
\=Chapter 271. KAWANAN PENGGANGGU\=
\=
\=
Baba Yaga masih berdiri dengan tenang, di salah satu cabang pohon yang di pijaki sekarang! Untunglah dia masih menggunakan bentuk tubuh silumannya saat ini, jika saja dia sudah mengubah dirinya ke bentuk manusia kembali, mungkin kaki dirinya sudah putus di sambar oleh gigitan dari serigala hitam yang sangat besar.
Baba Yaga baru pertama kali melihat serigala hitam yang begitu besar di alam Daulu ini, meskipun dia sudah cukup lama di alam Daulu namun dia tidak pernah keluar dari daratan matahari terbit.
Sayup-sayup dia merasakan ada aura siluman yang ada di dalam tubuh serigala hitam di bawahnya.
"Sepertinya daratan ini sangat jauh dari daratan matahari terbit? Baiklah tidak masalah, asalkan masih di alam Daulu!" gumam Baba Yaga.
Heerrr..!
Kraakk..!
Serigala hitam kembali menyerang dengan membuka rahangnya lebar-lebar, lalu menggigit cabang pohon yang di pijaki Baba Yaga sekarang.
Baba Yaga kembali menghindari serangan ganas serigala hitam itu, dia berpindah ke cabang yang lain. Pohon besar itu langsung ambruk karena terkena cakar serigala hitam yang begitu tajam dan besar.
"Hey, kau terlalu agresif!" bentak Baba Yaga.
Dirinya tidak mengetahui bahwa serigala hitam itu sangat ganas, sedari tadi dia meremehkan karena hanya seekor serigala, namun setelah melihat serangan barusan Baba Yaga cukup waspada.
Wuuusss..!
Aura siluman langsung keluar dari serigala hitam yang saat ini ada di bawah Baba Yaga, merasakan ini Baba Yaga langsung mengerti kenapa dia tadi sayup-sayup merasakan ada sedikit aura siluman pada tubuh serigala hitam.
"Sepertinya kau bukan serigala yang berasal dari alam Daulu?" tanya Baba Yaga kepada serigala hitam itu.
Heeerr..!
"Sial, ternyata kau belum mampu berbicara!" lanjut Baba Yaga berucap, cukup kesal.
Baba Yaga kesal, dia pikir setelah mengeluarkan aura siluman! Serigala itu akan bisa berbicara dengan dirinya, namun tetap hanya menggeram marah saja.
Kraakk..!
Baaammm..!
Saat serigala hitam kembali menyerang, Baba Yaga langsung menyerang dengan tendangan dirinya yang sangat kuat ke arah leher serigala hitam.
Kepala dari serigala hitam langsung menghantam tanah, namun dia langsung kembali menyerang dengan ganas! Saling serang antara Baba Yaga dan serigala hitam langsung terjadi.
Hingga memporak porandakan hutan di sekitar mereka, pohon yang besar ada di sana banyak yang tumbang.
Aaauuuuu..!
__ADS_1
Sura melengking dan tinggi dari serigala hitam itu terdengar, setelah dia mengalami luka cukup parah! Karena merasa terancam nyawanya, dia langsung memanggil kawanan mereka.
Baba Yaga langsung menengok ke segala arah, karena dari segala arah aura siluman dari serigala lain mulai terasa mendekat.
"Kawanan Pengganggu!" keluh Baba Yaga, lalu dia langsung mengambil senjatanya dari artefak penyimpanan miliknya.
Baba Yaga memegang senjata garukan miliknya, dia berdiri tegak siap menghadang kawanan serigala hitam.
Wuuusss..!
Aura siluman yang pekat langsung keluar dari tubuh Baba Yaga, dia mengeluarkan aura membunuh yang sangat mengerikan untuk sekarang, karena tidak menganggap remeh kawanan serigala hitam itu.
*
Dari kejauhan, suara bergemuruh terdengar semakin lama semakin dekat! Sedangkan serigala hitam yang sudah terluka oleh Baba Yaga malah mundur perlahan setelah merasakan aura milik Baba Yaga yang semakin lama semakin pekat.
Wooooosss.
Wuutt..!
Craass..!
Garukan senjata milik Baba Yaga langsung menancap di leher serigala hitam yang sudah terluka, lalu dengan gerakan cepat Baba Yaga mengoyak dengan tarikan yang kuat.
