Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
101 = MENCARI INFORMASI KELOMPOK SABIT TUNGGAL


__ADS_3

\=Chapter 101. MENCARI INFORMASI KELOMPOK SABIT TUNGGAL\=


\=


\=


Karena Li Yian menunggu Baba Yaga makan yang tidak selesai-selesai, akhirnya dia berpamitan untuk keluar sebentar.


"Teman, kau makan terlalu lama! Apa masih akan memesan lagi?" ucap Li Yian.


"Apa boleh, jika boleh aku pesan lagi?" mata Baba Yaga langsung bersinar terang.


Li Yian hanya bisa menepuk jidatnya sendiri! "Bodohnya aku, kenapa bertanya demikian!" keluh Li Yian di hatinya.


"Ya sudah pesan saja terserah kau, aku pergi keluar dulu! Ingin mencari angin segera!" akhirnya Li Yian pergi dengan menyambar satu botol arak yang di sediakan di meja.


"Baiklah, terimakasih saudara Li Yian!" jawab Baba Yaga.


Dia langsung memanggil pelayan rumah makan lalu memesan ulang makanan dengan porsi yang sama dengan menu pertama tadi.


Pelayan rumah makan hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan Baba Yaga, karena itu adalah pekerjaan dirinya.


Namun dia sampai menahan nafas, karena piring kotor di sana sudah cukup menumpuk! Akhirnya dia memanggil rekannya untuk segera membereskan meja yang di tempati Baba Yaga.


"Dia sesungguhnya monster apa siluman sih, makan sampai begitu banyak!" bisik orang yang sedari tadi melihat ke arah Baba Yaga.


Baba Yaga langsung menengok ke arah orang yang berbisik itu, di meja sebelah kana ada tiga orang! Sedang membicarakan Baba Yaga yang makan sangat banyak.


"Heeehh..! Lalu apa urusan mu, jika aku monster?" geram Baba Yaga terhadap orang itu.


Ketiga orang itu langsung diam membeku, karena perasaan dingin dan terancam langsung menyeruak ke dalam hati dan pikiran mereka masing-masing.


Baba Yaga akan berbicara kembali, namum makanan yang di bawa pelayan sudah tiba! Dengan cepat dia langsung melahap makanan yang baru saja datang dan tidak memikirkan ocehan orang lain lagi.


*


*


*


Sedangkan Li Yian yang di halaman belakang rumah makan, kini duduk di kursi yang ada di balkon rumah makan itu! Dia menghadap ke arah beberapa pohon yang rindang di sana.

__ADS_1


Li Yian sedang sibuk memeriksa cincin samudra miliknya, karena dia sedang mencari token yang di berikan oleh rumah pelelangan kala itu.


"Sial dia mana token rumah pelelangan itu?" keluh Li Yian karena sudah cukup lama dia mencari tidak menemukan juga.


Barang yang ada di cincin samudra miliknya begitu menumpuk sehingga sulit untuk mencari barang yang kecil.


Setelah cukup lama, akhirnya wajah Li Yian langsung sumringah.


"Ha-ha-ha..! Akhirnya kau ku temukan!" ucap Li Yian sambil mengacungkan tangannya ke atas sedang memegang sesuatu.


Setelah di baca, di sana tertera! Tamu terhormat! Token giok yang di keluarkan oleh rumah pelelangan.


Li Yian langsung masuk ke rumah makan dan menuju ke arah Baba Yaga, dengan cepat dia langsung menyeret Baba Yaga yang masih saja terus makan.


"Sudah selesai makannya, ayo kita pergi!" ucap Li Yian sambil terus menenteng Baba Yaga seperti anak kucing.


"Hai, sahabat Li! Masih sangat banyak makanan yang aku belum makan, sangat sayang jika di biarkan begitu saja!" protes Baba Yaga masih sambil makan dan di tangan kanannya masih memegang ayam panggang.


"Diam, saatnya kita mencari informasi tentang kelompok Sabit Tunggal! Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi." ucap Li Yian.


