
\=Chapter 076. HARI KOMPETISI GENERASI MUDA KEKAISARAN MING\=
\=
\=
Di halaman depan istana Kekaisaran Ming saat ini begitu ramai, karena hari ini adalah hari kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming! Di tambah kompetisi ini sangat penting bagi rata-rata sekte, apalagi oleh sekte menengah.
Yang buat orang-orang penasaran, karena tahun ini adanya sekte kecil yang ikut serta dalam kompetisi generasi muda! Ini menambah antusias masyarakat meningkat pesat.
Sudah beberapa hari yang lalu kota Kekaisaran Ming sangat ramai pengunjung, bahkan sudah tidak ada lagi penginapan yang memiliki kamar kosong di kota Kekaisaran Ming, karena penuh di isi oleh orang-orang luar kota.
Arena besar sudah di sediakan oleh pihak Kekaisaran Ming, hampir ribuan orang mengelilingi arena itu untuk menonton jalannya pertandingan hari ini.
Di tempat yang sudah di sediakan Li Yian, Zhao Lu, Ding Qiao dan Lan Zhuo duduk di tempat duduk paling pojok! Karena mereka adalah peserta dari sekte yang baru mengikuti kompetisi tahun ini, sehingga mendapatkan tempat duduk paling ujung.
Sedangkan di depan, sudah duduk perwakilan dari sekte-sekte besar di Kekaisaran Ming, di bagian tengah sekte menengah.
Jumlah sekte besar yang ikut ada 5 sekte, sedang sekte menengah ada 4 dan sekte kecil hanya 1, sekte anggrek putih masuk karena perwakilan sekte menengah sebelumnya sudah musnah! Karena perselisihan dengan sekte aliran hitam.
Sedangkan yang mengikuti kompetisi ini dari sekte aliran putih dan netral! Aliran hitam tidak ikut serta.
Sedangkan Xu Wuzao dan Wang Yao duduk di bagian perwakilan pendampingan peserta, meskipun banyak yang melihat ke arahnya mereka berdua Xu Wuzao dan Wang Yao tetap tenang.
"Xu Wuzao, kau ternyata masih hidup!" Yan Jim membatin.
Dia terus memandangi Xu Wuzao dengan tatapan membunuh, sampai beberapa saat Xu Wuzao menatap dirinya balik dan akhirnya dia membuang muka ke arah lain.
"Hehe, kau penasaran kan, bagaimana aku masih hidup? Permainan kotor mu dapat ku baca Yan Jim!" Xu Wuzao tertawa dalam hatinya.
Dia sedikit bersyukur karena ada Li Yian yang menghabisi tiga dari mereka dengan mudah, jika tidak Xu Wuzao akan cukup repot menghadapi mereka berlima hanya dengan dua orang saja.
Saat semua orang masih berbincang-bincang dengan kawan masing-masing di tempat penonton.
Rombongan Kaisar Ming datang.
Dari dalam istana Kekaisaran Ming, Kaisar Ming jalan bersama permaisuri dan pangeran Kekaisaran Ming, mereka datang di kawal oleh beberapa mentri dan petinggi Kekaisaran lainnya.
__ADS_1
"Apakah itu Kaisar Ming? Aku baru pertama melihatnya!" ucap Ding Qiao.
"Tidak perlu heboh, kau seperti anak pelosok saja!" Lan Zhuo langsung mengoceh pada Ding Qiao.
"Kita memang orang pelosok! Jadi baru melihat Kaisar Ming juga wajar!" celetuk Li Yian.
"Ya benar, aku juga baru pertama melihat Kaisar Ming dan keluarganya!" Zhao Lu ikut menimpali omongan mereka.
Setelah ucapan Li Yian, Lan Zhuo menjadi sadar bahwa perkataan Li Yian benar bahwa mereka memang orang pelosok, namun dirinya enggan mengakui karena masih ada keturunan bangsawan di Kekaisaran Ming ini.
"Apa kau pernah melihat Kaisar Ming sebelumnya Lan Zhuo?" tanya Ding Qiao cukup penasaran.
"Sebenarnya belum! Tapi kita tidak perlu heboh begitu." sangkal Lan Zhuo pada Ding Qiao.
Li Yian hanya menyunggingkan senyum, lalu dia fokus memandangi orang-orang dari sekte lain, mulai dari para peserta dan para pendamping.
