Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
119 = HARTA RAMPASAN


__ADS_3

\=Chapter 119. HARTA RAMPASAN\=


\=


\=


Li Yian masih memandang ke arah pemimpin ke dua kelompok rampok singa padang savana, Li Yian mulai mengacungkan pedangnya kembali.


"Sudah saatnya, kau ikut dengan mereka semuanya ke neraka!"


Li Yian langsung mengancam, mata dirinya kini mulai menyorot dengan tajam.


"Tunggu tuan, lepaskan aku! Akan aku berikan semua barang simpanan kami." ucap pemimpin itu yang sudah ketakutan.


Bagaimana tidak ketakutan, semua orang sudah di kalahkan. Hanya dirinya sendiri yang belum mati! Di tambah Li Yian sudah mengancam.


Apalah artinya harta bagi dirinya yang sudah di ambang kematian, sehingga dia dengan rela memberikan harta yang selama hampir dua tahun ini mereka kumpulkan bersama.


Li Yian akhirnya menurunkan pedangnya sedikit lalu berucap.


"Tergantung apa yang akan kau berikan, maka akan aku ampuni!" Li Yian berucap sambil tersenyum.


"Terimakasih tuan, ini kunci brangkas ruang bawah tanah tempat kami tinggal!" pemimpin ke dua langkah melemparkan kunci itu pada Li Yian.


Li Yian menangkap dengan tangan kirinya, lalu di berucap kembali.


"Di mana tempatnya, apa itu harta rampasan? Aku khawatir kau mengelabui ku kali ini."


"Benar tuan itu harat rampasan kami selama hampir dua tahun, kediaman kami di tengah-tengah padang rumput ini! Di bukit yang di tumbuhi pohon pinus, percayalah tuan aku tidak bohong!" ucap pemimpin ke dua benar-benar tidak bohong.


Li Yian berpikir sejenak, dia memegang dahinya lalu mengerutkan seperti sedang berpikir sangat keras.


Melihat tingkah laku Li Yian, pemimpin ke dua itu mulai tersenyum licik! Karena berpikir dia sudah menghasut Li Yian agar melepaskan dirinya.


"Ahh, boleh saja, aku bisa percaya!" jawab Li Yian.


"Benarkah tuan, terimakasih!" ucap pemimpin ke dua sedikit membungkuk hendak pergi.


Namu Li Yian langsung mencegatnya, dengan lambaian tangan! "Tunggu dulu, kau sebenarnya sudah terkena racun dari teknik ku saat menggunakan suling giok hitam, hidup mu tidak akan lama lagi!"


Li Yian memberitahukan itu agar pemimpin ke dua ketakutan atas hidupnya yang akan segera berakhir.


"Apa?" ucap pemimpin ke dua.


Wajahnya langsung pucat pasif, dia baru saja memberikan semua harata rampasan miliknya! Namun tetap saja akan mati.

__ADS_1


"Tapi tenang saja! Kau akan tetap hidup asal menelan pil ini, ini adalah penawar racun mematikan itu!" ucap Li Yian lalu melemparkan pil yang berwarna hitam keunguan.


Dengan cepat dia langsung menangkap pil itu lalu menelannya tanpa ragu, setelah menelan wajahnya yang tadi pucat kini kembali normal karena suasana hatinya sudah tenang.


"Terimakasih tuan, apa aku boleh pergi sekarang?" ucap pemimpin itu.


"Ya aku boleh pergi!" jawab Li Yian dengan tenang, dia langsung menyarungkan pedangnya kembali.


Mendengar itu, pemimpin ke dua langsung pergi dengan cepat. Dia tidak ingin Li Yian berubah pikiran lagi.


Karena itu sudah biasa dirinya lakukan pada mangsanya setiap kali dia merampok, setelah harata di berikan! Dia akan tetap membunuhnya dengan kejam, meskipun sudah berjanji melepaskan.


Li Yian yang melihat dia pergi dengan tergesa-gesa hanya bisa menyeringai tajam di parasnya.


"Hehe, aku tidak akan membiarkan kau lolos dasar perempok bodoh! Kau akan mati hanya beberapa menit lagi!" ucap Li Yian lirih.


Sebenarnya Li Yian berbohong saat dirinya berbicara dia terkena racun, malahan racun sebenarnya adalah pil yang baru saja di telan. Pil itu adalah pil peningkatan tenaga dalam biasa, hanya saja sudah di celupkan di racun siluman kalajengking yang Li Yian miliki.


