
\=Chapter 050. PERJALANAN KEMBALI KE SEKTE ANGGREK PUTIH\=
\=
\=
Li Yian masing cengengesan karena mereka berdua memandangi dengan aneh, Xu Wuzao memandangi Li Yian dengan aneh karena Li Yian ingin mengenalkan gadis kecil tapi dirinya sendiri tidak mengenalinya.
Sedangkan gadis kecil itu memandangi Li Yian karena dia tidak begitu percaya bahwa Li Yian masih memiliki umur 13 tahun, karena dia mengira bahwa Li Yian sudah berusia 17 tahun.
"Baiklah nak, siapa gadis itu coba jelaskan!" Xu Wuzao akhirnya membuka suaranya.
"Biarkan dia mengenalkan dirinya sendiri karena aku juga ingin dengar!" jawab Li Yian sedikit canggung.
Gadis kecil itu menunduk sebentar untuk mengumpulkan keberanian dan mengangkat mukanya dengan tegak.
"Nama ku adalah, Rhuo Bing!" ucap gadis itu dengan tegas, lalu menunduk kembali karena malu dan sedikit takut.
"Ah ternyata namanya Rhuo Ning pak tua!" Li Yian berucap seakan memberi tahu Xu Wuzao.
"Tidak perlu kau ulangi nak, aku sudah dengar! Kau pikir aku budek?" Xu Wuzao memelototi Li Yian.
Dengan wajah tuanya Xu Wuzao memandangi Li Yian, pipi yang sudah cekung membuat mata itu terlihat sangat menonjol bahkan hampir keluar dari rongga matanya.
"Pak tua, jangan kau menakut-nakuti Rhuo Ning dengan wajah jelek anda itu!" ejek Li Yian pada Xu Wuzao.
"Kau, bocah tidak tahu terimakasih!" Xu Wuzao marah pada Li Yian tapi membuat wajahnya semakin terlihat jelek.
"Yah! Sudahlah. Mungkin aku yang kurang baik dalam mendidik kau!" keluh Xu Wuzao saat hendak marah tapi tidak jadi karena di tahan.
Dia hanya membuang nafas berat dan pelan, setelah itu dirinya memandangi gadis kecil itu dari kaki hingga ujung kepalanya.
"Nak, kemarilah!" lanjut Xu Wuzao berucap.
Karena merasa di panggil oleh orang tua di depan dirinya Rhuo Ning langsung maju ke arah depan Xu Wuzao dengan lambat.
"Iya tuan!" ucap Rhuo Ning dengan lembut, masih tetap menunduk.
Dirinya tidak mengabaikan Xu Wuzao, orang tua itu terlihat perkasa dan memiliki karisma kepemimpinan yang bagus, sikapnya tenang dan pandangan matanya tajam tapi menenangkan sehingga orang biasa seperti Rhuo Ning langsung takut dan menghormati.
"Apa kau bener tidak memiliki keluarga lagi, seperti yang di katakan nak Li Yian tadi?"
"Benar tuan, tapi aku tidak mengerti kenapa aku di bawa ke sini!" jawab Rhuo Ning sedikit takut-takut.
"Ya kan benar, aku mengenalkan kepada anda agar dia bisa tinggal di sekte dan berlatih ilmu beladiri!" Li Yian menimpali pembicaraan mereka berdua.
__ADS_1
"Kau diam dulu aku sedang berbicara!" ucap Xu Wuzao pada Li Yian sambil sedikit melotot.
"Baiklah, lanjutkan Pak tua!" jawab Li Yian lalu langsung diam.
Rhuo Ning melirik pada Li Yian dengan tatapan aneh, karena dia seperti berani pada orang tua di depannya tapi terkesan takut juga.
"Apa kau mau nak untuk tinggal di sekte ku kelak dan berlatih ilmu beladiri?" ucap Xu Wuzao pada Rhuo Ning dengan tatapan serius.
"Aku bersedia tuan!" ucap Rhuo Ning.
"Baiklah, kau boleh ikut dengan kami kembali ke sekte anggrek putih besok! Apa ada barang yang akan kau kemas?" tanya Xu Wuzao.
Rhuo Ning menggelengkan kepalanya, karena barang apa yang dirinya miliki! Apa lagi setelah di tinggal ibunya mati dia tidak punya tujuan apapun sehingga setelah di tarik oleh Li Yian juga tidak memberontak sama sekali.
"Istirahat dengan segera, besok kita akan melakukan perjalanan jauh untuk kembali ke kediaman ku!" perintah Xu Wuzao pada Rhuo Ning.
