
\=Chapter 275. INFORMASI MENGEJUTKAN\=
\=
\=
Baba Yaga melompat dari pohon ke pohon untuk menuju ke tempat di mana hutan yang terbakar, setelah sampai di tempat bekas hutan yang terbakar. Baba Yaga langsung melompat turun.
Dia berniat mengambil inti kristal serigala hitam yang sudah memiliki energi siluman, setelah di ambil ternyata inti kristal serigala hitam hanya sebesar telur burung.
"Ternyata masih sangat kecil inti kristal serigala hitam ini, hanya badannya saja yang besar dan kuat, tapi otaknya kecil!" keluh Baba Yaga.
Li Yian juga mengikuti Baba Yaga dari belakang, setelah itu dia berdiri di samping Baba Yaga.
"Teman kau membutuhkan inti kristal serigala hitam itu kah?" ucap Li Yian.
Dia yakin dan tahu, bahwa Baba Yaga akan mengumpulkan inti kristal serigala hitam untuk meningkatkan kekuatan dirinya, sehingga Li Yian ingin membantu. Karena semakin Baba Yaga kuat dirinya semakin senang.
"Ya, meskipun ini kecil tapi jika jumlahnya banyak, hingga ratusan bahkan ribuan akan sangat berguna untuk ku!" ucap Baba Yaga.
"Baik, akan aku bantu menggambil inti kristal dari tubuh serigala hitam yang di sebelah sana!" jawab Li Yian lalu menunjuk ke arah depan dirinya.
"Terimakasih sudara Li Yian!" jawab Baba Yaga.
Li Yian langsung bergerak ke depan, dia mengambil satu persatu inti kristal serigala hitam yang dirinya temui di setiap langkahnya.
Meskipun tubuh serigala hitam itu sudah terbakar dan banyak yang hancur, namun dia tetap mengambil inti kristalnya. Karena inti kristal tidak akan hancur begitu mudahnya! Walaupun tubuh serigala hitam sudah di bakar habis oleh api yang panas sekalipun.
Inti kristal akan tetap utuh hanya bisa di serap menggunakan aura dari pendekar maupun di hisap oleh siluman lainnya.
Li Yian dan Baba Yaga terus mengumpulkan inti kristal serigala hitam, hingga akhirnya mereka selesai.
Cukup banyak yang di kumpulan Baba Yaga maupun Li Yian! Bahkan hampir mencapai ribuan inti kristal yang mereka dapatkan.
Li Yian menyerahkan semua inti kristal serigala hitam yang telah dia kumpulan kepada Baba Yaga, lalu Li Yian segera berucap.
"Teman, aku ada keperluan yang mendesak dengan kau saat ini!" ucap Li Yian.
"Keperluan apakah itu?" tanya Baba Yaga.
"Sebaiknya kita cari tempat yang nyaman untuk membicarakan hal ini!" usul Li Yian.
__ADS_1
"Baiklah, kau yang mencari tempat itu saudara Li!" jawab Baba Yaga.
Li Yian langsung memegang pundak Baba Yaga dengan cepat, setelah itu dia memfokuskan pikiran dirinya saat ini.
Wooooosss..!
Li Yian dan Baba Yaga menghilang dari daratan yang belum di datangi manusia sebelumnya, sehingga di sana sangat banyak binatang buas bahkan binatang itu ada yang sudah memiliki energi siluman.
*
*
*
Kembali ke tempat sekte Wuhan.
Li Yian dan Baba Yaga muncul kembali di ruangan yang Li Yian gunakan sebelumnya, yang di gunakan Li Yian bermeditasi untuk mencari keberadaan Baba Yaga di mana.
Li Yian bisa kembali ke tempat semula, karena di ruangan itu sudah ada aura Li Yian sebelumnya sehingga Li Yian dapat kembali dengan mudah.
Setelah muncul di ruangan yang di tempati saat ini, Baba Yaga keheranan karena ruangan itu cukup tertutup.
Dia memandang sekeliling, ruangan itu cukup luas dan terlihat mewah dari dekorasinya! Karena memiliki ornamen yang klasik.
"Ini adalah salah satu ruangan di sekte Wuhan, salah satu sekte besar di daerah selatan wilayah Kekaisaran Ming!" jawab Li Yian.
