
\=Chapter 292. BENTROK DI PENGINAPAN BATU PUTIH \=
\=
\=
Keributan makin menjadi-jadi antara dua orang yang saling salah paham di rumah makan penginapan besar yang ada di kota Wuhan itu.
Namun kebanyakan dari perwakilan sekte besar hanya memperhatikan mereka yang berseteru itu, mereka tidak ingin ikut campur urusan yang tidak penting.
Saat dua orang itu saling adu mulut dan hendak baku hantam menggunakan kemampuan masing-masing, seketika dua penjaga penginapan langsung menghalangi kedua orang itu dengan tombak yang di bawahnya.
Mereka berdua langsung menghunuskan tombak itu di hadapan paras masing-masing orang yang sedang berseteru.
"Kalian berdua apa yang kalian lakukan, membuat keributan di tempat makan seperti ini?" teriak salah satu penjaga penginapan itu.
"Jangan berani-beraninya membuat keributan di penginapan Batu putih dan kota Wuhan ini, karena di sini sudah di jaga oleh ratusan murdi elit sekte Wuhan! Jika kalian memancing keributan, kalian akan menanggung akibatnya!" bentak penjaga penginapan yang satunya lagi.
Dua orang itu langsung tertegun karena tidak tahu bahwa kota Wuhan sangat mengerikan seperti itu, dua orang itu menengok ke segala arah melihat semua orang yang tenang seperti tidak terpengaruh dengan keributan yang di buatnya.
"Huff, pendekar pemula pasti masih sangat agresif! Aku juga merasakan hal-hal itu saat aku masih muda!" ucap orang tua yang ada di sudut lainnya.
"Kakek, mereka itu hanya orang idiot yang ingin memamerkan kekuatan yang tidak seberapa itu! Nyatanya aku tidak berpikiran sempit!" jawab pemuda yang ada di depannya.
"Itu memang kau orangnya yang selalu tidak peduli dengan urusan orang lain! Jangankan urusan orang lain, urusan kau sendiri banyak yang di abaikan!" jawab pria paruh baya di samping anak muda itu.
Mereka bertiga adalah perwakilan dari keluarga bangsawan di wilayah barat, karena mendapatkan undangan terbuka kepala keluarga Feng langsung berangkat menuju ke wilayah selatan.
*
"Apa yang kalian lakukan, cepat saling meminta maaf!" ucap penjaga penginapan batu putih itu.
Penginapan batu putih adalah salah satu penginapan besar yang ada di kota Wuhan, penginapan ini paling awal penuh pengunjung karena tempatnya yang sangat dekat dengan lokasi rumah pelelangan anggrek putih.
Sehingga banyak dari mereka dari sekte besar dan keluarga besar menginap di penginapan batu putih.
Sehingga, bentrok di penginapan batu putih hanya di lakukan oleh orang idiot saja! Kenapa di katakan orang idiot? Karena mereka tidak memiliki pengalaman dalam pengetahuan kekuatan suatu kota.
"Baiklah, maafkan aku tuan! Aku tidak sengaja menyenggol anda tadi!" ucap orang yang tidak sengaja menyenggol, meskipun awalnya dia sudah meminta maaf tapi tidak di terima.
"Ya sudahlah, tidak perlu di pikirkan! Sudahi saja masalah kecil ini!" jawab orang yang di senggol.
Setelah melihat keadaan yang tidak memungkinkan, dia memilih untuk berdamai dengan terpaksa.
__ADS_1
Akhirnya dia langsung membalikkan badannya dan segera pergi dari tempat makan di penginapan batu putih, dia hendak langsung menuju ke kamarnya untuk istirahat.
Orang-orang di sana masih tidak peduli dengan mereka bertengkar maupun berdamai, mereka malah melanjutkan makan mereka seperti tidak terjadi sesuatu di sana.
Orang yang menyenggol dan membuat keributan langsung meminta maaf kepada beberapa pengunjung dan penjaga penginapan batu putih.
"Hanya memiliki kekuatan remahan sudah berlaga paling hebat!" gumam orang dari perwakilan sekte lembah tengkorak.
"Sudahlah, kita semua tahu apa yang dia pikirkan! Aku yakin kau pun pernah merasakan di masa-masa itu!" ejek temannya, lalu tertawa kecil.
Akhirnya orang yang tadi bergumam, tertawa bersama! Mereka melanjutkan makan lalu setelah itu istirahat untuk mempersiapkan pelelangan esok hari yang akan datang.
*
*
*
Di tempat lain.
Di luar penginapan batu putih juga cukup banyak keributan kecil, namun penjagaan di kota Wuhan cukup ketat! Ratusan murid dalam dan murid elit sekte Wuhan di kerahkan untuk menjaga di sana.
