Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
182 = PUSAKA DUNIA


__ADS_3

\=Chapter 182. PUSAKA DUNIA\=


\=


\=


Xu Wuzao mengeluarkan buku yang sampulnya sudah sangat hitam, buku itu begitu tipis. Li Yian bisa memperkirakan bahwa buku itu tidak lebih dari 10 lembar saja, di tambah bentuknya yang sudah sangat lusuh dan jelek.


Sehingga Li Yian langsung menghardik terhadapnya, mendengar gumaman Li Yian yang merendahkan buku itu Xu Wuzao langsung menatapnya tajam.


"Nak Li Yian, dengarkan aku untuk yang kali ini! Kau jangan menyebarkan informasi kepada dunia luar bahwa buku ini ada di sekte anggrek putih dan di tangan ku!" Xu Wuzao menjeda sebentar, karena dia ingin meyakinkan bahwa Li Yian mendengarkan peringatan dirinya yang sangat serius.


"Buku ini adalah teknik kultivasi roh, orang-orang dunia persilatan menyebutnya pusaka dunia!" lanjut Xu Wuzao berucap.


"Haahhh, pusaka dunia?" ucap Li Yian lalu mencondongkan tubuhnya ke depan, untuk melihat lebih jelas ke pada buku yang butut itu.


"Ya, aku sudah lebih dari 30 tahun menyembunyikan ini dari orang-orang dunia persilatan! Mungkin di sembunyikan oleh keluarga Xu sudah beberapa abad, karena generasi turun temurun tidak ada yang bisa menguasai teknik ini, sehingga hanya di simpan saja! Namun aku begitu terkejut setelah kau menuliskan ini!" ucap Xu Wuzao menunjukkan kepada Li Yian bahwa isi dari teknik kultivasi roh mirip dengan catatan yang di buat Li Yian.


"Jelaskan nak, apa yang kau sembunyikan kepada ku!" lanjut Xu Wuzao.


Dia sangat penasaran kali ini dengan apa yang Li Yian lakukan, dia menulis pusaka dunia hanya dengan berpikir sebentar bahkan di lakukan oleh orang yang di anggap anak kecil oleh Xu Wuzao.


Jika tahu dan benar seperti itu nanti adanya, Xu Wuzao akan membanting buku yang hitam dan dekil tidak berguna itu. Sangat percuma menyimpan itu hingga sepertiga umurnya dan pengorbanan keluarga Xu, yang berjuang sampai akhir. Namun hanya menyimpan pusaka yang bisa di bilang sebanding dengan tulisan tangan anak ingusan.


Ini membuat Xu Wuzao sangat tidak terima dan membutuhkan penjelasan dari Li Yian, jika Li Yian menyelinap dan membaca teknik kultivasi roh lalu menulis ulang itu sangat tidak mungkin.


Karena kunci untuk membuka peti itu selalu dia bawa kemanapun dia pergi.


"Itu, aku hanya menuliskan agar anda bisa berkultivasi saja pak tua! Dan untuk pusaka dunia aku tidak tahu sama sekali, bukanya anda sendiri juga tidak tahu saat ada yang bertanya apa bentuk pusaka dunia?" ucap Li Yian seperti tidak bersalah.


"Aku berbohong untuk itu, sudah ku katakan ini adalah pusaka dunia jika di ketahui oleh orang-orang dunia persilatan, akan banyak terjadi keributan!" Xu Wuzao langsung menjelaskan.


"Baiklah, aku mengerti! Mengenai tulisan ku itu akan ku jelaskan nanti, lebih baik anda tingkatan dulu pelatihan hingga ke tingkat pendekar suci, di saat tingkat anda sudah mencapai itu barulah pusaka dunia yang anda pegang selama ini akan berguna!" jawab Li Yian.


"Maaf, boleh aku lihat isi teknik kultivasi roh itu?" Li Yian cukup penasaran sehingga meminta izin kepada Xu Wuzao.


"Bacalah, aku tidak akan menyembunyikan lagi terhadap mu." Xu Wuzao sudah cukup frustrasi saat ini.

__ADS_1


Karena buku yang di simpan dengan sungguh-sungguh dan di nilai barang paling berharga turun temurun, malah Li Yian membuat replika hanya dengan mengarang saja sesuka hati.


*


*


*


Xu Wuzao menuggu dengan tenang saat Li Yian membacanya.


