
\=Chapter 070. SEKTE ANGGREK PUTIH DI REMEHKAN\=
\=
\=
Dua kereta kuda berhenti di sebuah rumah makan kota kecil yang berbatasan langsung dengan kota Kekaisaran Ming, Li Yian pernah mampir ke kota ini sebelumnya.
Mereka menyebutnya kota pinggiran ada juga yang menyebut distrik persinggahan, padahal di bandingkan dengan kota-kota besar lainnya kota pinggiran ini sudah bisa bersaing dengannya dari keramaian dan kualitas makanan maupun pelayanan.
Tapi karena kota ini sangat dekat dengan kota Kekaisaran Ming, sehingga kota ini terlihat kecil dan sedikit kumuh.
Dua kereta kuda yang di tumpangi oleh rombongan sekte anggrek putih yang kini berhenti di rumah makan arak wangi tidak begitu mengundang perhatian, karena sudah cukup umum.
Rumah makan arak wangi terkenal di seluruh distrik persinggahan, karena kualitas dari makanan dan minuman cukup tinggi! Namun orang biasa jarang berani makan di rumah makan ini, hanya ada pendekar dan bangsawan saja.
"Hemm, rumah makan yang menarik! Jadi teringat kembali." ucap Li Yian setelah turun dari kereta kuda.
"Apa kau pernah ke sini Li Yian?" ucap Zhuo Lu.
Dia sangat heran dengan ucapan Li Yian yang seakan dia pernah datang ke sini saja sebelumnya.
"Ya pernah, hanya satu kali! Tapi hanya di sekitar kota ini." Li Yian menjawab sambil melangkah menuju ke pintu masuk rumah makan.
Sedangkan rombongan di kereta satunya sudah masuk sedari tadi, mereka di pimpin oleh Xu Wuzao, yang meminta mampir di rumah makan arak wangi pun Xu Wuzao.
Xu Wuzao mampir di rumah makan ini karena dia sedari mengawasi sudah banyak atau belum orang yang datang ke kota Kekaisaran Ming! Karena rata-rata orang-orang jika ingin masuk ke kota Kekaisaran Ming lewat kota kecil ini dan sebagian lewat jalur satunya! Namun paling banyak di kota ini.
Setelah masuk ke rumah makan arak wangi, di dalam sana sangat megah dekorasi sangat rapih! Bahkan tidak terkesan seperti rumah makan saja.
Ada hiburan, ada tempat pijat dan yang pasti ada kedai minum arak!.
Dulunya rumah makan arak wangi adalah kedai minum kecil bagi para pendekar, namun seiring berjalannya waktu kedai minum ini berkembang pesat dan menjadi rumah makan besar namun tidak menurunkan kualitas dari minuman terbaiknya.
"Sangat besar, aku baru pertama kali melihat seperti ini!" ucap Zhao Lu.
__ADS_1
Dia melihat ke sekeliling rumah makan, seakan itu adalah hal baru dan luar biasa! Begitu juga dengan Baba Yaga dia memandang liar ke segala arah dan melihat pelayan cantik dan tamu cantik.
Sampai air liur dirinya tidak bisa di tahan lagi.
"Hey, teman perhatikan air liur mu akan jatuh?" Li Yian langsung memperingati Baba Yaga.
Li Yian hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak mengerti ada salah apa di otak temannya itu.
Baba Yaga langsung menghapus air liur yang akan segera meleleh keluar dengan ujung lengan pakaian dirinya.
"Maafkan aku saudara, aku tidak menyangka di sini lah impian ku selama ini!" jawab Baba Yaga dengan senyum mesum di wajahnya.
"Impian yang konyol!" ejek Li Yian.
"Hai, ini impian ku selama ratusan tahun yang lalu! Jangan kau sebut konyol!" gerutu Baba Yaga.
Tapi matanya terus saja memandang sekeliling di mana banyak gadis muda dan cantik bertebaran di meja dan tempat hiburan lain, di tambah pelayan yang rata-rata wanita muda dan menggunakan pakaian yang tipis dan cukup terbuka.
Bagi seorang penggila wanita suasana seperti ini adalah surganya, sehingga seperti sedang bermimpi.
"Sudahlah, jangan banyak mengeluh teman! Cepat jalan. Kita menuju ke meja pak tua itu!" Li Yian langsung memperingati Baba Yaga.