"Daerah selatan Kekaisaran Ming, berarti kita sudah kembali ke daratan matahari terbit?" tanya Baba Yaga ingin segera tahu.
"Ya, ini daratan matahari terbit! Masalah itu bisa kita bahas nanti, aku ingin menanyakan sesuatu yang sangat rahasia!" ucap Li Yian memotong segera pertanyaan Baba Yaga.
"Rahasia, apa itu?" kini Baba Yaga semakin serius di buatnya, karena belum pernah melihat Li Yian seserius sekarang selama mereka kenal dahulu.
Mereka berdua lalu memilih tempat duduk yang tersedia di sana, karena tempat ini adalah tempat meditasi dari tetua ketiga sekte Wuhan dahulu, yaitu Dai Yao.
Sehingga dekorasi sangat cantik dan begitu tertata rapi! Ruangan itu menyediakan tempat bersantai dan terhubung dengan kamar rahasia yang sering di gunakan Dai Yao bermain panas.
Setelah Baba Yaga dan Li Yian duduk di kursi yang menghadap ke meja bundar, Li Yian langsung menanyakan prihal raja siluman.
"Teman, apa kau mengenal siapa raja siluman?" ucap Li Yian langsung saja.
Deg...!
__ADS_1
"Raja siluman?" ucap Baba Yaga karena cukup dikagetkan dengan pertanyaan Li Yian kali ini.
"Ya, apa kau tahu tentang dia?" tanya Li Yian kembali.
Baba Yaga terlihat berpikir sebentar, lalu dia menutup matanya! Seperti sedang mendalami sesuatu, seakan dia mengalaminya langsung.
Li Yian hanya melihat saja tidak berani menegur, karena Li Yian berpikir bahwa Baba Yaga sedang mengingat-ingat sesuatu. Sehingga dia memilih untuk diam dan menunggu Baba Yaga menjawabnya.
Setelah cukup lama akhirnya Baba Yaga membuka matanya, tatapan matanya langsung menyorot tajam hingga sedang menembus sesuatu.
"Raja siluman yah? Aku tahu siapa dia, dia adalah orang tua ku sendiri!" jawab Baba Yaga.
Deg..!
Kali ini Li Yian yang sangat terkejut, karena mendapatkan informasi mengejutkan seperti itu. Li Yian tidak menyangka bahwa Baba Yaga anak dari raja siluman.
"Apa itu benar teman?" tanya Li Yian masih tidak percaya.
"Ya, dia adalah seseorang yang paling aku benci selama ini! Meskipun dia adalah orang tua ku sendiri, karena dia lah aku mendapatkan bentuk seperti ini." jawab Baba Yaga.
Yang di maksud bentuk seperti ini adalah bentuk tubuh siluman yang tidak sempurna, sehingga dia di pandang remeh oleh siluman lainnya kala itu, di tambah gara-gara raja siluman yang berkhianat dengan klan dua klan besar lainnya.
Membuat dua klan lainnya menyalahkan langsung Baba Yaga, karena Baba Yaga adalah anak dari raja siluman kala itu, hingga akhirnya dia lebih memilih meninggalkan alam Tanasilam.
"Bagiamana bisa?" ucap Li Yian.
"Ceritakan sangat panjang, ini di awali dengan raja siluman yang mengkhianati tiga klan terkuat di alam Tanasilam! Hingga akhirnya dia menghilang dari alam Tanasilam!" Baba Yaga mencoba menjelaskan dari awalnya.
"Setelah itu tiga klan terkuat di alam Tanasilam, saling bermusuhan! Namun klan Baba lebih memilih menutup diri dari penguasaan alam Tanasilam!" lanjut Baba Yaga berucap.
Baba Yaga terus menjelaskan apa yang dirinya tahu tentang orang tuanya, yang di juluki sebagai raja siluman! Karena karena sangat hebat di alam Tanasilam kala itu.
Li Yian terus mendengarkan apa yang di ucapkan Baba Yaga, meskipun dia tidak tahu apa yang harus dia tanggapi. Namun Li Yian tetap mendengarkan.
Dia tidak menyangka bahwa Baba Yaga yang sudah di kenal dirinya cukup lama, saat pertama kali bertemu di hutan kabut ilusi ternyata adalah anak dari raja siluman yang telah menjadi Kaisar Langit mengganti kaisar langit terdahulu.
\=
\=
...
__ADS_1