
\=Chapter 357. KEMARAHAN PANGERAN MING\=
\=
\=
Di wilayah barat Kekaisaran Ming.
Kediaman tersembunyi milik keluarga Kekaisaran Ming masih terus sepi, meskipun sudah lewat hampir satu minggu setelah mereka tinggal di sana.
Mereka semua bertahan dengan makanan seadanya, karena putri kaisar dan pangeran Ming terbiasa hidup mewah dan enak. Hanya karena tekanan kecil seperti itu, mereka langsung sedikit tertekan dan hampir jatuh sakit.
Mereka hampir tidak tahan dengan kehidupan pelarian seperti sekarang, pangeran Ming sudah sangat marah namun tidak banyak yang bisa dia perbuat.
Jangankan ingin mengambil kembali kekuasaan atas Kekaisaran Ming yang sudah di rebut orang lain, untuk mempertahankan nyawa mereka sekarang saja jika mereka menyerang pasti tidak akan mampu.
Karena kemampuan dia hanya sebatas sampah bagi orang jenius lainnya, karena di umur yang sudah hampir menginjak 19 tahun hanya memiliki tingkat pelatihan dasar tahap puncak.
"Paman, apakah kita bisa merebut kembali Kekaisaran Ming?" ucap Pangeran Ming, dengan wajah tertekan.
Dia sekarang hanya bisa mengandalkan kepala kemana keluarga Kekaisaran Ming saja, karena orang terdekat yang di percaya hanya dia.
"Sepertinya mustahil pangeran! Karena mereka sangat kuat " ucap kepala pengawal keluarga Kekaisaran Ming, dia tahu karena selama satu minggu ini rekannya sering keluar masuk ke dalam kita Kekaisaran Ming dengan menyamar.
Mereka berdua sedang mengobrol tentang perkembangan berita di kota Kekaisaran Ming saat ini, untuk sekarang pun beberapa dari mereka keluar untuk mencari informasi dan berharap menemukan informasi yang berguna kedepannya.
Sudah di ketahui bahwa banyak sekali kekuatan besar yang di pukul mundur oleh mereka yang ingin menguasai Kekaisaran Ming.
Awalnya beberapa pasukan dari keluarga bangsawan dan kelompok besar tidak percaya, namun setelah mereka menelan kekalahan. Mereka akhirnya hanya bisa mundur dan menyerah.
Di akibatkan oleh Informasi yang salah dan berbeda yang mereka dapatkan, sehingga mengalami kerugian besar, banyak sekali pasukan mereka yang mati dan terluka.
"Kenapa paman, apakah kita akan terus hidup seperti ini dalam pelarian?" tanya kembali Pangerang Ming.
"Hamba tidak tahu Pangerang! Karena kita sekarang tidak mempunyai mitra yang dapat membantu kita, untuk melawan orang-orang yang merebut kekuasan Kaisar Ming." ucap kepala pengawal keluarga Kekaisaran Ming dengan tidak berdaya.
"Sial, andai saja aku lebih kuat! Aaakkkhh." keluh pangeran Ming terhadap dirinya sendiri.
Dia sekarang sangat kecewa karena sejak masih kecil tidak berlatih dengan sangat giat dalam pertarungan, sehingga setelah ayahnya di kalahkan bahkan dia tidak bisa membalas dendam atas itu.
"Pangeran, tenangkan diri anda! Jangan sampai begitu tertekan, sekarang kita cari jalan keluar bersama." ucap kepala pengawal keluarga Kekaisaran Ming.
Setelah ucapan dari kepala pengawal keluarga Kekaisaran Ming itu selesai, aula utama kediaman tersembunyi itu kembali sunyi.
__ADS_1
Dari arah dalam seseorang yang masih sangat cantik namun sudah memilik cukup umur, berjalan mendekati mereka berdua yang sedang merenung, dia menampilkan wajahnya yang murung dengan keletihan yang sudah berada di puncaknya.
"Permaisuri kenapa anda keluar, apakah ada keperluan dengan hamba?" ucap kepala pengawal keluarga Kekaisaran Ming dengan hormat.
Meskipun keluarga Kekaisaran Ming sudah runtuh seperti ini, namun dia masih sangat setia sehingga berbicara dengan sangat sopan.
"Tidak apa-apa, aku hanya banyak pikiran saja! Sepertinya kita memang harus menyerahkan, kamu bisa pergi untuk mencari kehidupan yang lebih layak. Karena keluarga ini sudah jatuh sehingga tidak bisa memberikan apa yang seharusnya menjadi hak kamu!" ucap permaisuri Kekaisaran Ming dengan sangat pasrah, dia sudah lelah dengan ini semua apa lagi setelah mendengar kematian dari Kaisar Ming.
