
\=Chapter 074. BABA YAGA DI JEBAK\=
\=
\=
Dua kereta kuda meluncur dengan sangat lambat di jalan utama kota Kekaisaran Ming, bukan karena jalannya yang jelek namun kota Kekaisaran Ming padat pengunjung.
Meskipun hari sudah masuk malam hari, namun orang-orang di sana seakan tidak menyusut malah bertambah banyak.
Kota Kekaisaran Ming sangatlah terang karena lampion jalan menyala dengan terang, di sepanjang jalan dan deretan pertokoan semua di hiasi lampu.
Xu Wuzao tidak memperdulikan keramaian itu, dia sekarang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Anak itu benar-benar di luar dugaan, padahal aku begitu dekat namun tidak tahu sampai di tingkat mana kekuatannya!"
Xu Wuzao memikirkan kejadian pertarungan saat di luar perbatasan kota kecil tempat persinggahan sebelum masuk ke kota Kekaisaran Ming.
"Membunuh pendekar tingkat atas dengan satu serangan pisau kecil, bahkan dua orang sekaligus! Tidak jika yang satunya bukan pendekar raja puncak pasti akan mati juga!"
Xu Wuzao berbicara sendiri di dalam benaknya, dia menganalisa kekuatan Li Yian sampai di tingkat mana.
"Jika nak Li Yian menunjukkan bakatnya di kompetisi ini, maka itu akan gawat! Orang-orang akan memperebutkan kejeniusan dirinya!"
"Sial aku tidak mengerti jika akan seperti ini, jika tahu aku tidak akan mendaftar dirinya!"
Xu Wuzao kini sangat dilema, jika orang lain pasti akan memamerkan murid sektenya jika murid mereka se hebat Li Yian.
Sedangkan Xu Wuzao berpikir, itu akan berbahaya! Karena orang-orang akan mengincar Li Yian di kemudian hari, bahkan bisa jadi mereka akan membunuhnya sebelum Li Yian mekar di puncak dunia persilatan.
"Kepala sekte Xu, kita sudah sampai ke penginapan yang kita pesan!"
Wang Yao mengagetkan Xu Wuzao, sampai Xu Wuzao sedikit tersentak akibat teguran dan tepukan ringan di tangannya.
"Aahh, iya kah! Sangat cepat?" jawab Xu Wuzao.
"Sangat cepat di mana sungguh ini malah sangat lambat, karena di jalan tadi sangat lambat!" ucap Wang Yao di benaknya, dia menggerutu atas ucapan Xu Wuzao.
Wang Yao menyangka bahwa Xu Wuzao bersikap seperti itu karena pertarungan tadi dengan tentara bayaran, Wang Yao tidak tahu bahwa Xu Wuzao tertekan seperti itu justru karena Li Yian.
Bagaimana bisa tahu, dirinya bertarung dengan salah satu tentara bayaran di bantu Li Yian saja tidak sadar, apalagi kejadian yang begitu sangat cepat.
Mereka semua masuk ke dalam penginapan yang sudah di pesan oleh Xu Wuzao sebelumnya saat pendaftaran masuk kompetisi generasi muda.
Sedangkan Baba Yaga memesan penginapan lain, karena di penginapan itu sudah penuh.
__ADS_1
Mereka memesan empat kamar, karena kamar yang di pesan tidak bisa menampung lebih dari 2 orang Li Yian di ajak Xu Wuzao satu kamar! Orang-orang bisa mengerti hanya Lan Zhuo yang sedikit sinis.
Mereka masuk ke kamar masing-masing, untuk segera istirahat karena melakukan perjalanan jauh cukup melelahkan! Meskipun menggunakan kereta kuda.
*
Di kamar yang di tempati Xu Wuzao dan Li Yian.
"Nak duduklah, aku ingin berbicara dengan mu sangat serius!" ucap Xu Wuzao.
Li Yian cukup kaget, apa Xu Wuzao mengetahui identitas dari Baba Yaga! Atau dia mencurigai dirinya.
"Katakanlah pak tua!" jawab Li Yian dengan datar, karena dia tidak ingin membahas yang sangat serius dengan Xu Wuzao untuk saat ini.
