Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
043 = INTI KRISTAL SILUMAN BERRACUN


__ADS_3

\=Chapter 043. INTI KRISTAL SILUMAN BERRACUN\=


\=


\=


Ketiga orang itu mengumpulkan banyak sekali harta dari makam kuno, meraka tidak berpikir bagaimana cara mereka nantinya mengangkut keluar dari makam kuno.


Bahkan tidak berpikir untuk membagi dengan rata karena saking banyaknya harta di sana.


Li Yian tidak peduli itu semua, dirinya lebih memilih untuk keluar agar masalah pengejaran orang-orang hebat di dunia Daulu ini tidak tertuju padanya saja.


Jika saja dirinya kuat, dia pasti akan menguasai makam kuno itu sendirian sejak awal! Itu akan lebih baik dalam pemanfaatan harta itu, seperti dirinya tidak memberitahukan di balik hutan kabut ilusi ada herbal yang langka.


Li Yian keluar dari lantai empat setelah menginjak tangga terakhir, dirinya menghadap ke arah bangkai dari siluman kalajengking yang sudah terbunuh beberapa waktu lalu.


"Oh iya aku hampir lupa, siluman jika belum mencapai 10.000 tahun inti kekuatan miliknya belum menjadi cincin roh tapi kekuatan mereka masih terbentuk di Inti kristal!" ucap Li Yian penuh semangat.


Akhirnya dia mendatangi bangkai kalajengking dan langsung menarik pedang hitam miliknya! Dengan kekuatan yang tinggi Li Yian segera mengorek perut siluman kalajengking.


Li Yian mengambil inti kristal siluman kalajengking itu dengan tangan kirinya setelah inti kristal jatuh dari perut kalajengking itu.


"Ini inti kristal siluman beracun, pasti jika di serap akan sangat berbahaya, jika tubuh ku tidak bisa menahan kekuatan racunnya! Tapi jika berhasil akan sangat bermanfaat tubuhku akan kebal racun!" Li Yian langsung tersenyum setelah memikirkan untuk apa inti kristal yang ada di tangannya itu.


Dengan cepat inti kristal yang sebesar kepalan tangan orang dewasa itu di masukkan ke dalam balik pakaian miliknya lalu bergegas keluar dari makam kuno! Untuk kembali menuju ke kota terdekat di sana karena berniat membeli pakaian baru, karena pakaian dirinya sudah tinggal beberapa biji saja yang dirinya miliki saat ini.


*


*


*


3 hari telah berlalu setelah Li Yian keluar dari makam kuno itu.


Kini dirinya sedang menuju ke kota Kekaisaran Ming yang memang cukup dekat dengan makam kuno sebelumnya.


Li Yian melakukan perjalanan tidak terburu-buru hanya saat malam hari dirinya memilih berlari cepat karena panas matahari tidak menggangu pada saat itu.


Hari sudah pagi, Li Yian baru memasuki kota kecil yang ada di pinggiran kota Kekaisaran Ming, dia berada di rumah makan saat ini.

__ADS_1


"Cukup ramai juga rumah makan ini, padahal tidak begitu besar dan kota ini cukup kecil!" ucap Li Yian setelah di ambang pintu, melihat banyak pengunjung.


Karena pakaian dirinya yang mencolok berwarna hitam keseluruhan dengan wajah di tutupi cadar dan menggunakan topi bambu yang sangat lebar, orang-orang langsung memperhatikan langkah Li Yian.


Salah satu pelayan langsung menghampiri Li Yian dan menayangkan keperluannya.


"Aku pesan ruangan pribadi, apakah masih tersedia?"


Pelayan rumah makan yang menghampiri Li Yian langsung melongo melihat seorang diri memilih ruangan pribadi, ini cukup mengejutkan karena biasanya yang memesan ruangan pribadi untuk makan adalah para bangsawan yang kebetulan mampir.


Karena penampilan Li Yian terlihat misterius dan pedang panjang tergantung di pinggangnya, pelayan itu tidak berani ambil resiko makanya langsung mengangguk.


"Mari aku antar tuan!" Setelah berucap demikian, langsung mengantar Li Yian di lantai dua dan masuk ke kamar pribadi.


"Terimakasih, berikan makanan terbaik!" perintah Li Yian setelah mengambil tempat duduk.


Pelayan itu langsung kembali mengangguk dan bergegas pergi untuk membawakan pesanan Li Yian.


Kamar itu tidak begitu luas, hanya cukup menampung beberapa orang karena hanya menyediakan meja sedang dengan empat kursi mengelilingi di sana.


