Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
116 = TAMU TAK DI UNDANG


__ADS_3

\=Chapter 116. TAMU TAK DI UNDANG\=


\=


\=


Kini hampir semua orang dalam rombongan pedagang itu sudah tumbang, karena mabuk berat! Termasuk Baba Yaga. Dia juga tumbang karena mabuk berat, itu di karenakan makan yang kurang kenyang, akhirnya dia mengenyangkan dengan cara meminum arak.


Sehingga setelah larut malam Baba Yaga tumbang, sedangkan Li Yian dan beberapa anggota inti masih terjaga termasuk pemimpin rombongan.


Mereka berlima yang masih terjaga terus saja mengobrol, untuk menghilangkan kantuk mereka, karena malam ini lima orang itu yang jaga atas keselamatan barang dan teman-temannya.


"Paman, terimakasih atas perjamuan makan malam ini! Kami belum pernah merasakan pengalaman yang seperti ini sebelumnya!" ucap Li Yian.


"Tidak apa-apa tuan pendekar muda!" ucap pemimpin pedang itu.


"Maaf tuan pendekar muda sedikit lancang! Sebenarnya tuan ini berasal dari sekte mana di Kekaisaran Ming ini?" ucap salah satu anggota inti.


"Maaf, belum memperkenalkan diri! Aku Li Yian, dari sekte anggrek putih. letak sekte di bagian daerah paling timur! Masuk wilayah provinsi Cao." Li Yian akhirnya memperkenalkan diri.


"Li Yian, dari sekte anggrek putih?" ucap mereka hampir berbarengan.


Li Yian hanya mengangguk untuk memastikan ucapan balik atas semuanya.


"Pantas saja tuan pendekar muda sangat hebat, ternyata tuan Li Yian! Yang memenangkan kompetisi generasi muda kala itu!" ucap salah satu dari anggota inti.


Mereka cukup kaget, karena bertemu dengan Li Yian yang sedang ramai di perbincangkan! Yang paling tidak terduga mereka semua di selamatkan oleh Li Yian.


Mereka mengobrol dengan asik sambil menjaga api unggun agar tetap menyala dan menjaga kereta barang yang mereka bawa. Sampai akhirnya Li Yian mengangkat tangannya sambil memperingati.


"Berhenti berbicara!" ucap Li Yian lalu dia memfokuskan pendengaran miliknya.


"Ada apa tuan muda Li Yian?" ucap pemimpin rombongan pedagang.


Li Yian mengangkat tangannya ke depan bibirnya sendiri, lalu mengisyaratkan untuk diam.


Setelah cukup lama, Li Yian tersenyum! Lalu dia memandang ke sekeliling.


"Tetap di sini jangan ada yang kemana-mana! Karena ada tamu tak di undang!" ucap Li Yian kepada semuanya.


Mereka ingin bertanya tapi tidak berani, akhirnya hanya melirik satu sama lain.


Li Yian melirik Baba Yaga yang masih tertidur lelap, tidak jauh dari dirinya saat ini lalu dia berpikir. "Saatnya, aku harus menembus batasan ku saat ini!" ucap Li Yian di benaknya.


Dia merasakan, ada hampir 70 orang datang menuju ke tempat dirinya berkumpul saat ini! Li Yian sedikit yakin bisa mengalahkan mereka semua, tapi di sini terlalu banyak orang sehingga Li Yian ingin mendatangi mereka saja, untuk mengurangi korban di pihak pedagang.


"Semuanya, apapun yang terjadi tetap di sini! Jika ada kejadian yang genting, bangunkan saja teman ku Baba Yaga. Dia akan melindungi kalian, ini pesan ku!" ucap Li Yian dengan sangat serius.

__ADS_1


Setelah itu Li Yian mulai bangkit dia tidak menunggu jawaban dari mereka semua. Lalu berlari dengan kecepatan tinggi menuju musuh yang datang, kali ini Li Yian akan melawan mereka semua sendirian.


*


*


*


Di kejauhan dari tempat rombongan pedagang beristirahat, ada sekitar 70 orang dengan berbagai senjata di pimpin oleh lima pemimpin bersaudara dengan kepala botak, sedang berjalan di Padang Savana yang luas itu.


Setelah mereka mendapatkan informasi, mereka mengumpulkan semua anggota miliknya, lalu mereka menuju tempat awal pertempuran! Setelah sampai di sana ternyata yang ada hanya mayat dari anggota rampok singa padang savana saja.


Melihat itu hampir semua orang mendidih amarahnya, ingin balas dendam terhadap pelaku pembantaian itu.


