Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
327 = KEMUNCULAN KEPALA SEKTE WUHAN


__ADS_3

\=Chapter 327. KEMUNCULAN KEPALA SEKTE WUHAN\=


\=


\=


Anggota kelompok Sabit Kematian langsung terpental mundur cukup jauh, setelah saling adu pukulan dengan orang yang mendadak muncul dari balik pintu gerbang utama kota Wuhan yang sedikit terbuka.


Dia muncul langsung membentak kepada mereka semua, karena melihat anak murid sekte Wuhan telah di kalahkan dengan jumlah cukup banyak, bahkan kebanyakan dari mereka ada yang terkapar tidak sadarkan diri, bahkan menurutnya sudah ada yang mati.


Sehingga dia langsung memukul mundur orang yang menyerang murid elit sekte Wuhan hingga tidak sadarkan dirinya.


"Siapa kami? Itu tidaklah penting! Yang lebih penting kalian semua telah menghadang perjalanan kami untuk menuju ke rumah pelelangan anggrek putih!" ucap anggota kelompok Sabit Kematian.


"Kepala sekte Bai Li, mereka ingin menerobos masuk ke kota Wuhan tanpa ingin membayar biaya masuk kota." ucap salah satu penjaga gerbang yang masih belum di serang kelompok Sabit Kematian.


Sebenarnya dia ingin kabur, namun tekad dan keberanian dirinya menahan dirinya untuk tetap di sana! Meskipun dia tidak memiliki tingkat pelatihan yang tinggi, namun dirinya masihlah bagian dari pendekar di kota Wuhan.


Apa lagi dia bagian dari pasukan Kekaisaran Ming yang bertugas di wilayah selatan, untuk menjaga keamanan di kota Wuhan ini! Sehingga untuk lari adalah tindakan pengecut.


Bai Li menengok ke arah belakang, dia melihat penjaga gerbang kota Wuhan yang sudah ketakutan! Akhirnya dia tahu apa penyebabnya.


Kemunculan kepal sekte Wuhan Bai Li itu karena dia di berikan kabar, okeh salah satu murid sekte Wuhan bahwa ada keributan di luar gerbang kota Wuhan, sehingga dia langsung berlari kencang menuju ke pintu gerbang.


Namun kedatangan dirinya tetap terlambat, sudah banyak yang menjadi korban dari keganasan kelompok yang membuat onar di sana.


"Jelas kami menghadang jika kalian tidak memberikan biaya masuk kota, sedangkan peraturan ini sudah di putuskan dari pihak Kekaisaran Ming!" ucap Bai Li kepala semua orang kelompok Sabit Kematian.


"Ha-ha-ha..! Untuk orang hebat seperti kami masih harus membayar biaya masuk, kalian seharusnya berlutut jika kelompok kami sedang lewat di hadapan batang hidung kalian semua!" bentak orang yang tadi di pukul mundur oleh Bai Li.


"Orang hebat adalah orang yang mengikuti aturan yang ada, jika seperti ini maka kami berhak melarang dan melawan! Apa lagi kalian sudah menurunkan tangan kasar kalian kepada kami semua." ucap Bai Li sambil menunjuk ke arah murid-murid sekte Wuhan yang banyak terkapar.


"Banyak Bicara, mati saja kau ikut dengan mereka!" bentak orang yang tadi di pukul mundur oleh Bai Li.


Dia sudah sangat marah, karena saat ingin membunuh orang terakhir dari murid elit Sekte Wuhan, namun di tahan oleh Bai Li sehingga dia ingin menghabisi Bai Li sekaligus agar lebih puas.


Wooooosss..!


Plaakk..!


Pukulan mereka beradu di udara, menimbulkan suara yang keras. Membuktikan bahwa lengan mereka sama-sama kerasnya.


Baaammm..!

__ADS_1


"Uhukk Uhukk...!" anggota kelompok Sabit Kematian mundur sangat jauh, dia memegangi perutnya karena di tendang oleh Bai Li sangat keras hingga dia terdorong lalu batuk.


Orang-orang dari kelompok Sabit Kematian terkejut dengan kejadian barusan, hanya dalam sekali serang rekan dirinya yang di anggap hebat bisa terpukul mundur.


Begitu juga pemimpin rombongan itu, dia melebarkan matanya! Karena orang yang di suruh maju kekuatan miliknya tidak begitu buruk, dia telah berada di pendekar raja puncak sudah puluhan tahun lamanya. Mungkin hanya butuh beberapa tahun lagi dia akan masuk ke tingkat pendekar suci.


"Ternyata dia sudah berada di tingkat pendekar suci!" gumam anggota kelompok Sabit Kematian.


Dia langsung menengok ke arah pemimpin kelompok, karena hanya pemimpin kelompok dan dua orang lainnya yang sudah masuk ke tingkat pendekar suci.


"Kau mundur lah!" ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian.


"Baiklah pemimpin terimakasih." jawab orang yang tadi melawan Bai Li.


Setelah itu dia langsung mundur dengan memegangi perutnya karena masih terasa sangat sakit, akibat tendangan dari Bai Li yang sangat keras.


