
\=Chapter 141. BALAS DENDAM BAO LU\=
\=
\=
Malam tiba, keramaian jalan Gope kembali terulang seperti biasanya. Meskipun keluarga Bao yang berkuasa di bagian utara sedang mengalami duka yang dalam, tetap tidak mempengaruhi itu.
"Hei, saudara Li Yian apa kita kembali lagi ke keluarga Bao?" ucap Baba Yaga penasaran.
Sampai saat ini Li Yian belum menceritakan tentang misinya untuk menghancurkan keluarga Bao, karena sejak di jalan dia cukup sibuk mempersiapkan semuanya.
"Kau belum tahu juga teman?" tanya Li Yian.
"Hei, bagaimana aku bisa tahu? Kau belum menceritakan apapun pada ku saudara Li!" ucap Baba Yaga.
Li Yian menengok ke arah Baba Yaga yang kini berada di sisi kirinya.
"Apa aku belum menceritakan kepada kau?" tanya Li Yian.
"Belum, kapan kau menceritakan?" keluh Baba Yaga.
Mereka kini sedang berada di atap sebuah gedung toko senjata, di sore hari Li Yian membeli besi kecil yang cukup tajam begitu banyak!.
Besi itu adalah ujung dari anak panah, sehingga toko senjata tidak begitu curiga, karena hal itu sangat biasa di beli oleh pasukan Kekaisaran Tang, maupun pendekar pemburu.
Li Yian akan menggunakan itu sebagai senjata rahasia, yang cukup mengerikan di tangannya! Setelah sudah terbiasa menggunakan pisau terbang, yang dulu asalnya di gunakan oleh kelompok Sabit Tunggal kini Li Yian merasa senjata seperti itu cukup menarik, meskipun terlihat pengecut.
Lalu Li Yian menjelaskan dengan rinci rencananya untuk menghabisi keluarga Bao, karena dia tidak bisa mengandalkan Bao Lu kedepannya.
Li Yian berpikir, bahwa mengontrol orang dengan cara seperti itu di kemudian hari akan membalas perbuatan dirinya. Menurut Li Yian itu akan merepotkan.
Setelah mengerti apa rencana Li Yian, Baba Yaga langsung tersenyum.
"Kenapa kau baru berbicara sekarang, jika sejak awal kau bercerita. Pasti aku langsung bersemangat!" ucap Baba Yaga lalu langsung berdiri.
"Kau mau apa? Tunggu dulu!" ucap Li Yian lalu langsung menarik kembali Baba Yaga untuk segera duduk.
"Apa lagi saudara Li Yian? Kita datangi Keluarga Bao, bantai mereka semua. Beres!" ucap Baba Yaga saking semangatnya.
"Peletak..!"
"Aaaduhhh.!" Baba Yaga memegangi kepalanya karena sakit akibat di hajar Li Yian.
"Kenapa kau memukul ku?"
"Memang mudah jika seperti itu, tapi jika kita di ketahui oleh banyak orang dan Kekaisaran Tang! Bisa jadi buronan." Li Yian menjelaskan.
"Tinggal kita lakukan hal yang sama beres kah?" jawab Baba Yaga enteng.
Li Yian hanya bisa pasrah saja, karena dia sudah menyusun rencana untuk melakukan secara diam-diam, malah Baba Yaga ingin sesuatu yang mencolok.
__ADS_1
"Terserah kau saja teman, jika kau mau wajah kau itu di tempel di seluruh wilayah Kekaisaran Tang, tertulis! Buronan di cari hidup atau mati. Lalu tidak ada wanita lagi yang mau dekat dengan kau lagi nantinya, bagaimana?"
"Apa. Aku tidak tahu ada seperti itu? Baiklah aku ikut rencana awal kau saudara Li!"
Akhirnya Baba Yaga mengikuti saran Li Yian, karena dirinya tidak rela jika banyak wanita cantik takut terhadap dirinya. Menurutnya itu adalah neraka yang sesungguhnya.
"Pakai ini, mari ikuti aku!" Li Yian melemparkan pakaian penutup yang cukup rapi.
Semua bagian tubuh hampir tertutupi, bahkan wajah dirinya susah di lihat jika dari jarak jauh.
Li Yian langsung melompat dari atap ke atap, dengan sangat cepat di ikuti oleh Baba Yaga di belakangnya. Lari mereka tidak menimbulkan suara sedikitpun di atas atap, karena menggunakan langkah angin dan meringankan tubuh yang begitu tinggi.
Gerakan mereka tidak dapat di lihat oleh orang awam di bawah yang saat ini masih sangat rami sedang melakukan kegiatan masing-masing.
*
*
*
Di pelelangan bulan sabit.
