
\=Chapter 071. MUSUH LAMA XU WUZAO\=
\=
\=
Xu Wuzao sudah tenang karena ucapan dari Li Yian barusan yang cukup masuk akal, kini Xu Wuzao yang tenang tidak merasa tertekan lagi sehingga ingin melawan mereka yang omongannya sangat kasar.
Namun suara dari arah pintu masuk ruangan, yang di pakai banyak orang itu membuat Xu Wuzao kembali menahan amarah yang meluap-luap.
"Hai, apa kalian semua tidak paham? Sekte yang kalian bicarakan itu pemilik dan kepala sektenya ada di depan hidung kalian sendiri, apa ucapan ku salah Xu Wuzao?"
Sura itu cukup keras dari arah pintu luar, namun tidak menggunakan bentakan! Sehingga dapat di ukur bahwa orang itu bukanlah orang sembarangan.
Semua orang yang ada di ruangan rumah makan arak wangi langsung memalingkan wajahnya ke arah pintu masuk, mereka penasaran dengan suara barusan dan ingin membuktikan kebenaran ucapannya itu.
Termasuk semua orang yang ada di meja Xu Wuzao juga menengok ke arah pintu masuk ruangan tempat makan itu.
Li Yian melirik orang yang baru datang, orang itu sudah cukup tua! 'Mungkin seumuran dengan Xu Wuzao' pikir Li Yian.
"Pak tua, apa anda mengenal orang yang berbicara barusan?" Li Yian langsung bertanya.
"Ya aku sangat mengenalnya, jadi mengingat masa lalu!" Xu Wuzao seketika memejamkan matanya sebentar lalu membuka kembali dan tersenyum dengan tenang.
"Anda sangat kenal? Ahh jika seperti itu, maka masalah ini urusan anda pak tua!"
Li Yian langsung menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi yang di duduki dirinya lalu dia melipat tangannya di dada dirinya.
Mengambil sikap sedakep dan duduk tenang sambil memejamkan matanya, dia tidak menghiraukan keributan di sana! Karena Xu Wuzao mengenal orang yang tadi baru saja berbicara.
Jika saja tidak kenal maka Li Yian akan berniat meladeni orang itu.
"Tuan, Yan Jim! Dia adalah tetua agung sekte Wuhan!" ucap salah satu pendekar yang ada di meja belajar Xu Wuzao yang tadi tidak sengaja meremehkan Xu Wuzao.
Yan Jim melangkah mendekati meja Xu Wuzao, lalu berdiri di dekat meja itu dan berkaca pinggang seakan meremehkan Xu Wuzao dari sudut manapun.
__ADS_1
"Apa dia Xu Wuzao, kepala sekte anggrek putih! Sekte kecil yang ikut kompetisi generasi muda itu?" gumam orang itu setelan memandang Xu Wuzao dari mejanya.
"Yan Jim, lama tidak bertemu! Kau semakin hebat saja!" sapa Xu Wuzao dengan tenangnya.
"Seperti biasa kau suka menyanjung orang, tapi ingat itu karena aku memang hebat!"
Yan Jim sangat bangga dengan kehebatan dirinya, tapi setiap bertemu Xu Wuzao selalu saja timbul amarah. Karena dulu dirinya di kalahkan oleh Xu Wuzao saat masih muda.
"Apa kau datang ke kota Kekaisaran Ming untuk mengantar anak didik kau ke kompetisi generasi muda?" tanya Xu Wuzao.
Dia tidak menghiraukan ucapan Yan Jim barusan malah dirinya menanyakan keperluan Yan Jim datang ke kota Kekaisaran Ming.
"Ya, karena aku dengar kau ikut! Aku ingin melihat kekalahan telak anak didik murid-murid kau di arena, itu pasti menyenangkan!" ejek Yan Jim.
"Jadi ingat masa lalu!" Xu Wuzao berbicara sambil tersenyum.
Seakan dia tidak memiliki beban di ucapkan itu sama sekali! Namun berbeda dengan Yan Jim dia sangat terlihat emosional, amarah dirinya langsung bangkit.
"Xu Wuzao apa kau mencari masalah?" gertak Yan Jim padanya.
Yan Jim langsung mengeluarkan tekanan cincin roh beladiri kuning miliknya, tekanan berat sudah di rasakan oleh orang-orang yang ada di ruangan itu.
Baammm..
