
\=Chapter 233. KEMBALI BERLATIH 2\=
\=
\=
Yon Sheol dan Li Yian sampai di sebuah telaga yang besar! Dengan suhu air yang cukup panas membuat warna air sedikit berwarna keemasan, karena air itu mengandung Energi Qi tingkat tinggi yang sangat padat.
Li Yian yang melihat itu hanya bisa terpaku takjub, karena saat dia berlatih dahulu di daratan atas di mana tempat istana Kekaisaran Langit berdiri, suhu air di sana hanya sedikit hangat dan warna air hanya terlihat sedikit keruh saja, karena kandungan Energi Qi tidak begitu padat.
Namun di sini warna air terlihat keemasan, melihat ini Li Yian tahu, bahwa mengapa orang-orang dari keluarga Yon bercerita sudah tidak begitu berguna lagi, karena air seperti itu sudah sangat sulit untuk dimurnikan oleh seseorang yang memiliki tingkatan kultivasi yang rendah.
Namun Li Yian berbeda, dia sudah berada di tingkat dewa raja tahap mahir sehingga dia sangat yakin bisa memurnikan air telaga sangat banyak, untuk memperkuat kekuatan fisiknya.
"Air telaga ini sangat bagus guru Yon! Mari kita murnikan sebanyak mungkin." ucap Li Yian.
"Tunggu Li Yian, air ini sudah sangat berbeda dengan terakhir kali aku kemari! Kepadatan Energi Qi tingkat tinggi dalam kandungan air ini sudah sangat meningkat, aku takut kau tidak akan sanggup bertahan!" jawab Yon Sheol.
Dia mencoba menghentikan Li Yian untuk segera memurnikan air telaga yang ada di daratan bawah, karena saat air sedikit jernih saja sudah banyak sekali para kultivator alam langit yang tidak bertahan dan akhirnya mati.
Yon Sheol tidak ingin Li Yian mati begitu saja, sehingga dia berusaha menghentikan Li Yian.
"Tenang lah guru Yon, aku tahu apa yang sedang kita hadapi sekarang! Sebenarnya ini sangat bagus untuk meningkatkan kekuatan fisik sekaligus meningkatkan kultivasi kita, karena air telaga ini mengandung Energi Qi sangat tinggi! Aku yakin aku mampu." jawab Li Yian.
"Apakah yakin kau akan mencobanya?" ucap Yon Sheol masih cukup khawatir.
"Ya, ini adalah kesempatan langka! Aku yakin akan mencobanya guru."
"Baiklah, jangan di paksakan jika tidak kuat! Aku akan menunggu mu di seberang sana." jawab Yon Sheol sambil menunjuk ke arah bangun yang ada di sana satu-satunya.
Dirinya ingin menunggu di sana sambil bermeditasi untuk meningkatkan pelatihan dirinya, karena semenjak terluka oleh tekanan dari gerbang alam bawah! Yon Sheol mengalami penurunan drastis.
"Baik guru! Aku akan selalu mengingat pesan anda." jawab Li Yian.
Setelah itu, Li Yian langsung terbang ke arah lembah yang memiliki telaga yang airnya berwarna keemasan, Li Yian memilih pijakan batu yang kokoh untuk dirinya bermeditasi untuk memurnikan air telaga.
__ADS_1
Melihat Li Yian sudah terjun untuk turun ke dekat telaga, Yon Sheol langsung berjalan menuju ke bangunan kecil yang ada di sana, karena tempat ini dulunya adalah tempat untuk berlatih, maka ada yang membangun tempat peristirahatan sementara.
*
Li Yian memilih batu yang pipih, yang jaraknya dari air telaga hanya beberapa inci saja! Dia duduk bersila di sana langsung bermeditasi.
Li Yian duduk dengan tenang, padahal batu yang di duduki sangat panas karena sangat dekat dengan air telaga! Bahkan bagian bawah batu itu sudah terendam air telaga yang panas bertahun-tahun lamanya, sehingga wajar saja jika batunya sangat panas.
Li Yian memejamkan matanya, dia berusaha memusatkan pikiran dirinya untuk menyerap kandungan Energi Qi dari air telaga itu.
Seketika, air telaga langsung bergejolak, hingga seperti lava di dalam gunung berapi! Aura kuat yang begitu padat dan panas keluar dari pusaran air di telaga itu.
