Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
358 = ORANG YANG MALANG


__ADS_3

\=Chapter 358. ORANG YANG MALANG\=


\=


\=


Li Yian kini membuka matanya setelah bermeditasi selama satu minggu penuh, dia selesai mengokohkan jiwa miliknya! Li Yian merasakan segar dan begitu mendominasi dalam benaknya.


"Ternyata meskipun cukup sulit, untuk menguatkan kekuatan jiwa, ternyata sanggat berguna untuk mendukung berkultivasi!" gumam Li Yian.


Dia akhirnya bangun dari ruang pribadi yang ada di sekte Wuhan, sekte Wuhan sekarang seperti rumah sendiri bagi Li Yian.


Karena semua orang sekarang sangat mengenal dia, bahkan sekte anggrek putih di wilayah timur, Li Yian tidak merasakan hal bebas seperti di sekte Wuhan ini.


Karena di sekte anggrek putih di wilayah timur, Li Yian masih di pandang remeh karena hanya di pandang sebagai anak angkat dari kepala sekte Xu Wuzao, jadi dia masih di ganggu dengan tatapan yang sedikit meremehkan.


Namun di sekte Wuhan, Li Yian di kenal sangat hebat sehingga orang-orang ini memandang Li Yian dengan penuh kekaguman dan penghormatan, jadi Li Yian tidak mendapatkan pandangan remeh atau penghinaan.


Li Yian keluar dari ruang pribadi, dia sambil mencari keberadaan Baba Yaga, karena dia sudah selesai mempersiapkan semuanya keperluan untuk menuju ke alam Tanasilam.


Saat Li Yian merasakan aura milik Baba Yaga, Li Yian hanya mengerutkan keningnya karena Baba Yaga berada di pusat kota Wuhan.


"Sial, dia sedang apa di sana?" ucap Li Yian lirih.


Wooooosss..!


Tap.. Tap..!


Li Yian tidak menunggu lebih lama lagi dia langsung bergerak dengan cepat, melompat dari satu atap ke atap lainnya di sekte Wuhan! Lalu dia bergegas menuju ke kota Wuhan.


Kota Wuhan.


Li Yian sampai di tempat hiburan, di tengah kota Wuhan.


"Apa dia bermain wanita lagi?" ucap Li Yian tidak berdaya.


Saat ini dia berada di halaman depan rumah hiburan yang ada di kota Wuhan, dia menatap rumah hiburan dengan tatapan linglung. Karena setiap dia mencari Baba Yaga pasti sedang ada di tempat seperti ini.


Menurut Li Yian ini adalah yang ke tiga kalinya, saat Li Yian berjalan ke arah pintu masuk dan hendak masuk dari arah belakang ada suar yang membentuk arogan.


"Minggir kau anak ingusan, jangan menghalangi jalan ku!" bentak orang paruh baya dengan wajah berapi-api.


Dia berjalan dengan arogan, lalu dengan sangat sengaja hendak menyenggol Li Yian agar tersingkir dari depan pintu.


Braakk..!


Saat dia hendak mendorong, Li Yian langsung menghindar hingga akhirnya dia terjengkang ke depan, karena tidak bisa mengimbangi tubuhnya dengan benar.


Dia langsung ambruk ke lantai depan pintu utama rumah hiburan, dengan wajah yang asalnya sudah marah dan berapi-api kini semakin marah.


Dia marah karena ingin menyerat anaknya yang membuat masalah di rumah hiburan ini, namun karena dia adalah orang sombong sehingga salah sasaran terhadap Li Yian.

__ADS_1


"Bedebah, kau mencari mati bocah! Apa kau tidak tahu aku adalah saudagar kaya di wilayah kota Wuhan ini, beraninya kau mempermalukan aku seperti ini!" bentak dia ke arah Li Yian.


Namun Li Yian hanya melirik saja, dia seperti tidak terganggu sama sekali dan melaju masuk ke dalam rumah hiburan.


Dia langsung mendatangi resepsionis, dan segera bertanya.


"Nona, apa ada tamu bernama Baba Yaga? Dia berada di kamar berapa?" ucap Li Yian dengan sopan, sebenarnya dia tahu ada Baba Yaga di sini.


Namun untuk menghormati pemilik tempat, sehingga dia bertanya seperti itu.


Resepsionis cantik itu sedikit linglung karena Li Yian cukup tampan, lalu dengan senyum cerah dia langsung mengangguk.


"Benar! Itu ada tuan muda, tuan muda Baba Yaga berada di kamar VIP no 1 di lantai atas!" ucap resepsionis cantik itu dengan sopan.


Di belakang sana, pria paruh baya yang mengaku sebagai saudagar kaya sangat marah, karena di abaikan oleh Li Yian orang yang akan dia bunuh karena membuatnya kesal.


