
\=Chapter 333. PENYUSUP TIDAK BERKUTIK\=
\=
\=
Panggung besar terpampang di aula rumah pelelangan anggrek putih, meskipun mereka yang datang pernah beberapa kali melihat panggung itu namun tetap saja penasaran.
Mereka bukan penasaran dengan panggung besarnya, namun barang yang akan mereka lihat di atas panggung! Barang yang akan di lelang kali ini sangat di rahasiakan oleh rumah pelelangan anggrek putih.
Sehingga antusias mereka sangat tinggi, meskipun tidak ada kabar yang bocor kepada pelanggan, namun mereka yakin bahwa barang yang di lelang oleh pelelangan anggrek putih bukanlah barang biasa.
Dua orang dengan pakaian tertutup sedang duduk di tengah-tengah banyaknya orang, mereka berdua duduk di bagian tengah karena masuk sedikit terlambat, sehingga hanya ada beberapa tempat yang kosong saja.
"Bagaimana ini, penjagaan di sini sangat ketat di setiap sudut ruangan pelelangan ini mereka semua bersiap siaga!" ucap salah satu dari mereka.
"Sial, aku kira di daratan ini berisikan orang-orang lemah! Tapi lihat lah, mereka yang datang memiliki aura yang mengerikan." jawab temanya.
Meskipun mereka hanya berada di pendekar raja tahap menengah, namun di kepung begitu banyaknya pendekar di sana lalu di tambah penjaga rumah pelelangan yang di jaga begitu ketat. Mereka merasa tidak bisa berkutik! Semua gerakan dan tindakan bahkan untuk menunggu kelompoknya sangat mustahil mereka memberikan arahan.
"Sebaiknya kita jangan membuat kesalahan! Untung waktu yang lalu kita bisa lolos, sekarang tinggal tunggu ketua kita datang. Selebihnya kita harus diam saja." ucap salah satu dari mereka.
Mereka adalah dua orang yang berpencar dengan kelompok Sabit Kematian, karena di berikan tugas untuk menyusun ke kota Wuhan dan pelelangan anggrek putih.
Mereka berdua di berikan tugas untuk memata-matai, sehingga setelah kelompok mereka datang ke kota Wuhan dan rumah pelelangan anggrek putih mereka berdua bisa memandunya.
Xu Wuzao yang duduk di kursi ruangan belakang panggung pelelangan entah mengapa tidak bisa tenang.
Di sana hanya ada dua orang saja, yaitu Xu Wuzao dan Hau Lin. Xu Wuzao duduk dengan gelisah sambil terus beberapa kali mengusap dagunya yang di tumbuhi rambut yang sudah memutih.
"Tuan Xu, apakah anda baik-baik saja?" ucap Hau Lin cukup khawatir.
"Ya, aku baik-baik saja taun Hau! Hanya saja sedikit memikirkan Li Yian." jawab Xu Wuzao tidak membohongi Hau Lin.
Dia sedang gelisah memikirkan Li Yian yang sampai sekarang belum ada kabarnya, jika saja Xu Wuzao mencoba mencarinya lagi menggunakan persepsinya maka dia akan menemukan di amna Li Yian berada untuk sekarang.
"Tuan Xu tidak perlu khawatir, saya pikir tuan muda Li Yian adalah pemuda yang hebat dengan segudang pengalaman dan keterampilan, pasti tuan muda Li dalam keadaan baik!" ucap Hau Lin mencoba menenangkan Xu Wuzao dengan meyakinkan bahwa Li Yian baik-baik saja.
Namun yang di khawatir Xu Wuzao bukan tentang Li Yian yang akan celaka, dia yakin Li Yian akan selalu baik karena kekuatan yang Xu Wuzao miliki, jauh di bawah milik Li Yian.
__ADS_1
Sehingga dia yakin bahwa Li Yian akan selalu baik-baik saja, namun yang di khawatirkan adalah sekte anggrek putih. Karena saat dia di sana Xu Wuzao merasakan perubahan Energi Qi di alam yang terasa begitu mencekam sehingga dia wajar cukup khawatir.
"Ahh, jika itu aku sangat tahu tuan Hau Lin! Karena aku yang paling mengenal Li Yian, sehingga pasti dia baik-baik saja. namun!" ucapan Xu Wuzao terhenti.
Dia tidak ingin bercerita terhadap Hau Lin karena dia tidak ingin membuat Hau Lin juga ikut khawatir.
"Hanya apa taun Xu?" tanya Hau Lin cukup penasaran.
"Ahh, sudahlah lebih baik kita fokus melihat jalannya pelelangan." jawab Xu Wuzao ingin mengalihkan perhatian.
Mereka akhirnya berhenti berbicara, karena pelelangan akan segera di buka dalam sesi pertama! Yang di lelang kali ini adalah barang yang cukup umum namun kualitas terbaik.
