Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
057 = XU WUZAO MERASA SANGAT BODOH


__ADS_3

\=Chapter 057. XU WUZAO MERASA SANGAT BODOH\=


\=


\=


Di luar penginapan itu pertarungan semakin mengerikan, sampai-sampai merusak beberapa bangunan dan merusak cukup parah bagian penginapan.


"Cepat katakan, apa yang kau ketahui?" ucap salah seorang dari aliran hitam dari benua Daren Timur.


Mereka adalah kelompok besar aliran hitam, yang sudah di takuti di benua itu! Kelompok Sabit Tunggal adalah sebuah organisasi yang melakukan misi pembunuhan tersembunyi hanya untuk uang.


Mereka di takuti karena seperti iblis pencabut nyawa, bahkan markasnya tidak di ketahui! Jika ingin menggunakan jasa mereka harus menggunakan koneksi.


Pendekar dengan senjata sabit itu menodong leher lawan dengan sabit miliknya.


"Aku tidak tahu, informasi itu adalah milik pemimpin sekte dan para tetua! Aku tidak tahu!" jawab pendekar yang di todong dengan sabit yang mengkilap di timpa sinar matahari.


Dia adalah salah satu pengajar di sekte Macan Putih, sekte yang memiliki informasi tentang pendekar misterius yang di kabarkan memiliki pusaka dunia.


"Dasar manusia tidak berguna!" ucap salah satu dari kelompok Sabit Tunggal.


Orang ini adalah orang yang memimpin kelompok kecil itu, dia sudah susah payah menguntit hingga ke kota ini malah mendapatkan hasil nihil.


"Bunuh saja mereka semua!" bentak dia kembali.


Setelah ucapan itu terdengar oleh mereka, rekan-rekan yang sudah menodongkan sabit pada leher masing-masing dari pengajar sekte macan putih, langsung di gorok dengan kecepatan kilat.


Mereka semua yang mati tidak sempat untuk melawan dan menghindar, karena sudah tertawaan! Bahkan untuk mengucapkan kata pengampunan saja mereka tidak sempat.


Setelah orang-orang itu telah di bunuh, kelompok Sabit Tunggal langsung pergi dengan cepat, tanpa menghiraukan keramaian dan mayat yang mereka bunuh berserakan.


"Sial ternyata mereka adalah kelompok kejam, kenapa aku tidak ingat!" keluh salah satu dari orang yang ada di penginapan di lantai atas.


"Kan aku sudah bilang mereka adalah salah satu sekte dan kelompok dari benua Daren Timur!" jawab temanya.


Mereka mengetahui setelah salah satu dari mereka mengeluarkan senjata khas mereka yaitu sabit yang memiliki gagang yang pendek.


Setelah pembuahan itu, kota sangat ramai! Mereka mengetahui bahwa yang di bantai adalah sekte macam putih yang sudah di perbincangkan beberapa hari lalu.


Karena sekte macan putih adalah sekte besar, sehingga orang-orang yang mengincar hanya berani dengan cara mengintai dan tidak berani menyerang langsung ke sekte macan putih.


*

__ADS_1


*


*


Xu Wuzao akhirnya keluar setelah tiga hari mengurung di kediaman dirinya, dia mempergunakan untuk istirahat dan meditasi untuk memperkuat energi tenaga dalam miliknya.


Kini Xu Wuzao sedang duduk di gazebo samping kediaman miliknya, sambil menikmati teh dan suasana pagi yang cerah.


Di temani dengan semilir angin yang sejuk dan riak air kolam karena ikan yang menenangkan.


"Anak itu sudah pergi ternyata!" gumam Xu Wuzao sambil melihat ke arah depan dengan tatapan yang kosong.


Tatapan mata itu seperti sedang menembus ke segala tempat.


"Tuan kepala sekte!" ucap Rhuo Ning yang entah kapan sudah berdiri di depan gazebo itu.


Xu Wuzao langsung sadar dari lamunan dirinya!.


"Ahh, nak Rhuo Ning masuk lah! Sejak kapan kau berada di sana?" ucap Xu Wuzao pada Rhuo Ning.


"Maaf tuan kepala sekte, aku menggangu istirahat anda!" Rhuo Ning langsung membungkuk hormat.


