Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
103 = RAMPOK GOLOK HITAM


__ADS_3

\=Chapter 103. RAMPOK GOLOK HITAM\=


\=


\=


Li Yian tidak memilih menggunakan tunggangan seperti kuda pribadi maupun kereta kuda, karena menurutnya lari lebih cepat dari pada menggunakan itu semua.


Li Yian lari di depan, sedangkan Baba Yaga lari di belakang dengan muka sangat ngos-ngosan, karena Li Yian sudah hampir seharian terus saja berlari tanpa henti.


"Saudara Li, berhenti sejenak! Aku sudah tidak kuat lagi berlari!" keluh Baba Yaga.


Li Yian menengok ke belakang, lalu dia berhenti dari larinya! Karena melihat wajah melas Baba Yaga, akhirnya Li Yian menyetujui usul dari Baba Yaga.


"Hanya sebentar, cukup kita mengambil nafas dan meminum seteguk air!" jawab Li Yian.


"Kau keterlaluan saudara Li! Kita sudah lari seharian dari kota provinsi Cao, hingga sampai di hutan ini!" protes Baba Yaga.


"Makanya, kau jangan banyak makan! Kecilkan itu perut, percuma jika paras tampan tapi perut buncit seperti itu!" Li Yian langsung menyindir.


"Hei, justru ini pesona ku! Wajah tampan tubuh mempesona, ini adalah kesuksesan wanita! Mereka paling suka mengelus-elus perut ini!" jawab Baba Yaga.


Baba Yaga jika membicarakan wanita cantik, rasa capek, lemah, letih langsung hilang.


Melihat ini Li Yian langsung mempunyai ide cemerlang agar mereka sampai di tujuan dengan cepat, senyum licik di wajah Li Yian langsung terukir.


"Teman, ku dengar keluarga Bao dan kelompok Sabit Tunggal ini suka sekali mengoleksi perempuan cantik! Kita ini akan menyerbu markas mereka, jadi kau akan ada kesempatan untuk mencuri hati para wanita itu dengan menjadi pahlawan yang membebaskan mereka semua!"


Li Yian langsung melancarkan siasatnya.


Wajah Baba Yaga yang tadinya berkeringat langsung dia lap dengan ujung bajunya, setelah itu pipinya langsung memerah!.


"Kenapa kau tidak bilang dari awal saudara Li? Apa kau sendirian yang akan menjadi pahlawan mereka semau?" ucap Baba Yaga cukup marah.


"Bukan itu maksud ku, kau seperti tidak semangat seperti ini! Berarti kan kau tidak niat menyelamatkan wanita cantik itu?" jawab Li Yian.


"Sial, cepat kita berangkat sekarang!" ucap Baba Yaga dengan semangat yang berapi-api.


Namun baru juga mau berangkat, terdengar bentakan.


*


*


*

__ADS_1


"Hei, siapa yang bilang kalian berdua kita izinkan pergi dari wilayah kami?"


Terdengar suara dari dalam hutan yang cukup lebat itu, tapi Li Yian hanya tersenyum tipis saja! Sedangkan Baba Yaga mencoba untuk melihat siapa yang berani berbicara begitu arogan.


Setelahnya dari dalam hutan muncul beberapa orang dengan wajah sangar, tawa membahana langsung pecah 10 orang itu tertawa terbahak-bahak.


Gigi yang besar-besar dan kuning seperti biji jagung tampak menghiasi tawa mereka, gigi itu bukanlah terbuat dari emas murni 24 karat, melainkan karat alami yang melekat di gigi.


Baba Yaga maju dengan tenang.


"Siapa kalian?" ucap Baba Yaga terhadap 10 orang itu.


Li Yian juga mengikuti Baba Yaga maju ke depan, dia melihat dengan seksama apa maunya bedebah berandalan itu! Li Yian sangat tidak senang karena waktu perjalanan dirinya di ganggu.


Salah satu orang yang paling besar badannya maju, lalu menjatuhkan golok besar berwarna hitam pekat, ke tanah dekat dengan Li Yian maupun Baba Yaga, cukup keras.


'Baammm..!' Suara golok itu langsung menancap dengan sempurna.


Li Yian dan Baba Yaga melihat jatuhnya golok itu ke tanah hanya memasang ekspresi tidak mengerti.


