
\=Chapter 322. DIMENSI JIWA LI YIAN\=
\=
\=
Di ruangan pribadi yang di gunakan Li Yian dan Baba Yaga bermeditasi, Li Yian dan Baba Yaga saling duduk berhadap-hadapan, mereka berdua memfokuskan pikiran masing-masing! Setelah itu Li Yian mencoba mengangkat tangannya yang sudah memegang pedang bayangan.
Setelah itu Li Yian mencoba menyerap energi yang terkandung dalam pedang bayangan itu, Li Yian menggunakan metode penyerapan Energi Qi yang terkandung di dalam sebuah benda, dengan itu ternyata berhasil.
Saat energi dari pedang itu tertarik, Baba Yaga langsung mengerang sangat keras.
"Aaakkkhh...!" Baba Yaga mengerang begitu keras, hingga aura di badannya langsung berubah.
Merasakan perbedaan tekanan di tempat itu, Li Yian membuka matanya seketika! Karena dia yakin bahwa ruangan pribadi itu pasti akan hancur, Li Yian tidak mau lagi merusak bangunan yang ada di sekte Wuhan.
Setelah membuka matanya, Li Yian melihat keadaan Baba Yaga sekilas, lalu menggelengkan kepalanya.
'Tidak bagus! Aku akan kesulitan mengekangnya jika di sini!' ucap Li Yian di benaknya.
Dia yakin perkiraan yang akan terjadi dengan Baba Yaga ternyata benar. Bahwa aura hitam yang ada di dalam diri Baba Yaga akan bereaksi setelah di serap oleh pedang bayangan milik Li Yian.
Melihat ini Li Yian semakin tahu, kenapa saat pertama dirinya memegang pedang bayangan kala itu, tenaga dalam dan vitalitas hidupnya langsung terserap dengan paksa.
Ternyata pedang bayangan sangat menginginkan aura hitam yang kuat dan pekat, sehingga jika di tempelkan pada tubuh Baba Yaga dan Li Yian menghisapnya maka dia akan menghisap mangsa lain.
"Pedang yang mengerikan!" gumam Li Yian.
Dia langsung membentuk segel, setelah itu Baba Yaga dan dirinya menghilang dari kamar pribadi milik tetua ketiga yang ada di sekte Wuhan.
...****************...
Dimensi jiwa Li Yian.
Setelah menghilang dari kamar pribadi, Li Yian pindah dimensi ke dalam dimensi jiwa miliknya, karena hanya tempat ini yang mutlak dalam kontrolnya.
Sehingga Li Yian sangat yakin bahwa dia bisa menakan kekuatan dan Long Chu, meskipun akan mendapatkan perlawanan sengit sekalipun Li Yian akan cukup sanggup membendungnya.
Di tambah di alam dimensi jiwa miliknya, ada Huo Ling dan Shui Ling. Dengan tambahan kekuatan mereka berdua Li Yian cukup yakin dapat membantu Baba Yaga untuk dapat menyerap aura hitam milik Long Chu.
Saat sampai di dimensi miliknya, Li Yian langsung memanggil Huo Ling dan Shui Ling.
__ADS_1
"Huo Ling, Shui Ling keluarlah bantu aku!" ucap Li Yian lirih.
Meskipun Li Yian berucap hanya di dalam benaknya asalkan menghubungkan dengan roh elemen maka Li Yian bisa saling berbicara.
Wooooosss..!
Dari dua arah lainnya muncul sesuatu, dari arah kanan Li Yian meluncur air dengan tekanan tinggi lalu berubah menjadi gadis cantik lalu berlutut dengan cepat di hadapan Li Yian.
Sedangkan dari arah kirinya muncul elemen api yang sangat panas dan begitu cepat muncul dari tanah yang membara lalu berubah menjadi pemuda yang tampan, dia juga berlutut di hadapan Li Yian.
Namun kedua orang itu berlutut saling berjauhan, Li Yian melihat itu hanya bisa membuang nafas kasar.
Sedangkan Baba Yaga masih di pegang Li Yian dan masih mengerang dengan hebat, Baba Yaga menjerit saat tubuhnya di tempelkan pedang bayangan milik Li Yian.
Pedang itu di sebut pedang bayangan, karena dia selalu menghisap aura hitam yang seperti bayangan di malam hari dan siang hari.