"Tidak, hamba masih berharap keluarga ini kembali seperti sedia kala! Hamba akan mencoba mencari jalan keluar." ucap dia dengan semangat.
Meskipun entah apa yang harus mereka lakukan, karena dia juga sangat bingung.
Permaisuri menengok kepada anaknya, dia hanya bisa mendesah pelan! Karena melihat anaknya begitu terlihat menderita dan terlihat cukup dekil.
Braakk...!
Saat sedang berbicara di ruang tengah, pintu utama di hancurkan sehingga suaranya terdengar nyaring di telinga mereka semua.
"Penyusup...! Semuanya segar sembunyi." ucap kepala pengawal keluarga Kekaisaran Ming dengan cepat.
Dia langsung berlari ke luar sendirian, untuk menahan apa yang ada di depa kediaman itu.
*
*
*
Mereka semua langsung menerobos masuk, keempat orang itu menatap liar ke seluruh ruangan lalu bergegas masuk lebih dalam.
Saat berjalan lebih dalam, ada satu orang yang menghadang mereka.
"Ohhh, ternyata kami masuk ke kediaman yang benar, di mana pangeran Ming berada?" ucap salah satu dari mereka.
"Apa yang kau inginkan, di sini tidak ada pangeran Ming! Kalian semua salah tempat." bentak kepala keamanan keluarga Kekaisaran Ming.
Dia cukup terkejut karena persembunyian ini bisa di ketahui keberadaannya oleh pihak lain.
"Banyak bicara, musnahkan semuanya kecuali pangeran Ming!" bentak salah satu dari mereka yang rupanya pemimpin kelompok itu.
Wooooosss..!
Triinng..!
__ADS_1
Si penyerang langsung mengayunkan pedangnya, namun dapat di tangkis dengan mudah oleh kepala keamanan keluarga Kekaisaran Ming.
Bunga api yang terpercik akibat benturan antara dua pedang cukup besar, menandakan serangan itu cukup kuat.
Namun serangan berikutnya sangat cepat yang datang dari samping, tendangan mendarat di pinggang bagian bawah kepala keamanan keluarga Kekaisaran Ming.
Baaammm..!
Braakk..!
Tendangan itu begitu keras dan mengenai dengan telak, kepala keamanan keluarga Kekaisaran Ming langsung terpental ke samping dan menghantam dinding.
Slaazz..!
Serangan berikutnya, datang dari orang lain dengan cepat menebas leher dari kepala pengawal keluarga Kekaisaran Ming hingga hampir putus, sampai akhirnya dia mengejang dan mati.
"Hahahaha, sampah seperti ini menjadi pelindung Kekaisaran Ming? Sungguh Kekaisaran yang sangat lemah." ucap salah satu dari mereka begitu meremehkan.
"Periksa semua ruangan, jika di temukan pangeran Ming. Bawa dia dengan cepat kita akan mendapatkan hadiah besar dari Yang mulia!" ucap orang dengan semangat.
Akhirnya mereka mengeledah semua ruangan, dan menemukan tiga orang yang sedang bersembunyi di sudut ruangan yang gelap.
Mereka adalah putri Kaisar Ming, permaisuri dan pangeran Ming. Karena ketiga pengawal lainnya sedang keluar untuk mencari makanan dan informasi sehingga hanya ada kepala keamanan keluarga Kekaisaran Ming.
Dengan cepat mereka menangkap semua orang-orang itu, lalu membawa pergi untuk di serahkan kepada orang yang memberikan perintah kepada mereka.
*
Di kota Wuhan.
Li Yian sudah mempersiapkan semua keperluan yang akan di bawa olehnya ke alam Tanasilam.
Dari berbagai herbal maupun pil yang nantinya di perlukan, setelah mempersiapkan itu semua beberapa hari ini Li Yian sedang bermeditasi untuk memperkuat kekokohan jiwa miliknya.
Karena setelah merasakan tekanan hebat dari aura jiwa yang ada di dalam tubuh Baba Baba Yaga, Li Yian seperti katak dalam sumur.
Sehingga setelah merasakan itu semua, Li Yian bertekad untuk memperkuat kekuatan jiwa yang di miliki saat ini, sehingga suatu saat di gertak kembali oleh makhluk itu Li Yian setidaknya akan bertahan.
Sedangkan Baba Yaga masih tidak mengerti sehingga dia hanya bisa menunggu pengaturan Li Yian saja.
\=
\=
__ADS_1
...