"Tidak apa-apa, panggil saja aku kepala sekte seperti yang lainnya! Tidak perlu menggunakan tuan!" keluh Xu Wuzao.


"Baiklah tu, kepala sekte!" Rhuo Ning hendak mengucapkan nama tuan lagi tapi segera di tarik.


Meskipun sudah di suruh masuk, Rhuo Ning belum juga mau masuk, karena dia merasakan bahwa karisma dari Xu Wuzao sangat berbeda saat tidak sedang bersama Li Yian.


Dia seperti orang yang berbeda, bahkan dari segi aura miliknya merasakan orang cukup terintimidasi.


"Maaf kepala sekte, aku membawa surat dari kakak Li Yian untuk di sampaikan kepada anda!" setelah berucap dia bergerak maju dan menyodorkan surat itu pada Xu Wuzao.


Setelah surat di terima, dia langsung mundur kembali ke tempat semula.


"Dari nak Li Yian! Kapan dia memberikan surat ini?" tanya Xu Wuzao cukup penasaran.


"Kakak Li Yian memberikan itu beberapa hari yang lalu sebelum pergi!"


"Oh seperti itu, baiklah aku mengerti!" Xu Wuzao langsung mengangguk mengerti.


"Benar kepada sekte seperti itu, maaf aku permisi undur diri kepala sekte! Karena hari ini ada kelas pagi!"


Rhuo Ning langsung membungkuk memberi hormat, setelah di izinkan pergi barulah Rhuo Ning pergi dengan cepat untuk ikut belajar di kelas yang ada di sekte anggrek putih.

__ADS_1


Setelah Rhuo Ning pergi Xu Wuzao langsung melihat surat itu.


"Surat yah? Baru pertama kali dia melakukan ini aku cukup penasaran!" gumam Xu Wuzao.


Setelah itu dia dengan cepat membaca surat dari Li Yian yang ada di tangannya.


__________________


Pak tua, aku pergi tanpa pamit! Karena hanya memiliki sedikit waktu.


Dua bulan di muka aku akan kembali seperti harapan anda, lalu mengikuti kompetisi generasi muda antar sekte.


Datanglah ke kamar ku! Jangan kaget setelah melihatnya dan jangan tanyakan dari mana asalnya.


____________________


"Apa maksud isi dari surat ini? Bocah itu seperti sedang mempermainkan ku!" gumam Xu Wuzao.


Lalu membaca lagi dengan seksama, mencoba menerka apa maksud Li Yian.


"Aku merasa sangat bodoh oleh surat ini!"


Karena cukup penasaran dia langsung bangkit dan mendatangi kamar Li Yian, untuk melihat apa yang di maksud dari bait terakhir dalam surat itu.


Xu Wuzao tidak bisa menerka apa yang ada di kamar milik Li Yian itu, sehingga dia merasa sangat bodoh, padahal sudah hidup lebih dari 80 tahun.


Sebelum ke kamar Xu Wuzao mampir dulu ke balai pengurus sekte untuk mengambil kunci cadangan yang ada di sana.


Sambil berjalan di lorong yang menghubungkan antar bangunan, dia berjalan sambil terus berpikir apa yang ada di kamar milik Li Yian itu.


Banyak yang melihat dan memberikan hormat pada Xu Wuzao saat berpapasan tapi dia tidak merespon hanya fokus dalam pikiran dirinya saat ini.


"Apa yang terjadi dengan kepala sekte? Beliau begitu berbeda tidak seperti biasanya!" ucap salah satu dari mereka yang tadi baru saja berpapasan dengan Xu Wuzao.


"Entah lah, mungkin sedang memikirkan sesuatu yang penting!" jawab temanya asal kena saja.


Bukan hanya mereka saja yang membicarakan, para murid senior dan murid-muridnya yang lain juga membicarakan hal serupa.


Tapi mereka tidak ambil pusing lalu melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.


Kekurangan dana di sekte anggrek putih yang mengetahui hanya kepala sekte tetua agung dan tetua lainnya, para murid dan pengajar lainnya tidak ada yang mengetahui kondisi ini, kecuali Li Yian.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2