
\=Chapter 125. TETUA KE LIMA KELUARGA BAO\=
\=
\=
Penginapan Taring Macan Putih langsung gempar, karena penanggung jawab tertinggi penginapan itu langsung tumbang hanya dengan sekali serang.
Tamu yang ada di sana baik itu wanita maupun laki-laki langsung berbisik-bisik membicarakan Li Yian, karena menurut mereka Li Yian bukan orang sembarangan.
Bisa mengalahkan penanggung jawab penginapan taring macan putih, karena untuk lawan yang setara saja untuknya di kota Jian Jiie bisa di hitung dengan jari.
Ke empat penjaga yang tadi sudah terluka kini semakin takut, begitu juga dengan para pegawai wanita, maupun laki-laki yang bekerja di penginapan itu.
"Apa hanya ini kemampuan dari penanggung jawab penginapan, apa ada yang lebih hebat lagi?" ucap Li Yian sambil berkaca pinggang, terpampang kesombongan yang tinggi.
Di sana tidak ada yang berani berbicara, jangankan berbicara mereka bernafas saja sangat berhati-hati, takut mengambil udara bagian milik Li Yian dan Baba Yaga.
Setelah bentakan Li Yian barusan, suasana di sana sangat sepi! Bahkan suara detak jantung saja dapat mereka dengar dengan jelas.
Saking sunyinnya keadaan di sana, suara langkah kaki dari atas lantai dua sangat keras! Orang yang sedang menuruni anak tangga terdengar jelas seantero penginapan.
Dari lantai dua, muncul seseorang cukup tua! Dengan kumis dan cambang bawuk yang sudah memutih, namun mukanya masih sangat klimis hanya menampakkan kerutan yang sedikit.
"Bocah-bocah ingusan, kalian siapa sebenarnya? Berani begitu sombong di penginapan milik keluarga Bao ini!" ucap laki-laki tua yang baru saja muncul.
Li Yian dan Baba Yaga, langsung menengok ke sumber suara! Mereka berdua langsung memandang dengan tatapan acuh tak acuh.
"Apa kau juga penanggung jawab penginapan ini?" ucap Baba Yaga tanpa pikir panjang sambil menunjuk orang itu dengan tombak di tangannya.
Melihat perilaku Li Yian dan Baba Yaga yang tidak kenal takut, membuat dia sangat marah. Dia langsung mengeluarkan energi cincin roh beladiri berwarna merah untuk menekan Li Yian dan Baba Yaga.
"Aku adalah tetua ke lima Keluarga Bao, kalian sangat lancang membuat keributan di penginapan ini! Apa kalian menantang Keluarga Bao kami?" bentak laki-laki tua itu, sambil mengeluarkan aura dari cincin roh beladiri merah miliknya.
Semua orang kaget sampai gempar, melihat kemampuan tetua ke lima Keluarga Bao itu! Karena seseorang yang memiliki cincin roh beladiri sangat jarang, bahkan keberadaan dirinya sangat di takuti oleh pendekar lainnya.
"Tamat riwayat dua anak muda itu!" ucap orang yang tidak jauh dari pintu keluar.
Dia tadinya hendak masuk menuju ke kamarnya yang sudah di pesan beberapa waktu lalu! Namum karena ada keributan dia melihat sejenak.
"Ya, dia benar-benar mencari mati. Membuat keributan di usaha milik Keluarga Bao!" jawab temanya.
Orang- orang yang ada di sana sudah semakin ngeri dengan aura yang mencekam itu, namun anehnya Li Yian maupun Baba Yaga masih tetap tenang.
"Sial, dua bocah ini bukan bocah sembarangan!" gumam tetua ke lima Keluarga Bao.
__ADS_1
Dia adalah pendekar tingkat atas tahap puncak! Hanya tinggal mengkonsumsi beberapa herbal langka, dia bisa menembus tingkat raja. Namun tekanan dirinya tidak memiliki efek sama sekali membuat dia cukup cemas.
"Tetua ke lima yah, cukup tinggi juga jabatan mu di Keluarga Bao ternyata!" jawab Li Yian dengan tenang.
"Aku ingin tahu, bagaimana reaksi orang-orang Keluarga Bao jika kau kami tahan!" lanjut Li Yian berucap.
"Apa di tahan?" ucap tetua ke lima itu tidak mengerti.
"Baba Yaga, mari tangkap dia hidup-hidup!" ucap Li Yian.
"Apa, itu sangat merepotkan saudara Li!" keluh Baba Yaga.
