
\=Chapter 053. XU WUZAO CURIGA TERHADAP LI YIAN\=
\=
\=
Xu Wuzao cukup kecewa terhadap bentuk pusaka dunia yang sudah di ketahui, sebenarnya dia ingin mengetahui lebih banyak lagi apa macam-macam bentuk pusaka dunia yang sangat legendaris itu.
Karena dia di ceritakan oleh gurunya, ketika sebuah sekte atau sebuah Kekaisaran memiliki lima dari pusaka dunia akan sangat mudah untuk menguasai sebuah benua.
Jangankan benua untuk menguasai seluruh alam saja mereka mampu, namaun keberadaan lima pusaka dunia itu sangat sulit di temukan.
Antara Ling Su dengan Xu Wuzao terus mengobrol dengan banyak topik, sampai membicarakan kondisi sekte mereka yang dulu di tempati Xu Wuzao dan Ling Su bersama.
"Baiklah, saudara Ling! Aku harus cepat kembali karena ingin memberikan bimbingan pada semua murid-murid untuk bersiap ikut turnamen antar sekte di Kekaisaran Ming!" Xu Wuzao ingin mengakhiri berbincang mereka.
"Saudara Xu, sekte anggrek putih ternyata masuk dalam kualifikasi kompetensi itu kah? Selamat selamat aku cukup senang mendengarnya! Jika seperti itu aku tunggu pertemuan kembali di Kekaisaran Ming!" jawab Ling Su, dia tertawa senang.
Lalu dia bangkit, memberikan salam dan keluarga dari kedai teh itu dan langsung pergi dengan berjalan santai! Namun meskipun terlihat santai hanya beberapa nafas saja dirinya sudah hilang di kejauhan.
Setelah Ling Su pergi, Xu Wuzao langsung mengajak Li Yian dan Rhuo Ning untuk bergegas pergi dari peristirahatan di desa itu.
"Pak tua, apa anda belum pernah melihat pusaka dunia sama sekali?" ucap Li Yian, hanya basa-basi.
Kini ke-tiganya sudah dalam perjalanan dan mereka bertiga berada di atas punggung kuda masing-masing.
"Nak, pusaka dunia itu adalah senjata dan benda peninggalan sekte terdahulu! Keberadaan di alam ini sangat langka, jangankan aku, kepala sekte besar pun hanya tahu satu bentuk dari pusaka dunia itu!" ucap Xu Wuzao menjawab pertanyaan Li Yian.
"Sudahlah pusaka dunia itu sesuatu yang tidak akan bisa kita jangkau, lebih baik pikirkan yang lain!" lanjut Xu Wuzao.
Dia berpikir bahwa Li Yian bertanya seperti itu ingin tahu bentuk dari pusaka dunia dan dia nantinya akan berambisi memiliki pusaka itu.
"Baiklah pak tua!" jawab Li Yian singkat.
Mereka melakukan perjalanan tidak mengobrol begitu sering, hanya Li Yian yang di tanyakan beberapa pertanyaan oleh Rhuo Ning tentang keadaan sekte anggrek putih yang dirinya akan tuju dan tinggal di sana seterusnya.
__ADS_1
Sedangkan Li Yian hanya menjawab gambaran besar saja karena dirinya juga tidak terlalu mengerti tentang keadaan sebenarnya sekte anggrek putih.
Meskipun Li Yian tinggal di sana sejak lahir tapi dia hidup lebih banyak menyendiri dan hanya belajar tentang alam Daulu dari sejarah, sehingga tidak mengerti keadaan lingkungan sekitar sekte anggrek putih sama sekali, di tambah dirinya jarang bersosialisasi dengan orang-orang sekte.
Maka dari itu yang dirinya tahu hanya sebatas gambaran besar, dan itu yang dia jawab untuk pertanyaan Rhuo Ning padanya.
Satu hari telah terlewatkan.
Kini mereka bertiga sampai di wilayah sekte anggrek putih lebih awal, karena mereka bertiga tidak mengambil istirahat semalaman sehingga lebih cepat.
Hanya Rhuo Ning yang tidur di atas kuda dan di pelukan Li Yian, sedangkan Li Yian dan Xu Wuzao tidak memilih istirahat sedikitpun.
Bahkan kuda yang mereka gunakan sampai sangat kelelahan hingga mulut mereka mengeluarkan busa cukup banyak di mulutnya, jika saja yang di gunakan bukan kuda terkuat seperti permintaan Li Yian, tapi menggunakan kuda pilihan Xu Wuzao pasti sudah mati di tengah jalan.