Li Yian melepaskan topi bambu yang di kenakan di kepalanya, tapi belum melepaskan cadar di wajahnya, Li Yian duduk tenang di kursinya dan sedikit memejamkan mata untuk melepas lelah.


Dirinya mendengar berita itu dari ucapan pengunjung di rumah makan itu yang saling berbincang di sela makan.


Akhirnya pintu ruangan pribadi di buka dan beberapa pelayan membawakan makanan terbaik dari rumah makan itu, beserta arak yang terbaik juga.


Li Yian langsung menegakkan punggungnya yang tadi sedikit bersandar pada kursi yang di duduki, setelah melihat makanan cukup banyak dan terlihat enak! Lidah dan perut Li Yian langsung bersemangat.


"Silahkan tuan di nikmati! Kami undur diri." ucap beberapa pelayan rumah makan itu lalu pergi dengan teratur.


Li Yian membuka cadarnya, karena dia hendak makan makanan yang enak, sejak tiga hari dirinya hanya meminum air saja dalam perjalanan itu.


Seperti biasa Li Yian memakan makanan itu dengan cepat karena itu gaya dirinya memakan sesuatu, bahkan makanan itu hampir masuk semua dalam perut kecil Li Yian! Saat hendak minum dirinya ragu untuk menjangkau arak yang di sediakan.


Karena ragu, akhirnya Li Yian meminum air putih yang sudah di sediakan sebelumnya di meja makan itu.


"Haah, makan saat lapar adalah hal yang paling enak!" ucap Li Yian setelah menenggak habis satu kendi kecil berisi air putih.


Acara makan selesai Li Yian bersantai sejenak, untuk menikmatinya ia sambil mendengarkan berita yang di obrolkan terkait kota Kekaisaran Ming yang akan di kunjungi setelah dari kota ini.

__ADS_1


Cukup mudah Li Yian mendengarkan ucapan dari lantai satu maupun ruangan yang di sebelah dirinya yang memang di peruntukan untuk umum dan memiliki banyak meja, tapi ruang lantai dua lebih menjaga privasi mereka masing-masing.


Di luar, Li Yian mendengar bahwa ada sekitar 15 pasukan Kekaisaran Ming yang selamat dari insiden kekacauan di makam kuno! Kaisar Ming mendengar itu mengutus dua pendekar raja untuk melihat situasi berlanjut di makam kuno.


Berita ini cukup gempar di Kekaisaran Ming, karena tidak menyangka pasukan Kekaisaran Ming yang di pandang kuat malah kalah dalam pertempuran perebutan makam kuno tersebut.


"Berarti berita di Kekaisaran Ming dan beberapa kota belum mendengar bahwa makam kuno sudah di tembus dan di jarah hasilnya? Mungkin akan gempar sekitar satu minggu lagi setelah orang-orang itu kembali membawa harta sisa!" Li Yian tanpa sadar langsung tertawa di dalam benaknya.


Karena dirinya memberikan harta sisa tapi mereka sangat senang, jika saja mereka tahu apa yang di lakukan dirinya pasti akan mengamuk hebat.


Karena menurut Li Yian sudah cukup, akhirnya dia mengenakan cadar dan topi bambu lebar lagi untuk segera keluar dan melanjutkan perjalanan menuju ke kota Kekaisaran Ming.


Sebelum keluar Li Yian memanggil pelayan rumah makan itu, setelah pelayan rumah makan masuk langsung sedikit membungkuk.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" ucapan dengan sang sopan.


"Berapa biaya semuanya?" tanya Li Yian dengan cepat.


"Semuanya, dua keping koin emas tuan?" ucap pelayan itu dengan sedikit takut.


Biasanya seorang pendekar berpakaian serba hitam dan sangat misterius setelah makan dirinya langsung pergi tanpa membayar sedangkan Li Yian bertanya berapa biaya yang harus di bayar.


Li Yian mengambil dua keping koin emas dan dua keping koin perak!.


"Lebihnya kau ambil sebagai ucapan terimakasih!" ucap Li Yian langsung pergi begitu saja.


Pelayan rumah makan itu mematung di tempatnya karena saking tidak percaya, karena ini kejadian yang langka pendekar aliran hitam makan dengan membayar dan memberikan uang lebih tanda terimakasih.


Itu sangat luar biasa bagi pelayan rumah makan.


\=


\=


Bantu LIKE' 👍 Kaka.


Terimakasih.


..

__ADS_1


__ADS_2