
\=Chapter 293. PANGERAN KEDUA KEKAISARAN MING\=
\=
\=
Baba Yaga melihat ke arah Li Yian, karena dia tidak mengenal pemuda yang membentak dirinya barusan, Baba Yaga berniat bertanya kepada Li Yian. Apakah dia mengenalinya ataupun tidak? Namun belum juga menanyakan itu dari arah belakang tiga pengawal pangeran kedua Kekaisaran Ming datang dan menghalangi Baba Yaga.
"Mundur kalian berdua! Rakyat jelata di larang mendekati pangeran kedua Kekaisaran Ming!" ucap penjaga itu dengan menghunuskan pedangnya ke arah leher Baba Yaga.
"Hanya pangeran di perlakukan seistimewa ini?" ucap Baba Yaga seperti sedang menghardik.
Dia berani berbicara seperti itu, karena dia juga pangeran dari alam Tanasilam! Karena anak dari raja siluman, namun nasibnya bukanya enak malah tragis.
Sehingga melihat Pangerang kedua Kekaisaran Ming di perlakukan sangat istimewa membuat dia ingin tertawa saja.
"Lancang..!" teriak pengawal lain dari pangeran kedua Kekaisaran Ming itu.
Wuut..!
Triinng..!
Tebasan pedang yang mengarah ke leher langsung di tangkis menggunakan koin emas yang ada di tangan Baba Yaga.
Dia menggunakan itu agar orang-orang di sana tidak terlalu kaget, karena jika dirinya langsung menggunakan tangan kosong untuk menangkis tebasan pedang yang hanya seperti itu, maka di sana akan langsung geger.
Traaakk..!
Pedang yang di pegang oleh pengawal pangeran kedua Kekaisaran Ming langsung terlempar ke atas dan di tangkap dengan mudah oleh Baba Yaga.
"Apa hanya ini kemampuan dari pengawal pangeran?" ucap Baba Yaga setelah menodongkan pedang itu kepada pemiliknya.
Degg..!
Pangeran kedua Kekaisaran Ming langsung mundur dua langkah tidak percaya, karena pengawal dirinya sudah berada di tingkat pendekar atas tahap awal, sehingga cukup mempunyai kemampuan untuk menjaga dirinya.
Namun kali ini jangankan menjaga dirinya, menjaga nyawanya sendiri juga tidak bisa.
Tap..!
Tap..!
__ADS_1
Dua dari pengawal pangeran kedua Kekaisaran Ming langsung mundur untuk menghindari serangan berikutnya.
Begitu juga pangeran kedua, dia langsung mundur lebih jauh lagi! Agar tidak di serang Baba Yaga, setelah kejadian itu pangeran kedua Kekaisaran Ming melihat Baba Yaga seperti sangat mengerikan.
Para wanita yang ada di sana langsung menjerit histeris, karena ketampanan milik Baba Yaga langsung terlihat setelah menampilkan kehebatan dirinya dengan singkat.
Li Yian melihat Baba Yaga hanya tersenyum saja, dia tidak berniat membantu Baba Yaga sedikitpun! Karena menurut Li Yian mereka adalah semut belak yang tidak perlu di anggap serius. Cukup Baba Yaga juga juga bisa di bereskan dengan mudah.
Wooooosss..!
Tap..Tap..!
Dua orang kembali datang, dua orang itu adalah murid dalam sekte Wuhan yang bertugas di sana, karena adanya keributan dan kerumunan mereka langsung memeriksa setelah tahu ada keributan keduanya langsung menengahi perkelahian itu.
"Ada apa ini?" ucap salah satu murid dalam sekte Wuhan.
Namun salah satu dari mereka yang datang melihat ke sekeliling dan mengetahui ada Li Yian langsung menepuk pundak temannya.
"Lihat, ada tuan muda Li Yian!" ucap temannya yang mengetahui ada Li Yian di sana lalu langsung berbisik pada temannya.
Temannya yang di bisikin menengok ke arah tempat Li Yian berdiri, dia cukup kaget.
Namun mereka berdua baru hendak berbicara kepada Li Yian, pangeran kedua Kekaisaran Ming langsung membentak.
Melihat ada yang datang lagi, Pangeran kedua pikir akan membantu dirinya karena keturunan dari Kaisar Ming nyatanya dua orang itu tidak mengenal dia.
