
\=Chapter 065. AMUKAN RAJA SERIGALA TANDUK PERAK\=
\=
\=
Setelah serangan besar Li Yian barusan dengan jurus ke empat dari teknik pedang 100 bayangan, kini banyak sekali serigala tanduk perak yang mati.
Jurus itu sangat efektif untuk menyerang sesuatu yang berkelompok seperti serigala tanduk perak sekarang, karena jarak mereka sangat dekat sehingga jurus itu begitu terlihat mematikan.
Li Yian tidak berhenti di situ saja, meskipun lolongan serigala tanduk perak semakin banyak, karena yang terluka akibat serangan Li Yian barusan juga cukup banyak juga sehingga mereka terus melolong sepanjang waktu! Namun dia tetap maju dan menebas apa saja yang ada di jangkauan pedang dirinya.
Slaazz..
Slaazz..
Sekali ayunan pedang Li Yian pasti ada saja serigala tanduk perak tertebas dan mati seketika.
Saat Li Yian menghadapi kawanan serigala tanduk perak ini beberapa bulan lalu, dirinya begitu terpojokkan oleh mereka dan hampir mati, namun kali ini dia begitu mendominasi serangan.
Bahkan bisa di bilang ini sebuah pembantaian, kelompok serigala tanduk perak! Sehingga membuat raja serigala tanduk perak yang ada di belakang begitu geram.
"Auuuuu..!!"
Li Yian langsung menengok ke arah raja serigala tanduk perak setelah mendengar auman yang sangat tinggi dan memekakkan telinga.
"Hemmm..! Akhirnya kau memilih untuk bergerak yah?" gumam Li Yian setelah memandangi raja serigala tanduk perak.
Dengan kecepatan kilat, raja serigala tanduk perak langsung bergerak ke arah Li Yian! Dia menyerang dengan tanduk perak miliknya yang sangat panjang dan kuat.
Woosss..!
Trrring..!
Li Yian dengan sigap langsung menahan tanduk itu dengan pedang panjang hitam miliknya, tangan Li Yian langsung bergetar hebat.
"Cukup kuat juga ternyata kau?" ucap Li Yian setelah menahan tanduk perak milik raja serigala.
"Apa sekeras ini kah tanduk perak miliknya!" Li Yian berbicara dalam hati.
Setelah itu pikiran jahat terlintas pada benaknya, di bola mata Li Yian langsung berkilauan seperti melihat harta karun legendaris.
Di sebelah lain, Baba Yaga menyerang ke sana kemari dengan terjangan menggunakan tongkat garuk miliknya! Dia bertarung seperti hewan buas, padahal menggunakan tubuh manusianya.
__ADS_1
"Ha-ha-ha-ha,,!! Kau belum sepintar diriku bocah!" ucap Baba Yaga setelah banyak membunuh serigala tanduk perak.
Setelah raja serigala tanduk perak menyerang Li Yian dan mulai mengamuk hebat, Baba Yaga merasakan ke khawatiran pada Li Yian.
"Apa saudara Li Yian bisa mengatasi raja serigala tanduk perak dengan mudah?"
"Sudahlah itu urusan dia!" Li Yian terus sama menggerutu sambil menyerang dengan ganas.
Lalu Baba Yaga memilih fokus pada serigala tanduk perak yang di lawan dirinya.
Li Yian terus beradu pedang dengan tanduk perak milik raja serigala tanduk perak, Li Yian menggunakan tebasan biasa agar tidak membuat tanduk itu patah menjadi dia bagian.
Kini amukan raja serigala tanduk perak semakin parah, Li Yian mulai kerepotan dengan adanya serangan raja serigala tanduk perak dan serigala tanduk perak lainnya yang masih hidup.
Namun amukan itu hanya membuat Li Yian tertekan sedikit saja, dia tidak merasakan ancaman sewaktu dua bulan yang lalu.
"Ternyata kau cukup kuat, tidak bisa di kalahkan dengan tebasan biasa, baiklah akan ku gunakan kemampuan puncak milik ku!" gumam Li Yian.
Setelah itu dirinya tersenyum sambil melompat mundur, langsung mengambil kuda-kuda yang kokoh karena dia hendak menyerang dengan kekuatan penuh miliknya saat ini.