"Apa orang ini membuang goloknya?" ucap Baba Yaga cukup lirih pada Baba Yaga.


Li Yian hanya melihat ke arah Baba Yaga dengan tidak mengerti.


Li Yian mendengar anak buahnya menyebut dirinya takut dengan rampok golok hitam, menjadi mengerti.


"Kalian rampok golok hitam?" tanya Li Yian.


"Benar, golok itu adalah buktinya! Cepat serahkan semua harta yang kalian bahwa!" ucap salah satu anak buah yang lain.


"Golok seperti itu banyak di pasar! Kami tidak yakin jika kalian adalah perampok golok hitam yang asli!" ucap Li Yian.


Dia memungut golok itu, lalu melihat sekilas! Sebenarnya dia tidak tahu apa itu perampok golok hitam, yang dia tahu orang-orang ini hanyalah berandalan kecil.


Lalu Li Yian mengalirkan tenaga dalam di dua tangannya, dengan mudahnya mematahkan golok besar itu.


Traaak..!


Golok di patahkan menjadi dua bagian, lalu melemparkan ke arah mereka semua, setelah itu langsung berucap.


"Golok itu palsu!" ucap Li Yian.


Semuanya langsung kaget bukan main, apalagi ketua mereka, golok itu sudah menemani dirinya selama 10 tahun berkarir di bidang perampokan hingga mempunyai nama besar, perampok golok hitam.


Namun itu semua berakhir, setelah bertemu Li Yian dan Baba Yaga.

__ADS_1


"Si, siapa kalian ini?" ucap ketua dari perampok golok hitam.


Pasalnya orang yang bisa mematahkan besi tua seperti goloknya, adalah pendekar raja tahap puncak! Yang sebentar lagi masuk ke tingkat pendekar suci.


"Kau tidak perlu tahu kami siapa! Kau akan merampok kami kan, lakukan jika kalian mampu!" jawab Li Yian dengan tenang.


"Sial, aku sangat apes! Bisa bertemu dengan Pendekar Raja." keluh ketua kelompok perampok golok hitam.


Dengan cepat ketua mereka langsung berlutut di hadapan Li Yian dan Baba Yaga, di ikuti dengan segera olah anak buah perampok itu, yang sedari awal sudah ketakutan bukan main.


"Apa-apa ini?" bentak Baba Yaga dengan sangat gaya.


Lalu dia langsung maju ke arah perampok yang sudah berlutut itu.


"Maaf tuan-tuan, kami salah! Kami buta tidak bisa melihat gunung yang besar di depan mata kami saat ini!" ucap ketua perampok golok hitam sambil tertunduk.


"Saudara, apa yang akan kita lakukan terhadap mereka ini?" bisik Baba Yaga terhadap Li Yian.


"Sebentar, aku sebenarnya tidak ingin melepaskan mereka semua! Tapi urusan kita lebih penting, tapi aku ada cara!" ucap Li Yian berbisik juga.


Lalu dia tersenyum dengan muka jahatnya.


"Kalian semua, jika tidak ingin mati di sini oleh kami! Maka telan pil ini, cepat!" Li Yian langsung melempar ke mereka semau.


Satu persatu mereka langsung menangkap pil yang berwarna ke hitam ke unguan, sangat tidak meyakini jika pil itu tidak berbahaya.


"Baik tuan!" ucap mereka serempak karena sangat takut dengan Li Yian dan Baba Yaga, lalu mereka dengan cepat menelan pil itu.


"Ha-ha-ha, kalian telah menelan pil racun kala jengking ungu! umur kalian tersisa dua bulan lagi, jika kami mendengar kalian merampok lagi maka pantang bagi kami memberikan penawarnya!" ancam Li Yian.


Mereka langsung menelan ludahnya sendiri karena tidak ingin mati seperti itu.


"Baiklah kami, kami tidak akan merampok lagi kedepannya!" ucap mereka semau hampiri bersamaan.


"2 bulan lagi, datanglah ke rumah pelelangan kota provinsi Cao, obat penawar kalian ambil di sana!" ucap Li Yian.


Dia lalu langsung pergi begitu saja dengan cepat, di ikuti oleh Baba Yaga.


Perampok golok hitam langsung terduduk lesu, ketua mereka langsung melototi salah satu anak buahnya dengan mata tajam.


\=


\=


....

__ADS_1


__ADS_2