"Aku tau, kau begitu hebat dan jenius! Maka aku perlu mengatakan ini pada mu sebelum terlambat!"
"Apa itu?" Li Yian semakin penasaran apa yang akan di katakan Xu Wuzao kali ini.
"Aku sarankan, jangan kau keluarkan seluruh kemampuan mu di dalam kompetisi generasi muda! Aku takut akan banyak kelompok yang mengincar mu nak!" ucap Xu Wuzao.
Mendengar ini Li Yian cukup senang, karena Xu Wuzao sangat menghawatirkan dirinya! Ini adalah hal pertama yang dirinya rasakan setelah kepergian orang tua asli dirinya di alam langit.
"Ya aku tahu itu, pak tua!"
"Baiklah jika hanya itu, aku hendak istirahat badanku sungguh pegal-pegal!" ucap Li Yian.
"Ya istirahat lah, besok kita akan menuju ke Istana Kekaisaran Ming!" jawab Xu Wuzao.
Li Yian pergi menuju ke tempat tidur dirinya, Xu Wuzao melihat Li Yian melangkah menjauh akhirnya hanya mendesah pelan.
"Huuff..! Anak yang merepotkan!"
Dia pun berdiri dari bangkunya, lalu melangkah menuju ke tempat tidur yang sudah di sediakan, karena saat tiba di sana hari sudah cukup larut.
*
*
*
Baba Yaga masih berjalan menyusuri kota Kekaisaran Ming, dia sedari tadi mencari penginapan namun tidak menemukan yang masih kosong, semuanya sudah penuh.
Namun dia tidak menyerah sedikitpun, malah tambah bersemangat karena suasana kota di malam hari begitu meriah.
"Tempat apa itu sepertinya menarik?"
__ADS_1
Baba Yaga melihat di jalan utama ada kedai minuman, namun di dalamnya terdapat banyak sekali wanita cantik.
Sehingga dia teringat kembali terhadap rumah makan arak wangi, saat di sana dirinya tidak begitu bebas karena adanya Xu Wuzao dan yang lainya.
Namun sekarang dia sendirian sehingga bebas hendak melakukan apapun.
Dia melangkah dengan mantap masuk ke dalam kedai minum.
"Selamat datang tuan tampan!" beberapa wanita penyambut tamu langsung menyambutnya dengan sangat ramah.
Baba Yaga langsung melebarkan matanya, mulutnya langsung terbuka dan air liur menetes dengan deras.
"Tuan, ingin pelayanan yang seperti apa?" ucap gadis muda yang begitu feminim.
"Apa saja aku mau!" jawab Baba Yaga dengan sangat polosnya.
"Ikuti kami tuan!" ajak salah satu dari mereka lalu menarik tangan Baba Yaga dengan sedikit keras.
Sebenarnya tanpa di tarik pun, Baba Yaga akan mengikuti dengan senang hati jika yang mengundang dirinya adalah wanita muda yang cantik.
Di tambah bukan hanya satu tapi lebih dari dua wanita cantik, sehingga dia dengan suka rela di tarik mereka.
Baba Yaga di bawa ke ruangan pribadi, ruangan itu sangat nyaman dekorasi sangat elegan dan mewah! Ini adalah jebakan para wanita agar mereka menerima bayaran yang besar terhadap orang yang mata keranjang seperti Baba Yaga ini.
"Tuan tampan, mau minum apa?" gadis paling cantik bertanya sambil mencubit dagu Baba Yaga.
Jedug..
Jedug..
Jedug..
Jantung Baba Yaga langsung berdebar dengan sangat kencang, karena wanita itu sangat dekat dengan dirinya.
Ini adalah pengalaman pertama dirinya, berdekatan dengan manusia wanita cantik! Membuat dia tidak bisa bernafas tenang.
"Apa, saja nona! Jika minum bersama pasti sangat nikmat!" jawab Baba Yaga dengan senyuman mesum.
Setelah mendapatkan izin, salah satu dari mereka langsung keluar dengan cepat untuk memanggil pelayan! Membawakan arak yang paling mahal.
Baba Yaga tidak tahu dirinya sedang di jebak, karena ini pengalaman pertama! Sehingga dia tetap tersenyum dan tertawa bahagia.
\=
\=
__ADS_1
...