Piring-piring yang ada di meja, bahkan meja itu ikut mengalami keretakan, kursi yang di duduki oleh tiga murid sekte anggrek putih.
Yaitu Lan Zhuo, Ding Qiao dan Zhao Lu terpental beberapa langkah dan mereka jatuh ke lantai.
Namun meja itu tidak ambruk karena di pegangin oleh Xu Wuzao, sedangkan Wang Yao tetap di tempatnya mempertahankan dirinya sendiri.
Di samping Xu Wuzao, Li Yian dan Baba Yaga tidak terkena dampak tekanan besar sama sekali, mereka berdua tetap tenang duduk di bangku masing-masing sambil memejamkan matanya dengan tenang.
Begitu juga dengan Xu Wuzao, dia tenang namun melihat tiga anak didiknya terkena dampak itu dia cukup marah.
"Yan Jim, apa maksudnya ini? Aku tidak membuat gara-gara sedikitpun, kau berani turun tangan sejauh ini!" Xu Wuzao berucap dengan nada ancaman.
__ADS_1
Saat ingin membalas perbuatan itu, pemilik rumah makan arak wangi langsung mendatangi meja mereka dan melerai pertikaian itu.
"Tuan-tuan tolong jangan membuat keributan di dalam ruangan rumah makan! Karena di sini di larang untuk bertarung!"
Pemilik rumah makan itu berbicara sambil memohon, karena mereka berdua berada di tingkat pendekar raja, itu karena sudah bisa di rasakan dari tekanan kuat barusan.
Semua orang sangat kaget dengan kejadian ini, mereka langsung berbisik-bisik di antara mereka.
"Wah, itu cincin roh beladiri kuning! Benar-benar orang yang hebat." ucap salah seorang di pojok ruangan berbicara pada temannya.
Meskipun di ruangan itu banyak para pendekar yang hebat namun pendekar yang memiliki cincin roh beladiri kuning cukup jarang, di tambah tenaga dalam milik Yan Jim sangat besar itu sungguh mengerikan bagi mereka.
Bisik-bisik di sana masih terus berlanjut, sedangkan di meja Xu Wuzao sedang menegosiasikan dengan pemilik rumah makan arak wangi! Bagaimana solusinya.
"Aku rasa, pihak sekte Wuhan yang harus bertanggung jawab dengan keributan di rumah makan arak wangi ini! Dan kompensasi ku cukup bayarkan makan ku ini saja!" ucap Xu Wuzao pada pemilik rumah makan arak wangi dan tentunya terhadap Yan Jim juga.
Yan Jim menggertak giginya, karena dia di ancam oleh pemilik rumah makan arak wangi akan mengadu ke pihak Kekaisaran Ming agar keikut sertaan kompetisi generasi muda mereka di cabut karena menyerang peserta yang sudah di daftarkan di kompetisi generasi muda itu.
Karena ini bisa di anggap sebagai cara licik, sehingga bisa di berikan hukuman berat oleh pihak Kekaisaran Ming.
Akhirnya mau tidak mau, Yan Jim melakukan semua tuntutan itu, agar dirinya tidak kena marah kepala sekte Wuhan di kemudian hari.
Orang-orang di sana tidak sadar bahwa Li Yian bisa bertahan dengan tekanan itu adalah hal yang janggal, orang-orang beranggapan bahwa Li Yian di selamatkan oleh Xu Wuzao.
Sedangkan Xu Wuzao sendiri beranggapan Li Yian di selamatkan oleh Baba Yaga sehingga dia tidak begitu curiga terhadap Li Yian, namun nyatanya tidak sama sekali! Baba Yaga mana peduli dengan Li Yian akan terpental atau tidak.
Karena dia yakin Li Yian jauh lebih kuat dari dirinya sekalipun, sehingga dia tetap tenang dan tidak memikirkan temannya.
Setelah sudah membayar kompensasi itu, Yan Jim pergi tanpa sepatah katapun! Dia tidak lagi tertarik untuk makan, dia lebih memilih melanjutkan perjalanan menuju ke kota Kekaisaran Ming dengan cepat.
"Pak tua, siapa kah dia? Sepertinya anda sangat mengenal dan tidak begitu ramah!" bisik Li Yian pada Xu Wuzao yang kini berdiri bersebelahan.
"Dia adalah musuh lama ku, sejak muda! Biarkan lah aku sudah sangat bosan meladeni dirinya!" ucap Xu Wuzao dengan nada lemah.
\=
__ADS_1
\=
...