Rhuo Ning mengangguk dan mengucapkan terimakasih, Li Yian mengantarkan Rhuo Ning pada kamar yang di tempati dirinya beberapa hari yang lalu.
Xu Wuzao hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu menghembuskan nafas berat, karena Li Yian telah memberikan tambahan beban baru.
*
*
*
Setelah berjalan beberapa saat Li Yian berucap.
"Pak tua, lebih baik kita membeli kuda saja! Agar Rhuo Ning tidak merasakan beratnya melakukan perjalanan jauh!"
Xu Wuzao berpikir sejenak untuk mempertimbangkan ucapan Li Yian barusan.
"Baiklah, itu lebih baik! Ayo kita beli kuda!" ajak Xu Wuzao pada Li Yian dan Rhuo Ning.
Mereka berjalan lebih cepat dan menuju ke rumah penjualan kuda maupun kereta penumpang dan kereta barang.
Setelah sampai di sana Li Yian melihat-lihat sebentar, dia melihat kereta-kereta yang berjajar rapi karena masih baru, dari kereta barang maupun kereta penumpang.
"Apa kau tertarik dengan kereta?" ucap Xu Wuzao setelah melihat Li Yian begitu antusias melihat kereta yang berjajar rapi.
"Tidak aku hanya melihat-lihat saja!" jawab Li Yian sambil melambaikan tangannya.
"Rhuo Ning apa kau bisa naik kuda sendirian?" Li Yian langsung bertanya karena belum tahu.
"Tidak bisa!" jawab Rhuo Ning sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Jiak seperti itu, kita beli dua kuda saja pak tau! Biarkan dia ikut bersama ku saja!" usul Li Yian pada Xu Wuzao.
"Ya!" jawab Xu Wuzao singkat sambil melangkah masuk untuk menemui pemilik rumah penjualan kereta kuda.
Tidak begitu lama Li Yian dan Rhuo Ning menunggu, akhirnya Xu Wuzao keluar menuntun dua kuda yang jelek dan kurus.
"Pak tua, kenapa kudanya kurus dan jelek sekali! Bagaimana kalau mereka mati di jalan akan repot saja nantinya!" ucap Li Yian pada Xu Wuzao.
"Sudahlah jangan banyak protes nak!" Xu Wuzao langsung menghentikan Li Yian.
"Kita harus mengirit biaya dalam perjalanan, karena keuangan sekte sedang dalam masalah sekarang!" keluh Xu Wuzao pada Li Yian.
"Baiklah aku mengerti, tapi kuda ini tetap di tukar yang lebih baik, urusan uang itu aku yang akan membayarnya!" jawab Li Yian lalu merebut kuda dari tangan Xu Wuzao dan menarik kuda itu kemabli masuk ke dalam rumah penjualan kereta dan kuda.
Xu Wuzao tidak membantah lagi karena yang akan membayar adalah Li Yian dia tidak keberatan, dia juga ikut masuk bersama Rhuo Ning.
Pemilik rumah penjualan kereta dan kuda, bingung karena kuda yang tadi di jual kini kembali di bawa masuk.
"Tuan, aku mau menukarkan kuda sakit ini dengan yang lebih baik! Ingat kuda yang terbaik!" ucap Li Yian lantang.
"Tuan muda, tadi tuan itu yang meminta kuda paling murah! Ya aku ambilkan ini!" ucap pemilik toko itu dengan ramah sambil mengisyaratkan menunjuk pada Xu Wuzao.
"Tidak perlu di bahas! Ambilkan yang paling bagus, dan ambil kembali kuda mu yang sakit ini!" keluh Li Yian lalu mendorong kuda kurus itu pada pemilu toko.
"Baik tuan tunggu sebentar tuan!" ucap pemilik toko dan segera menukar kuda kurus dengan kuda terbaik yang di milikinya.
"Ini tuan kudanya, harganya." pemilik toko membawa kuda dari dalam yang gagah dan tinggi, namun baru berucap beberapa kata langsung di porong oleh Li Yian.
"Masalah uang gampang ambil dari token ini!"
Li Yian menyodorkan token penyimpanan koin pada pemilik toko, pemilik toko langganan mengerti dan masuk ke dalam kantornya dia mencatat di kertas sejumlah angka yang di butuhkan untuk membeli kuda lalu langsung memberikan stempel di kertas itu menggunakan token yang di sodorkan oleh Li Yian.
Pemilik toko keluar kembali membawa token yang tadi di terima dari Li Yian, dia langsung tersenyum sikapnya langsung berubah.
Jika orang memiliki token penyimpanan koin pastilah orang itu bukan orang biasa, karena yang memilikinya hanya sedikit orang.
\=
\=
Dukung kami terus.
Terimakasih.
...
__ADS_1