Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
131 = KEMATIAN BAO NAM


__ADS_3

\=Chapter 131. KEMATIAN BAO NAM\=


\=


\=


Mendengar ucapan Li Yian yang seperti tidak takut dengan dirinya, Bao Nam langsung ingin membunuh Li Yian maupun Baba Yaga.


Li Yian langsung mengeluarkan senjata pedang hitam panjang miliknya, dia tidak meremehkan Bao Nam karena aura membunuh Bao Nam yang sangat kental.


"Sial, benar-benar iblis kejam! Berapa nyawa yang sudah dia habisi sehingga memiliki aura membunuh yang sangat tebal seperti ini?" gumam Li Yian.


Sedangkan Baba Yaga merasakan aura membunuh yang sangat kental, menjadi semakin semangat.


Dia juga mengeluarkan tongkat panjang yang di berikan oleh Li Yian sebenarnya dari penyimpanan dimensi siluman miliknya, meskipun aura siluman itu keluar. Namun karena aura membunuh yang di keluarkan Bao Nam sangat kental, membuat aura siluman miliknya tidak terasa.


Baba Yaga langsung membuka tongkat itu dari pembungkus kain panjangnya dengan pelan. Bao Nam berubah waspada karena merasa senjata Li Yian dan Baba Yaga yang tidak biasa.


"Ternyata kalian benar-benar menantang dan mengadu nyawa!" ucap Bao Nam.


Wooss..!


Bao Nam langsung hilang dari pandangan mereka bertiga, Li Yian hanya merasakan aura Bao Nam yang bergerak ke arah dirinya.


Slaazz..!


Clang..!


Li Yian langsung menebas ke arah depan, Bao Nam langsung menghindar karena dia merasa terancam.


Meja kristal di depan Li Yian langsung hancur berkeping-keping karena terkena bayangan hitam dari tebasan Li Yian.


Bao Nam menghindar ke tempat yang salah, di sana Baba Yaga sudah mengayunkan tongkat panjang miliknya, bersamaan dengan Bao Nam menghindar.


Buukk..!


Baaammm..!


Pukulan tongkat Baba Yaga langsung menghantam dada Bao Nam, dan Bao Nam terpental menabrak dinding di belakangnya.


"Uhukk..!"


Bao Nam langsung terbatuk, di sudut bibirnya sedikit keluar darah segar. Bao Nam langsung menghapus darah itu lalu meludah ke lantai.


"Cuuhh..!"


"Siapa kalian sebenarnya?" ucap Bao Nam.


Dia langsung sadar bahwa Li Yian dan Baba Yaga bukan pendekar biasa, dia yakin mereka membawa bunga lotus es hanya untuk alat umpan.


"Siapa kami?" ucap Li Yian sok polos.

__ADS_1


Bao Nam di tekan Li Yian dan Baba Yaga sedemikian rupa dia langsung mengerti, bahwa ini bukan hanya sekedar perselisihan harga yang tinggi, maupun ancaman dirinya akan membunuh mereka berdua.


Kemudian Bao Nam langsung sadar dengan kelompok Sabit Tunggal, dia langsung membentak ke pada Li Yian dan Baba Yaga.


"Siapa yang menyuruh kalian menyusup ke sini?"


Setelah membentak seperti itu, Bao Nam langsung menengok ke arah Bao Lu!.


"Panggil bala bantuan sebanyak-banyaknya!" perintah Bao Nam pada Bao Lu.


Bao Lu masih tidak mengerti, karena kejadian itu sangat cepat! Setelah bentakan pemimpin keluarga Bao. Dia langsung sadar dan hendak pergi.


Namun di cegat Baba Yaga dengan cepat! "Siapa yang mengijinkan kau pergi?" ucap Baba Yaga sambil menodongkan ujung tombak yang lancip ke pada Bao Lu.


Bao Nam ingin membantu, namun langkahnya di hadang oleh Li Yian dengan cepat.


"Lawan mu adalah aku orang tua!" ucap Li Yian yang muncul tiba-tiba di hadapan Bao Nam dengan pedang terhunus.


"Sial ternyata mereka berdua telah merencanakan ini dengan sangat matang!" ucap Bao Nam sangat kesal di benaknya.


Dirinya tidak membawa senjata miliknya, karena pikir Bao Nam sedang berada di tempat yang aman.


Mereka berdua terpojok seperti itu, dengan tidak ada senjata. Jika terus melawan maka akan mati. Minimal akan terluka parah.


"Baiklah bocah, jika kalian ingin mati. Majulah bersama-sama!" ucap Bao Nam dengan penuh amarah.


Dia langsung mengeluarkan tekanan cincin roh beladiri berwarna kuning miliknya, karena orang-orang dunia persilatan akan kaget dengan roh beladiri itu.