"Diam kau! Jangan asal sebut rakyat jelata dan rakyat bangsawan di kota Wuhan ini! Karena kami tidak membeda-bedakan itu." ucap salah satu murid dalam sekte Wuhan sedikit keras.
Dia berucap demikian karena ingin memperlihatkan nawa dirinya bagus dalam hal bertugas di saat seperti ini! Karena dia tahu Li Yian cukup dekat dengan Bai Li kepala sekte Wuhan yang baru.
Pangeran kedua Kekaisaran Ming di bentak seperti itu ingin jawab, namun di dahului oleh salah satu murid dalam sekte Wuhan yang berteriak kembali.
"Semuanya! Segera bubar dari kerumunan ini, di kota Wuhan di larang ada keributan selama pelelangan umum rumah pelelangan anggrek putih berjalan!" teriakkan itu cukup kerasa.
Hampir semua orang yang berkerumun di sana mendengar itu, hingga akhirnya banyak yang mengeluh karena akan terjadi pertontonkan menarik namun di bubarkan.
Akhirnya mereka semua mau tidak mau, harus mengikuti aturan yang berlaku di kota Wuhan itu.
*
*
__ADS_1
*
Pangeran kedua Kekaisaran Ming, mendengar ucapan dari salah satu murid elit sekte Wuhan itu hanya tersenyum getir! Namun dia mempunyai kesempatan untuk menyombongkan dirinya.
"Kau untuk kali ini boleh lolos! Ingat jika di kemudian hari jangan harap bisa seberuntung kali ini, kau!" ucap pangeran kedua Kekaisaran Ming mengarah ke Baba Yaga.
"Semuanya mari kita pergi ke tempat lain!" ajak pangeran kedua Kekaisaran Ming terhadap beberapa wanita anak dari pejabat tinggi Kekaisaran Ming.
Akhirnya mereka mengikuti apa ucapan dari pangeran kedua Kekaisaran Ming, lalu bubar dari kerumunan di depan pedang manisan itu.
Baba Yaga di tunjuk dan di ancam seperti itu ingin membalas, namun dia langsung menahan Baba Yaga.
"Sudah teman! Sebaiknya kita kembali ke rumah pelelangan, malam sudah semakin larut!" ucap Li Yian menahan Baba Yaga.
Dia tidak begitu tahu bahwa ada peraturan di kota Wuhan selama ada pelelangan di larang keras ada perkelahian di kota Wuhan, setelah mendengar dan tahu itu Li Yian akhirnya menahan Baba Yaga.
"Ya baiklah..!" jawab Baba Yaga dengan pasrah.
"Sial, hanya ingin berkenalan dengan wanita cantik saja sampai memalukan seperti ini!" keluh Baba Yaga.
Li Yian mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya, karena cukup heran dengan sikap Baba Yaga yang selalu ingin kenal dengan wanita cantik.
Dua murid dalam sekte Wuhan setelah menjalankan tugasnya membubarkan massa, langsung menghampiri Li Yian dan Baba Yaga.
"Tuan muda Li Yian! Semua sudah berjalan seperti sedia kala, sebenarnya apa yang terjadi barusan?" ucap salah satu dari murid luar.
Dia ingin cari muka agar bisa di kenal Li Yian, sehingga jalan menuju ke murid inti sekte Wuhan akan cukup mudah nantinya.
"Ahh, tidak! Itu hanya masalah salah paham saja, terimakasih sudah membantu dan menjalankan tugas dengan baik!" jawab Li Yian kepada keduanya.
"Itu karena tugas dari sekte tuan muda Li Yian!" jawab mereka hampir bersamaan.
"Baiklah, aku pamit untuk kembali ke rumah pelelangan anggrek putih! Terimakasih sebelumnya." ucap Li Yian.
Lalu dia langsung menyeret Baba Yaga yang masih terlihat kesal karena belum membuat pelajaran berharga terhadap pangeran kedua Kekaisaran Ming itu, setidaknya cacat yang di inginkan Baba Yaga inginkan.
Melihat kepergian Li Yian, dua murid dalam sekte Wuhan sedikit kecewa akhirnya mereka kembali menjalankan tugas yang di berikan oleh sekte Wuhan malam ini.
Kedua kembali menyusuri jalan utama kota Wuhan, takut ada kerinduan serupa yang terjadi di sana! Karena semakin malam keramaian kota Wuhan seperti tidak surut sama sekali.
\=
__ADS_1
\=
...