
\=Chapter 144. ADU TANDING\=
\=
\=
Setelah berhasil membunuh semua yang ada di halaman belakang, Li Yian bergegas masuk ke dalam kediaman keluarga Bao. Li Yian segera mengejar Baba Yaga.
Setelah masuk, dia melihat Baba Yaga sudah bertarung dengan keluarga Bao yang ada di dalam. Mereka adalah para tetua yang masih hidup.
Baba Yaga sudah membunuh beberapa bawahan dari tetua keluarga Bao, sekitar 6 orang yang sudah Baba Yaga bunuh.
Karena tahu kehebatan Baba Yaga yang bukan main-main, tetua yang masih hidup langsung mengeroyok Baba Yaga! Karena ingin membunuh musuh dengan cepat.
Li Yian langsung lari ke samping Baba Yaga yang saat ini sedang di keroyok oleh 8 orang sekaligus.
Wooss..!
Tring..!
Li Yian langsung menangkis salah satu serangan yang berada di titik buta Baba Yaga.
"Aaah, terimakasih saudara Li!" ucap Baba Yaga setelah sadar dia di selamatkan oleh Li Yian.
"Ya tidak masalah! Seharusnya kau lebih berhati-hati lagi teman." Li Yian langsung memperingati.
Kini Li Yian dan Baba Yaga saling adu punggung, 8 orang tetua keluarga Bao mengitari mereka dengan senjata mereka masing-masing.
"Kau terlalu lama membereskan para kroco di luar! Saudara Li." ejek Baba Yaga.
"Ya aku tahu, hanya saja aku berpikir bahwa mereka orang yang tidak tahu apa-apa. Aku sedikit segan membunuh mereka!" jawab Li Yian.
Sebenarnya Li Yian bisa lebih cepat, tapi saat melakukan pembunuhan. Li Yian cukup banyak mempertimbangkan itu semua.
"Untung kau datang tepat waktu, jika tidak!"
Ucapan Baba Yaga terpotong oleh serangan salah satu dari tetua
Wooss..!
Tombak panjang, langsung mengarah ke kepala Baba Yaga saat ini.
Triinng..!!
Baba Yaga langsung menangkis, dengan tombak miliknya. Tombak itu berbenturan dengan keras hingga getaran dan suara dengungan keras menyeruak ke dalam pendengaran mereka semua.
"Kau akan mati!" bentak tetua yang kini menyerang Baba Yaga, melanjutkan ucapan Baba Yaga yang terpotong.
"Bukan, tapi membunuh kalian semua sendirian! Tanpa membagi kesenangan itu kepada saudara ku ini!" jawab Baba Yaga.
Lalu dia tersenyum, dengan misterius! Dia menengok ke belakang ke arah Li Yian.
"Hei, saudara Li! Mari kita lihat siapa yang tercepat, sudah lama kita tidak melakukan ini. Terakhir kali kita melawan serigala tanduk perak, sekarang kita melawan manusia! Mari kita adu tanding." ucap Baba Yaga diatelinga Li Yian.
"Apa kau setuju?" lanjutnya.
__ADS_1
"Terserah kau saja! Aku merasa ini konyol." jawab Li Yian.
Setelah menjawab seperti itu, dia langsung bergerak dengan sangat cepat menyerang dua orang di depannya.
Wooss..!
Trinng.. Trinng..!
Braaakk..
Pedang Li Yian beradu dengan pedang mereka, salah satu dari mereka langsung terpental jauh ke belakang dan menghantam dinding sangat keras.
Sedangkan yang satunya mundur beberapa langkah, dia langsung memegangi pedangnya dengan kedua tangan. Karena getaran itu sangat kuat.
"Sial, kau memulai duluan tidak adil!" bentak Baba Yaga tidak terima.
Setelah membentak dia langsung menyerang salah satu dari mereka, Baba Yaga menyerang orang yang menggunakan tombak seperti dirinya.
Wosss..!
Shut.
Baammm..!
Tusukan Baba Yaga di hindari sangat tipis, lalu Baba Yaga langsung menggoyang tombak itu ke samping. Sehingga menghantam dengan telak pinggang dari tetua yang menggunakan tombak.
"Aku sekarang tidak khawatir serangan dari belakang lagi, ada dia yang melawan mereka! Mari kita selesaikan dengan cepat." ucap Baba Yaga pada tetua itu.
