
\=Chapter 051. PENDEKAR-PENDEKAR HEBAT BERMUNCULAN DI DUA KEKAISARAN\=
\=
\=
Xu Wuzao memandangi Li Yian dengan cepat, dia sangat penasaran dan ingin tahu Li Yian dapat dari mana token penyimpanan koin itu! Karena dirinya saja yang sudah setua ini belum pernah memiliki token penyimpanan koin.
Karena token seperti itu yang memiliki hanya pejabat Kekaisaran, para keluarga bangsawan dan saudagar kaya yang memiliki uang yang sangat banyak.
"Masalah pembayaran sudah kan? Kalau begitu kami pamit!" ucap Li Yian pada pemilik rumah penjualan kereta dan kuda itu.
"Terimakasih tuan muda, kapan-kapan lagi mampir lah!" jawab pemilik rumah penjualan kereta dan kuda.
"Ya sampai jumpa!" Li Yian langsung berbalik pergi menuntun kudanya keluar ke jalan besar.
"Sampai jumpa tuan muda!"
Karena Li Yian sudah pergi Xu Wuzao langsung mengikuti Li Yian keluar membawa kudanya, Rhuo Ning langsung mengekori mereka berdua.
"Nak Li Yian kau dapat dari mana token penyimpanan koin itu, jangan bilang itu hasil curian yah!" ucap Xu Wuzao sedikit tinggi.
Karena dirinya tidak pernah mengajari Li Yian untuk berbuat kejahatan dan perbuatan menyimpang lainnya, karena bisa di bilang sekte anggrek putih berada di barisan sekte aliran putih.
"Pak tua! Ini token milik ku, jika anda mau ambillah! Aku tidak terlalu membutuhkan koin emas." ucap Li Yian sambil menyerahkan token penyimpanan koin pada Xu Wuzao.
Tapi Xu Wuzao tetap diam tidak menerimanya! Dia masih belum percaya terhadap ucapan Li Yian kali ini.
"Kata anda sekte anggrek putih kesulitan dengan uang, ambillah di dalam token ini hanya sedikit, cuma sekitar 25.000 keping koin emas saja!" Li Yian berucap sangat enteng menyebutkan 25.000 keping koin emas hanya sedikit.
Itu karena di cincin samudra miliknya saat ini koin emas sangat banyak bahkan untuk di hitung sangat susah, jadi wajar mengucapkan 25.000 keping koin emas hanya sedikit.
Di tambah dirinya mengambil sebagian banyak harta yang ada di ruang harat makam kuno, sehingga koin emas di dalam cincin samudra bertambah melimpah.
Xu Wuzao masih diam tidak berbicara dia sangat kaget dengan kekayaan yang di miliki oleh bocah kecil yang sudah di anggap anak itu.
"Pak tua, ini hanya sebagian! Jika kurang nanti setelah sampai sekte aku kasih lebih banyak!" lanjut Li Yian berucap.
__ADS_1
Dia berpikir bahwa Xu Wuzao tidak mau menerimanya karena sedikit jadi dia berniat menambahkan saat dirinya sampai di sekte anggrek putih.
Xu Wuzao langsung menyeret Li Yian ke pojokan jalan dan dia mengapit kepal Li Yian di ketiaknya.
"Nak, bicaralah yang jujur! Dari mana kau dapat uang sebanyak ini?" tanya Xu Wuzao saking penasarannya.
"Aduh-aduh aku tidak bisa bernafas bebas!" keluh Li Yian lalu melepaskan kuncian itu dengan mudah.
Ini membuat Xu Wuzao sangat kaget, dia menggunakan kekuatan yang besar untuk mengunci kepala Li Yian tapi Li Yian langsung bebas begitu saja.
"Nanti akan ku ceritakan setelah sampai di sekte anggrek putih!" lanjut Li Yian berucap, dia tidak ingin di cecar terus saat di perjalanan.
Karena menurut Li Yian akan sangat membosankan jika orang tua ini banyak bicara!.
Meskipun hubungan keduanya dalam hal berkomunikasi selalu seperti seorang teman, tapi Li Yian tetap menghormati Xu Wuzao sebagai seorang yang telah merawatnya sejak kecil.