Meskipun Bai Li sudah tua, namun karena sudah memasuki tingkat pendekar suci tubuh sangat bugar di bandingkan dengan tubuhnya yang dulu sebelum menjadi pendekar suci, apa lagi saat dulu tubuhnya terkena racun yang di berikan oleh Dai Yao.


*


*


*


"Orang tua, kau mungkin cukup kuat di dalam wilayah Kekaisaran kecil seperti ini! Tapi asal kau tahu, di mata kami kau hanyalah segelintir semut yang menonjol saja." ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian.


"Huufff..! Seperti itulah kata-kata, katak dalam sumur." jawab Bai Li.


Dia tidak menyindir lainnya, hanya kata-kata itu saja yang dia ucapkan. Namun membuat pemimpin itu seperti kebakaran hutan di kepalanya.


"Kurang ajar, akan ku tunjukkan seperti apa itu kekuatan mutlak terhadap kau, orang tua!" bentak dia dengan sangat garang.


Pemimpin kelompok Sabit Kematian menyebutkan Bai Li orang tua, karena menurutnya Bai Li sudah sangat tua. Karena di lihat dari rambut dan raut muka dia jauh lebih muda dari Bai Li.


Meskipun Bai Li mendengar bentakan itu sangat keras, namun dia tidak marah sama sekali. Justru dia malah bersikap untuk bertarung dengan pemimpin kelompok Sabit Kematian.


Selagi dia sendirian, Bai Li yakin masih bisa mengimbangi pemimpin kelompok Sabit Kematian, bahkan dia cukup percaya bisa mengalahkannya.


Pemimpin kelompok Sabit Kematian, mengambil senjata miliknya yang di cantelkan di punggungnya. Senjata itu adalah sabit yang memiliki bilah tiga pisau yang berderet, dari ujung paling atas yang paling besar lalu yang bawah adalah yang paling kecil.


Dengan gagang tongkatnya yang cukup panjang membuat sabit tiga pisau itu cukup mengerikan bagi lawannya.


Bai Li melihat sabit itu cukup menyesal tidak membawa tombak senjata turun menurun dari sekte Wuhan, yang telah di berikan oleh Xu Wuzao kala itu.

__ADS_1


Dia merasa cukup ceroboh, karena tidak membawa tombak pusaka sekte Wuhan, maupun senjata pribadi miliknya! Akhirnya melihat lawan membawa senjata, dia hanya mundur cukup jauh dan meraih tombak dari murid elit sekte Wuhan.


"Cih..! Sangat meremehkan, mampus saja kau orang tua!" bentak pemimpin kelompok Sabit Kematian itu.


Dia merasa di remehkan oleh Bai Li, karena dia hanya mengambil senjata acak milik orang lain. Padahal yang di lakukan Bai Li karena dia tidak membawa senjata apapun.


Dirinya menuju ke luar perbatasan kota Wuhan dengan terburu-buru karena mendapat kabar yang gawat sehingga tidak membawa senjata apapun, setelah melihat sabit tiga pisau Bai Li merasakan ancaman yang besar sehingga dia ingin melindungi dirinya dengan cara mengambil senjata acak.


Namun musuh menganggapnya itu adalah tindakan merendahkan lawan, sehingga membuat pemimpin kelompok Sabit Kematian sanggat marah.


Wooooosss..!


Pemimpin kelompok Sabit Kematian bergerak cepat seperti biasa, bagi orang-orang di sana dia seperti menghilang, namun Bai Li bisa sedikit melihat pergerakan dari dia.


Tap..Tap..Tap..!


Bai Li mundur dengan tiga lompatan besar dengan memutar setengah lingkaran tombak di tangannya, di depan tubuhnya! Bai Li berusaha melindungi serangan dadakan dari depan.


Tring..!


Trinnnng..!


Benturan keras dua kali berturut-turut, membuat Bai Li terpental mundur cukup jauh namun dia masih bisa mengimbangi dirinya.


"Serangan sang sanggat cepat!" ucap Bai Li.


"Kau orang tua yang merepotkan!" jawab pemimpin kelompok Sabit Kematian.


Biasa setelah dia mengeluarkan teknik itu, pasti lawannya minimal akan mengalami cidera seperti kaki maupun tangan lawannya putus, namun melihat Bai Li baik-baik saja dia cukup terkesan sehingga dia memujinya.


Apa lagi, tombak yang di gunakan tidak rusak sama sekali meskipun sudah saling berbenturan dengan sabit tiga pisau miliknya.


"Apa, bagaimana bisa serangan cepat pemimpin tidak mempan kepadanya?" ucap salah satu anggota kelompok Sabit Kematian sanggat terkejut.


"Dia orang tua yang sangat beruntung!" jawab temanya yang ada di sampingnya.


"Apa, kau pikir menghindari serangan cepat hanya mengandalkan keberuntungan?" tanya dia yang tadi terkejut kepada temannya.


Di sana heboh dengan perbincangan pertarungan antar pemimpin kelompok dan orang tuan yang baru datang.


Padahal mereka yakini, bahwa orang tua itu tidak akan bisa bertahan dari satu jurus pemimpin kelompok mereka. Namun nyatanya dia bisa bertahan, sehingga perdebatan dan perbincangan di antara mereka terjadi.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2