Lalu Li Yian berbalik arah untuk kembali ke tempat di mana Baba Yaga dan rombongan pedagang bermalam.


*


*


*


Baba Yaga kembali tertidur dengan tenang bahkan dengkuran sangat keras keluar dari mulutnya seperti tidak terjadi sesuatu pun, padahal dirinya baru saja mengamuk tidak jelas.


Para pedagang masih saja bersembunyi di balik kereta barang mereka masing-masing, dari arah belakang mereka mendengar orang yang mendatangi.


Mereka langsung waspada, namun setelah yang mendatangi mereka adalah Li Yian mereka langsung bernafas lega.


"Taun pendekar muda! Akhirnya anda datang juga!" ucap pemimpin rombongan pedagang.


Dia langsung mendatang Li Yian, dengan terpogoh-pogoh karena kaki kiri dirinya sendiri terkilir.


Li Yian yang baru datang di sana melihat mereka seperti habis di serang menjadi heran.


"Paman, kenapa kalian semua? Apa habis di serang?" tanya Li Yian kepada mereka semua yang kini sudah mulai berkumpul di dekatnya.


Mereka diam saja tidak berani menjawab pertanyaan Li Yian kali ini, lalu Li Yian kembali bertanya.


"Jika kalian di serang musuh, kenapa kalian tidak membangunkan Baba Yaga saja Paman?"


Setelah pertanyaan itu di lontarkan, salah satu dari mereka menjawab! "Tuan pendekar muda, kami tidak di serang musuh! Yang membuat kami seperti ini adalah teman pendekar muda sendiri!"

__ADS_1


Li Yian mendengar jawaban itu hanya bisa melongo tidak percaya, karena dia tidak tahu apa yang terjadi. Akhirnya minta salah satu dari mereka menjelaskan! Lalu pemimpin rombongan pedagang itu menjelaskan ke pada Li Yian apa yang terjadi.


Li Yian mendengarkan dengan tenang tanpa sedikitpun memotong ucapan pemimpin rombongan pedagang.


"Jadi seperti itu!" jawab Li Yian setelah mendengarkan semuanya.


"Paman, kalian mundur lah lebih jauh dari sini! Aku ingin memastikan kebenarannya!" ucap Li Yian pada mereka semua.


Semau anggota pedagang langsung mundur jauh dari area itu, Li Yian langsung mendatangi tempat Baba Yaga tidur sambil ngorok.


"Apa benar yang di katakan mereka semuanya, kalau tidak benar kenapa mereka serempak membenarkan cerita itu!" gumam Baba Yaga.


Dia langsung mengambil suling giok hitam dari cincin samudra miliknya, setelah suling itu di tangannya! Li Yian langsung menempelkan suling itu ke bibirnya.


Dengan tenaga dalam sedikit, Li Yian meniup suling giok hitam itu perlahan lalu langsung berubah ke nada cepat dan sedikit tinggi.


"Keparat kau, masih di sini rupanya?" bentak Baba Yaga dengan tiba-tiba.


Dia langsung bangkit dengan kecepatan tinggi, lalu memutar cepat besi panjang itu dengan sangat ganas, Li Yian yang berada di dekatnya langsung menghindar dan menyelesaikan tekniknya dengan segera.


Setelah alunan lagu itu berhenti, Baba Yaga langsung kembali tertidur dengan pulas kembali bahkan ngorok sangat kerasnya kembali datang.


"Benar-benar tidak masuk akal!" keluh Li Yian.


Dia memasukkan kembali suling giok hitam ke dalam cincin samudra, lalu dia menuju ke arah Baba Yaga dengan cepat.


Bbuukkk..!


"Uhuuukk..!"


Li Yian memukul perut Baba Yaga dengan keras, saking kerasnya hingga Baba Yaga langsung terbatuk-batuk.


"Saudara kenapa kau memukul ku seperti ini?" ucap Baba Yaga sambil mengelus perutnya yang sedikit sakit.


"Teman, gara-gara kau para rombongan pedagang terluka parah seperti itu!" ucap Li Yian sambil menunjuk ke arah para pedagang yang sudah mendekat ke dekat Li Yian dan Baba Yaga.


"Aku, membuat mereka terluka?" ucap Baba Yaga masih sangat bingung.


Dia menengok ke segala arah, yang memang terdapat bekas pertemuan yang lumayan hebat, karena banyak tanah berlubang yang cukup besar.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2