
\=Chapter 337. MENDAPATKAN TAWANAN PERANG\=
\=
\=
Ucapan Li Yian masih menggantung di telinga mereka semua, karena sekarang posisi Li Yian sangat dekat dengan sisa rombongan yang hidup dari kelompok Sabit Kematian.
Li Yian berdiri dengan tenang sambil menunjuk ke arah Leng Peng yang terpental sangat jauh, bahan tubuhnya menabrak beberapa pohon yang tumbuh jarang di area luas di sana.
Banyaknya orang yang tersisa tidak lagi bersuara, bahkan untuk menjawab ucapan dari Li Yian saja lidah mereka serasa kelu karena aura mencekam yang mereka rasakan.
Getaran di kakinya terus saja terasa, meskipun sudah menguatkan untuk tidak gemetaran, namun itu semua tidak berguna.
"Apakah kalian semua mendadak tuli, jika kalian semua menyerah sekarang! Maka aku akan membunuh ketua kalian, agar kalian tetap aman untuk mengikuti ku kedepannya!" ucap Li Yian kembali.
Kini kata-kata itu terasa semakin jelas, karena di sana orang-orang tidak ada yang bergerak maupun bersuara, sehingga hembusan angin saja mereka dengar jelas apalagi suara.
Traak..!
Suara benda di jatuhkan terdengar.
"Aku memilih untuk menyerah!" ucap seseorang yang ada di sana.
Beberapa temannya langsung menengok setelah mendengar salah satu dari rekannya menyerah, setelah tahu bahwa teman yang menyerah berada di pendekar suci. Akhirnya beberapa dari yang lainnya ikutan menyerah.
"Aku menyerah...!"
"Aku juga menyerah..!"
"Aku juga..!"
Suara senjata di jatuhkan terus terdengar di telinga mereka, lalu di susul dengan suara masing-masing orang yang mengaku menyerah.
"Bedebah, dasar manusia tidak berguna..!" raungan salah satu orang yang memiliki kesetiaan yang tinggi dengan Leng Peng.
Dia juga sering di percaya untuk memimpin pasukan, karena dia tidak terima kelompok ini akan bubar akhirnya dia langsung meraung marah.
"Haaahhh..!" Teriak dia dengan langsung ingin menyerang.
Wooooosss..!
Slaazz..!
Traak..!
__ADS_1
Li Yian bergerak begitu cepat, tiba-tiba dia menghadang orang yang ingin membunuh anggota yang sudah menyerah.
Li Yian menebas dengan kecepatan kilat, tidak ada yang menyadari dan tidak ada yang melihat pergerakan Li Yian kali ini.
Tiba-tiba, orang yang tadi tidak terima langsung tumbang dengan lehernya hampir putus, membuat semua orang yang masih ragu akhirnya ikut menjatuhkan senjatanya dan menyerah tanpa syarat lagi.
"Aku menyerah..!"
Banyak suara yang akhirnya menyerah, kini semua orang yang masih hidup menyerah kepada Li Yian, termasuk orang yang berada jauh dari kerumunan, sebenarnya dia sudah ingin lari namun melihat rekannya menyerah dia dengan cepat mengikuti.
Karena dia yakin jika lari, pastinya baru beberapa langkah sudah di kejar dan akhirnya terbunuh! Sehingga lebih baik menyerah dan menjadi tawanan perang.
Li Yian tersenyum, dia akhirnya berucap demikian lantang.
"Baiklah, karena kalian semua sudah menyerah maka janji ku harus di laksanakan!" ucap Li Yian.
Wuuusss..!
Li Yian melompat dengan sekali lompatan, sudah berada di dekat Leng Peng terkapar, dia belum bisa bergerak bebas lagi karena serangan Li Yian yang terakhir sanggat kuat.
Slaazz..!
Tanpa basa basi, Li Yian menebas orang yang masih terkapar! Karena tidak ingin lebih susah lagi. Menurutnya latihan untuk sekarang ini sudah cukup.
Setelahnya dia langsung memasukkan pedang bayangan ke dalam cincin samudra kembali, lalu dia mengangkat tubuh dan kepala milik Leng Peng ke hadapan kerumunan kembali.
Mereka terkejut dengan gerakan Li Yian, meskipun sekarang terlihat oleh mata telanjang namun gerakan Li Yian sangat anggun dan begitu ringan.
"Teknik gerakan apa itu, sangat mengesankan!" ucap salah satu dari mereka.
"Entahlah, aku yakin jika dia ingin membunuh kami semua! Pati sangat mudah sedari awal juga." jawab temanya.
Braakk..!
Li Yian langsung melempar tubuh Leng Peng dengan santainya, orang-orang yang di sana langsung terdiam.
Meskipun di hati mereka langsung tenang, karena keputusan mereka menyerah di hadapan Li Yian dan Xu Wuzao sangat tepat di benak mereka.
'Untunglah aku menyerah lebih dulu, sehingga nyawa ku bisa terselamatkan! Lagi pula aku mengikuti siapa pun tetap saja akan menjadi bawahan!' keluh salah satu orang dari kelompok Sabit Kematian di benaknya.
