Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
320 = UNDANGAN UNTUK XU WUZAO DARI KAISAR MING


__ADS_3

\=Chapter 320. UNDANGAN UNTUK XU WUZAO DARI KAISAR MING\=


\=


\=


Li Yian mendesah pelan, dia terus mengutuk Baba Yaga! Karena saat melihat pikiran Baba Yaga yang di pikirkan Baba Yaga tentang bagaimana menikmati wanita. Sehingga Li Yian sangat kesal dengan Baba Yaga, meskipun nyawa di ambang batasnya namun Baba Yaga masih memikirkan tentang wanita.


Akhirnya Li Yian memilih keluar dan menempati ruang pribadi milik tetua ke tiga sebelumnya, yang pernah Li Yian gunakan untuk bermeditasi.


Li Yian bermeditasi hanya untuk menyembuhkan luka dalam yang di akibatkan oleh pertarungan dengan Baba Yaga beberapa waktu lalu.


Keributan yang di sebabkan oleh Baba Yaga dan Li Yian di sekte Wuhan tidak di sebar luaskan, bahkan terhadap para murid dari sekte Wuhan sekalipun tidak di bolehkah mereka untuk mengetahui.


Bai Li bertujuan agar tidak ada berita simpang siur kedepannya, karena jika berita menyebar antar mulut maka orang-orang luar mengiranya bahwa sekte Wuhan di serang oleh pihak luar.


Cukup kejadian ini di ketahui oleh para murid dan tetua yang melihat kejadian langsung saja, karena banyak murid elit dan murid dalam sedang keluar dari sekte Wuhan untuk ke kota utama kota Wuhan! Jadi murid yang ada di dalam sekte cukup sedikit.


Murid-murid sekte di tugaskan keluar untuk menjaga ketertiban kota Wuhan, karena beberapa hari kedelapan akan di adakan pelelangan ke 3 dari rumah pelelangan anggrek putih.


Sehingga hari ini kota Wuhan sudah cukup ramai, oleh pengunjung dari berbagai sekte dan berbagai daerah.


Seperti biasa kota Wuhan sampai kekurangan penginapan, meskipun kejadian ini sudah di antisipasi namun pengunjung menjadi lebih banyak lagi dari pelelangan-pelelangan sebelumnya.


Di gerbang utama kota Wuhan.


Dua iring-iringan kereta kuda Kekaisaran Ming, yang di jaga ketat oleh beberapa prajurit Kekaisaran yang menaiki kuda masing-masing di belakang dan depan kereta kuda.


Mereka baru saja datang dari kota Kekaisaran Ming, karena akan mengantarkan surat undangan dan juga sekaligus untuk menghadiri pelelangan umum anggrek putih, yang beritanya sudah tersebar ke berbagai wilayah.


Dua dari petugas gerbang utama kota Wuhan menghentikan iring-iringan itu, mereka tetap memeriksa meskipun mereka menggunakan lambang dari Kekaisaran Ming! Karena setiap orang yang masuk ke kota Wuhan akan di kenakan pajak masuk, untuk orang-orang pedagang maupun saudagar dan pendekar. Sedangkan untuk petugas Kekaisaran Ming cukup di tahan salah satu tanda pengenal mereka.


"Berhenti tuan, tunjukkan tanda pengenal anda!" ucap penjaga gerbang cukup sopan.


Tatapan mata seseorang yang menaiki kuda paling depan sangat tajam, karena dia tidak ingin di tegur seperti itu! Namun karena itu adalah peraturan, dia tetap memperlihatkan.


"Kami akan tunjukkan, meskipun kami rombongan pejabat tinggi Kekaisaran Ming!" ucap orang itu dengan tegas.


Dia adalah kepala keamanan dari rombongan itu, sehingga dia yang bertanggung jawab atas keselamatan yang mereka kawal.

__ADS_1


"Maaf tuan, tapi ini peraturan!" ucap salah satu penjaga gerbang.


"Baiklah aku mengerti!" jawab ketua kemana rombongan itu.


Dia menyerahkan identitas miliknya kepada salah satu penjaga, lalu penjaga gerbang yang lain memeriksa identitas dari rombongan lainnya juga.


Setelah selesai, rombongan kereta kuda langsung melesat dengan cepat menuju kota utama Wuhan, karena mereka membawa undangan untuk Xu Wuzao dari Kaisar Ming.


Kota Wuhan cukup ramai, namun tidak ada yang mengetahui ada seseorang yang terbang dan turun begitu cepat di halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih.


Orang itu adalah Xu Wuzao, dia terbang dari wilayah timur Kekaisaran Ming menuju ke wilayah selatan Kekaisaran Ming hanya dalam hitungan beberapa jam.


"Huuufff.. Huuufff..! Terbang menggunakan kekuatan penuh sangat melelahkan!" ucap Xu Wuzao setelah menjejakkan kakinya di tanah tepat di halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih.


Namun kedatangan Xu Wuzao tidak di ketahui oleh orang-orang yang ada di kota Wuhan tersebut.


Xu Wuzao masih terengah-engah di taman belakang rumah pelelangan anggrek putih, dia belum ingin bergerak karena masih sangat lelah.


