Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
316 = KESADARAN JIWA BABA YAGA


__ADS_3

\=Chapter 316. KESADARAN JIWA BABA YAGA\=


\=


\=


Li Yian memandang ke bawah dia mana Baba Yaga terpental jauh karena serangan kuat yang dirinya lancarkan, Li Yian cukup heran melihat Baba Yaga yang mulai mengaum dan melepaskan semua kekuatan yang di miliki.


Li Yian turun dengan perlahan, menuju ke arah Baba Yaga berdiri dengan kokoh di tanah! Baba Yaga sedang mengaum karena marah.


Taring miliknya bertambah panjang, setiap kekuatan Baba Yaga naik tingkat lebih tinggi, maka taring itu bertambah panjang dan taring lain bermunculan beberapa lagi.


Setelah melihat perubahan Baba Yaga, Li Yian mengerutkan keningnya tanda dia tidak begitu mengerti dengan konsep kekuatan yang ada pada diri Baba Yaga.


*


Di dalam kesadaran jiwa Baba Yaga dia seperti terasa terbelenggu oleh sesuatu yang begitu kuat.


"Apa ini, bagaimana aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi! Lalu aku sekarang berada di mana?" ucap Baba Yaga di dalam kesadaran jiwa miliknya, aura di sana gelap dan suasana sangat mencekam berwarna hitam.


Setelah berkata seperti itu, sosok besar dan hitam muncul di hadapan Baba Yaga.


"Bocah kau akhirnya membangkitkan kekuatan yang di wariskan dari leluhur! Bahkan kau memiliki tubuh sedikit lebih baik dari pewaris-pewaris sebelum kau, yang telah bertemu dengan ku sebelumnya!" ucap sosok besar yang berwarna hitam itu.


"Siapa kau, bagaimana aku ada di sini?" ucap Baba Yaga, dengan marah.


"Aku adalah kekuatan yang kau miliki dari segel darah terkuat milik leluhur!" jawab sosok itu.


Baba Yaga tidak begitu tahu tentang segel darah terkuat, akhirnya dia hanya diam saja, karena memang dia benar-benar tidak tahu! Tentang apa yang di ungkapkan oleh mahluk yang di depannya saat ini.


"Apa kau bisa membuat ku kuat?" ucap Baba Yaga karena tujuan dirinya saat ini untuk lebih kuat.


"Itu sangat mudah, cukup serahkan jiwa yang kau miliki bocah! Maka kau akan menjadi sangat kuat di alam Tanasilam, bahkan tiga alam lainnya!" jawab sosok itu dengan angkuh.


"Tidak, aku tidak akan menyerahkan jiwa milik ku! Aku masih mempunyai dendam dan keinginan yang belum tercapai!" jawab Baba Yaga dengan yakni.


Dirinya memiliki dendam terhadap ayah kandungnya sendiri, sedangkan keinginan Baba Yaga yang masih banyak adalah tentang wanita dan makanan enak.


"Keras kepala! Aku bisa saja merebut jiwa kecil mu itu bocah, tapi itu tidak akan ku lakukan karena sudah sering aku lakukan seperti itu, namun berujung dengan kematian kembali!" keluh makhluk itu.


Dia kali ini ingin bangkit seutuhnya, meskipun akan berdampingan dengan bocah kecil seperti Baba Yaga, hanya saja dia ingin Baba Yaga menurut kepadanya! Karena dia menganggap Baba Yaga adalah wadah dan alat miliknya.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyerahkan jiwa begitu mudah meskipun nyawa ini taruhannya!" jawab Baba Yaga kembali.


"Baiklah, aku akan berikan kau satu kesempatan! Perlakuan aku sebagai tuan mu maka akan ku berikan kau kekuatan yang sangat besar!" ucap makhluk hitam itu dengan seringai tajam.


"Tidak akan, aku tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu!" jawab Baba Yaga menolak dengan tegas.


Dia tidak ingin dirinya menjadi budak oleh orang lain, meskipun mendapatkan kekuatan! Karena harga diri Baba Yaga sangat tinggi.


"Hemmm..!" Makhluk hitam itu menggeram seperti tidak terima dengan perlakuan Baba Yaga barusan.


Setelah itu dia langsung menghisap Baba Yaga dengan kekuatan yang di milikinya, namun ada aura lain yang menjaga jiwa Baba Yaga dari serangannya saat ini.


Baba Yaga meronta-ronta karena kesaktian, di sebabkan jiwa dirinya terkoyak karena ingin di hisap oleh makhluk hitam besar di depannya, namun tidak terjadi karena jiwa Baba Yaga terhalangi oleh aura lain.


"Siapa sebenarnya bocah ini?" ucap makhluk itu tidak percaya, karena teknik dirinya tidak mempan.


Baba Yaga menahan sekuat yang dia bisa, sedangkan makhluk itu terus berusaha! Lebih memilih mengambil jiwa Baba Yaga karena sudah memberikan kesempatan Baba Yaga untuk mengabdi kepadanya namun di tolak begitu saja.