Karena adanya kejadian penyerangan terhadap keluarga Bao, pelelangan yang akan ada di adakan siang nanti di batalkan.
Sehingga membuat Bao Lu, cukup sibuk di pelelangan bulan sabit. Karena harus mengurus cukup banyak komplain dari pihak pendukung lainnya.
Setelah hari sudah malam, Bao Lu duduk di meja kerjanya! Dia cukup kelelahan terhadap kerjaannya hari ini, di tambah pikiran dirinya yang selalu terjun pada Li Yian maupun Baba Yaga.
Bao Lu terus mengingat-ingat wajah Li Yian, sebenarnya dia ingin segera melukis wajah Li Yian maupun Baba Yaga ke pada pelukis terkenal. Lalu akan menyebarkan wajah mereka menjadi buronan berhadiah tinggi.
Ini adalah sebagai balas dendam Bao Lu, terhadap Li Yian maupun Baba Yaga.
Namun baru saja memikirkan itu semua, jendela kaca yang ada di hadapannya saat ini langsung pecah.
"Traanng..!"
Dengan cepat dua orang berjubah hitam masuk ke dalam ruangan itu.
Bao Lu langsung kaget, karena suara pecahnya jendela kaca itu cukup keras! Di tambah langsung ada dua sosok misterius yang berdiri di hadapan dirinya saat ini.
"Siapa kalian?" ucap Bao Lu.
Dia langsung berdiri tegak dan mundur beberapa langkah dari meja kerja dirinya saat ini.
"Bao Lu, kau tidak mengenal kami lagi kah?" ucap Li Yian.
Dua orang yang menerobos masuk adalah Li Yian dan Baba Yaga, mereka tidak langsung mendatangi kediaman keluarga Bao inti, namun mereka mendatangi pelelangan bulan sabit.
"Keparat ternyata kalian!" bentak Bao Lu, yang langsung mengenali.
Dia sangat marah setelah mendengar suara Li Yian yang di incaran beberapa hari ini setelah insiden itu.
__ADS_1
Bao Lu langsung mencabut pedang yang ada di pinggangnya, dengan cepat dia langsung menebas ke arah Li Yian.
"Wooss..!" Suara tebasan pedang dengan di barengi angin menderu.
Li Yian menghindari dengan cepat, di langsung mundur satu langkah lalu sedikit mencondongkan tubuhnya ke belakang.
Pedang tajam Bao Lu lewat di atas tubuh dan wajah Li Yian, hanya berjarak satu jengkal saja! Dia langsung menegakan tubuhnya.
Karena serangan itu tidak terkena sasaran, Bao Lu langsung memutar lengan dan pedangnya dan menebas kembali.
"Trinng..!" kali ini Li Yian langsung menahan tebasan Bao Lu.
Pedang mereka saling menempel, akibat serangan mereka berdua banyak selembar kertas di meja itu berhamburan.
"Bao Lu, jadi ini yang kau inginkan dari kami! Baiklah saatnya kau mati!" ucap Li Yian.
"Apa perlu aku bantu saudara Li?" tanya Baba Yaga.
"Tidak perlu, kau selalu mengambil mangsa ku!" jawab Li Yian.
"Srinnng..!" Li Yian langsung mendorong pedang Bao Lu dengan keras.
Gesekan pedang memercikkan bunga api, Bao Lu langsung terdorong ke belakang dan mundur dua langkah.
"Apa hanya di dorong seperti itu aku sudah tidak sanggup menahan pedang ku?" ucap Bao Lu di benaknya.
Dia sangat kaget, karena kekuatan dirinya saat ini berbeda begitu jauh dengan Li Yian! Melihat ini Bao Lu langsung ketakutan, apalagi masih ada salah satu dari mereka yang sedari tadi masih diam berdiri saja.
"Karena ini pilihan kau, maka tidak ada jalan lain selain kematian!" ucap Li Yian dengan tenang.
Dia langsung mengangkat pedang hitamnya, dengan erat Li Yian menggenggam! Dia langsung mengalirkan sedikit tenaga dalam miliknya ke dalam pedang hitam itu.
Wooss..!
Li Yian langsung bergerak cepat.
Tring..!
Slaazz..!
"Aaakkkhh..! Mati aku!" ucap Bao Huo.
Tebasan Li Yian sangat cepat dan kuat, hingga pedang Bao Lu patah menjadi dua. Karena jarak mereka sangat dekat! Bao Lu tidak melihat arah serangan.
Setelah dada dan lehernya tertebas sangat dalam hingga tulang dadanya saja sampai terpotong.
Bao Lu langsung mati dengan sangat tidak rela, karena dendam dirinya belum terbayar.
\=
\=
__ADS_1
..