*
*
*
Beberapa jam sebelum pelelangan di mulai.
Di pagi hari, Li Yian terbangun dari tidurnya! Dia keluar dari ruangan pribadi. Sekte Wuhan cukup sepi kali ini hanya ada beberapa murid yang memiliki pelatihan rendah.
Sehingga Bai Li menurunkan pasukan besar-besaran untuk mengamankan jalannya pelelangan umum dan lebih lagi mengamankan kota Wuhan itu sendiri.
Li Yian keluar, merasakan badannya cukup segar setiap dia meregangkan tubuhnya. Lalu Li Yian memandang ke arah timur di mana matahari terbit.
Karena di sisi lain banyak perbukitan tinggi sehingga sinar matahari tidak langsung mengenai bangun yang Li Yian tempati sekarang, pandangan Li Yian seperti menembus ke arah timur maupun Utara.
Entah mengapa merasakan adanya aura membunuh yang tipis, namun Li Yian dapat merasakan itu datang dari arah utara dan timur. Karena cukup penasaran Li Yian akhirnya bergerak ke arah sana.
"Ada apa ini, tidak biasanya kota Wuhan ada aura membunuh yang cukup besar." gumam Li Yian.
Li Yian keluar dari sekte Wuhan, dia berlari kencang di setiap atap bangunan lalu berpindah ke atap bangunan lagi, dia tidak ingin terbang karena ingin mengerakkan semua tubuhnya.
Setelah sampai di kaki bukit Li Yian bergerak dengan sangat cepat melawati bukit maupun lembah yang ada, hingga akhirnya dia sampai di perbatasan kota Wuhan.
Li Yian berdiri di tembok perbatasan kota Wuhan yang mengelilingi kota itu! Sedangkan di bagian barat dan selatan di kelilingi oleh perbukitan yang tinggi, sehingga hanya bagian timur dan utara saja yang memiliki tembok yang menjulang tinggi.
"Tidak salah lagi, arah itu dari Utara!" Li Yian mematikan.
__ADS_1
Karena saat tadi masih di sekte Wuhan, Li Yian masih merasakan dari dua arah sekarang setelah keluar cukup jauh Li Yian bisa memastikan bahwa arahnya dari Utara.
Sedangkan dari arah Utara.
Di kejauhan dari kota Wuhan, terlihat sangat banyak orang yang bergerak. Namun pergerakan itu tidaklah lamban melainkan sangat cepat.
Di sana terdapat hampir 300 orang bergerak dengan kecepatan tinggi, mereka berlari seperti di kejar setan.
"Apa kau benar ini jalan yang paling cepat sampai ko kota Wuhan?" ucap seseorang yang tinggi besar dan terlihat paling garang.
Meskipun wajahnya terlihat sedikit tua, namun badannya yang tegap dan berotot tidak memperlihatkan bahwa dia sudah memiliki umur lanjut.
Dia bergerak di posisi paling depan, karena ingin segera sampai! Bahak dia beberapa kali membentak pada anak buahnya yang di bilang sangat lambat.
"Benar ketua..!" ucap orang yang di tanya.
"Lebih cepat, kalian bergerak! Atau aku patahkan kaki kalian satu persatu." bentak orang yang di panggil ketua.
Dia sangat marah kelompok yang di kirim olehnya, yang di pikirkan akan membawa keberhasilan namun pulang dengan hanya tinggal beberapa saja, itu juga dalam kondisi mengenaskan seperti terkena gangguan mental.
Mereka adalah kelompok Sabit Kematian yang ada di kapal di pelabuhan utara Kekaisaran Ming, setelah mendapatkan kabar malam yang lalu dia langsung bergegas untuk menuju ke kota Wuhan.
Karena pergerakan yang sangat cepat, yang harusnya di tempuh menggunakan kereta kuda hampir dua hari, itu di tempuh hanya semalaman.
Karena pergerakan mereka di malam hari, sehingga kedatangan mereka tidak ada yang mengetahui. Di tambah kelompok mereka sekarang yang di bawa memiliki tingkat pelatihan yang sangat tinggi.
Rata-rata dari mereka berada di tingkat pendekar raja puncak, sehingga untuk bergerak dengan kecepatan tinggi tidaklah masalah.
Namun tetap saja, mereka masih sangat kelelahan jika melakukan perjalanan yang begitu jauh seperti itu.
Bahkan banyak dari mereka yang sepertinya sudah di ambang batas, mereka hampir tumbang! Namun karena takut akan ancaman dari ketua kelompok mereka, orang-orang itu sangat takut.
Apa lagi ketua mereka terkenal begitu kejam, hingga mereka haru menguatkan diri agar tetap berlari mengikuti ketua kelompok mereka.
\=
\=
...
__ADS_1