Setelah mengeluarkan tekanan itu, Bao Nam langsung menendang ke arah Li Yian dengan sangat keras.


Baammm..!


Tendangan Bao Nam dan pukulan lengan kiri Li Yian saling bentrok, ruangan itu bergetar seketika. Bao Nam langsung terpental mundur.


Li Yian mundur satu langkah untu menyeimbangkan tubuhnya, lalu hendak menyerang kembali tapi di dahulu oleh Baba Yaga.


Kraakk..!


Bagian belakang kepala Bao Nam terhantam sangat keras oleh tongkat besi milik Baba Yaga, hingga tengkorak kepala bagian belakangnya terdengar hancur.


Bao Nam tidak sigap, karena masih dalam kondisi tidak siap dan tidak stabil akibat serangan barusan bentrokan dengan Li Yian.


Apalagi dirinya menyerang dengan kaki, sehingga pijakan dirinya tidak sempurna! Di tambah datangnya serangan Baba Yaga begitu cepat.


Membuat Bao Nam tidak bisa menghindar maupun menahan serangan mematikan itu.


Baammm..!


Tubuh tua Bao Nam tumbang ke lantai dengan darah di kepalanya bercucuran deras, dia langsung mati seketika. Sedang Bao Lu lemas akibat tekanan berat.


Dia langsung menegang karena dia tahu kehebatan Bao Nam, namun hanya beberapa serangan mereka Bao Nam langsung mati oleh dua orang muda di depannya.

__ADS_1


"Yah, langsung mati? Katanya ingin membunuh kita lebih dulu." ucap Baba Yaga lalu dia menyenggol tubuh Bao Nam dengan tongkat besi di tangannya.


"Teman, kau membunuhnya terlalu cepat! Aku baru menyerang dua kali serangan saja! Sial tidak begitu menantang akhirnya." kali ini Li Yian yang protes pada Baba Yaga.


Melihat mereka sangat santai membunuh orang, Bao Lu hanya bisa terduduk pasrah!.


"Hei kau, jika ingin nyawamu selamat cepat telan pil ini!" ucap Li Yian lalu melemparkan kepada Bao Lu.


Bao Lu menangkap pil itu dengan cepat lalu menelannya tanpa ragu, setelah menelan pil itu dia langsung berucap.


"Tu..Tuan, pil itu sudah ku telan!" jawab Bao Lu.


Bagus nyawa mu kami ampuni kali ini, tapi ingat pil itu adalah racun embun dingin. Jika kau tidak meminum penawarnya dalam jangka waktu 3 bulan kau akan di landa kedinginan yang amat sangat, lalu kau akan mati setelah satu bulan kedinginan.


Deg..!


Mendengar itu dia lebih kaget lagi, dirinya tidak ingin mati bunuh diri! Apa lagi terbunuh mengenaskan seperti itu.


"Tenang saja, kau bisa mencari ku! Asal kau harus mengikuti perintah kami untuk seterusnya!" ucap Li Yian.


"Tapi??" ucap Bao Lu terpotong.


Karena Baba Yaga langsung mengangkat tangannya, lalu dia berucap.


"Bao Nam sudah mati, bakal ada perebutan pemimpin keluarga selanjutnya! Jika kau mengikuti kami. Akan kami bantu untuk kau menjadi pemimpin keluarga Bao ini!" Baba Yaga sok bijak dan terlihat kejam.


Li Yian cukup kagum, karena rencana itu hampir mirip dengan apa yang dirinya jalankan.


Mereka menawarkan sesuatu yang menggiurkan, ini di lakukan agar keluarga Bao tetap berdiri tidak hancur totol, di tambah Li Yian sudah puas telah membunuh Bao Nam dan Bao Huo sebelumnya.


Bao Lu kini sangat dilema, karena nyawa dirinya ada di genggaman dua anak muda di depannya, di tambah ada penawaran yang menggiurkan.


"Ba-baik tuan, hamba mengikuti rencana tuan!" ucap Bao Lu sambil berlutut dan bersujud.


"Baik untuk pertama, kami buat keributan lalu kami langsung kabur!" ucap Li Yian setelah itu dia langsung menghantam dinding tebal ruangan itu.


Baammm..!


Baammm..!


Di ikuti Baba Yaga yang menghancurkan dinding juga, lalu mereka berdua kabur di kejar oleh Bao Lu dengan cepat dan dengan berteriak kencang.


"Serangan musuh..!" ucap Bao Lu.


Li Yian dan Baba Yaga langsung berlari kencang ke luar dari gedung pelelangan bulan sabit, lalu melompat dari atap rumah dan gedung lainnya. Lalu menghilang di kejauhan, keadaan di sana langsung ramai.


\=


\=


Bantu LIKE' komentar dan vote maupun gift, terimakasih sudah membaca.

__ADS_1


...


__ADS_2