*
*
*
"Bener tuan, Shui Ling yang tidak bisa di ajak bekerja sama!" ucap Huo Ling sambil menuding wanita cantik yang ada di sampingnya.
"Bukan tuan, tapi Huo Ling yang selalu ingin bermusuhan dengan ku!" jawab Shui Ling tidak kalah kerasnya.
"Sudah jangan saling tuduh! Aku tahu kebenaran apapun dari laki-laki akan selalu salah di mata wanita!" jawab Li Yian sambil menatap Shui Ling.
Mendengar jawaban itu Huo Ling sangat senang, senyum kemenangan langsung terlukis di wajahnya! Kemudian langsung melirik ke arah Shui Ling dengan senyum kebanggan itu.
Namun setelahnya senyum itu kembali hilang setelah mendengar kelanjutan ucapan dari Li Yian.
"Meskipun laki-laki selalu salah, namun untuk mu Huo Ling! Jangan membuat Shui Ling lebih marah lagi, diskusikan keadaan kalian seperti apa agar bisa bekerja sama kedepannya." lanjut Li Yian berucap.
Mendengar ini giliran Shui Ling yang menandai tersenyum, lalu akan berbicara panjang kali lebar di hadapan Li Yian untuk segera menjelekkan Huo Ling.
Namun baru membuka mulutnya, tangan Li Yian yang sebelah kiri di angkat tinggi-tinggi ke arah Shui Ling.
"Berhenti, jangan ucapkan sesuatu yang tidak berguna!" ucap Li Yian.
Baru saja Shui Ling ingin menjawab ucap Li Yian yang menyuruhnya berhenti berbicara, Baba Yaga menjerit dengan sangat kencang.
__ADS_1
"Aaakkkhh...!" teriak Baba Yaga karena aura yang muncul lalu di serap oleh pedang bayangan sudah tidak sanggup lagi di serap lagi, sehingga meluap keluar dan membantu aura yang begitu kuat.
Li Yian tersenyum, ternyata jebakan dirinya berguna! Dengan kemunculan itu Li Yian yakin dia tidak bisa lagi membendung kakuatan itu dengan hanya satu tangan.
Li Yian memasukkan pedang bayangan ke dalam cincin samudra kembali, baru saja di masukkan.
Baaammm...!
Ledakan dari tekanan aura itu langsung meledak ke segala arah, Li Yian, Huo Ling dan Shui Ling terpental cukup jauh.
"Tuan apa yang barusan terjadi?" ucap Huo Ling yang di samping kiri Li Yian cukup jauh.
"Apa kau bodoh, itu aura leluhur siluman! Apa kau lupa dengan kejadian di masa lalu?" bentak Shui Ling dengan sangat kesal.
Jelas-jelas Huo Ling pernah bertarung dengan 6 roh elemen lainnya dengan leluhur siluman, namun kenapa dia bisa lupa akan hal itu.
"Jadi dia adalah leluhur siluman?" ucap Li Yian dengan lirih.
Dirinya tidak tahu sama sekali, pantas saja dia sangat kalah dalam penekanan aura dari segi manapun keluh siluman sudah sangat ahli hingga dia tidak dapat di kalahkan dengan mudah.
"Kalian berdua apa benar sudah pernah melawan leluhur siluman?" ucap Li Yian kepada Huo Ling dan Shui Ling.
Li Yian cukup penasaran bagaimana roh air dan roh api bisa mengenal leluhur siluman, padahal mereka berdua berbeda alam.
"Benar tuan itu terjadi jutaan tahu lalu, saat kami para roh elemen berada di satu tuan yang sama! Tuan yang membangkitkan kami menjadi roh seperti ini melawan leluhur siluman, lalu berakhir dengan kekuatan kita yang menurut setengah karena untuk menyegel leluhur siluman!" ucap Shui Ling dengan tatapan menunduk.
"Ha-ha-ha-ha-ha...!"
Tawan yang menggelar langsung terdengar di seantero dimensi jiwa, itu adalah suara tertawa leluhur siluman Long Chu.
"Wah ada dua bocah yang sudah kehilangan tuanya muncul di sini!" ucap Long Chu.
Yang berbicara saat ini adalah Baba Yaga dengan tubuh manusianya, namun muncul bayangan hitam besar di belakangnya yang melindungi Baba Yaga dari serangan manapun.
Li Yian menyipitkan matanya, dia tidak suka dengan ucapan Long Chu yang begitu arogan.
\=
\=
...
__ADS_1