Sekarang tubuh Li Yian langsung menghisap aura yang Li Yian murnikan itu dengan cepat, namun Li Yian seperti menahan kesakitan dan tekanan berat.
'Air telaga ini sangat mengerikan! Kandungan Energi Qi di dalamnya begitu padat! Pantas saja banyak kultivator tidak kuat bertahan.' keluh Li Yian di benaknya.
Padahal Li Yian saja memiliki kultivasi tingkat dewa raja tahap mahir! Namun masih cukup kesulitan untuk memurnikan air telaga itu.
'Mungkin ini alasan guru Yon terus memberikan peringatan agar aku tidak melakukan ini? Namun aku tidak akan menyerah! Hanya karena tekanan seperti ini.' ucap Li Yian di benaknya.
*
*
*
Di tempat lain di alam Daulu.
Sudah satu bulan lebih Xu Wuzao bermeditasi dan menunggu Li Yian kembali namun Li Yian masih belum kembali juga, ke sekte anggrek putih.
Membuat Xu Wuzao semakin khawatir dengan keadaan Li Yian, namun untuk menyusulnya Xu Wuzao tidak tahu harus pergi ke mana. Dirinya kini duduk di halaman depan kediaman miliknya di belakang sekte anggrek putih.
Karena sudah bosan berdiam di sana, Xu Wuzao akhirnya memilih kembali ke sekte anggrek putih, untuk mengurus sekte karena sudah cukup lama dirinya melakukan kultivasi tertutup.
Saat Xu Wuzao sudah sampai di ruang kerjanya, dia langsung menerima surat dari Xu Zao Yi bahwa kediaman keluarga Wei yang sudah di kuasai oleh sekte anggrek putih, beberapa hari ini di serang oleh beberapa Pendekar.
__ADS_1
Xu Wuzao membaca surat itu cukup geram, karena orang-orang yang menyerang tidak menunjukkan indentitas yang jelas.
"Siapa sebenarnya mereka itu?" ucap Xu Wuzao, lalu meremas surat itu hingga menjadi serpihan kecil.
Xu Wuzao berpikir, untuk mengirimkan tetua dan beberapa murid elit namun mereka semua sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
"Apa aku harus turun tangan lagi meskipun masalah ini hanya sepele?" gumam Xu Wuzao.
Sebenarnya sekte anggrek putih tidak memerlukan kediaman bekas keluarga tersembunyi Wei itu, namun jika ada yang berhasil merebut kediaman itu kembali dari tangan sekte anggrek putih, ini sama saja menginjak haraga diri sekte.
Maka mereka sama saja melawan sekte anggrek putih secara terbuka! Dengan ini Xu Wuzao tidak bisa berpangku tangan.
Karena sudah memikirkan untuk meninggalkan kembali sekte anggrek putih, Xu Wuzao menghampiri tetua balai pil dan herbal, di ruang penelitian pil dan herbal.
Di sana lah tetua balai pil dan herbal menghabiskan waktu, apa lagi setelah mendapatkan herbal yang langka dari Li Yian! Tetua balai pil dan herbal semakin sibuk.
Dia seperti menemukan harta karun yang selama ini di cari, karena saking langkanya herbal itu membuat tabib Mo sangat bersemangat.
Dia sedang membuat terobosan baru untuk pil peningkat kekuatan di ruang penelitian dirinya! Saat tabib Mo sedang sibuk, dari luar pintu ruangan ada yang megetuk.
"Tabib Mo, apa aku di izinkan masuk?" ucap seorang dari luar.
Tabib Mo langsung menengok ke arah pintu yang di ketuk, setelah mendengar suara yang di dengar cukup dia kenal tabib Mo mengerutkan keningnya cukup dalam.
"Ada keperluan apa kepala sekte Xu menemui ku?" ucap tabib Mo.
Meskipun dia salah satu dari tetua, namun sudah di kenal dan di panggil dengan sapaan tabib Mo, bahkan dia sudah mengenal Xu Wuzao sangat lama sehingga wajar saja di panggil seperti itu.
Karena mereka adalah kenalan muda, sampai tua hingga sekarang mereka masih berhubungan baik.
Meskipun dengan penasaran yang tinggi, tabib Mo tetap melangkah dari meja penelitian dirinya dan menghampiri pintu ruangan untuk segera di buka.
\=
\=
__ADS_1
...