Tekanan dari intimidasi Li Yian semakin berat di rasakan olah serigala tanduk perak di sekitarnya, mereka yang hendak menyerang Li Yian kini di tahan karena merasa intimidasi yang begitu tinggi.
"Jurus pertama, tebasan bayangan kegelapan!" Li Yian mengalirkan hampir semua tenaga dalam yang di miliki dirinya ke pada jurus dan pedang yang ada di tangannya.
Slaazz..
"Hauukkk..!"
Auman raja serigala tanduk perak langsung tercetak, karena leher miliknya hampir putus! Kini yang muncrat adalah darah yang segar dari tenggorokan milik serigala tanduk perak.
Meskipun kepalanya hampir jatuh karena leher raja serigala tanduk perak itu hampir putus, namun serangan dari raja serigala semakin menggila.
"Huuff..!"
"Huuff...!"
Li Yian menghindar sambil mengambil nafas karena dirinya merasakan nafasnya mulai berat, karena dirinya mulai kelelahan.
Serang demi serangan terus di lancarkan oleh serigala tanduk perak, meskipun sudah sangat lambat namun cukup mudah bagi Li Yian sedikit menekan serangan musuh.
"Jurus pertama, tebasan bayangan kegelapan!" bentak Li Yian kembali.
Dirinya menyerang kembali raja serigala tanduk perak dengan kekuatan yang masih tersisa di tubuhnya.
__ADS_1
Slaazz..!
Serangan Li Yian mengenai luka yang awal, sehingga kepala dan badan dari serigala tanduk perak langsung terpisah.
Tubuh serigala tanduk perak menggelepar sebentar di tanah lalu langsung mati seketika, Li Yian langsung mendekati tubuh raja serigala tanduk perak untuk menguji kebenaran kematian itu.
Li Yian langsung tersenyum setelah merasakan bahwa raja serigala tanduk perak benar-benar sudah mati.
"Sial, meskipun aku sudah mencapai tingkat ini! Tapi melawan begitu banyak serigala tanduk perak yang menyerang secara keroyokan aku masih sangat lemah!" ucap Li Yian masih memandangi mayat raja serigala tanduk perak.
Setelah berkata demikian Li Yian langsung bergegas kembali, melihat gerakan dirinya tidak secepat tadi Li Yian terus maju untuk menyerang serigala tanduk perak yang lain yang masih tersisa.
"Ciaaat..!"
Li Yian melompat satu tempat ke tempat lain, setiap Li Yian mendarat di sana pasti para serigala tanduk perak mati di bantai.
"Ha,ah..! Ha, ah..!"
Li Yian sudah tersengal-sengal dalam bernafas, namun dia tetap menyerang dengan kekuatan dirinya secara penuh.
"Teman bantu aku!" teriak Li Yian pada Baba Yaga.
Baba Yaga yang mendengar itu langsung refleks menengok pada sumber suara, lalu dengan gerakan cepat dia berlari ke arah Li Yian.
"Tidak masalah, setelah kematian raja serigala tanduk perak, mereka mulai merasakan ketakutan!" ucap Baba Yaga setelah sampai di hadapan Li Yian.
Memang banyak serigala tanduk perak yang sudah kabur setelah melihat raja mereka di bantai oleh mereka berdua saja.
"Ya bantu habisi yang bertahan di sini!" jawab Li Yian dengan masih menyerang menggunakan sisa-sisa tenaga miliknya saat ini.
Hanya membutuhkan waktu sebentar saja, serigala tanduk perak yang terus menyerang Li Yian dan yang lainya akhirnya di bantai habis.
Hanya sedikit sekali serigala tanduk perak yang kabur untuk kembali ke tanah asal mereka.
Li Yian langsung ambruk berlutut, dia memegangi lututnya yang sedikit gemetar dan tangan dirinya yang mulai panas.
"Sial, gara-gara aku menggunakan kekuatan penuh! Ternyata teknik itu menggunakan Energi tenaga dalam yang sangat banyak! Sehingga aku seperti ini." keluh Li Yian.
Dia langsung menyarungkan pedangnya kembali dengan tenang, meskipun tangan miliknya sedikit gemetar.
\=
\=
__ADS_1
...