Dia adalah orang biasa, sehingga tubuhnya sangat lemah! Apalagi tubuhnya gempal dan perutnya yang buncit sangat sulit untuk menjaga keseimbangan sendiri, sehingga jika tersandung sedikit saja dia pasti jatuh.


Apalagi tadi Li Yian sedikit menggunakan tekanan dorongan dengan aura miliknya agar dia jatuh dengan sangat keras ke lantai, membuat dia sangat marah terhadap Li Yian.


Dia masih saja berbaring di lantai, empat orang yang selalu melindungi mereka langsung membantunya untuk berdiri.


Setelah berdiri, dia langsung membentak Li Yian kembali.


"Orang yang malang, tunggu kau! Segera berlutut dan memohon ampunan, jika tidak kematian yang akan kau terima." bentak dia dengan sangat keras.


Empat orang di belakang langsung menunjukkan wajah garang dan aura membunuh yang sangat kental, jelas mereka sering melakukan kejahatan dan membunuh orang tanpa berkedip.


Li Yian yang sudah mendapatkan informasi, segera hendak melangkah ke dalam lalu naik ke atas, mendengar teriakkan itu dia langsung berhenti dan menengok ke belakang.


"Apa kau berbicara pada ku?" ucap Li Yian seakan dia tidak paham.


"Ya dengan siapa lagi, kau telah menyinggung ku! Jadi kau harus menerima hukuman." bentak orang itu kembali.


Li Yian akhirnya maju, karena dia penasaran hukuman apa yang akan orang itu berikan! Jangankan satu orang seperti itu.


Jika ada 1000 orang seperti itu Li Yian hanya perlu mengangkat satu jari untuk membunuh mereka semua.


"Apa yang akan kau berikan, untuk menghukum ku?" ucap Li Yian dengan nada meremehkan.


Di benaknya Li Yian ingin tertawa, ada saja orang biasa seperti dia yang mengandalkan uang dan kekuasaan wilayah untuk mengancam orang-orang dari dunia persilatan.


Namun jika tidak di berikan efek keras sedikit kepadanya, dia akan selalu merasa sombong dan kuat.


"Beri bocah ingusan itu pelajaran keras!" ucap dia dengan tenang kepada orang sewaan miliknya.


"Baik tuan beras!" ucap mereka hampir bersamaan.


Lalu dengan wajah garang, mereka semua langsung bergerak dengan kecepatan tinggi menurutnya.


Wooooosss..!

__ADS_1


Wooooosss..!


Keempatnya langsung mengepung Li Yian, dengan gerakan cepat lalu mengirimkan pukulan terbaik mereka kearah Li Yian.


Pikir mereka, orang biasa seperti Li Yian pasti langsung mati jika terkena salah satu dari pukulkan masing-masing.


Braakk..!


Braakk..!


"Aaakkkhh..!" teriak mereka berempat yang terpental dan menghantam dinding rumah hiburan.


"Aaaaahhh...!" jerit beberapa wanita pelayan dan resepsionis di sana.


Sedangkan, untuk saudagar kaya itu hanya bisa melongo tidak percaya. Karena orang sewaan miliknya langsung terkapar tidak sadarkan diri.


Hanya karena Li Yian melambaikan kedua tangannya ke arah sisi yang berlawanan untuk membendung mereka berempat.


"Kau terlalu sombong hanya karena memiliki uang! Terima ini untuk pelajaran berharga untuk kau." ucap Li Yian.


Dia bergerak tanpa menimbulkan suara, lalu tiba-tiba muncul di hadapan saudagar kaya.


Kraakk..!


"Aaakkkhh...!" jeritan kesakitan langsung melengking dari mulutnya.


Li Yian mematahkan kedua kakinya sekaligus, sehingga dia langsung ambruk dan menjerit kesakitan lalu tidak sadarkan diri.


Darah dari patahan kakinya mengalir di lantai dengan sangat deras, Li Yian tidak memandang itu dengan iba.


Langsung berbalik dan pergi untuk menuju ke atas hendak menemui Baba Yaga yang sedang bersenang-senang di sana.


"Sial, apa aku harus repot-repot seperti ini! Teman terkutuk, dia selalu merepotkan saja." keluh Li Yian sambil terus menyusuri lorong ruangan.


Di bawah di ruangan untuk rumah hiburan menjadi ramai, namun keamanan baru saja datang dan membereskan keributan.


Mereka menganggap itu hanya pertarungan biasa yang memperebutkan sesuatu keindahan di rumah hiburan, karena hal seperti ini sudah biasa.


Sehingga mereka tidak memperpanjang masakan, biarkan mereka menyelesaikan di lain waktu dan tempat. Kenapa itu bukan tanggung jawab mereka.


Braakk..!


Li Yian menendang pintu ruang VIP no 1, dia berani karena dia sudah merasakan aura milik Baba Yaga di dalam.


Saat pintu terbuka, Li Yian melihat ke dalam hanya bisa membeku karena sedikit terkejut.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2