Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
040 = SILUMAN KALAJENGKING PENJAGA MAKAM KUNO


__ADS_3

\=Chapter 040. SILUMAN KALAJENGKING PENJAGA MAKAM KUNO\=


\=


\=


Kini semua orang sudah masuk ke dalam makam lantai ke dua, di sana tertuliskan.


Hanya sebuah makam, hormati pemilik tempat jangan masuk ke dalam makam lebih dari 3 lantai.


Semua orang langsung bisa membaca tulisan di makam tersebut, tapi semuanya mengindahkan saja tanpa berpikir karena keserakahan mulai menyeruak di dalam pikiran masing-masing.


"Sepertinya memang makam kuno ini tidak sesederhana yang terlihat, bahkan tulisan di dinding sana adalah tulisan kuno yang orang-orang sudah hampir meninggalkan itu!" gumam Li Yian.


Dirinya tahu itu tulisan kuno karena dirinya belajar di perpustakaan, meskipun hanya belajar dengan bimbingan guru seperlunya Li Yian langsung dapat memahami dengan mudah.


"Sial aku semakin penasaran di lantai yang lebih dari tiga ada apa sebenarnya di sana?" ucap salah seorang yang membaca tulisan peringatan dari makam kuno itu.


"Aku juga penasaran, sebaiknya kita cepat untuk melihat apa isi di sana!" ucap kawannya memberi tahu.


"Hay, ingat jangan mendahului ku jika kalian tidak ingin mati!" ancam Mo Cheng pada dua orang yang berbicara di sebelahnya.


Kedua orang itu langsung mundur perlahan, dirinya lebih baik menunggu di belakang karena terintimidasi oleh aura yang Mo Cheng keluarkan.


Sebenarnya jika saja semua orang itu membunuh Mo Cheng sekarang, pastilah Mo Cheng tidak akan bisa lolos darinya tapi mereka juga tidak ingin mengambil resiko yang lebih dalam.


Akhirnya mereka semua tiba di lantai dua yang lebih besar, di sana ada beberapa tumpukan koin emas cukup bahkan bila di bawa seorang diri juga akan sangat kesulitan.


Li Yian hanya melirik emas itu, dirinya tidak terlalu tertarik dengan uang! Karena di token penyimpanan koin masih banyak uang yang dirinya miliki.


Begitu juga Mo Cheng dirinya hanya melirik sebentar, tapi beberapa dari mereka cukup serakah karena kantong mereka sudah kering akhirnya lari untuk mengambil tumpukan koin emas yang banyak itu.


Tapi belum juga sampai di tumpukan emas, kaki mereka baru mencapai lingkaran yang ada di lantai, yang melingkari tumpukan emas itu! Tiba-tiba sesuatu terjadi.


Sebuah serangan mendadak datang dari segala arah begitu banyaknya, ribuan anak panah beracun yang meluncur ke arah mereka semua tanpa terkecuali.


Suara desingan dari segala sudut dinding makam kuno, di sana keluar ribuan anak panah! Semua orang langsung kaget dan berpencar mencari tempat perlindungan yang aman, namun tidak ada tempat yang tidak di jangkau anak panah beracun.


"Sial tidak ada tempat tersembunyi lagi!" ucap salah satu dari mereka.


Li Yian sudah siap siaga sedari tadi, dirinya memegangi gagang pedang hitam miliknya! Saat anak panah cukup banyak mengarah dirinya dia langsung menangkis dengan gerakan sederhana tapi sangat cepat.


"Jebakan yang mengagumkan! Tapi ini cukup mudah di hindari!" ucap Li Yian.

__ADS_1


Dirinya melompat ke segala arah sambil menangkis anak panah yang beracun itu, karena dia cukup sadar anak panah yang menyerang cukup beracun karena berwarna keunguan.


Banyak suara dentingan karena mereka sibuk menangkis serangan anak panah yang sangat banyak itu seperti air hujan yang jatuh dari langit.


Banyak yang bisa menangkis dari depan namun anak panah yang dari belakang maupun dari samping kiri kanan luput oleh mereka.


Sehingga kulit mereka tergores sedikit lalu terhuyung dengan begitu linglung, karena terkena racun yang mamatikan! Karena linglung akibat racun, ke-enam Indra dan perasaan mereka menjadi melemah lalu terkena anak panah cukup banyak dan mati seketika.


"Gila racun ini begitu mengerikan!" ucap Li Yian cukup keras semau orang mendengar itu langsung waspada.


Banyak yang kuwalahan akhirnya beberapa saat serangan panah itu berhenti, dan semua yang tersisa mengambil nafas lega.


Banyak dari mereka terengah-engah karena mengandalkan ilmu meringankan tubuh dan gerakan lincah yang sangat cepat di barengi dengan tangkisan senjata mereka masing-masing.


Kejadian serangan anak panah hanya beberapa detik saja, tapi yang mati cukup banyak lebih dari setengah jumlah sebelumnya.


"Untung aku masih hidup, hampir saja tadi aku tergores oleh anak panah itu!" ucap salah satu anggota sekte aliran hitam.


