Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
303 = RAMPOK DADAKAN (2)


__ADS_3

\=Chapter 303. RAMPOK DADAKAN (2)\=


\=


\=


Salah satu rampok langsung mati karena di tebas di bagian badannya dengan tebasan panjang, meskipun tebasan itu sudah di tangkis menggunakan tombak, hingga membuat tombak itu patah menjadi dua bagian, namun tetap saja tebasan yang mengenainya sangat dalam bahan tulang dada musuhnya sampai tergores sangat dalam.


Di tambah tendangan Ling Sa langsung meremukkan tulang yang hampir patah itu, sehingga salah satu dari rampok dadakan itu langsung mati seketika oleh serangan ganas Ling Sa.


Ketiga rampok lainya mengetahui salah satu temannya terkapar dan mati, mereka langsung menghindar dan mundur cukup jauh.


"Sial, pedang itu sangat mengerikan!" ucap salah satu dari mereka.


"Apa kita lanjutkan misi ini?" ucap temannya yang juga sudah ketakutan, sebenarnya dia ingin mundur saja saat ini, namun untuk mengatakan itu semua dia sangat malu.


Sedangkan untuk Ling Sa, dia tidak mundur selangkah pun! Dia malah berdiri dengan tenang di sana, dengan tatapan yang tajam kepada tiga lawannya yang tersisa, sambil memegang pedang emas membara sangat erat, di acungkan di depan dadanya.


Di belakang Ling Sa sekarang, dua orang sedang bertarung dengan ganas! Ling Su terlihat di atas angin dari lawannya. Dari tebasan masing-masing mereka sudah terlihat bahwa Ling Su lebih tinggi dalam tingkatan pelatihan pendekarnya.


*


"Di mana omong besar kalian semua di awal tadi?" ucap Ling Sa dengan melintangkan pedang emas membara di depan dadanya.


Dia merasakan bahwa tenaga dalam miliknya seperti berlipat ganda, dia langsung melirik ke pedang emas membara itu.


'Ternyata rumor itu benar adanya, tenaga dalam milik ku seperti semakin tebal saat menggunakan pedang ini!' ucap Ling Sa di benaknya.


Dia yang awalnya masih meragukan tentang rumor pedang emas membara itu, kini langsung percaya karena sudah membuktikan sendiri keunikan yang di miliki senjata pedang emas membara itu.


Setelah itu dia kembali membentak kepada ketiganya dengan cukup garang.


"Siapa kalian sebenarnya, apa yang kalian tuju?" ucap Ling Sa kembali membentak.


"Walaupun kau membunuh kami bertiga, kami tidak akan mengungkapkan siapa kami ini!" jawab salah satu dari mereka, dia yang sepertinya adalah pemimpin dari kelompok itu.


"Baiklah, jika itu mau kalian! Aku tidak ada alasan untuk melunak." jawab Ling Sa.


Wooooosss..!


Ling Sa kembali bergerak dengan kecepatan tinggi, dia langsung mengincar yang tadi berbicara.


Tring..!

__ADS_1


Tring..!


Sraakk..!


Setelah benturan serangan besar barusan salah satu rampok itu langsung mundur terdorong sangat jauh, dia sampai menahan dirinya dengan kaki yang menjejak ke belakang dan tombak dirinya di tancapkan ke dalam tanah.


Setelah berhenti, dia langsung mengangkat tombaknya kembali! Namun sangat terkejut melihat tombak dirinya sudah hampir putus.


Padahal dia merasakan bahwa tombak itu sudah di alirkan tenaga dalam yang dia miliki secara maksimal, namun melihat tombak dirinya yang sering kali di andalkan hampir putus dia sangat terkejut.


"Sial, sebenarnya senjata pedang emas membara itu terbuat dari apa?" keluh dia dengan sangat heran.


Saat Ling Sa sedang ingin menyerang kembali, dari arah kiri kanan dua serang kombinasi mengarah ke dirinya datang dengan kecepatan yang tinggi.


Wuut..!


Wuutt.!


Ling Sa langsung menghindari dua serangan itu dengan mudah, saat kedua kakinya sudah menjejak ke tanah, Ling Sa melompat tinggi kembali sambil jungkir balik dan menebas sangat kuat.


Slaazz..!


Slaazz..!


Dua kepala langsung menggelinding ke tanah, Ling Sa menebas dengan kecepatan kilat hingga dua kepala sekaligus dari dua kelompok itu langsung menggelinding.


Saat sedang fokus melih ke arah lawannya yang tersisa satu, Ling Su dari samping datang.