Karena Padang Savana cukup luas, mereka sedikit kesusahan mencari keberadaan rombongan pedagang saat ini.


Namun karena adanya api unggun yang menyala, akhirnya mereka dapat di temukan letaknya, oleh salah satu pelacak terhebat di kelompok itu.


"Beraninya mereka membantai anggota rampok singa padang savana, benar-benar cari mampus!" ucap pemimpin pertama sambil berlari kencang.


Meskipun badan dirinya besar tapi dalam hal kekuatan dan kecepatan dirinya yang paling mendominasi, sehingga wajar menjadi pemimpin tertinggi.


"Banar kakak, mereka benar-benar mencari mati! Karena mengambil musuh yang salah!" ucap pemimpin ke 3.


Sedangkan pemimpin ke lima, hanya bisa menahan amarah karena sedang asik-asiknya, malah di ganggu oleh urusan membosankan seperti ini.


Dari arah depan, terdengar suara menderu beberapa kali dan terus menerus.


Wooss..Wooss!


Wooss.!


Traaak..!


Traaak..!


"Aaakkkhh.. Aaakkkhh..!"


Suara jeritan beberapa anak buah dari kelompok rampok singa padang savana yang tumbang, mereka di serang secara diam-diam.


Setelah ada sekitar 7 orang yang mati dengan tempurung kepala berlubang, ada yang urat nadi di lehernya putus karena terkena sayatan tajam, ada juga yang tertembus matanya dengan sangat dalam.


Sedangkan yang terluka dan menjerit-jerit, sudah ada 5 orang.


"Ada serangan waspada!" ucap pemimpin ke empat.


Dia matanya cukup tajam, setelah melihat benda yang terbang ke arah dirinya dengan kecepatan sangat tinggi, dia langsung menghindari.

__ADS_1


Wooss..!


Traaak..!


Anak buah di belakang dirinya langsung mati seketika tanpa bersuara, karena suaranya sudah tercekat oleh lidahnya sendiri.


Serangan terakhir datang menuju ke pemimpin pertama, dia dengan sigap langsung menangkap sesuatu yang melesat dengan kecepatan tinggi itu.


Syuuts..!


Serangan itu di tangkap dengan cukup mudah hanya dia mundur beberapa langkah saja.


"Serangan yang sangat mematikan, jika serangan ini mengenai anak buah ku!" ucap pemimpin pertama dia langsung memandang ke belakang.


Melihat banyak anak buahnya yang mati dia sangat geram, di membuka benda apa yang di gunakan untuk senjata sembunyi itu.


Setelah di buka empat pemimpin dan beberapa anak buah yang melihat di sana sangat kaget! Tapi tidak dengan pemimpin rampok singa padang savana itu.


"Seperti yang aku duga!" gumam pemimpin pertama singa padang savana.


"Bagaimana bisa koin perunggu bisa di gunakan untuk senjata?" pemimpin ke empat.


Meskipun dia melihat apa yang di gunakan untuk senjata itu, tapi dia tiada begitu yakin! Namun setelah di tangkap oleh pemimpin pertama dia langsung percaya.


Setelah suara pemimpin ke empat terdengar oleh semuanya, orang-orang yang ada di sana langsung kaget.


Mereka tidak begitu menduga sama sekali! Karena di serang menggunakan koin perunggu.


"Haahhh, itu kan yang kalian harapkan dari hasil merampok! Tapi terhadap ku kalian tidak perlu merampok aku berikan dengan suka rela!" ucap orang yang baru saja turun dari pohon.


Gerakannya sangat enteng, menandakan dia memiliki tenaga dalam yang tinggi! Bahkan mendarat di tanah tidak bersuara sedikit pun.


Dia adalah Li Yian, setelah menembak beberapa serangan menggunakan koin perunggu dia turun dari pohon, dia menyerang menggunakan koin perunggu yang di temukan dari cincin samudra milik.


Ide itu muncul, karena itu cukup keras untuk meledek mereka.


Lima pemimpin itu sangat kaget, karena mereka tidak bisa merasakan hawa keberadaan musuh yang sudah sedekat itu, mereka semua tahu ada musuh setelah adanya serangan dadakan.


Bahkan mereka sangat kaget, karena yang menyerang mereka adalah anak muda! Apalagi seorang diri.


"Bocah, kau ingin mati! Sangat berani menyerang kami! Bahkan membunuh anak buah ku!" bentak pemimpin pertama dengan suara yang berat dan menekan.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2