
\=Chapter 196. KEMBALI TERJEBAK\=
\=
\=
Baba Yaga sudah mulai lelah, setelah memanjat pohon Eden yang begitu tinggi! Padahal dia baru memanjat di awan lapisan ke dua. Namun karena udara di sana semakin menipis, gerakan Baba Yaga semakin lambat.
"Apa kah masih jauh, di mana kau ini saudara Li Yian? Aku sangat lelah." keluh Baba Yaga.
Dia terus memanjat meskipun kecepatan lompat dan gerak dirinya dari satu cabang ke cabang lain sangat lambat.
"Sebenarnya pohon sialan macam apa ini? Jika aku punya pedang maupun golok sudah ku terbang ini pohon!" Baba Yaga malah sekarang memarahi pohon Eden karena pohon itulah Baba Yaga merasakan kesulitan, padahal belum tentu dia bisa menebang pohon Eden.
Baba Yaga masih terus melaju ke atas, kini dirinya sudah masuk ke lapisan awan ke empat, setelah itu dia melihat pohon Eden tertelan oleh portal dimensi.
"Apa ini portal dimensi? Namun sangat berbeda dengan portal dimensi alam Tanasilam, ini lebih kuat pemadatan energinya!" ucap Baba Yaga, dia melihat ke arah atas, tempat di mana portal dimensi berada.
Di sana pohon Eden di lingkari olah energi yang sangat padat, karena penasaran Baba Yaga langsung melompat dan hendak masuk.
Baammm..!
"Ahhhkk..!" Baba Yaga berteriak dan hampir tersedak, dia langsung terpental karena terkena benturan dari portal dimensi searah yang begitu kuat.
Dia terus saja jatuh ke bawah karena sangat lemas tubuhnya bahkan untuk menjangkau salah satu cabang pohon Eden yang tumbuh di batang pohon yang besar saja tidak sanggup.
Wooooosss..!
Baba Yaga semakin lama semakin kencang jatuh ke bawahnya, hingga akhirnya dia menembus lapisan awan ke empat dan terus jatuh.
Setelah sadar dan cukup memiliki tenaga, Baba Yaga sudah sangat jauh jaraknya dari pohon Eden dan tidak mungkin untuk menjangkau salah satu dari cabang yang tumbuh.
"Sial, aku akan mati jika jatuh ke daratan!" ucap Baba Yaga dengan suara takut, sambil dia menggapai apa saja.
Kini dirinya menembus lapisan awan ke tiga dengan sangat cepat! Baba Yanga mencoba menjangkau salah satu cabang pohon Eden. Karena dia terus berusaha, laju tekanan jatuh dirinya sendiri sedikit berkurang karena Baba Yaga terus menggapai cabang yang di lalui dirinya.
Namun karena tekanan dorong yang sangat kuat, tangan Baba Yaga hingga tidak kuat untuk menahan! Akhirnya Baba Yaga merubah dirinya ke bentuk silumannya.
Wooooosss..!
Setelah perubahan itu, malah laju dari jatuhnya bertambah cepat! Baba Yaga langsung mengeluarkan senjata garukan dirinya dengan cepat.
Lalu dengan senjata itu, dia menggapai salah satu cabang pohon Eden.
Kraakk..!
__ADS_1
Cabang pohon itu langsung patah, padahal sebelumnya saat datang pertama kali ke hutan larangan, Baba Yaga dan Li Yian hanya bisa menggores sedikit saja dari cabang pohon Eden.
Namun kali ini, Baba Yaga bisa mematahkan hanya sekali ayunan senjata garukan dirinya! Setelah upaya itu, Baba Yaga mulai melambat jatuhnya.
Kini sudah menembus lapisan awal ke dua, Baba Yaga semakin agresif menjangkau cabang pohon Eden yang lebih besar agar lebih kuat.
Namun untuk yang kedua kalinya, pohon itu patah! Akan tetapi kali ini sangat banyak menghambatnya karena sesaat pohon itu bisa menahan berat tubuh Baba Yaga yang terjatuh dari atas lapisan awan ke empat.
"Sial, aku pikir akan selamat! Ternyata nasib ku sampai di sini!" ucap Baba Yaga, dia sudah mulai pasrah karena usahanya tidak berhasil sejauh ini.
Setelah Baba Yaga memejamkan matanya, Baba Yaga menembus lapisan awan pertama.
Braaakk..!
"Uhukk..!" Baba Yaga langsung muntah darah segar dan tidak sadarkan diri, karena tengkuk dan punggung Baba Yaga terbentur sangat kuat.