Lalu setelah sampai di pintu keluar Li Yian melemparkan Baba Yaga ke luar cukup keras.


"Tunggu aku di luar, aku akan mengurus pembayaran makan dulu!" setelah melemparkan Baba Yaga begitu saja Li Yian langsung berbalik masuk kemabli.


"Meja, nomor 10 berapa total semuanya?"


"Sebentar tuan, meja nomer 10 yah!" pelayan itu menjeda sebentar lalu sibuk dengan catatan di mejanya! "Semuanya, 65 koin emas tuan!"


Muka Li Yian langsung datar saat mendengar 65 koin emas, setelah itu dia merogoh kantong koin emas miliknya! Lalu segera membayar.


"Terimakasih nona, sampai bertemu kembali!" ucap Li Yian pergi begitu saja.


Pelayan itu hanya diam membeku, dia berpikir Li Yian akan kaget lalu marah-marah karena pengeluaran biaya makanan sangat banyak.


Namun nyatanya tidak sama sekali, sehingga dia hanya bisa diam terbengong.


*


*


*

__ADS_1


Kini Li Yian dan Baba Yaga sudah berjalan di jalan utama kota provinsi Cao, mereka berjalan beriringan sambil mengobrol.


"Padahal aku masih belum kenyang, tapi kau menghalangi makan ku saudara Li!" keluh Baba Yaga sambil mengelus-elus perutnya yang sudah mulai membuncit.


"Apanya yang belum kenyang, kau menghabiskan semuanya! Sudah jangan bahas masalah makan lagi!" jawab Li Yian.


Setelah cukup lama mereka berdua berjalan, akhirnya mereka berdua sampai di bangunan yang cukup besar! Bangun itu cukup mewah.


"Wah, tempat apa ini? Cukup lumayan besar, apa ada banyak makanan atau gadis cantik?" Baba Yaga langsung sumringah kembali.


Plataakk..!!


Li Yian langsung memukuli belaka kepala Baba Yaga dengan tangan dirinya yang sudah di genggaman.


"Masih saja membahas makanan! Ini hal yang penting teman! Siapkan telinga kita dengan benar!" ucap Li Yian.


Baba Yaga, mengelus belakang kepalanya yang sedikit gatal, karena rasa geli akibat pukulan pelan Li Yian tadi.


"Ini tempat pelelangan, rumah pelelangan! Sepertinya teman ini juga memiliki informasi yang cukup akurat!" Li Yian menjelajahi terhadap Baba Yaga.


Mendengar penjelasan Li Yian Baba Yaga langsung berubah serius, sehingga dia langsung mengawasi sekitar.


Li Yian dan Baba Yaga sampai di meja resepsionis!.


"Maaf tuan-tuan, ada keperluan apa?" ucap resepsionis itu dengan sopan.


Resepsionis itu cukup bingung, karena minggu ini tidak ada acara pelelangan dan seharusnya hari ini tidak ada tamu, tapi malah kedatangan dua tamu tidak di undang.


"Aku ingin bertemu tuan Shu Yang He!" ucap Li Yian sambil menaruh token tamu terhormat dari rumah pelelangan.


Pelayan cantik itu melihat Li Yian mengeluarkan token dari pelelangan bulan membuat dia langsung tertunda.


"Maaf tuan-tuan, kami akan memberitahukan kepada taun Shu Yang He atas kedatangan tuan! Bisa tuan sebutkan, saya berbicara dengan tuan siapa?" kini ucapan resepsionis dari rumah pelelangan lebih sopan lagi.


"Katanya saja dari Li Yian!" jawab Li Yian dengan cepat.


"Baiklah, tuan! Mohon tuan-tuan tunggu di ruang tunggu sebentar! Mari saya antara." pelayan itu langsung mengantar Li Yian dan Baba Yaga.


Mereka masuk ke ruang tunggu yang cukup besar dan mewah, lalu dengan cepat pelayan wanita cantik itu mundur dengan perlahan untuk menemui pengurus rumah pelelangan.


\=

__ADS_1


\=


..


__ADS_2