"Maaf kepala sekte Ling! Aku cukup lambat membunuh lawan ku!" ucap Ling Su.


Ling Sa menengok sebentar, dia tersenyum senang bangga lalu berkata.


"Tidak, malah aku yang terlalu lambat membunuh mereka!" jawab Ling Sa sambil menunjuk ke arah musuh yang tersisa satu, dan yang sudah mati.


*


*


*


Perampok yang tinggal sendirian kini lututnya mulia goyah! Dia awalnya tidak begitu percaya dengan cerita legenda bahwa pedang emas membara sangat mengerikan jika di pegang oleh pendekar suci.


Namun karena dia tidak begitu percaya, dia langsung mengincar Ling Sa dan Ling Su! Setelah keduanya keluar dari kota Wuhan, mereka akhirnya beraksi.

__ADS_1


Namun dia tidak tahu bahwa akan sehebat itu pengguna pedang emas membara.


Tap.. tap..!


Karena cukup jauh dari Ling Sa maupun Ling Su saat ini, dia langsung memutuskan untuk kabur, melihat teman-temannya sudah mati sehingga dia tidak gengsi lagi untuk kabur.


"Kau tidak akan bisa lolos dari kematian!" bentak Ling Sa.


Wuuusss..!


Suut..!


Pedang lebar dan panjang langsung menembus badannya dari belakang hingga ke depan! Ling Sa melemparkan pedang asli miliknya, karena pedang itu adalah pedang panjang lebar dan lurus Ling Sa bisa menggunakan untuk membidik lawan seperti tombak.


Rampok itu langsung jatuh ke tanah dan mati seketika, karena pedang itu menebas semuanya bahkan tubuhnya! Mulai dari tulang punggung hingga tulang rusuk, di tambah memutuskan jalur darah yang sangat banyak, sehingga langsung membunuh dengan cepat.


"Huufff..! Akhirnya, selesai sudah gangguan ini!" keluh Ling Sa.


Dia mengeluh karena dia sudah sangat lama tidak membunuh manusia maupun pendekar lagi, karena sudah cukup lama berdiam diri di sekte pedang api.


Ling Su melihat kepala sekte Ling Sa diam saja setelah pertarungan berakhir, dia langsung menggeledah barang bawaan milik perampok itu.


Ling Su menggeledah kelima rampok itu cukup terkejut, karena menemukan tanda pengenal mereka yang berasal dari sekte lembah tengkorak.


Selagi Ling Su menggeledah, kepala sekte pedang api mengambil pedang miliknya lalu mencabut membersihkan dari noda dan memasukkan kembali ke sarungnya.


Sedangkan pedang emas membara tidak menyisakan noda darah maupun debu sekalipun, pedang itu masih begitu mulus dan bening.


Dengan cepat Ling Sa langsung memasukkan pedang emas membara ke dalam sarungnya, lalu di ikat di punggung dirinya saat ini.


*


"Ling Su, apa kau menemukan siapa mereka sebenarnya?" ucap Ling Sa setelah sampai di Ling Su yang sedang berdiri.


"Kepala sekte Ling, ternyata mereka semua berasal dari sekte lembah tengkorak! Apa kita perlu serang sekte lembah tengkorak karena sudah berbuat tidak tercerna seperti ini?" ucap Ling Su meminta pendapat kepala sekte Ling.


"Tidak perlu, kita pulang saja! Aku yakin bedebah ini tidak menerima misi dari sekte mereka." jawab Ling Sa mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya.


"Baiklah, aku hanya bertanya saja apa pendapat kepala sekte Ling!" jawab Ling Su.


Akhirnya keduanya berjalan menuju ke kereta kuda yang kini sudah cukup jauh, karena mereka berdua bertarung beberapa kali pindah tempat untuk menghindari serangan maupun bergerak untuk menyerang musuh.


Setelah sampai di kereta kuda, kusir masih saja bersembunyi di bawah kereta kuda krena saking takutnya serangan yang datang.

__ADS_1


Ling Sa membujuk kursi kereta agar tidak takut namun hanya bisa mengatasi sedikit, akhirnya mereka memilih melanjutkan pulang menuju ke sekte pedang api dengan laju yang santai.


Baru saja Ling Sa dan Ling Su melanjutkan perjalanan pulang menuju ke sekte pedang api, malam hari pun datang, mereka masih memilih melanjutkan perjalanan! Lalu berniat beristirahat di kita kecil yang akan di temui di depan.


__ADS_2