Jika saja Xu Wuzao terbang lebih jauh lagi, maka dia jatuh di jalan dan tidak akan sampai ke tempat tujuan.


"Aku harus banyak berlatih dan meningkatkan kekuatan ku ke tingkat yang lebih tinggi lagi! Sehingga kejadian seperti ini tidak akan terulang di kemudian hari." ucap Xu Wuzao dengan lirih, meyakinkan dirinya sendiri.


Dia akhirnya masuk ke dalam rumah pelelangan anggrek putih.


Saat sudah di dalam, ada wanita penerima tamu sedang mondar-mandir karena gelisah! Dia sangat gelisah karena di dalam ruang tamu ada perwakilan dari Kekaisaran Ming ingin bertemu langsung dengan Xu Wuzao.


Sedangkan Xu Wuzao belum di kabarkan kembali ke rumah pelelangan anggrek putih, namun wanita itu sangat gembira dan menghambur lari ke arah Xu Wuzao yang kebetulan lewat tidak jauh darinya.


"Tuan Xu Wuzao tunggu, ada sesuatu penting yang ingin aku sampaikan!" ucap pelayan penerimaan tamu itu.


Xu Wuzao menengok ke arah suara yang memanggilnya, dia cukup heran karena ada pelayan penerimaan tamu yang memanggil dirinya.


"Sesuatu apa itu?" ucap Xu Wuzao dengan mengerutkan keningnya.


"Di ruang tunggu tamu, ada tamu dari Kekaisaran Ming yang ingin menemui tuan Xu!" ucap wanita pelayan penerima tamu dengan wajah tertunduk.


"Baiklah, aku akan segera ke sana!" ucap Xu Wuzao, lalu dengan cepat berlalu.


Sebenarnya dia ingin menemui Li Yian dengan cepat, namun Xu Wuzao tunda akibat ada tamu yang ingin menemui dirinya.

__ADS_1


Dia ingin menceritakan kejadian aneh pada saat masih di sekte anggrek putih, karena menurut Xu Wuzao Li Yian adalah orang yang paling tepat untuk di berikan informasi ini.


Xu Wuzao sampai di ruang tunggu tamu, setelah membuka pintu ruang tunggu tamu Xu Wuzao melihat ada dua orang yang sedang duduk dengan tenang! Padahal sebenarnya mereka cukup kesal dengan Xu Wuzao yang sangat lama untuk menemui mereka.


Jika saja tidak mengingat peringatan dari Kaisar Ming mereka berdua sudah mengamuk di rumah pelelangan anggrek putih itu, meskipun hanya dengan sebuah cacian kepada Xu Wuzao dan yang lainya.


"Maaf aku terlambat menemui tuan-tuan sekalian! Ada keperluan penting apa sehingga orang-orang penting dari Kekaisaran Ming ingin menemui ku?" ucap Xu Wuzao setelah dudu di sebrang mereka berdua.


"Tidak mengapa tuan Xu Wuzao!" jawab salah satu dari mereka ringan.


Padahal di benaknya ingin sekali mengutuk Xu Wuzao, namun karena sudah sering berakting wajah mereka terlihat ramah.


"Kami datang ke sini karena akan memberikan surat undangan terhadap tuan Xu Wuzao untuk datang ke Kekaisar Ming!" ucap salah satu pejabat tinggi Kekaisaran Ming.


"Ya, karena Kaisar Ming ada keperluan dengan tuan!" jawab yang lainya.


Xu Wuzao tidak tahu maksudnya, sehingga dia hanya diam saja sambil sedikit merenung! Di saat Xu Wuzao diam saja, orang-orang dari Kekaisaran Ming menyerahkan sepucuk surat yang di gulung dalam tabung.


Xu Wuzao menerima lalu membuat dan membaca dengan cepat, setelah selesai membaca Xu Wuzao melirik pada mereka berdua.


"Apa tuan-tuan tahu isi surat ini?" ucap Xu Wuzao.


"Tidak tuan Xu! Itu adalah surat perintah dari Kaisar Ming." jawab mereka.


Sebenarnya mereka juga ingin tahu apa yang tertera dalam surat itu, namun untuk menanyakan kepada Xu Wuzao apa isinya mereka tidak seberani itu.


"Baiklah, sebaiknya tuan-tuan tidak perlu tahu!" jawab Xu Wuzao, lalu menyimpan surat itu di balik jubahnya.


Akhirnya mereka berdua mengobrol dengan formal tentang perkembangan dari kota Wuhan dan pelelangan anggrek putih, namun Xu Wuzao mengakhiri dengan cepat dan izin untuk pergi lagi karena ada urusan yang cukup penting yang tidak boleh di tinggal.


"Bedebah, kita berdua seperti di anggap orang kecil!" gerutu salah satu dari mereka.


"Sangat congkak, jika saja Kaisar Ming tidak memberikan peringatan kepada kita untuk selalu berhati-hati jika berusaha dengan Xu Wuzao, sudah ku pastikan! Pelelangan ini ku ratakan dengan tanah." ucap yang satunya.


Dengan perasaan dongkol, mereka berdua akhirnya keluar dari ruang tamu dan segera menuju keluar dari rumah pelelangan anggrek putih untuk kembali ke penginapan.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2