"Baiklah, akan ku tunggu penjelasan mu nanti di sekete nak!" Xu Wuzao akhirnya mengalah.
"Ya, baiklah kita jalan akan sampai di sekte kapan jika tidak bergegas!" Li Yian langsung saja berjalan dan mengangkat Rhuo Ning ke kuda yang di pasang dua pelana.
Xu Wuzao juga langsung naik ke kudanya.
"Pak tua anda yang memimpin jalan!" ucap Li Yian.
Xu Wuzao tidak menjawab sebagai jawaban dia langsung saja memacu kudanya dengan kencang, Li Yian langsung mengikuti Xu Wuzao dari belakang.
Untung saja kuda Li Yian yang di pilih lebih besar dan lebih kuat sehingga bisa mengimbangi kecepatan kuda yang di naiki oleh Xu Wuzao meskipun kuda Li Yian di tumpangi dua orang.
*
*
*
Satu minggu telah berlalu.
Di pelabuhan sebelah utara kota Kekaisaran Tang, berlabuh sebuah kapal besar yang memang membawa para pedagang dari benua lain, kapal ini berlabuh sebulan sekali di pelabuhan itu.
__ADS_1
Tapi kali ini cukup banyak yang berbeda dari kapal itu dengan biasanya, bukan hanya sekedar pedagang dan saudagar yang menumpangi kapal itu tapi juga pendekar-pendekar kuat dari berbagai negeri datang.
Kapal lain juga sama bersandar di pelabuhan sebelah utara wilayah Kekaisaran Ming, yang biasanya hanya pebisnis yang menumpangi kini di tambah para pendekar dari benua lain.
Kini para pendekar-pendekar hebat bermunculan di dua Kekaisaran! Yang juga akan menghebohkan Kekaisaran Ming maupun Kekaisaran Tang nantinya.
Para penjaga pelabuhan dari kedua Kekaisaran tidak bisa mencegat para pendekar itu, bukanya tidak mampu tapi mereka memiliki izin yang sesuai peraturan dari sebuah Kekaisaran.
Begitu juga berita bahwa makam kuno sudah di tembus oleh pendekar misterius semakin menyebar luas di dua Kekaisaran.
Itu karena di dukung dengan orang-orang yang selamat dari insiden berdarah makam kuno, tiga orang yang masuk ke ruang harat makam kuno sudah sembuh dan bisa beraktivitas dengan baik seperti biasa.
Di tambah kini semua harta yang ada di makam kuno sudah di ambil oleh beberapa sekte yang datang memeriksa ke sana setelahnya, dan makan kuno sudah menjadi makam kosong hanya tertinggal peti mati dan tulang belulang yang ada di sana.
*
Orang-orang di pelabuhan dan para pedagang yang ada di pelabuhan Kekaisaran Ming merasakan tekanan yang suram setelah para pendekar itu turun dari kapal.
"Hey, bagaimana bisa sangat banyak pendekar yang datang ke benua matahari terbit ini?" ucap salah satu kusir kereta yang biasa menunggu angkutan barang dari para pedagang.
"Aku tidak tahu! Apa mereka datang karena mendengar adanya makam kuno yang sudah di tembus dan orang yang berhasil mendapatkan harta tak ternilai harganya tidak di ketahui?" ucap salah satu kusir lainnya dan dia juga bertanya lagi.
"Kayanya kau benar! Apa akan terjadi lagi pertumpahan darah di benua ini?" bisik kusir kereta yang berbicara pertama.
"Bisa jadi, kadang aku berfikir orang-orang itu semua gila dengan kekuatan! Karena ini aku tidak ingin masuk ke dalam bagian dari dunia persilatan, di sana sangat kejam!" keluh kusir lainnya.
"Sudahlah kita lihat perkembangan ke depan saja apa yang akan terjadi nantinya!"
"Ya kau benar, sebaiknya kita perhatikan saja dengan diam."
Mereka akhirnya berhenti membicarakan hal itu, takut ada salah satu pendekar yang dengar karena di rumorkan pendengaran pendekar sangat tajam.
Para pendekar turun dari kapal ke pelabuhan lalu mereka langsung pergi ke segala arah tidak memperdulikan keramaian di sana.
\=
\=
__ADS_1