"Ya baiklah!" Baba Yaga akhirnya menjawab dan mengakhiri fantasi liar di pikirkan dirinya.
Mereka bertiga akhirnya tiba di meja yang sudah di pesan oleh Xu Wuzao, di sana dua murid muda sudah duduk dengan tenang dan anggun karena di ajarkan gaya bangsawan dari keluarganya.
Sedangkan Xu Wuzao duduk bersebelahan dengan Wang Yao!.
"Nak kau dari mana saja! Kenapa begitu lama?" Xu Wuzao berucap.
"Ah, pak tua kepala sekte Xu! Mereka berdua yang membuat kita cukup lama!" Li Yian menunjuk Baba Yaga dan Zhao Lu bergantian.
Baba Yaga hanya diam, dia tidak peduli di tuduh seperti itu, beda halnya dengan Zhao Lu dia langsung meminta maaf.
"Maaf kepala sekte Xu, aku begitu terpukau sehingga berjalan begitu pelan dan banyak memperhatikan sekitar!"
__ADS_1
"Ya, aku mengerti Zhao Lu! Jika baru pertama cukup wajar!" ucap Xu Wuzao dengan senyuman.
"Aku tak percaya hanya gara-gara Zhao Lu, anak seperti mu juga pasti bereaksi sama seperti yang di katakan Zhao Lu, karena ini adalah hal yang belum pernah kau lakukan!" sindir Lan Zhuo pada Li Yian.
Meskipun dengan wajah datar dan suara yang lirih, tapi mereka semua mendengar itu dengan jelas!.
Xu Wuzao sebenarnya cukup terkejut dengan ejekan itu, namun saat dia akan berbicara takut perselisihan ini berkepanjangan Wang Yao lebih dulu memotong.
"Lan Zhuo jaga ucapan mu, jangan sampai menimbulkan perselisihan!"
Lan Zhuo langsung menundukkan kepalanya, bukanya untuk menyesali malah dirinya lebih marah! Karena baru pertama dirinya di tegur oleh tetua pelatihan, yang biasanya selalu membuat dirinya di tunjuk sebagai contoh baik bagi yang lain.
Akhirnya perselisihan mereka mereda dan mulai menyantap makan yang baru saja di sajikan oleh pelayan rumah makan arak wangi.
Setelah selesai makan Xu Wuzao membahas tentang pelaksanaan kompetisi generasi muda yang akan di adakan beberapa hari ke depan, orang-orang yang datang di sini juga dari sekte yang akan mengikuti kompetisi itu.
"Hey, apa kau tahu! Di rumorkan bahwa kompetisi kali ini bukan hanya sekte besar dan menengah saja, namun ada sekte kecil yang ikut serta! Meskipun hanya satu tapi menurut ku itu hanya membuang waktu mereka saja!" suara dari meja belakang Xu Wuzao.
Mereka jelas-jelas meremehkan sekte anggrek putih yang memang sekte kecil satu-satunya yang ikut dalam kompetisi generasi muda kali ini.
Mereka berbicara seperti itu karena mereka tidak tahu bahwa sekte yang mereka bicarakan tepat di depannya, mungkin jika tahu mereka akan sedikit menjaga ucapannya.
Mendengar itu Xu Wuzao sedikit emosional, dia saat ini ingin langsung mengeluarkan aura cincin roh beladiri berwarna biru miliknya untuk membungkam mulut mereka, karena sangat di remehkan menurutnya.
Namun Li Yian yang ada di sampingnya langsung memegang tangan Xu Wuzao! Lalu dia sedikit menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu pak tua! Cukup kita tunjukkan keganasan kita di arena dan merebut prestasi tertinggi!" Li Yian berbicara menggunakan tenaga dalam untuk membisiki Xu Wuzao.
Hanya terlihat sedikit bibirnya saja yang bergerak, bahkan orang lain tidak bisa mendengar itu sedikitpun.
Karena kondisi Xu Wuzao saat ini sedang menahan amarah, dia tidak menyadari bahwa yang di lakukan Li Yian saat ini di luar dugaan.
Karena pendekar yang bisa melakukan itu hanya tingkat pendekar raja ke atas!.
\=
__ADS_1
\=
...