
\=Chapter 223. KECEMASAN XU WUZAO\=
\=
\=
Satu bulan telah berlalu di alam Daulu.
Xu Wuzao sedang bermeditasi di ruang bawah tanah kediaman belakang sekte anggrek putih.
Karena di sana adalah tempat yang memiliki Energi Qi yang melimpah, di bandingkan di luar dari ruang bawah tanah itu.
Setelah satu bulan bermeditasi, Xu Wuzao sudah cukup mahir dalam menggunakan Energi Qi! Bahkan tubuhnya sudah di latih dan tidak begitu terbebani oleh kekuatan itu.
Selama satu bulan itu, Xu Wuzao sudah keluar dua kali dari meditasinya, karena dia keluar memberikan sumberdaya langka agar pelatihan dari para tetua naik pesat.
Bahkan menyarankan kepada tetua agung untuk mengurus sementara bekas dari kediaman keluarga Wei dan Xu Zao Yi menuruti apa kata Xu Wuzao.
Selamat dia bermeditasi dan tetua agung pergi, para tetua lainnya yang bergantian memegang kendali atas sekte anggrek putih! Karena keadaan sekte anggrek putih cukup damai sehingga mereka menyanggupi.
*
Kini Xu Wuzao keluar kembali dari meditasinya, dia cukup cemas terhadap Li Yian yang belum ada kabarnya hingga sekarang.
Xu Wuzao berjalan keluar dari rumah belakang, dia berjalan seperti sedang merenungkan sesuatu! Sehingga dia berjalan dengan sangat lambat.
"Nak Li Yian, kenapa kau sudah satu bulan terlewat belum kembali! Apa kau baik-baik saja di luar sana?" gumam Xu Wuzao.
Dia terus berjalan, hingga akhirnya dia sampai di sekte anggrek putih bagian tengah! Xu Wuzao berjalan seperti sedang banyak pikiran bahkan dia tidak memperhatikan orang-orang di sekelilingnya.
"Kepala sekte Xu?" ucap guru pembimbing latihan fisik.
Xu Wuzao tidak menjawab, dia masih memikirkan bagaimana keadaan dari Li Yian, karena Li Yian pernah memberi pesan jika urusan sudah selesai maka akan kembali dengan cepat, tapi nyatanya sampai satu bulan terlewatkan. Batang hidungnya belum terlihat di sekte anggrek putih.
"Kepala sekte Xu, apa yang sedang anda pikirkan?" ucap guru pembimbing latihan fisik.
Akhirnya Xu Wuzao dapat mendengar pertanyaan terhadap dirinya, dia menengok dengan cepat.
"Guru Lu! Iya ada apa?" ucap Xu Wuzao.
"Apa yang sedang anda pikirkan kepala sekte Xu? Hinga tidak fokus terhadap sesuatu!" ucap Yang Lu, guru pembimbing latihan fisik.
"Ahh, tidak apa-apa! Apakah Li Yian belum kembali ke sekte anggrek putih?" tanya Xu Wuzao.
__ADS_1
Padahal dia sudah tahu bahwa aura Li Yian tidak ada di sekte anggrek putih, namun untuk memastikan dia akhirnya memilih bertanya.
"Belum ada kabar kembali kepala sekte Xu!" jawab Yang Lu.
Dia menjawab setahu dirinya saja, karena belum mendengar apa-apa tentang Li Yian jadi dia menjawabnya belum ada kabar.
"Huuufff, sudahlah kalau begitu kau kembali melakukan tugas mu! Aku akan menuju ke ruang kerja ku!" jawab Xu Wuzao.
"Baiklah kepala sekte Xu." jawab Yang Lu lalu pergi dengan cepat, karena dia juga masih banyak pekerjaan lain.
Dirinya menegur kepala sekte Xu karena sedang berpapasan saja, dan Xu Wuzao seperti tidak sedang baik-baik saja.
Xu Wuzao melanjutkan perjalanan dengan cepat tanpa melamun dan merenung lagi, karena dia ingin bergegas ke tempat kerjanya.
*
*
*
Di Alam Langit.
Dewa Yon Sheol sudah membuka matanya, kini luka dalam dirinya sudah sembuh total akibat di bantu pil penyembuhan dari Li Yian dan milik dirinya, dan di tambah Energi Qi di daerah bawah, dekat gerbang alam bawah seperti ini sangat melimpah.
"Bagaimana bisa, aku hanya memperlihatkan sekali! Namun penyerapan itu lebih baik dari yang aku gunakan." ucap Yon Sheol tercengang.