Li Yian langsung menyerang, dia bergerak sangat cepat! Tubuhnya seperti menghilang dari tempatnya.
Wooss..!
"Sial dia sangat cepat!" keluh tetua ke lima, dia langsung memandang sekeliling.
Setelah melihat ke arah Baba Yaga, dia juga ikut menghilang, tetua ke lima langsung panik! Dirinya langsung mengeluarkan senjata kipas lipat dari balik jubahnya.
"Di belakang mu!" ucap Li Yian secara tiba-tiba muncul di belakang.
Tetua kelima hendak menengok ke belakang, namun Baba Yaga langsung berucap juga! "Di depan mu kakek tua!"
Di waktu bersamaan dari arah depan tongkat Baba Yaga mengarah ke dada dengan sangat ganas, tetua ke lima langsung menangkis dengan kipas lipatnya.
Baammm..!
Pukulan keras saling beradu di ruangan itu, gelombang kejut angin yang besar langsung berhembus.
Namun serangan tangan kiri Li Yian menyusul dengan cepat, langsung memukul perut tetua ke lima Keluarga Bao.
Baammm..!
Pukulan itu mengenai perut itu dengan telak, tetua ke lima langsung muntah darah segar! Namun masih bisa berdiri dengan tegak.
Li Yian dan Baba Yaga kembali bergerak dengan kecepatan tinggi, mereka berdua langsung menyerang titik fital dari tetua ke lima Keluarga Bao dengan telak.
Li Yian memukul tengkuk leher belakang tetua ke lima kembali! Kini mengenai dengan telak. Sedangkan Baba Yaga langsung menyodok dengan ujung tongkat bagian yang tumpul ke dada bagian bawahnya.
Sehingga tetua ke lima langsung ambruk tidak sadarkan diri.
"Ha-ha-ha, ternyata tidak sesulit yang di bayangkan!" ucap Baba Yaga.
Dia langsung membawa tubuh tetua ke lima di atas pundaknya, lalu lari keluar mengikuti arahan Li Yian.
__ADS_1
Keduanya langsung keluar dan lari di kegelapan malam melompat dari atap setiap rumah dan gedung yang ada di sana, lalu menghilang di kegelapan malam.
Semua orang hanya bisa terdiam terpaku, mereka tidak begitu bisa melihat dengan jelas! Karena gerakan mereka bertiga saat bertarung sangat cepat.
Setelah Li Yian dan Baba Yaga menghilang, keributan langsung terjadi! Orang-orang saling bertanya barusan apa yang terjadi.
Bawahan diri tetua kelima langsung turun dari lantai dua, mereka langsung menanyakan apa yang terjadi kepada pelayan di sana.
"Gawat, aku harus segera melaporkan ke pada keluarga Bao inti di kota Kekaisaran Tang!" ucap salah satu bawahan tetua ke lima setelah tahu apa yang terjadi.
*
*
*
Di kota Kekaisaran Tang.
Satu hari kemudian, setelah penyerangan Li Yian di penginapan taring macan putih.
Bao Nam sedang terpuruk di ruang kerjanya, karena kelompok Sabit Tunggal sudah memutuskan aliansi mereka! Karena mereka sudah tahu akan penghianatan Bao Huo di Kekaisaran Ming.
"Sial, kali ini kau kurang perhitungan Bao Huo! Aku harap kau baik-baik saja di sana!" gumam Bao Nam di sana.
Sudah satu minggu lebih dirinya tidak menerima surat dari Bao Huo, terakhir dirinya menerima surat dari Bao Huo saat Bao Huo meminta bantuan ke keluarga utama.
Biasanya setiap minggunya Bao Huo selalu mengirimkan surat perkembangan keluarga Bao di Kekaisaran Ming menggunakan elang, yang sudah di latih oleh keluarga Bao dari turun temurun.
Di tambah, kelompok Sabit Tunggal terus menyerang keluarga Bao di berbagai sisi yang lemah dari keluarga Bao.
Membuat Bao Nam semakin pusing. Dia membaca laporan harian! Sudah ada puluhan anak buah dari keluarga Bao yang mati karena di bunuh secara misterius.
Di tubuh mayat di tandai dengan tebasan sabit, sehingga Bao Nam menyimpulkan bahwa penyerangan itu adalah kelompok Sabit Tunggal.
Dor-dor..Dor-dor..!
Suara pintu di gedor dengan keras dari luar.
"Pemimpin, ada berita gawat!" bentak orang dari luar ruangan.
\=
\=
...
__ADS_1