
\=Chapter 176. SUMBER ENERGI SILUMAN\=
\=
\=
Baba Yaga terus memacu kereta kuda menuju ke arah timur dan sedikit ke arah selatan, dia tidak ingin menunda lebih lama lagi.
Setelah cukup lama, Baba Yaga dan Li Yian sampai di pinggiran hutan larangan! Kereta kuda yang di naiki Li Yian dan Baba Yaga berhenti di pinggiran hutan yang sangat lebat.
Dua orang itu langsung turun lalu segera masuk. Malah Baba Yaga lebih dulu bergerak, karena dia merasakan sensasi di tubuhnya saat ini, seperti saat dia berada di alam siluman terdahulu.
Li Yian dan Baba Yaga terus saja berlari di hutan itu mereka tidak memikirkan hewan-hewan yang semakin buas di hutan larangan itu, mereka hanya merasakan bahwa hewan buas di hutan larangan ini semakin tidak terkendali.
Jika ada yang menyerang mereka, dengan terpaksa dan cepat Li Yian maupun Baba Yaga membunuhnya lalu pergi dengan cepat melanjutkan perjalanan.
"Teman, apa yang kau rasakan apakah benar adanya, bahwa dari sini sumber energi siluman?" ucap Li Yian.
Li Yian merasakan energi siluman itu, namun tidak tahu bahwa sumbernya berasal dari hutan larangan yang di datangi untuk kedua kalinya ini.
"Ya, sepertinya berasal dari pohon raksasa itu! Karena aku merasakan aura kuat dari sana." jawab Baba Yaga sambil menunjuk ke arah pohon Eden.
Li Yian langsung mengernyitkan dahinya, dia langsung berpikir. "Apa ada informasi yang dirinya lupakan dari informasi di teknik pernafasan matahari?"
Akhirnya mereka berdua sampai di pusat hutan yang kini hanya ada pohon raksasa di tengah hamparan rumput.
"Apa kau berani berada di sana taman? Terakhir kali hewan buas dan orang-orang yang memiliki energi siluman, akibat menyerap cincin roh beladiri mereka mati! Bahkan kau sendiri pernah di serang oleh akar menjalar kan." ucap Li Yian.
Kini keduanya sedang mengawasi pohon yang sangat besar itu, Li Yian merasakan bahwa pohon Eden terhubung dengan alam siluman. Karena terakhir kali pohon itu menyerap begitu banyak energi siluman sendiri.
"Akan ku coba, apa kau akan tetap di sini?" jawab Baba Yaga.
"Entahlah, aku cukup penasaran dengan pohon itu!" ucap Li Yian.
"Kalau begitu aku pergi dulu!" jawab Baba Yaga.
Dia langsung bergerak menuju ke pohon raksasa, dia langsung bergerak begitu cepat, lalu dalam beberapa nafas saja Baba Yaga sudah berada di cabang pohon terendah yang tumbuh di pohon raksasa itu.
__ADS_1
"Sial, ternyata dia cukup nekat! Tapi itu bagus, agar dia lebih kuat." gumam Li Yian.
Dia melihat beberapa waktu terlebih dulu, siapa tahu Baba Yaga akan di serang olah pohon Eden! Namun setelah Baba Yaga memijakkan kaki di sana, dia tidak di serang oleh apapun, karena tetap aman Li Yian langsung memutuskan.
"Hemm, sepertinya memang aman!" ucap Li Yian.
Dia juga langsung bergerak dengan sangat cepat, setelah itu dia juga menginjakkan kakinya di samping Baba Yaga.
"Saudara Li, ternyata benar! Di pohon ini yang mengeluarkan energi siluman! Aku merasakan ada aura kuat dari bawah pohon ini." ucap Baba Yaga.
Setelah menginjakkan kaki di sana Li Yian juga mulai merasakan, adanya Energi Qi dari atas pohon Eden, dia lalu memandang ke atas.
"Apa di sini juga sumber Energi Qi yang ada di alam Daulu ini?" ucap Li Yian di benaknya.
Dia melihat ke atas, sebenarnya cukup penasaran! Namun dia menahan itu semua, karena dia sudah berjanji terhadap Bao An, akan memberikan herbal langka yang akan membantu pelelangan bulan sabit.
"Apa yang akan kau lakukan di sini teman?" ucap Li Yian ke Baba Yaga.