"Akhirnya aku kembali lagi ke sekte ini!" gumam Li Yian setelah melihat gerbang besar sekte anggrek putih dari kejauhan, matanya sedikit membacakan kesenangan.
Xu Wuzao tetap tenang di atas kudanya, sedangkan Rhuo Ning matanya sangat berbinar melihat sekte anggrek putih yang suasana cukup asri dan hamparan hijau di beberapa bukit kecil.
Beberapa juga terdapat danau besar maupun danau kecil di sana banyak tumbuh bunga anggrek yang berwarna putih! Inilah kenapa sekte ini di namai sekte anggrek putih.
"Ya kau akan tinggal di sini nantinya Rhuo Ning!"
Rhuo Ning langsung menengok ke belakang, lalu bertanya kembali pada Li Yian.
"Apa kau tidak akan tinggal di sini juga kakak Li Yian?"
"Tidak, aku akan pergi ke suatu tempat!"
"Jika seperti itu aku akan ikut dengan kakak Li Yian kemanapun perginya!" keluh Rhuo Ning pada Li Yian, matanya penuh dengan harapan.
Semenjak perjalanan ini Rhuo Ning merasa nyaman berada di samping Li Yian, entah suasana seperti apa yang dirinya rasakan tapi yang pasti dirinya tidak ingin di tinggal oleh Li Yian.
"Tidak bisa, tinggal di sini bersama orang-orang sekte anggrek putih lebih aman! Di sana banyak teman sebaya mu dan orang yang lebih dewasa juga banyak!" tolak Li Yian dengan cara halus.
Rhuo Ning hanya bisa tertunda lemas, karena dirinya tidak di izinkan mengikuti Li Yian.
__ADS_1
Sebenarnya Li Yian tidak masalah untuk di ikuti, tapi dia tidak ingin membawa beban untuk sekarang! Apalagi Rhuo Ning adalah manusia biasa yang pasti sangat merepotkan jika dalam keadaan berbahaya.
Li Yian sekarang memiliki kehidupan yang berbahaya, di tambah dirinya sekarang seperti buronan karena memegang harta makam kuno.
Tidak terasa mereka bertiga sudah masuk ke gerbang besar dan di sana langsung di sambut oleh beberapa murid senior dan beberapa tetua yang memang sedang tidak memiliki kesibukan.
"Selamat datang kembali ketua sekte!" ucap salah satu tetua.
Xu Wuzao turun dari kudanya, di ikuti oleh Li Yian dan Rhuo Ning! Kuda mereka langsung di serahkan pada murid senior untuk di urus.
"Ya terimakasih untuk sambutannya! Aku hendak istirahat secepatnya, tolong kumpulan para tetua semuanya untuk mengadakan pertemuan! Temui aku besok di ruang pertemuan." ucap Xu Wuzao lalu langsung menengok pada Li Yian memberikan isyarat untuk segera mengikutinya.
Li Yian paham dan langsung pergi bersama Xu Wuzao dan mengajak Rhuo Ning!.
Xu Wuzao langsung menuju tempat tinggal pribadinya yang sering di kunjungi para tetua bila mencari dirinya.
Setelah duduk di ruang tamu, Xu Wuzao langsung bertanya pada Li Yian, karena Xu Wuzao curiga terhadap Li Yian.
"Nak, cepat katakan semuanya dari mana kau mendapatkan token penyimpanan koin itu!"
Li Yian yang di tanya ulang itu cukup tenang, karena dia sudah menyiapkan jawaban tetap.
"Tentang itu pak tua, apa anda tidak ingat saat aku memberikan herbal pada anda?" tanya Li Yian.
"Ya aku ingat, apa hubungannya?" jawab Xu Wuzao dengan sangat serius.
Dia ingin mendapatkan jawaban yang benar-benar memuaskan, karena Xu Wuzao tidak ingin melihat Li Yian mendapatkan begitu banyak musuh nantinya.
"Itu hanya salah satu, aku membawa empat bersamanya dan itu sama herbal yang cukup langka juga! Aku menjual di rumah pelelangan kota provinsi Cao sehingga aku mendapatkan token itu!" jelas Li Yian.
Mendengar jawaban seperti itu Xu Wuzao cukup lega dia tidak begitu menyangka bahwa Li Yian cukup pintar dalam hal berbisnis.
\=
\=
__ADS_1
...