Sehingga membuat dia sangat murka, akhirnya dia ingin mengambil jiwa Baba Yaga dengan paksa, agar bisa di kuasai dengan mutlak olehnya, namun dia merasakan aura luar yang menggangu sehingga sangat marah.


*


*


*


Baba Yaga yang tidak sadarkan diri karena tubuhnya sudah di kendalikan oleh aura hitam, dia sedang bertarung membabi-buta bersama Li Yian dengan begitu sengitnya.


Bahkan menghancurkan apa saja yang ada di sekitar mereka! Dari hutan, dataran sampai sekarang udah di penuhnya oleh tekanan aura mereka berdua.


Saat ini Li Yian sedang memegang perut Baba Yaga yang sedang berbaring, setelah cukup lama mereka berdua saling baku hantam! Li Yian mengalirkan Energi Qi kepada dantian Baba Yaga untuk menumbuhkan kesadaran dia kembali, namun cukup sulit.


Aura Li Yian inilah yang menahan mahluk hitam saat hendak melahap habis jiwa Baba Yaga, dengan aura Li Yian yang masuk kedalam dantian Baba Yaga aura itu menahan jiwa Baba Yaga di telan okeh makhluk hitam.


Saat Li Yian menahan tubuh Baba Yaga ke tanah, tubuh Baba Yaga meledakkan aura kuat kembali.


Baaaammm..!


Li Yian terpental cukup jauh dan dia langsung menghindar ke samping, dia kembali menatap Baba Yaga.


"Ternyata ada bocah yang sok hebat di sini!" ucap Baba Yaga dengan berat.

__ADS_1


Namun yang bicara adalah sesosok yang mencoba merebut jiwa Baba Yaga, dia keluar lalu menggunakan tubuh Baba Yaga, karena merasa aura kuat di luar yang sedang menahan tubuh Baba Yaga untuk lepas dari dirinya.


Tatapan Baba Yaga sekarang begitu tajam namun terkesan sangat merendahkan, intimidasi aura keluar seiring dengan tatapan tajam Baba Yaga.


Yang tadinya tatapan Baba Yaga kosong kini tatapan itu tidak lagi kosong namun tajam dan terlihat sangat merendahkan lawan bicaranya yaitu Li Yian.


Li Yian yang tahu itu bukan Baba Yaga tidak gentar sedikitpun, malahan dia tersenyum.


"Akhirnya kau keluar juga makhluk rendahan!" ucap Li Yian dengan kata-kata provokasi.


"Bocah terkutuk, kau begitu berani terhadap Yang mulia ini? Matilah kalau begitu." bentak Baba Yaga dengan sangat menggelegar.


Setelah dia sangat marah, petir di langit terbentuk lalu menyambar kuat! Petir itu jatuh ke daratan di mana Li Yian berdiri sekarang.


Li Yian menghindari dengan cepat, petir itu tidak mengenai Li Yian samasekali. Lalu Li Yian melihat ke arah langit yang sudah berubah menjadi hitam seperti tertutup awan! Namun nyatanya itu adalah aura milik makhluk yang ada pada tubuh Baba Yaga sekarang, yang menyebar di sekitar sana.


Saking kuatnya aura itu, hingga menekan suhu di udara sekitar dan membentuk petir yang sangat besar. Li Yian menahan nafasnya sedikit.


Jika saja dia tidak memiliki gerakan secepat kilat, kilat petir itu pasti langsung mengenai Li Yian dengan telak.


"Ha-ha-ha-ha-ha, kau tidak begitu buruk bocah!" ucap Baba Yaga dengan tawa menggema.


"Menarik, dia semakin kuat saja! Jika kekuatan itu bisa di tundukan oleh Baba Yaga, aku yakin! Baba Yaga sulit untuk mencari lawan di masa depan!" ucap Li Yian dengan lirih.


Baru saja menghindar dari serangan petir lalu bergumam, tiba-tiba Baba Yaga muncul di samping Li Yian dengan tangan yang siap memukul.


Li Yian sangat terkejut, baru saja dia melihat Baba Yaga masih di tempat asalnya tiba-tiba sudah berada di samping dirinya, yang sedang menghadiri serangan Baba Yaga.


Dia seperti bisa melihat ke mana arah Li Yian akan menghindar dari serangannya, jadi dia sudah menunggu di arah yang akan Li Yian tuju sambil menyiapkan pukulan mematikan.


Buuuummmm..!


Dua pukulan beradu dengan sangat keras, Li Yian terpental sangat jauh! Begitu juga dengan Baba Yaga dia juga terpental cukup jauh.


"Uhhhukk..!" Baba Yaga batuk dan memuntahkan darah segar.


Namun tidak terlihat dia akan tumbang, malahan tatapan kebencian semakin besar.


"Tubuh ini masih lemah untuk menahan kekuatan besar milik ku!" ucap Baba Yaga terlihat mengeluh dari raut wajahnya.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2