kenapa mereka begitu lama, ini tidak seperti biasanya?" ucap seseorang yang bersembunyi di balik celah dinding bangunan.

__ADS_1


"Entah lah, mungkin dia sedang bersenang-senang dengan orang tua bau tanah itu!" jawab temanya yang acuh tak acuh.


"Sial, harusnya aku ikut juga aku juga ingin bersenang-senang dengan orang tua itu!" keluh temannya.


"Jika seperti itu kau pergilah ke sana!" temannya kembali menjawab dengan santai.


Dia tidak mengawasi sama sekali, melainkan memejamkan matanya karena masih mengantuk namun sudah mendapatkan misi untuk merampok dari pimpinan utama.


Saat mereka bergerak dan saling berbicara, dari depan dirinya langsung muncul seseorang, yang bukan lain adalah Xu Wuzao.


"Hemmm, sepertinya kalian adalah rekan mereka bertiga!" ucap Xu Wuzao yang tiba-tiba muncul di depan mereka.


"Sial, bagaimana kau bisa muncul di sini?" ucap salah satu dari mereka yang sedari tadi mengawasi temannya.


Sedangkan yang satunya langsung juga membuka matanya lebar-lebar, karena mendengar suara orang tua yang dia tidak kenal.


Srreeeet..!


Xu Wuzao langsung menodongkan pedang yang sedari tadi menggantung di pinggangnya! Pedang itu tiba-tiba sudah ada di depan leher salah satu dari mereka.


"Katakan! Siapa yang memberikan perintah kepada kalian untuk merampok orang di penginapan?" ucap Xu Wuzao dengan suara rendah.


Sedangkan yang satunya Xu Wuzao pegang lehernya dengan cengkeraman tangannya, orang yang tadi santai dan memejamkan matanya karena ngantuk kini langsung melek dan berdebar kencang jantungnya.


Karena cengkraman tangan Xu Wuzao seperti gantungan tali yang siap menjerat lehernya sampai mati.


"Ka-kami tiada bisa memberikan informasi ini!" ucap orang yang di todong dengan pedang di lehernya.


"Baiklah kalau begitu kalian berdua mati saja!" ucap Xu Wuzao.


Xu Wuzao langsung menekan pedang itu sedikit kuat, bahkan sudah menusuk sedikit dalam ke leher orang itu. Begitu juga dengan satunya Xu Wuzao sudah sedikit menambah tekanan dalam cengkeraman tangannya.


"Baiklah, baiklah! Akan kami beri tahu!" ucap keduanya hampir bersamaan.


"Katakan..!" ucap Xu Wuzao.


Mereka saling senggol karena posisinya sangat dekat, akhirnya yang di tusuk pedang lebih dulu berucap.


"Kami di perintahkan oleh walikota kota ini tuan!" jawab dia dengan sangat takut.


Mendengar ini Xu Wuzao terdiam, dia akhirnya langsung memukul belakang leher mereka dengan kuat dan keduanya langsung tidak sadarkan diri.


"Ternyata, ini pengaturan dari walikota kota ini? Pantas saja sangat teratur!" gumam Xu Wuzao.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2