Mo Cheng terlihat tenang padahal dirinya sudah sangat berdebar karena serangan itu seperti hujan deras.


"Semuanya, harap setelah ini hati-hati! Aku yakin di dalam sana masih banyak sekali jebakan yang di pasang!" ucap Mo Cheng setelah mengambil nafas panjang karena sudah cukup lega.


Kini mereka hanya tersisa 12 orang termasuk Li Yian, karena sudah tidak ada lagi jebakan di lantai dua orang yang membutuhkan koin emas segera mengambil hingga katung penyimpanan emas mereka sampai penuh.


Li Yian hanya menggeleng.


Setelah itu mereka semua 12 orang tersisa langsung turun ke lantai tiga, namun belum sampai ke lantai tiga di sana sudah ada suara mendesing yang membuat telinga sakit.


"Suara apa itu?" ucap orang yang membawa koin emas tadi sangat takut.


Mo Cheng juga langsung waspada tombak di tangannya langsung di genggam begitu erat di kedua tangan miliknya.


"Tetap hati-hati, aku mempunyai firasat buruk!" ucap Mo Cheng pada temannya yang satu sekte.


12 orang itu waspada semuanya dengan senjata masing-masing di tangan mereka, termasuk Li Yian juga cukup waspada.


Setelah sampai di lantai 3 di sana sangat pengap, ada beberapa lorong besar di sudut ruangan bahkan ruangan di sini hampir tidak memiliki udara segar


Li Yian memperhatikan lorong yang cukup besar, setelah itu suara desingan kembali terdengar begitu keras.


Orang-orang di sana langsung menengok ke arah lorong yang cukup besar yang tadi di pandangi Li Yian.


Setelah tatapan semua orang jatuh pada lorong itu, dari dalam keluar makhluk yang hitam besar tapi berjalan merayap di lantai begitu cepat.

__ADS_1


"Lihat siluman kalajengking penjaga makam kuno!" orang yang paling depan berteriak kencang, kakinya langsung lemas.


"Hemm, umurnya belum genap dari 10.000 tahun jika pendekar raja itu dalam keadaan prima aku yakin dia cukup bisa mengalahkan siluman kalajengking itu!" Li Yian langsung melihat dan menganalisa kalajengking yang datang itu.


"Sepertinya dia sudah mencapai 10.000 tahun aku ingin menambah koleksi cincin roh ku! Ha-ha-ha-ha!" ucap Mo Cheng tertawa.


Meskipun Mo Cheng sudah masuk ke pendekar raja tapi hanya memiliki cincin roh satu dan itu berwarna merah.


Padahal siluman itu belum mencapai 10.000 tahun tapi Mo Cheng salah menduga.


"Ayo teman-teman, kita hadapi makhluk ini dan ambil manfaat darinya!" Mo Cheng langsung berbinar.


Dia menerjang dengan tombak ke kalajengking itu begitu ganas, tapi sebelum tombak itu mencapai badan kalajengking yang besar, ekor kalajengking sudah menangkis rombak dengan begitu kuat.


Traaang..!


Sepertinya suar dua besi yang bertabrakan dengan sangat kuat, Mo Cheng langsung mundur begitu berbenturan! Karena dirinya terdorong oleh serang kalajengking itu.


"Dia kuat, bahkan serangan tetua sekte lembah tengkorak saja di patahkan dengan mudah!" ucap beberapa orang yang ada di sana begitu terkejut.


"Sepertinya yang aku harapkan, dia begitu kuat semuanya serang bersama-sama!" Mo Cheng memberikan perintah.


Akhirnya mereka semua menyerang di bawah komando Mo Cheng, begitu juga Li Yian karena dirinya tidak ingin di anggap hanya mengambil keuntungan dari mengikuti mereka semua di belakang.


Di serang berbagai sisi, kalajengking itu kehidupan beberapa kaki dia sisi kanan dan kirinya, tapi ekor dan capit depannya sanggat kokoh bahkan tubuh bagian atas seperti tanah yang sangat keras tidak bisa di gores oleh senjata mereka masing-masing.


"Sial, tubuhnya begitu keras!" ucap salah satu dari mereka.


"Aku akan memotong bagian ekor yang beracun, kalian alihkan perhatiannya!" kali ini Li Yian berucap dengan sungguh-sungguh.


Mencari beberapa momentum untuk melakukan tebasan, Li Yian melompat ke segal arah karena kalajengking itu cukup lincah.


"Jurus ke tiga, tebasan pedang melingkar!" ucap Li Yian setelah melihat celah yang di berikan orang-orang yang sedang melawan bersama.


"Crash..!"


Tebasan pedang Li Yian berhasil memotong ekor kalajengking itu dengan sempurna, Li Yian menggunakan teknik pedang 100 bayangan jurus ke tiga karena tebasan itu hanya jarak dekat, sehingga tidak menimbulkan bayangan energi yang melepas! Jadi tidak mungkin mengenai sasaran lain selain yang ada di jangkauan pedang saja.


\=


\=


Bantu LIKE'👍 Kaka.

__ADS_1


Terimakasih.


...


__ADS_2