"Sepertinya aku akan melakukan meditasi di sini saudara Li! Apa kau tetap melanjutkan perjalanan untuk ke sekte anggrek putih?" tanya Baba Yaga.
"Ya, aku sudah melakukan perjanjian! Sepertinya setelah urusan ini selesai, aku akan kembali ke sini, karena cukup penasaran dengan puncak dari pohon raksasa ini!" jawab Li Yian.
Dia langsung tersenyum misterius di benaknya. "He-he-he, lihat saja saudara Li! Kalu akan sangat terkejut dengan kemampuan ku jika saja aku bermeditasi di sini. Aku tidak akan bisa terkalahkan oleh mu lagi!" ucap Baba Yaga di benaknya.
Apa lagi setelah mendengar Li Yian akan pergi, berarti dirinya untuk unggul lebih tinggi.
"Baiklah, aku pergi dulu! Kau baik-baik lah di sini, karena di sini cukup berbahaya kita tidak tahu pohon ini kapan akan menyerang." ucap Li Yian, dia memberitahukan kepada Baba Yaga.
"Ya, tak perlu menghawatirkan ku!" jawab Baba Yaga.
Li Yian akhirnya pergi dari sana secepatnya, Baba Yaga langsung mencari tempat yang enak untuk melakukan meditasi.
Pohon Ende sangat besar cukup banyak cabang pohon yang besar, Baba Yaga memilih cabang terendah dan cukup besar! Karena di sana Baba Yaga merasakan aura yang sangat kuat menguar keluar dari dalam tanah.
*
*
__ADS_1
*
Li Yian kini menaiki kereta kuda kembali setelah keluar dari hutan larangan, setelah di pikir-pikir lagi dirinya menaiki kereta kuda cukup lambat.
"Akan ku apakan kereta kuda ini ya?" ucap Li Yian sambil memacu kudanya dengan kencang.
Dia terus berlari ke arah timur, Li Yian ingin menuju ke hutan kabut ilusi. Karena berniat memanen herbal cukup banyak untuk setok yang akan di jual belikan dengan kelompok informasi bayaran dan pastinya dengan beberapa pelelangan di Kekaisaran Ming.
Saat melewati kota kecil, Li Yian memperlambat kereta kudanya! Di ingin mencari tempat jual beli kuda dan kereta kuda jika ada.
"Apa kota sekecil ini ada jual beli kuda? Semoga saja ada, jika di pikir lagi setelah tidak ada Baba Yaga kereta kuda seperti ini terasa merepotkan." Li Yian terus saja mengeluh di sepanjang perjalanan ini.
Di tambah, jalan kota kecil itu cukup rusak! Banyak bebatuan cukup besar yang berserakan di tengah jalan.
Sampai akhirnya Li Yian melihat rumah penjualan kuda dan kereta kuda, dia langsung menepi dengan cepat! Lalu turun untuk menemui pedagang dan penjaga rumah penjualan kuda.
Baru saja hendak masuk dari dalam langsung muncul gadis muda.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu? Apa tuan hendak mencari kuda?" tanya gadis muda itu cukup bersemangat.
Karena pelanggan yang datang pemuda yang berparas tampan, meskipun mukanya sedikit terlihat konyol dan sedikit lebih condong ke bocah.
"Tidak, nona penjaga rumah penjualan kuda ini ya? Aku hanya ingin menjual kuda dan kereta kuda itu!" ucap Li Yian sambil menunjuk ke arah kereta kuda yang di bawa tadi.
"Tidak mau beli ya? Aku kira akan ada pelanggan!" gumam gadis muda itu.
Li Yian mendengar dengan jelas, tapi memilih diam.
"Sebentar tuan aku panggil ayah dulu, apakah dia akan membelinya apa tidak." ucap gadis itu menjadi sedikit cemberut.
Karena sudah beberapa hari rumah penjualan kuda milik ayahnya tidak laku sehingga dia di suruh menjaga terus menerus oleh ayahnya.
"Baik nona aku tunggu!" jawab Li Yian dengan ramah.
Wanita cantik itu langsung berbalik pergi tanpa menjawab lagi, dirinya pikir setelah menjual satu atau dua kuda akan di izinkan ayahnya untuk berbelanja! Ternyata angan-angan beda dengan realita.
\=
__ADS_1
\=
...