Akhirnya Li Yian selesai membaca teknik kultivasi roh, setelah selesai membaca dia hanya tersenyum! Karena isinya hanya kultivasi biasa yang hanya setengah dari sekian banyak buku teknik kultivasi yang di miliki Kekaisaran Dewa.


"Ini sangat rumit untuk manusia biasa, apalagi ini hanya setengah bagian dari buku tekanik yang lengkapnya!" Li Yian langsung menjelaskan.


"Apa, terlalu rumit untuk di pelajari dan hanya setengah dari tekanik lengkapnya?" ucap Xu Wuzao tidak begitu percaya dengan ucapan Li Yian.


Bagaimana bisa dia percaya dengan ucapan anak yang di anggap Xu Wuzao baru memiliki umur seumur jagung.


"Ya, itu memang kebenarannya!" ucap Li Yian.


Menurutnya Li Yian kali ini benar-benar sangat nakal terhadap dirinya yang sudah tua, karena berbicara ngelantur terus menerus.


"Tunggu pak tua, lihat ini dan rasakan baik-baik! Sebaiknya anda bersiap." ucap Li Yian.


"Apa maksudmu nak?" tanya Xu Wuzao masih tidak mengerti.


"Bersiaplah..!" Li Yian langsung memberikan peringatan.


Setelah itu Li Yian langsung mengambil posisi kuda-kuda, sesudahnya dia langsung menyerang Xu Wuzao dengan tekanan menggunakan Energi Qi, yang cukup tinggi.


Xu Wuzao belum juga siap, padahal sudah di peringatkan! Setelah melihat Li Yian memasang kuda-kuda dia cukup penasaran.


"Heeekkhh.!" Xu Wuzao langsung menahan nafasnya.


Dia merasakan tekanan sangat berat, yang belum pernah dirinya rasakan di manapun! Karena ini bukan intimidasi seperti menggunakan aura tenaga dalam namun ini seperti merubah gravitasi di sekitar dirinya, sehingga seperti di timpa batu sebesar bukit.


"Haaaaahhh...!" Xu Wuzao berteriak kencang dia mengeluarkan semua tenaga dalam miliknya untuk menopang berat di tubuhnya.

__ADS_1


Baaammm..!


"Uhukk..!" Xu Wuzao langsung terkapar berbaring di lantai batu hingga batuk darah, dirinya langsung menderita luka dalam cukup parah.


Setelah Xu Wuzao terkapar, Li Yian langsung menghampiri Xu Wuzao dan membaringkan tubuhnya di lantai agar pernafasan Xu Wuzao lancar.


Sambil memberikan Energi Qi pada aliran darahnya agar normal kembali, Li Yian langsung memberikan pil penyembuh yang ada di cincin samudra.


"Pak tua, apa anda tidak apa-apa?" ucap Li Yian setelah Xu Wuzao membuka matanya.


Xu Wuzao tadi sedikit hilang kesadaran miliknya sebelum merasakan kehangatan yang cukup nyaman di sekujur tubuhnya.


"Apa yang barusan terjadi?" ucap Xu Wuzao belum sadar apa yang barusan terjadi.


"Maafkan aku pak tua, aku bersikap berlebihan kepada anda barusan!" ucap Li Yian sambil berlutut sambil sedikit membungkuk di hadapan Xu Wuzao yang sedang duduk.


"Apa maksudmu nak?" tanya Xu Wuzao.


"Apa anda merasakan tekanan berat pada tahun anda yang bahkan tenaga dalam tidak bisa menopang itu?" tanya Li Yian.


"Ya, tadi aku merasakan seperti di timpa gundukan batu sebesar bukit, hingga aku tidak kuat dan terkapar, sebenarnya apa itu?" ucap Xu Wuzao jujur karena dia ingin tahu apa yang terjadi.


Dia pikir saat itu Li Yian akan menyerang dirinya namun entah kenapa dia langsung merasakan tekanan berat akhirnya pingsan.


"Itu semua karena teknik ini!" ucap Li Yian menujukan kertas hasil tulisan dirinya kepada Xu Wuzao.


"Apa, karena teknik itu?" ucap Xu Wuzao masih tidak bisa percaya.


"Ya, apa anda belum percaya juga?" Li Yian masih cukup bingung bagaimana caranya memberikan paham terhadap orang tua di hadapannya.


Li Yian cukup wajar terhadap Xu Wuzao yang tidak percaya terhadap dirinya, karena ini begitu baru bagi dirinya. Mungkin yang membuat Xu Wuzao tidak percaya yang memberitahukan orang yang di anggap lebih lemah dan lebih muda.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2