
\=Chapter 270. KEDATANGAN BABA YAGA KEMBALI\=
\=
\=
Dua hari telah berlalu.
Pengobatan dari Bai Li selesai, bahkan Bai Li langsung di sarankan untuk menerobos ke tingkat pendekar suci. Karena tubuh dirinya sudah cukup kuat untuk menerima beban dari kekuatan pendekar suci.
Di karenakan meskipun tubuh Bai Li tua, namun dia tetap giat berlatih seperti pendekar pada umumnya bahkan lebih keras lagi dia berlatih, itu juga yang membuat pertumbuhan racun penyumbat begitu lambat.
Selagi di tinggal pengasingan diri tetua pertama untuk menerobos ke tingkat pendekar suci, Li Yian dan Xu Wuzao maupun Xu Zao Yi sedang membahas bagaimana baiknya sekte Wuhan berdiri kedepannya.
"Pak tua, anda kan secara tidak langsung sudah menguasai wilayah selatan Kekaisaran Ming, sebaiknya kita dirikan saja pelelangan besar yang melelang berbagai pil, senjata dan herbal! Sepertinya di Kekaisaran Ming belum memiliki pelelangan yang memadai." ucap Li Yian.
Dia memberikan usul itu karena mendengar bahwa tetua pertama sampai jauh-jauh datang ke kota Kekaisaran Tang bagian utara, tepatnya di pelelangan bulan sabit untuk mendapatkan herbal yang di butuhkan, namaun sebenarnya barang lelang itu di pasok dari dirinya.
Sehingga jika membuat pasar lelang yang besar, pasti peminat dari pendekar di Kekaisaran Ming cukup banyak.
"Benar kepala sekte Xu! Aku sangat setuju dengan pendapat Li Yian kali ini, sepertinya ini peluang yang bagus!" ucap Xu Zao Yi.
Dia mendengar saran dari Li Yian langsung tertarik, karena dia juga belum melihat ada pelelangan besar di Kekaisaran Ming ini! Sehingga para pendekar di Kekaisaran Ming lebih condong mengarah ke Kekaisaran Tang jika membutuhkan pil tingkat tinggi, senjata maupun herbal langka.
"Hemmm, sepertinya itu usul yang sangat bagus! Zao Yi, apa kau bisa mengurus ini semua?" tanya Xu Wuzao terhadap keponakannya itu.
"Apa kepala sekte mempercayakan ini semua kepada ku?" tanya Xu Zao Yi.
"Ya kau lah, lalu siapa lagi!" jawab Xu Wuzao.
"Baiklah, akan aku usahakan semaksimal mungkin! Baiknya kita mendirikan pelelangan itu di kota mana kepala sekte Xu?"
"Sebaiknya kita dirikan di kota Wuhan ini saja, kota ini kan kota besar dan paling strategis di wilayah bagian selatan Kekaisaran Ming!" jawab Xu Wuzao.
Li Yian menyarankan untuk membuat pelelangan karena senjata maupun pil di cincin samudra miliknya cukup banyak, namun itu semua sudah tidak berguna lagi untuk dirinya.
Sehingga dia ingin menyalurkan untuk memajukan sekte anggrek putih maupun orang-orang yang ada di pihaknya.
Bahkan bisa jadi Li Yian ingin melelang manual kultivasi yang dirinya catat sendiri, agar orang-orang dari Kekaisaran Ming bisa berkultivasi karena semakin hari Energi Qi di alam Daulu semakin tebal.
Namun sebelum itu semua terjadi, Li Yian ingin membuat para petinggi dari sekte anggrek putih bisa berkultivasi terlebih dahulu, karena sampai sekarang Li Yian belum menemukan metode orang-orang alam Daulu bisa berkultivasi sebelum masuk ke tingkat pendekar suci.
Sedangkan keadaan pendekar suci saja sangat jarang di alam Daulu.
Obrolan mereka terus berlangsung, tentang rencana membuat pelelangan besar di wilayah selatan Kekaisaran Ming.
__ADS_1
*
*
*
Di Alam Tanasilam.
Di sebuah gua salah satu gunung tertinggi di alam Tanasilam, Baba Yaga melakukan meditasi cukup lama di sini! Di gua yang terletak di gunung Wukong. Karena mendapatkan petunjuk dari ibunya Baba Yaga melakukan tanpa ragu.