Seketika leher milik serigala hitam itu, langsung terkoyak sangat lebar bahkan hampir putus! Serigala hitam yang sudah terluka langsung terkapar dan mati.
Darah seger keluar dari koyakan besar di lehernya, karena mencium bau darah yang menyengat kawanan serigala hitam yang bergerak menuju Baba Yaga semakin liar.
Baba Yaga memilih pohon yang besar untuk melihat lebih jelas kawanan serigala hitam yang datang semakin ganas.
"Aku memancing kawanan serigala hitam yang sedang lapar!" ucap Baba Yaga mengeluh karena dia tidak menyadari bahwa kawanan mereka sangatlah banyak.
Suara bergemuruh semakin dekat, Baba Yaga turun kembali ke tanah karena bersiap untuk membantai mereka semua.
Heerrr..!
Dari arah belakang Baba Yaga, serigala hitam yang lebih besar dari yang di bunuh sebelumnya datang dengan cepat, lima serigala hitam itu langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan mengayunkan cakarnya begitu cepat.
Baba Yaga langsung membalikkan badan, dia melintangkan garukan dirinya untuk membendung serangan ganas itu.
Baammm..!
Baammm..!
Tendangan beruntun dari Baba Yaga langsung menghantam dua dari lima serigala hitam yang menyerangnya.
Dua serigala terpental cukup jauh dengan rahang bawah mereka hancur, untuk sementara mereka terkapar tidak berdaya.
Baba Yaga memutar senjatanya, dengan sebat lalu segera mendorong mundur tiga serigala yang tertahan.
__ADS_1
Baaammm..!
Baaammm..!
Pukulan gagang senjata Baba Yaga menghantam dengan sangat keras ke kepala dua dari serigala yang sedang menyerang Baba Yaga hingga hancur lalu mati seketika.
Craass.!
Sedangkan yang satunya Baba Yaga tusuk dan koyak kembali dengan senjata garukan miliknya, lalu tumbang.
Baru juga selesai membunuh tiga dari lima serigala hitam yang menyerang barusan, dari arah belakang dan samping lebih banyak lagi menyerang.
Baba Yaga seperti tersudut karena terkepung dari segala arah, dia terus memukul mengoyak dan menendang serigala hitam yang menyerbu bersama itu, serigala-serigala hitam itu semakin ganas setelah melihat beberapa kawannya mati terbantai oleh Baba Yaga.
Wooooosss..!
"Sial mereka banyak sekali, di tambah kekuatan mereka sangat kuat dan tubuh mereka sangat tangguh!" keluh Baba Yaga sambil terus bergerak mundur menghindari serangan kawanan serigala hitam.
Tidak ingin Baba Yaga kabur begitu saja, puluhan serigala hitam langsung menyerang begitu ganas.
*
*
*
Di Sekte Wuhan, daerah selatan wilayah Kekaisaran Ming.
Li Yian sedang melakukan meditasi untuk kembali mencari Baba Yaga, setelah selesai membicarakan tentang pembangunan pelelangan yang akan di dirikan di kota Wuhan.
Li Yian meminta izin kepada Xu Wuzao untuk melakukan meditasi tertutup, dia sebenarnya ingin mencari keberadaan Baba Yaga kembali.
Meskipun awalnya sudah mencari namun hasilnya tetep nihil, namun karena dia tidak ingin menunda lagi ingin segera mencari tahu siapa itu raja siluman maka dia tidak akan menyerah.
Li Yian kini merasakan sedang melacak keberadaan Baba Yaga melalui Energi Qi yang sekarang cukup banyak tersebar di alam Daulu.
Saat dia melebar pencarian keberadaan Baba Yaga ke arah barat, Li Yian langsung mengerutkan dahinya. Karena dia sedikit merasa aura siluman Baba Yaga, namun dari berbagai sisinya Li Yian merasakan juga aura siluman yang cukup banyak.
'Apa Baba Yaga sedang menggembala kawanan siluman, di sana sangat banyak keberadaan siluman yang liar!' ucap Li Yian di benaknya.
Setelah merasakan cukup banyak aura siluman yang kuat di sekitar aura milik Baba Yaga, karena sudah menemukan Li Yian langsung memfokuskan ke arah tempat Baba Yaga berada.
Wooooosss..!
Li Yian langsung menghilang dari tempatnya sekarang, dia menggunakan teleportasi dengan merasakan aura milik Baba Yaga sebagai tujuannya.
\=
\=
__ADS_1
...