*
Baba Yaga juga ikut menonton di tempat yang di sediakan, dia awalnya ingin menemui Li Yian di penginapannya! Namun Li Yian sudah tidak ada di sana karena sudah berangkat menuju istana Kekaisaran Ming.
Sehingga dia menuju ke arena pertandingan kompetisi generasi muda.
Dia terus memandang liar ke segala arah, sampai begitu lama akhirnya dia bisa melihat Li Yian dari tempat duduknya! Li Yian sangat jauh dari Baba Yaga saat ini.
Sehingga Baba Yaga memilih untuk menunggu acara ini bubar saja, daripada harus membuat kerusuhan.
Sambutan dari Kaisar Ming terus terdengar di telinga banyak orang, namun Baba Yaga tidak memperdulikan itu! Dia terus membayangkan yang terjadi nanti setelah meminta koin emas pada Li Yian dia berniat kembali lagi ke sana dan bersenang-senang kembali.
"Kapan kompetisi sialan ini berakhir, aku sudah tidak sabar minum bersama mereka kembali!" gumam Baba sambil tersenyum mesum sendiri.
Orang yang di samping kanan kiri Baba Yaga melihatnya dengan tatapan aneh, karena Baba Yaga bergumam sambil senyum-senyum sendiri.
Di tempat lain juga banyak bisik-bisik di antara mereka, namun mereka membicarakan tentang siapa yang akan memenangkan kompetisi generasi muda tahun ini.
"Menurut kau, siapa yang akan menang kali ini?" ucap salah satu dari penonton.
"Aku yakin tetap dari sekte pedang emas!" jawab temanya.
__ADS_1
"Jika tetap sekte pedang emas yang menang kembali, tidak akan menarik kompetisi generasi muda kali ini!" keluh temannya.
"Hey, belum tentu! Apa kau mendengar pendatang baru sekte kecil yang terpilih masuk tahun ini?"
"Ya aku dengar, tapi apa yang di harapkan dari sekte kecil seperti itu!"
"Kita lihat saja, di kabarkan pemimpin sekte itu dulunya pernah menjadi pemenang dari generasi muda! Aku berharap sekte ini memberikan kejutan besar!"
Obrolan mereka terus berlanjut, hingga membicarakan berita tentang kematian pendekar di pinggiran luar kota kecil persinggahan.
Bahkan berita ini sudah banyak tersebar di masyarakat umum, bahkan berita ini hampir lebih banyak di perbincangkan di berbagai tempat di kota Kekaisaran Ming dan kota kecil persinggahan.
Li Yian sangat malas mendengarkan sambutan dan ucapan Kaisar Ming, setelah dirinya di khianati oleh Kaisar langit! Li Yian memandang seorang pemimpin tinggi seperti kaisar, maupun kepala sekte besar adalah sampah.
Inilah alasan mengapa Li Yian tidak bisa begitu lunak terhadap Xu Wuzao, dia bersikap baik dan peduli terhadap Xu Wuzao karena dia ingin membalas budinya karena sudah merawat dirinya selama ini.
Sambutan Kaisar Ming selesai, di gantikan dengan pembawa acara!.
"Baiklah, terimakasih atas sambutannya Kaisar Ming!" ucap pembawa acara pelaksanaan kompetisi.
"Kami umumkan, kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming di mulai!" lanjut pembawa acara.
Tepuk tangan dan sorak-sorai bergemuruh di sekeliling arena pertarungan, semua orang berteriak mendukung jagoan mereka masing-masing.
Namun sayangnya tidak ada yang mendukung peserta dari sekte anggrek putih, karena mereka tidak di kenal sama sekali.
Sedangkan dari sudut sedikit tersembunyi, tiga orang dengan pakaian sangat tertutup sedang mengawasi jalannya kompetisi generasi muda kali ini, tanpa orang curigai.
"Apa kita akan menyerang di sini?" ucap salah satu dari mereka.
"Jangan bodoh! Di sini sangat banyak orang-orang hebat, kita hanya di tugaskan untuk mengawasi saja tanpa harus melakukan apapun!" jawab orang yang berdiri di tengah-tengah.
Dialah yang bergerak sebagai pemimpin misi saat ini, sehingga dia mengingatkan dengan gencar.
"Baiklah, padahal aku lebih suka pembunuhan dalam misi kita!" jawab orang yang satunya lalau terkekeh pelan.
\=
__ADS_1
\=
...