Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
091 = KEMENANGAN MUTLAK LI YIAN


__ADS_3

\=Chapter 091. KEMENANGAN MUTLAK LI YIAN\=


\=


\=


Li Yian menghampiri Lue Xuan, lalu langsung menodongkan pedang panjang miliknya ke leher Lue Xuan!.


"Apa kau menyerah atau masih ingin melanjutkan pertarungan ini?" ucap Li Yian kembali.


Semau penonton terdiam membeku, kecuali Baba Yaga! Dia langsung bersorak gembira.


"Yuhu, kau memang yang terbaik saudara Li Yian!" ucap Baba Yaga dengan sangat keras dari area penonton.


Karena saking sunyinnya keadaan di sana, ucapan Baba Yaga terdengar sangat lantang! Orang-orang langsung mengalihkan fokuskan ke arah Baba Yaga, lalu kembali melihat kekalahan dari Lue Xuan! Mereka menengok berulang kali.


Akhirnya para penonton itu langsung sadar, karena serangan Li Yian begitu kilat! Bahkan orang-orang tidak bisa melihatnya dengan jelas.


Bao Huo di bagian ujung penonton paling belakang langsung melebarkan matanya.


"Itu dia, ternyata dia benar-benar Li Yian yang waktu itu! Kena kau Li Yian!" gumam Bao Huo.


Dia langsung bangkit dari sana, lalu menengok ke kepada dua rekan lainnya.


"Kita kembali, karena sudah menemukan informasi yang di butuhkan!" ucap Bao Huo pada dua rekannya.


Mereka bertiga pergi dengan cepat, karena rencana selanjutnya akan di jalankan dengan sebaik-baiknya.


*


Di arena pertarungan.


Lue Xuan langsung mundur dengan menggeser tubuhnya pelan-pelan, sekarang dia mulai tahu bahwa Li Yian benar-benar hebat.


"Siapa kau sebenarnya Li Yian?" ucap Lue Xuan cukup bergetar.


"Aku Li Yian, anak murid sekte anggrek putih! Apa kau sedari awal tuli dan bodoh, sehingga belum tahu?" jawab Li Yian.


Dia sambil bertanya dengan sedikit mengejek!.


"Apa kau belum mau menyerah? Jika belum ambil lah pedang mu!" lanjut Li Yian.


Lalu dia menendang pedang milik Lue Xuan yang kini sudah ada di dekatnya ke hadapan Lue Xuan.


Namun Lue Xuan tidak berani mengambil pedang itu, akhirnya dengan perasaan yang berat dengan hati dirinya saat ini begitu tertekan dan hancur! Lue Xuan menyerah.


Li Yian mendengar Lue Xuan menyerah, langsung menyarungkan pedangnya kembali! Dia berbalik dari arena pertarungan dan berdiri di pertengahan arena itu sambil memandang ke arah Xu Wuzao.


Wasit pertarungan langsung mengumumkan pertarungan di menangkan Li Yian.


Akhirnya kemenangan mutlak Li Yian saat ini di kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming.


*


*


*


Di tempat Kaisar Ming dan keluarganya duduk, Kaisar Ming cukup terkejut dengan kejadian tadi! Dia tidak menyangka bahwa Li Yian sehebat itu.

__ADS_1


Kaisar Ming langsung melambaikan tangannya, memanggil penasehat Kekaisaran Ming. Dengan cepat penasehat Kekaisaran Ming langsung menghampiri.


"Ada yang bisa aku bantu yang mulia?" ucap penasehat Kekaisaran Ming, dengan memberikan hormat.


Kaisar Ming menyuruh penasehat Kekaisaran Ming lebih mendekat, setelah mendekat Kaisar Ming langsung berbisik.


"Telusuri Li Yian, aku cukup tertarik dengan dirinya!" bisik Kaisar Ming.


"Baik yang mulia!" jawab penasehat Kekaisaran Ming.


Dia langsung pergi dari hadapan Kaisar Ming dengan cepat, untuk mengerahkan pejabat Kekaisaran Ming yang lain yang sangat cocok untuk menggali informasi seseorang.


Kaisar Ming kembali melihat Li Yian, lalu tersenyum ringan.


*


Kembali ke arena pertarungan.


Li Yian berdiri dengan tenang di tengah arena pertarungan, di sampingnya Lue Xuan berdiri dengan cukup gemetar! Yang tadinya dia hendak melakukan penganiayaan malah dirinya yang di tekan mental dan fisiknya.


Keinginan dirinya langsung kandas, karena di tekan dengan kekuatan yang tidak bisa dirinya hadapi, bahkan jurus terkuat dirinya saat ini di patahkan dengan sangat mudah oleh Li Yian.


Pikiran Lue Xuan langsung teringat kata-kata dari, Cu Qing Fei tentang dirinya akan di kalahkan oleh orang yang paling dia remehkan.


Akhirnya Lue Xuan langsung sadar, bahwa kekalahan seperti ini cukup menyakitkan hati dan perasaan miliknya.