Dia menunjuk ke arah Li Yian yang sedang bertarung dengan empat tetua lainnya.
Tiga tetua lainya langsung mengepung Baba Yaga, membantu tetua yang menggunakan tombak.
Li Yian kini hanya tinggal melawan tiga lainnya! Karena yang tadi menghantam dinding langsung Li Yian kejar dan tebas selagi dia terkapar.
Karena pikir Li Yian, dia yang paling lemah! Sehingga Li Yian incar terlebih dahulu.
Li Yian banyak menghindari serangan dari dua tetua lainnya, karena dia menggunakan tiga tongkat yang di sambung rantai dan kapak dua mata yang di ikat rantai panjang.
Dua serangan tetua itu sangat jauh, sehingga Li Yian banyak menghindar dan menangkis! Di tambah dia melawan salah satu tetua yang cukup kuat dengan senjata pedang.
"Serangan kombinasi merah tidak buruk! Aku harus menggunakan jurus, yang lebih beragam!" gumam Li Yian. Karena Li Yian dari tadi hanya menggunakan tebasan pedang biasa.
Tap..Tap..!
Li Yian langsung berjungkir balik dua kali menghindari serangan jarak jauh dia tetua lainnya.
"Ternyata dia ingin berada teknik penyerangan jarak jauh!" ucap Li Yian.
Dia mundur lebih jauh lagi, langsung mengalirkan tenaga dalam ke dalam pedangnya.
"Tebasan bayangan jarak jauh beruntun!" ucap Li Yian lirih.
Dia langsung menabas dengan begitu cepat, dari tebasan silangan, tebasan lurus kombinasi begitu acak.
Wooss.. Wooss..!
__ADS_1
Bayangan hitam menyerupai bulan sabit, yang keluar dari pedang Li Yian langsung bergerak dengan begitu liar menuju ke arah depan Li Yian. Menyerang tiga tetua yang ada di sana.
Slaazz.. Slaazz..!
Bayangan hitam itu menebas apa saja yang di lalui, begitu juga dengan tiga tetua lainnya langsung tertebas oleh bayangan hitam itu.
"Aaakkkhh..!" dua lainnya langsung tumbang, karena terkena dengan telak di bagian perut dan leher mereka.
Sedangkan yang satunya, tetua yang menggunakan pedang masih bisa menghindari dan menangkis serangan jarak jauh Li Yian.
"Tebasan Kilat!" ucap Li Yian kembali.
Wooss..!
Slaazz..!
"Aaakkkhh..!" jerit tetua yang menghindari serangan jarak jauh itu yang terakhir kalinya.
Dia langsung tumbang setelah terkena tebasan kilat milik Li Yian, tebasan itu sampai memotong leher lawannya dengan sempurna.
Li Yian kini berdiri di belakang tubuh yang sudah mati karena tertebas, pedang Li Yian kini berlumuran darah.
Baba Yaga melihat itu langsung kaget bukan main, karena dirinya baru membunuh satu dari empat lawan lainnya.
Baba Yaga langsung mengamuk, dia dengan cepat menyerbu tiga dari tetua itu! Baba Yaga memutar tombak di tangannya dengan sangat cepat.
Angin kencang langsung menderu di ruangan itu.
Wooss..!
Dia bergerak sangat cepat mendekati mereka, di tambah putaran tombak Baba Yaga sangat kencang.
Trinng.. Trinng..Trinng..!
Baammm..!
Tombak mereka saling berbenturan, satu dari tetua terpental menghantam dinding! Sedangkan salah satu dari mereka membendung tombak itu agar berhenti berputar.
Lawan yang satunya mundur dua langkah ke belakang, dia tidak kuat untuk membendung serengan Baba Yaga barusan.
"Kau masih lemah, teman!" ucap Li Yian yang kini sudah mendekati Baba Yaga.
"Kau curang, memulai duluan dalam serangan!" ucap Baba Yaga.
"Meskipun aku menyerang belakang hasilnya tetap sama!" jawab Li Yian dengan senyuman.
Tiga tetua yang masih hidup, kini memandang Li Yian! Dia lalu memandang ke arah lain dan sangat kaget karena empat rekannya sudah mati terbunuh.
"Siapa dia sebenarnya! Bagaimana mereka yang lebih kuat dari kami mati dengan begitu cepat!" ucap salah satu tetua yang melawan Baba Yaga.
\=
\=
...
__ADS_1