Dia sangat penasaran dengan yang di lihatnya, namun untuk menegur dan mempertanyakan terhadap Li Yian, dewa Yon Sheol belum ingin karena Li Yian sedang begitu fokus.
'Anak ini mempunyai bakat yang sangat mengerikan! Apa dia salah satu jenius dari alam Daulu?' ucap Yon Sheol di benaknya.
Dia masih sangat bersemangat melihat keahlian dari Li Yian saat ini, dia cukup tertarik dengan metode apa yang Li Yian gunakan hingga bisa bermeditasi dengan cara seperti itu.
"Bahkan aliran Energi Qi dari penjuru lain di alam langit hampir membentuk gelombang karena di serap secara mengerikan oleh Li Yian." gumam Yon Sheol.
"Aku jadi ingat Li Yian dari alam langit ini yang dulu di eksekusi dengan kutukan langit, dulu dia di kenal jenius tiada tara karena banyak menemukan cara baru bagaimana berkultivasi secara baik dan maksimal!" ucap dia kembali.
Karena berpikiran demikian, dewa Yon Sheol mengaitkan bahwa Li Yian muridnya saat ini reinkarnasi dewa Li Yian.
Namun setelah memikirkan kembali, dia akhirnya menampik pikiran liar dirinya! Karena dia yakin orang yang di hukum dengan kutukan langit tidak akan bisa bereinkarnasi kembali, sehingga dia langsung menepis pikiran itu.
Dewa Yon Sheol terus memperhatikan Li Yian yang sedang bermeditasi, hingga akhirnya Li Yian membuka matanya.
Setelah Li Yian membuka matanya dan sadar sedang di perhatikan oleh dewa Yon Sheol dia cukup kaget, karena takut dirinya ketahuan berbohong terhadap dewa Yon Sheol.
__ADS_1
"Guru Yon, apa anda sudah memperhatikan aku sejak tadi?" ucap Li Yian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hemmm, aku memperhatikan mu cukup lama Li Yian!" jawab Yon Sheol dengan gamblang.
Li Yian semakin takut kebohongan dirinya akan terbongkar hanya dalam beberapa hari saja, sehingga dia cukup berdebar.
"Kau sungguh jenius dan benar-benar berbakat! Hanya dalam sekali lihat dan berlatih beberapa hari saja kau sudah bisa melakukan meditasi kultivasi dengan sangat baik!" lanjut dewa Yon Sheol dengan senyum lebar di parasnya.
"Terimakasih guru Yon atas pujiannya! Aku tidak sehebat itu, hanya saja ini sangat mirip dengan apa yang aku pelajari selama ini!" jawab Li Yian dengan senyum canggung.
Dirinya lega karena dia tidak ketahuan, akhirnya setelah ini dia bisa berlatih dan berkultivasi secara bebas.
Bahkan ada dewa Yon Sheol yang akan menemani dirinya berlatih meskipun tidak setiap saat.
"Ya, berlatih lah dengan giat! Jangan buru-buru puas dengan pencapaian seperti itu, kau harus lebih kuat lagi, di alam langit ini aku hanya seperti setetes air yang ada di danu ini Li Yian, karena alam langit ini sangat luas! Bahkan perkumpulan orang-orang kuat ada di Kekaisaran Langit." Yon Sheol mencoba memperingatkan agar Li Yian tidak tinggi hati hanya karena di puji seperti itu, dirinya menjelaskan sambil meneteskan air ke dalam danau sebagai contoh perumpamaan.
"Baik guru Yon, aku akan selalu mengingat kata-kata guru ini, aku akan berlatih terus dan tekun dalam sesuatu hal!" jawab Li Yian.
"Bagus..!" jawab Yon Sheol dengan senyuman.
Wooooosss..!
Yon Sheol langsung terbang menuju ke arah Li Yian, dia lalu memegang pundak Li Yian dan menekankan tekanan yang berat.
Li Yian merasakan dan tahu maksudnya ingin menguji kekuatan dirinya,
Baaammm..!
"Uhhhukk Uhuuukk..!" Li Yian langsung terjatuh dan terbatuk-batuk, dirinya berpura-pura lemah di hadapan Yon Sheol.
Melihat ini, Yon Sheol langsung mengangkat tangannya dan langsung membantu Li Yian berdiri.
"Baiklah untuk sekarang sampai di sini, mari kita masuk ke dalam kediaman dan kita makan dulu!" ucap Yon Sheol.
"Baik guru Yon!" jawab Li Yian.
Akhirnya mereka masuk ke dalam Kediaman milik Yon Sheol, Li Yian masih menyembunyikan kekuatan dirinya yang di samarkan dengan tenaga dalam.
\=
\=
...
__ADS_1