Bagian mata-mata milik Xu Wuzao juga di tugaskan oleh Xu Wuzao untuk mengawasi keamanan kota Wuhan selama proses pelelangan berjalan.
Di tambah, banyak sekali wanita cantik yang berkeliaran di sana, dari anak-anak pejabat Kekaisaran, anak bangsawan dan anak saudagar yang kebetulan hadir di kota Wuhan saat ini.
"Saudara Li Yian, lihat di sana banyak sekali perempuan cantik! Cepat kita ke sana." ucap Baba Yaga sangat senang.
Li Yian melihat sekilas ke arah yang di tunjuk Baba Yaga, ternyata yang di tunjuk adalah tempat penjual berbagai manisnya sehingga warna-warni di sana terlihat begitu jelas.
"Untuk apa kita ke sana teman?" ucap Li Yian.
Mereka berada di tengah-tengah jalan utama kota Wuhan, karena di ajak keluar oleh Baba Yaga, Baba Yaga yang melihat suasana di jalan utama sangat ramai membuat Baba Yaga penasaran! Bahkan berniat memburu perempuan cantik yang banyak di sana, akhirnya mau tidak mau Li Yian pergi bersama Baba Yaga keluar.
"Kau jangan berpura-pura bodoh, kita akan mengajak kencan semau wanita itu malam ini!" jawab Baba Yaga dengan sangat yakin.
"Haaahhh..!" Li Yian hanya bisa terbengong tidak mengerti isi kepala Baba Yaga itu apa.
"Tidak perlu banyak berpikir! Sebaiknya kita kesannya dengan cepat!" ucap Baba Yaga lalu menarik Li Yian untuk mengikutinya.
Baba Yaga menarik Li Yian dengan kuat, jika saja Li Yian berniat menahan dengan sungguh-sungguh pasti Baba Yaga tidak akan bisa menarik Li Yian sama sekali.
Akhirnya Baba Yaga dan Li Yian sampai di kerumunan wanita cantik yang sedang membeli manisan penuh warna di pedagang emperan.
__ADS_1
"Hai nona-nona cantik! Bolehkah kami berkenalan dan bergabung?" ucap Baba Yaga dengan gaya yang di buat-buat.
Li Yian melihat Baba Yaga berperilaku seperti itu ingin tertawa, namun dia lebih memilih menahan tawanya.
Baba Yaga memakai pakaian yang mewah berwarna merah dan bercorak hitam, dengan kulit putih dan paras yang tampan sangat sempurna untuk di pandang.
Sedangkan Li Yian mengenakan pakaian putih bercorak hitam di bagian pinggir dan belakangnya, sehingga terlihat cukup mencolok.
"Siapa kalian?" ucap salah satu wanita di sana, dia adalah anak gadis dari pejabat tinggi Kekaisaran Ming.
Sehingga melihat rakyat jelata seperti Baba Yaga dan Li Yian yang lancang langsung menghardik. Karena dia termasuk keturunan bangsawan dari Kekaisaran Ming.
"Aku Baba Yaga..!" ucap Baba Yaga sambil mengulurkan tangan untuk menjabat tangan gadis itu.
"Jangan sentuh aku!" teriak gadis muda itu
Wanita lainnya akhirnya mengalihkan perhatian mereka yang tadinya sedang memilih manisan, mereka memilih fokus melihat kejadian di dekatnya.
Setelah teriakan dari gadis keturunan keluarga bangsawan Kekaisaran Ming menggema, semua orang yang ada di sana langsung melihat ke arah teriakan itu.
"Tidak nona, kamu salah paham! Aku hanya ingin berkenalan dengan kalian semua." jawab Baba Yaga cukup gugup.
Dia mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, sehingga semua orang melih ke arah Baba Yaga.
"Hai, rakyat jelata! Apa yang kau lakukan dengan dia?" ucap seseorang dari kejauhan.
Pemuda yang menggunakan pakaian yang sangat mewah menghampiri Li Yian dan Baba Yaga lalu dengan gertakan kuat dia mendorong Baba Yaga menjauh.
Namun Baba Yaga dan Li Yian tidak terdorong mundur sedikitpun, hingga akhirnya dia yang mundur sambil menjaga wanita yang cukup dikenalnya.
Adapun keributan sedikit di pinggir jalan itu, karena suasana di sana sangat ramai! Membuat orang-orang berkumpul cukup banyak.
"Kau siapa?" ucap Baba Yaga ingin tahu.
'Hemmm, sepertinya aku pernah melihat dia! Namun di aman aku lupa!' ucap Li Yian di benaknya.
"Bicara apa kau, apa kau tidak kenal aku? Rakyat jelata!" bentak pemuda itu terhadap Li Yian dan Baba Yaga.
Baba Yaga akhirnya hanya bisa diam dan sambil melihat ke arah Li Yian seperti butuh penjelasan lebih lanjut.
\=
\=
__ADS_1
...