Secara tidak sengaja Baba Yaga menabrak cabang pohon Eden yang cukup besar setelah menembus lapisan awan pertama! Karena Baba Yaga langsung tidak sadarkan diri dia terus terjatuh ke bawah, jika saja Baba Yaga tetap sadar dia bisa menggapai cabang pohon Eden itu untuk bertahan.
Wooooosss..!
Baba Yaga terus terjatuh.
Baammm..!
Baba Yaga menghantam daratan di dekat pohon Eden, cekungan sangat besar akibat benturan itu terbentuk di sana.
*
*
*
Li Yian sampai di portal dimensi yang hampir mirip dengan portal dimensi searah, namun kali ini portal itu lebih besar dan begitu terasa lebih berat tekanan yang di hasilkan.
"Sial, akhirnya aku kembali terjebak di sini!" ucap Li Yian cukup kesal.
Dia merasakan bahwa dirinya tidak akan mampu menjebol portal dimensi itu agar aura dan tekan tidak teratur sementara.
Karena penasaran, Li Yian langsung kembali mengeluarkan jurus cakar naga langit! Namun tidak berhasil, bahkan sampai dua kali Li Yian mencoba jurus itu lalu jurus yang berbeda namun tetap sama.
"Aku harus meditasi kembali! Akan membutuhkan beberapa minggu bermeditasi, agar aku bisa menjebol portal dimensi ini?" keluh Li Yian.
Akhirnya Li Yian memilih salah satu cabang pohon Eden yang paling dekat dengan portal dimensi, karena Li Yian merasakan dari portal dimensi itu merembes keluar Energi Qi yang kuat dan terasa kemurniannya.
"Baiklah, sepertinya di sini sangat nyaman untuk bermeditasi!" gumam Li Yian.
__ADS_1
Dia lalu kembali menengadah, untuk melihat portal dimensi yang ada di atasnya! Li Yian langsung meregangkan tangannya, lalu dengan cepat duduk bersila dan langsung bermeditasi.
Dalam beberapa menit saja, terbentuk lingkaran arus seperti menghisap hampir keseluruhan dari Energi Qi yang merembes keluar dari portal dimensi.
*
*
*
Hari mulai menjelang pagi.
Di hutan kecil yang mengelilingi Kediaman Keluarga Wei. Di tengah hutan, ada sebuah gua kecil dan lima orang sedang duduk dengan tenang.
Meskipun gua itu tidak ada penerangan dan terasa begitu lembab dan dingin, namun kelima orang itu duduk dengan tenang sambil bermeditasi.
Mereka adalah Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih, baru beberapa jam yang lalu empat murid elit sekte anggrek putih merasakan tenaga dalamnya mulai kembali dan bisa mereka rasakan.
Sehingga mereka melakukan meditasi untuk melancarkan peredaran darah dan pikiran jernih, melemaskan otot-otot yang terasa sangat kaku.
Beda dari keempat murid elit sekte anggrek putih, Xu Wuzao malah sedang melakukan meditasi menyerap Energi Qi, Xu Wuzao tidak begitu peduli tenaga dalam dirinya kembali bisa di gunakan ataupun tidak.
Dia sudah mulai nyaman dan paham bagaimana menggunakan Energi Qi dan menurut Xu Wuzao itu sangat mengerikan.
Setelah matahari mulai naik, hutan di soroti oleh cahaya yang sedikit menembus dari dedaunan yang lebat, bahkan cahaya yang remang-remang sudah masuk ke dalam gua yang di tempati Xu Wuzao dan empat murid elit sekte anggrek putih.
"Huuhhff..!" Xu Wuzao langsung menghembuskan nafas panjang.
Dia membuka matanya, lalu berkedip beberapa kali agar mata itu terbiasa dengan cahaya yang di terimanya.
"Apa kalian sudah bisa merasakan tenaga dalam masing-masing?" ucap Xu Wuzao setelah melihat ke sekeliling arah dan di sana ada murid elit sektenya.
"Sudah kepala sekte Xu! Tapi kami masih cukup lemas, karena belum memakan apapun sejak kemarin!" ucap salah satu dari mereka, yang langsung membuka matanya.
Karena saat hendak masuk ke wilayah dari keluarga Wei, mereka keluar saat pagi buta dan tidak sempat makan sesuatu hingga sekarang. Sehingga wajar mereka kelaparan seperti itu.
"Haahhh, kalian tunggu di sini! Akan ku carikan beberapa makanan yang tersedia di hutan ini!" ucap Xu Wuzao.
Dia memutuskan untuk bergerak, karena merasa dirinya yang paling bugar saat ini.
"Tapi, kepala sekte Xu?" ucap salah satu murid elit sekte anggrek putih langsung terdiam, karena ucapan dirinya di potong oleh Xu Wuzao.
\=
\=
__ADS_1
...