Rata-rata dari mereka semua langsung tenang setelah kematian dari Leng Peng, karena mereka sangat takut dengan kekuatan Leng Peng. Namun terlepas dari ketua lama mereka akan mengikuti yang baru lagi, bahkan di perkirakan dia penguasa yang lebih kuat kedepannya.
Tidak sengaja mereka menelan ludahnya karena takut yang amat sangat, karena mereka belum tahu sifat dari Li Yian sebenarnya.
*
__ADS_1
*
*
Li Yian sedikit tersenyum cerah, rasanya langsung hilang wajah dari kekejaman sebelumnya yang di tampilkan oleh Li Yian. Namun tatapan datar dan tanpa ekspresi setelahnya di tampilkan oleh Li Yian, setelah dia menatap orang-orang yang masih hidup! Tadi Li Yian menunjukkan sedikit senyum cerah hanya kepada Xu Wuzao karena Xu Wuzao menghampiri Li Yian.
"Nak, apa yang akan kau lakukan dengan orang-orang ini! Rasanya kita seperti mendapatkan tawanan perang!" ucap Xu Wuzao setelah sampai di hadapan Li Yian.
"Mereka akan menjadi bagian dari sekte anggrek putih, apakah pak tua setuju?" ucap Li Yian dengan menampilkan sedikit senyum kembali.
Li Yian ingin sedikit merubah perilakunya terhadap Xu Wuzao, karena sejak lama dia tidak pernah memperdulikan sikapnya. Karena selalu acuh tak acuh meskipun sering membantu Xu Wuzao secara diam-diam.
"Ahh, aku setuju saja! Namun orang-orang kuat seperti mereka biasanya susah untuk di atur!" jawab Xu Wuzao, karena pemikiran dirinya seperti itu.
Puluhan orang yang hampir mencapai 100 orang itu sedikit tertegun setelah mendengar ucapan dari Xu Wuzao, dia tidak menyangka bahwa Xu Wuzao akan berucap demikian.
Padahal yang mereka rasakan sekarang adalah rasa takut terhadap Xu Wuzao dan Li Yian melebihi takutnya mereka terhadap Leng Peng sebelum.
Karena jika mereka berniat memberontak, melawan Leng Peng hanya perlu di hadapi 15-25 orang dari mereka, maka Leng Peng akan bisa terbunuh, namun untuk mengumpulkan sebanyak itu mereka akan kesulitan, karena rata-rata mereka keburu takut dengan Leng Peng.
Namun mereka lebih memilih setia, karena kelompok Sabit Kematian di anggap rumah bagi mereka. Akan tetapi setelah mereka melihat bahwa mereka tidak di anggap keluarga, di buktikan saat Leng Peng membunuh rekan mereka di hadapannya.
Membuat hati mereka merasa hancur dan tertekan, sehingga setelah ada kesempatan untuk bebas dari Leng Peng, mereka semua cukup senang.
Mendengar itu Li Yian langsung menghampiri Xu Wuzao, setelah itu di bawa sedikit menjauh dari kerumunan.
"Tenang saja pak tua, aku ada cara! Akan aku ikat mereka menggunakan segel budak, setelah itu tidak ada kata penghianatan kedepannya." ucap Li Yian berbisik sangat lirih.
Li Yian tidak ingin orang-orang di belakang mengetahui apa rencana dirinya, karena segel budak yang akan Li Yian terapkan tidak akan terasa mereka menjadi budak, hanya saja rasa itu seperti ingin mengabdikan diri mereka terhadap orang yang memasang segel itu.
"Apa itu segel budak, di alam ini budak ada namun mereka yang tidak memiliki kekuatan dan hanya mengerjakan pekerjaan kasar, dan tidak memiliki segel, hanya surat kuasa saja! Sedangkan mereka adalah orang-orang kuat, jika saja mereka hidup di daratan matahari terbit Kekaisaran Ming, pastinya mereka semua akan menjadi pemimpin besar." ucap Xu Wuzao.
Ya, ucapan Xu Wuzao ada benarnya! Karena pemimpin dari sekte besar yang ada di Kekaisaran Ming. Rata-rata hanya memiliki tingkatan pendekar suci tahap awal sampai menengah saja.
Sehingga mereka layak menjadi pemimpin di sekte sedang maupun kecil, bisa juga di sekte besar.
"Akan aku tunjukkan kepada anda pak tua!" ucap Li Yian dengan bangga.
Setelah itu keduanya berbalik arah kembali ke kerumunan di sana, Li Yian langsung berteriak.
"Kalian semua, berbaris kumpul di sana jika di antara kalian tidak ingin ada yang mati!" ucap Li Yian dengan lantang.
Dengan cepat mereka semua langsung bergerak untuk berkumpul, karena rasa takut masih menghantui pikiran mereka masing-masing. Sehingga mereka menuruti apa yang di katakan Li Yian barusan.
\=
__ADS_1
\=
...