"Apa orang-orang yang aku kalahkan dan remehkan dahulu, merasakan sakit mental yang sama seperti ini?" ucap Lue Xuan di benaknya.


Dia tidak mendengarkan ucapan pembawa acara yang sedang mengumumkan pembagian hadiah, pembagian hadiah dari urutan peringkat ke 5 pertama kali maju, hingga sampai ke peringkat ke 1.


Di area penonton setelah pembagian hadiah cukup ramai kembali, mereka sudah melupakan tentang taruhan dirinya meskipun itu sangat berat bagi mereka.


*


Baba Yaga sampai di tempat di mana dia bertaruh, di sana hanya ada beberapa orang yang mengambil hadiah.


"Tuan mana hadiah milik ku, ini token nya!" ucap Baba Yaga setelah mengantri dari beberapa orang.


Dirinya saat ini yang paling terakhir mengambil hadiah itu.


Wajah laki-laki parahu baya pemilik perut buncit itu yang memakai pakaian mewah sanggat kesal terhadap Baba Yaga.


Dia enggan memberikan 1.000 koin emas yang dia kumpulan, ini adalah kekalahan besar yang dia alami selama dirinya menjadi pengelola tempat taruhan.


Setelah menatap dengan tatapan masam dan kesal, dia langsung tersenyum menyeringai! Lalu bertepuk tangan dua kali.


"Prok..Prok..!"


Baba Yaga hanya bingung dengan tingkah laku laki-laki paruh baya itu, dia meminta uangnya malah dia bertepuk tangan dua kali.


Namun setelah ada tiga orang datang dari luar dengan tatapan mata yang garang, wajah yang sangar! Aura membunuh yang cukup mengintimidasi bagi orang biasa, Baba Yaga baru sadar.


"Ohhh, jadi kau mau berbuat curang dengan ku?" ucap Baba Yaga dengan tenang.


"Ha-ha-ha-ha, siapa orang bodoh yang akan menyerahkan koin emas 1.000 keping? Hanya orang yang tidak punya otak!" jawab laki-laki itu dengan arogan sambil menunjuk ke kepala bagian otaknya sendiri.


"Kau mencari penyakit ternyata!" keluh Baba Yaga.


"Seret dia keluar!" bentak laki-laki paruh baya berperut buncit itu.

__ADS_1


Tiga orang yang baru saja datang langsung maju mengapung Baba Yaga, mereka mengambil golok besar yang sedari tadi menggantung di pinggangnya.


"Cuhh..! Bedebah kau." Baba Yaga meludahi muka si buncit.


Ludah hijau dan kental itu langsung melekat erat di muka dan pelupuk matanya, si buncit langsung naik darah.


"Bunuh dia, siapa yang bisa membunuhnya! Aku berikan tiga kali lipat bayaran dari perjanjian!" bentak laki-laki buncit itu.


Segera tiga orang dengan muka sangar langsung menggila, karena akan di bayar tiga kali lipat.


Golok orang yang di belakang Baba Yaga langsung menebas dengan cepat!.


Wosss..!


Suara angin bersiur, karena golok besar itu mencari sasarannya.


Karak..!


"Aaaaahhh..!" keluh kesakitan orang yang di belakang Baba Yaga.


Karena Baba Yaga langsung berbalik dengan cepat dan menendang sambungan siku dari tangannya hingga patah.


Golok yang lepas melayang langsung di tangkap olah Baba Yaga!.


Salaz..!


"Aaakkkhh..!" jerit penyerangan kedua.


Tring..!


Dengan gerakan cepat Baba Yaga langsung memotong tangan penyerang kedua, lalu tebasan orang ke tiga di tangkis dengan tepat sebelum mengenai punggung miliki Baba Yaga.


Baaammm..!


Lalu tendangan Baba Yaga mengantam dada orang bermuka sangar yang ke tiga dengan telak! Dia langsung terpental keluar ruangan itu dan terkapar tak sadarkan diri.


Sedangkan dua lainnya terkapar merintih kesakitan.


Baba Yaga langsung melangkah ke arah laki-laki paruh baya berperut buncit lalu mengacungkan goloknya de depan muka orang itu.


"Serahkan semua uang yang kau miliki?" bentak Baba Yaga.


Sebenarnya dia hanya ingin mengambil uang miliknya saja, namun untuk kompensasi dirinya dia akhirnya meminta semua uang yang di milikinya.


Si buncit langsung gemetaran sangat hebat.


"Ba-baik, ini semau uang ku!" dia berucap lalu mengeluarkan semau kantung uang yang di milikinya ke atas meja.


Baba Yaga memeriksa sebentar, matanya langsung bercahaya kuning emas! Lalu dia menyeringai.


"Kau selamat!" ucap Baba Yaga.


Duaarr..!!


Sebelum pergi Baba Yaga menendang kepala laki-laki buncit itu cukup keras, dia langsung terjatuh dengan hidung mengeluarkan darah.


Baba Yaga berjalan seperti tidak terjadi apa-apa!.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2