Baba Yaga bermeditasi sambil menyalurkan Energi siluman miliknya ke dalam benda seperti tring babi hutan yang hampir menyatu membentuk lingkaran.
Setelah cukup lama dia bermeditasi, dari dalam lingkaran itu muncul hisapan yang sangat kuat! Sehingga Baba Yaga langsung terhisap kedalamnya.
Wooooosss..!
Baba Yaga langsung terhisap seperti masuk ke dalam portal dimensi.
Traaak..!
Taring babi hutan yang hampir membentuk lingkaran jatuh ke lantai gua itu, dan langsung tertanam ke dalamnya dengan cepat.
*
Sehingga artefak itu nantinya tidak jatuh ke tangan orang lain, bukan hanya itu saja! Hanya gunung Wukong yang memiliki Energi siluman yang kental karena di sana sangat banyak siluman maupun hewan buas yang cukup liar.
*
*
*
Wuuusss..!
Lubang besar terbentuk di hutan belantara di bagian daratan paling barat di alam Daulu, daratan ini belum banyak memiliki penduduk bahkan masih sangat asri hampir tidak di jamah oleh manusia maupun pendekar.
Braaakk..!
Dari lubang besar yang mengambang di atas hutan muncul seseorang, karena dia tidak siap akhirnya dia jatuh ke tanah bahkan menghantam pepohonan besar di sana.
"Aduh-aduh, sial aku muncul di mana ini?" keluh Baba Yaga.
Dia adalah Baba Yaga, yang berhasil kembali ke alam Daulu ini setelah cukup lama bermeditasi menyalurkan Energi siluman miliknya ke artefak milik ibunya.
Dia langsung bangun dan menepuk-nepuk punggung maupun pantat dirinya, dia membersihkan kotoran yang menempel pada pakaian yang di kenakan saat ini.
__ADS_1
Sambil melihat ke sekeliling, karena dia tidak tahu dirinya berada di mana! Namun yang di rasakan oleh Baba Yaga bahwa dia berada di alam Daulu namun tidak tahu di mana tepatnya.
*
Saat pertama kali Baba Yaga sampai di alam Daulu, juga seperti sekarang! Namun dia jatuh di bagian paling timur daratan matahari terbit.
Sedangkan sekarang dia jatuh ke daratan paling barat di alam Daulu! Karena dia menggunakan artefak yang berbeda milik klan Baba.
Yang pertama milik kakeknya, sedangkan sekarang milik ibunya! Sehingga tempat munculnya sangat berbeda.
"Aku harus mencari petunjuk untuk kembali ke daratan matahari terbit!" gumam Baba Yaga.
Wooooosss..!
Tap..tap..!
Dia langsung melompat di setiap pohon besar di hutan itu, sambil merasakan apakah ada kehidupan maupun kota terdekat yang ada di sana.
Baba Yaga menggunakan Energi siluman miliknya untuk merasakan keberadaan seseorang, meskipun tidak begitu luas jangkauannya namun cukup membantu dirinya untuk mencari petunjuk.
"Sial, ternyata sejauh yang aku rasakan hanya hutan! Apa semua daratan ini hanya hutan?" keluh Baba Yaga sambil terus berlari melompat setiap pohon di sana.
"Heerrr..!"
Dari bawah seekor serigala hitam yang sangat besar berusaha menyambar Baba Yaga yang sedang berlari.
Kraakk..!
Mulut serigala hitam yang membuka lebar berhasil memotong cabang pohon yang baru saja Baba Yaga pijak.
Tap..!
Baba Yaga langsung berhenti berlari, karena dia saking fokuskan merasakan kehidupan di kejauhan, dia malah tidak fokus dalam serangan di sekitarnya.
"Sial, hampir saja aku di makan oleh serigala hitam itu!" ucap Baba Yaga setelah tahu siapa yang menyerang.
Sura bergemuruh jatuhnya cabang pohon yang cukup besar, membuat hewan yang ada di bawah sana berlarian ketakutan.
"Sepertinya, aku harus membantai pengganggu dulu!" gumam Baba Yaga.
\=
\=
...
__ADS_1